Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pengorbanan Tak Terduga


__ADS_3

Istana luar bagian selatan terlihat sibuk sejak semalam. Berbagai macam obat dan tabib keluar masuk untuk memeriksa keadaan Valmira.


" saya menyesal tidak berada disana waktu itu" ucap Deon lemah merasa bersalah. Dia duduk di luar ruang penanganan Valmira.


" jangan di sesali, kau saat itu juga sedang memimpin pasukan di utara" hibur Kangta.


" setelah ini mereka pasti berusaha lebih keras lagi. Keadaan putri akan membuat mereka semakin tak terkendali, kita harus waspada" lanjut Kangta.


" iya tuan, saya akan kembali ke pos jika keadaan lebih baik"


" tidak.. uhuk uhuk" Kangta batuh darah lagi.


" tuan!" Deon langsung panik, sejak tadi tuan Kangta tidak terlihat kesakitan tapi kenapa tiba-tiba batuk darah.


" tabib!" panggil Deon keras.


" sudah jangan, mereka harus fokus pada penyembuhan Putri" larang Kangta.


" tidak tuan, anda juga perlu di periksa. Putri akan cemas jika tau anda seperti ini. Mari tuan kita masuk" Deon langsung menarik tangan Kangta, membawanya ke ruangan dalam dan meminta tabib memeriksanya juga.


......................................


Beberapa hari ini tubuh Gyan terasa begitu lemah, untuk beraktifitas biasa saja sangat membuatnya kelelahan. Gyan menilai ada yang aneh, lelaki itu mulai berdiam diri dan memulihkan energinya yang mulai kacau entah karena apa. Ada sesuatu yang menghalangi laju energi dalam tubuhnya.


Selama dia berdiam diri, lelaki itu sudah menitipkan beberapa pesan kepada Aden sebelumnya.


" sementara beberapa tugas kerajaan kau yang atur dulu, saat ini kerajaan hanya berfokus pada pemulihan setelah perang. Dan juga untuk masalah perdagangan antar kerajaan kau batasi saja. Tunggu aku selesai baru buat daftar baru"


" baik yang mulia" ucap Aden dan itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Rajanya. Setelahnya Gyan pergi di ruangan khusus yang berdekatan dengan ruang pusaka kerajaan.

__ADS_1


" Aden, bagaimana keadaan kakak? ini sudah sepekan aku tidak melihat kakak" tanya putri Farfalla saat melihat pintu istana Raja masih tertutup dan di jaga ketat.


" Yang mulia masih belum selesai pemulihan. putri bisa menunggu lebih lama lagi"


" memangnya keadaannya kaka begitu parah?"


" saya juga tidak tau putri, tapi yang saya lihat yang mulia baik-baik saja" jawab Aden polos.


" aku jadi khawatir"


" saya yakin kondisi yang mulia jauh lebih baik daripada sebelumnya. Yang mulia tidak lagi banyak melamun dan sekarang terlihat sama seperti sebelum mengenal selir Agung" jelas Aden


" ya kau benar, lebih baik kaka kembali dingin seperti dulu daripada patah hati dan selalu merenung sendiri" imbuh Farfalla.


keduanya masih belum mengerti jika ramuan kutukan milik Shana sudah mulai bereaksi. kini hampir tiap malam Shana selalu mengirimkan segala mantra sumpah serapah yang berisikan efek buruk pada kondisi Gyan. Sihir hitam tanpa disadari masuk ke dalam tubuh Gyan dan menganggu energi suci di tubuhnya.


" kau sudah menentukan harinya?" tanya Douglas pada Shana, mereka baru selesai melihat keadaan Raja yang sudah mulai membaik dan sudah membuka mata. tapi lelaki itu hanya berdiam diri dengan tatapan kosong.


" itu tidak terlalu lama. jika ramuan kedua ini berhasil, meski dia melawan dengan energinya semuanya akan terlambat" balas Douglas


" aku masih belum puas sampai ramuan terakhir masuk dalam tubuhnya"


" tentu saja, ramuan kutukan ini harus berhasil seluruhnya" lalu mencuri kecupan di bibir Shana. wanita itu sama sekali tidak keberatan. Malah tersenyum senang.


.....................................


" siall!!" teriak Violet di tempat persembunyiannya.


" kita harus melakukan sesuatu, semakin hari para pasukan itu semakin menyudutkan posisi kita. Mau bersembunyi dimana lagi, kita sudah seperti tikus yang berada di bawah tanah" balas Alvaro ikut kesal.

__ADS_1


" kau jangan banyak bicara. semua ini juga karenamu. jika sejak awal kau membunuh lelaki tua itu saat ini kita masih berada di kerajaan"


" kau menyalahkanku? jelas-jelas kau yang ingin menjadikannya sebagai tambahan bonekamu, siapa juga yang mau jadi seperti ini"


" sudah jangan mengoceh, gara-gara perkelahian hari ini aku harus kehilangan satu boneka dan saat ini satunya malah kehilangan banyak energi. Kita harus mencari cara untuk memasukkan sihir hitam pada tubuhnya" ucap Violet gusar, dia dan Alvaro sudah tidak memiliki kemampuan sihir lagi. mereka tidak bisa meningkatkan sihir hitam yang ada di dalam tubuh boneka itu.


" aku tau tapi bagaimana caranya?!"


" entahlah, kau cari saja wanita atau anak kecil untuk persembahan"


" selalu begitu, bagaimana jika kau saja yang cari" kesal Alvaro, Violet selalu menyuruhnya sesuka hati. Jika dulu dia tidak memiliki keberanian untuk menolak permintaan wanita nomor satu di Mystick tapi sekarang mereka sama-sama tidak memiliki kekuatan. Dia tidak mau di sepelekan lagi. Alvaro langsung membalik badan dan berniat menjauh dari Violet. wanita itu tentu saja tidak terima dengan perubahan sikap Alvaro.


" kau ini!" Violet langsung geram dan seketika mengambil pisau yang dia gunakan sebelumnya untuk menusuk Valmira.


jleb


" ap..apa yang.."


satu tusukan masuk ke punggung Alvaro. Violet seakan sedang memeluk Alvaro dari belakang tapi tangannya memegang pisau dengan kuat.


" kau sejak awal sangat merepotkan, lebih baik ku korbankan saja, biar kau sedikit lebih berguna" bisik Violet dan dengan cepat mendorong tubuh lelaki itu tersungkur jatuh ke tanah.


" ka..u.. bis..sa bisanya" Alvaro sangat marah dan menyesal. Tapi semuanya sudah terlambat.


Violet menekuk kakinya sehingga berjongkok di samping tubuh Alvaro.


jelb jelb jelb


Violet menusuk punggung lelaki itu berkali-kali. Alvaro tidak bisa bertahan, darahnya keluar dengan deras.

__ADS_1


" hahahahaha" Violet tertawa senang, dia segera memanggil bonekanya dan menyuruhnya untuk mengambil sari jiwa serta kekuatan Alvaro.


Violet semakin tak terkendali, segala mimpinya hancur dan dia akan melakukan apapun agar semuanya bisa kembali.


__ADS_2