
Malam ini istana kembali mengadakan pesta perayaan. Kali ini tamu undangan hanyalah orang dalam khususnya anggota kerajaan saja. Pesta perayaan atas kepulangan Ibu suri dan putri Farfalla dari acara kunjungan kerajaan. Perayaan ini di adakan di taman samping kerajaan yang berdekatan dengan istana Harem. Taman yang memiliki kolam besar, tempat Valmira terjatuh beberapa waktu yang lalu.
Suasana cukup ramai, hampir semua tamu undangan sudah memadati taman. Termasuk juga putri Farfalla yang datang lebih awal. Dia ingin memastikan kedatangan kakak tersayang nya. Tapi sampai sekarangpun belum juga terlihat kehadirannya.
" yang mulia Ratu datang" suara penjaga mengumumkan kedatangan Ratu Shana.
Semua menatap Ratu yang memakai gaun cukup menawan. ini adalah hari pertamanya bisa keluar dari istana setelah menerima hukuman dari Gyan sebelumnya.
Beberapa selir mulai berkomentar tentang keberadaan Ratu yang seolah hanya di jadikan hiasan. Mereka tidak pernah melihat Ratu Shana berdekatan ataupun bermesraan dengan Raja. Ini cukup membuat mereka meyakini rumor tentang selir Alora yang akan menggeser kedudukan Ratu Garamantian adalah benar adanya.
" Ratu" salam Farfalla yang langsung mendekati Shana.
" putri, sudah lama sekali tidak melihatmu. Bagaimana perjalanan kunjungan kemarin?" tanya Shana berbasa-basi. Tidak ada satu orang pun yang mengajaknya berbicara selain putri Farfalla.
" cukup menyenangkan, meskipun beberapa kali terjadi masalah" jawab Farfalla.
" oh ya, hal apa yang membuat putri senang?"
" mungkin pemandangan serta bertemu dengan orang baru. itu sangat memberikan banyak hal baru. Dan oh ya, aku bisa menaiki unta sesuka hatiku" ucap Farfalla dengan cukup antusias.
" wah, kedengarannya begitu menyenangkan. baga..."
" yang mulia Raja dan selir Agung datang" teriak penjaga membuat seisi taman diam seketika. Bagaimana tidak, Raja Gyan datang bersama dengan selir. ini sangat membuat yang lain terkejut termasuk Ratu Shana.
wanita itu seketika murung dengan wajah kesal. Hal ini seakan menghinanya secara tidak langsung. Sejak kapan Raja datang bersama dengan selir rendahan itu. benar-benar mencoreng namanya di depan publik.
__ADS_1
" kakak" celetuk Farfalla tidak sadar, lalu berlari kearah Gyan.
" yang mulia Raja, selir agung" salam Farfalla. keduanya tersenyum ramah.
" Bagaimana kabarmu Farfalla?" tanya Gyan lembut. Adiknya ini masih saja bertingkah seperti anak kecil saat merindukan seseorang.
" aku baik yang mulia, yang mulia sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Farfalla
" masih saja selalu sibuk" jawab Gyan.
Perbincangan itu tidak berlangsung lama, karena Gyan segera duduk di kursi khusus. Ibu suri baru saja datang maka acara perayaan langsung saja di mulai.
Gyan duduk di kursi utama, di samping kanan dan kirinya terdapat Shana dan Valmira. Valmira tidak banyak berbicara, dia awalnya tidak ingin menghadiri perayaan ini. Rasanya begitu malas bertemu dengan banyak orang kerajaan. Jika bukan karena paksaan Gyan wanita itu tidak akan mau berdandan dan datang kemari.
suara gemuruh tepuk tangan terdengar ,ibu suri dan putri Farfalla tersenyum senang.
" terimakasih yang mulia, ini sudah menjadi tugas kami sebagai anggota kerajaan. Bagaimanapun Rakyat adalah nomor satu" balas Ibu Suri dengan sangat bijak.
" baiklah kita mulai saja acara perayaan malam ini" lanjut Gyan yang tak ingin berlama-lama, seketika alunan musik mulai terdengar. Tarian malam menjadi acara pembuka malam itu.
Hidangan utama makan malam mulai tersaji dengan baik. Semua orang menikmati makanan dengan penuh suka cita. bahkan Valmira yang awalnya berat hati, tapi saat melihat hidangan yang mewah perutnya tidak bisa di bohongi. terus saja meminta jatah tanpa kenal rasa lelah. wanita itu melupakan rasa kesalnya dan kini dengan senang hati menikmati makanan.
Pesta berjalan dengan lancar hingga di tengah-tengah makan, Gyan memberikan isyarat agar menghentikan aktifitas sejenak.
" malam ini ada sesuatu yang ingin aku kabarkan kepada kalian semua. bahwa saat ini Selir Agung Alora tengah mengandung penerus kerajaan" ucap Gyan dengan tegas dan lugas.
__ADS_1
Semua terdiam tanpa berkedip.
" uhuk uhuk" Shana bahkan tersedak saking kaget nya.
ibu suri dan putri Farfalla juga tampak kaget serta tidak percaya.
" selamat yang mulia, selamat selir" ucap mereka yang tidak tau menahu tentang identitas Gyan.
Tapi sebagian yang mengerti betul mereka saling pandang. bagaimana bisa seorang selir biasa bisa mengandung anak raja.
" selamat yang mulia" akhirnya ibu suri mengatakan hal itu dengan ragu-ragu.
" ini tidak mungkin terjadi yang mulia" ucap Shana membuat situasi semakin panas. wanita itu berniat akan mengatakan rasa keberatan serta kejanggalan dalam hal ini.
" apa yang tidak mungkin?" tanya Gyan dengan nada datar.
" mungkin yang lain ada yang belum mengerti, anda adalah seorang penyihir sedangkan Selir adalah manusia biasa. jika Selir itu hamil maka jelas janinnya bukanlah penerus kerajaan" ucap Shana secara gamblang dengan penuh emosi. Seharusnya dia yang berada dalam posisi itu, kenapa bisa selir rendahan itu yang mendapatkannya.
Semua orang menutup mulutnya, mereka bisa dengan jelas melihat pertikaian Raja dan Ratu mereka. Valmira terdiam, memang ini masih menjadi misteri yang dia sendiri tidak bisa menjawab.
Gyan sudah menebak jika Shana pasti akan protes dan mengatakan hal ini di depan umum. Tapi Gyan tidak bisa menundanya. jangan sampai kabar ini datang lewat rumor.
" selir Agung juga adalah penyihir" jawab Gyan.
ibu suri dan Farfalla membelalak tidak percaya, sejak kapan Alora menjadi penyihir. Apa mungkin penilaian mereka selama ini salah?.
__ADS_1