
Hari ini pertemuan menteri di lakukan secara mendesak. Semua ini tidak lain di karenakan ulah Shana sebagai sumber permasalahan. Rumor mengenai Valmira seorang penyihir hitam membuat penghuni istana dan para menteri percaya begitu saja. Banyak yang berfikir bahwa Valmira adalah manusia biasa yang mempelajari hal-hal sihir agar memiliki kemampuan yang sama dengan para penyihir. Dan semua itu di peroleh dengan menempuh jalan kotor.
" kalian percaya begitu saja? Dengan bukti bahwa Selir Alora mengandung pewaris kerajaan itu sudah cukup membuktikan jika rumor itu tidak benar!" jelas Gyan menggebu-nggebu.
" yang mulia harus bisa memandang secara menyeluruh. Jangan sampai anda terpengaruh sihir jahat selir Alora"
" iya yang mulia. Semua bisa menjadi saksi bagaimana dulu selir begitu buruk rupa lalu dalam semalam berubah bak dewi kahyangan. Ini sangat mustahil dilakukan kecuali jika..."
" jika apa?!" Gyan memotong tidak terima.
Semua menteri terdiam. Tidak ada yang berani menyahut. bukan karena merasa bersalah, mereka berfikir jika Raja mereka pasti sudah masuk dalam kebohongan selir jahat itu.
" yang mulia mohon tahan emosi anda. Kami semua berbicara seperti ini adalah karena begitu perhatian kepada yang mulia" ucap menteri milik Shana. Dia juga ikut mengompori pejabat lainnya agar membenci selir Alora.
__ADS_1
" yang mulia, jika memang Selir Alora adalah penyihir murni. Maka Selir Alora pasti bisa menguasai keahlian dari masing-masing penyihir" tantang salah satu penjabat.
" iya yang mulia. Sebagai penyihir Asli, Selir Alora pasti tidak sulit untuk mengeluarkan sihir inti yang menjadi identitas keluarganya" saut yang lainnya.
Gyan sangat geram, bagaimana mungkin Valmira bisa melakukannya saat wanita itu tidak memiliki inti jiwa. Energinya pasti akan habis bahkan sebelum dia menunjukkan sihir aslinya miliknya. Dan ini akan mengancam nyawa janinya. Ini tidak boleh terjadi.
Belum lagi dengan ingatan wanita itu yang terganggu. Bahkan Valmira sendiri tidak ingat jika dirinya adalah seorang penyihir.
" sudah diam, aku percaya jika Selir Alora adalah penyihir murni. Jangan pernah mengungkit masalah ini lagi" ucap Gyan pelan namun dengan nada dingin.
" mohon yang mulia berfikir dengan bijak" ucap mereka bersamaan.
Gyan mengambil nafas panjang. Menterinya semakin tidak bisa di atur. Dengan tatapan tajam, Gyan memandang ke arah penjabat yang bersengkongkol dengan Shana. Meski lelaki itu tidak menyadarinya tapi tubuhnya merasakan hawa dingin yang menusuk.
__ADS_1
" pertemuan ini selesai" ucap Gyan lalu beranjak begitu saja dari kursinya. Lelaki itu berjalan keluar dengan perasaan kesal. Gyan akan memikirkan cara lain agar semua orang tidak lagi mencurigai Valmira dalam statusnya yang butuh perlindungan. Dia akan membuat semuanya percaya jika Valmira memang adalah seorang penyihir.
Di istana Ratu, saat ini sedang diadakan pertemuan. seorang pejabat dan dirinya saja. Wanita itu terlihat antusias ingin mengetahui bagaimana perkembangan dari rencana yang sudah dia jalankan.
" bagaimana?" tanya Shana dengan rasa penasaran.
" semuanya sesuai dengan rencana. Raja tampak kebingungan mendengar permintaan para menteri" jawab lelaki itu.
Shana menarik sudut bibirnya.
" aku sudah mengira. Wanita rendahan itu pasti bukan penyihir asli. Dia pasti memiliki siasat agar bisa menarik Raja sampai bisa begitu perhatian padanya. Dasar wanita ular" balas Shana penuh kebencian.
" lalu bagaimana kelanjutan rencana kita Ratu?" tanya lelaki itu.
__ADS_1
" kita tunggu saja. Jika tuntutan kita tidak di lakukan. Kita terus menekan agar Selir itu harus turun status dan pergi dari Garamantian" desis Shana puas.
Dia akan membuat Valmira menyesal telah berhadapan dengannya. Shana akan membuat hidup wanita itu jauh lebih menderita daripada saat menjadi budak dahulu.