Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Mencari


__ADS_3

Prysona masih berkabung atas kalahnya Ratu Shana yang kini semakin mengadakan banyak persembahan. Mulai sekarang dia sudah tidak memiliki Douglas yang selama ini bisa dia suruh-suruh. Semua masalah perkembangan sihirnya hanya bisa mengikuti cara sebelumnya. Belum lagi dengan fisik Shana yang sangat lemah akibat serangan yang dia terima.


" siapa wanita itu berani sekali dia melawanku, kekuatannya juga begitu besar, aku harus bisa mengambil energinya" gumam Shana yang masih terbaring di kamar persembahan.


Wanita itu baru saja mendapatkan asupan energi dari para pelayan istana yang lugu-lugu. membuat istana kerajaan semakin kosong dan menakutkan.


" aku tidak mungkin mengandalkan pengorbanan terus menerus. Aku harus mencari cara agar bisa menaikkan kekuatanku" lirih Shana, menatap mayat-mayat itu.


wanita itu berjalan pelan menuju kamar Douglas, mungkin saja disana tersimpan informasi yang dia cari.


Shana langsung membongkar semua tempat, dia yakin Douglas pasti mempelajari sihir hitam ini dari sesuatu hal. mungkin ada buku atau semacamnya. Shana akan mencarinya.


sudah hampir beberapa sudut sudah di periksa, namun tidak ada apapun. Lelaki ini begitu misterius, pantas saja dia baru mengetahui jika lelaki itu ternyata sudah sangat tua kemarin.


blugg...


sebuah gulungan lembaran terjatuh dari bawah meja. Shana membukanya satu persatu. mungkin ini rahasia Douglas selama ini.


" apa ini?"


lembaran itu berisi tulisan-tulisan aneh yang baru pertama kali dia lihat. Ada beberapa baris yang bisa di baca. selebihnya tidak.


" ini adalah bahasa kuno Azerbaza" lanjut Shana.


" pasti ada sesuatu yang tersimpan didalam sini " ucap Shana. Dia akan mencari seseorang yang mungkin bisa membantunya membaca isi dari lembaran ini.


Karena tidak mungkin dia menemukan seseorang itu di kerajaan Prysona, Shana akan mengunjungi 2 kerajaan yang sudan bertekuk lutut padanya. Dia akan pergi ke kerajaan Glorantha terlebih dahulu baru akan ke Avantazia.


" mereka cukup berguna, hahaha"


Tak perlu waktu lama , setelah berhasil Memulihkan tenaganya. Shana membuka portal dan langsung sampai di istana kerajaan Glorantha.


Dengan lancangnya dia berjalan tenang di aula kerajaan dan menduduki singgasana Raja.


Kehadiran Shana tentu saja membuat panik kerajaan kecil itu. mereka sedang memulihkan wilayah yang terkena teror dari Prysona sebelumnya.


" yang mulia" ucap petinggi kerajaan yang kebetulan berada paling dekat dengan istana.


" dimana Raja mu?" tanya Shana sinis, tidak ada penyambutan saat dia datang sedikit menyinggungnya.


" ampun yang mulia, Raja masih belum sembuh, tubuh yang mulia Raja belum stabil" jawab petinggi itu.


" ah ya aku lupa jika sudah menyerangnya terakhir kali" saut Shana yang baru mengingatnya.


" baiklah, kau saja yang carikan aku seseorang yang bisa membaca tulisan kuno Azerbaza. sekarang juga" perintah Shana.


" tulisan kuno Azerbaza? bukankah tulisan ini sudah menghilang puluhan tahun silam?"


" sudah jangan banyak tanya cepat carikan aku orangnya!" sentak Shana tak ingin mengulur waktu.


" ba.. baik yang mulia" petinggi itu langsung pamit pergi.


Shana menunggu sambil berjalan-jalan sejenak mengelilingi istana. Dia berniat mengunjungi Raja yang masih terbaring lemah itu.


" yang mulia, maaf. Saat ini Raja sedang sakit dan tidak bisa di temui" ucap salah satu pengawal Raja. Dia melarang Shana masuk ke kamar Raja. Wajah Shana jelas langsung kesal, dia tidak mau di atur oleh kerajaan yang dia kalahkan.

__ADS_1


wwuusshh


Shana memberikan pelajaran pada pengawal itu. satu serangan membuatnya terdiam tidak bisa melakukan apa-apa.


Shana kembali melanjutkan langkahnya, semakin masuk ke ruangan. Dia semakin terperangah dengan berbagai ornamen kerajaan ini. Dia tidak menyadari sebelumnya jika banyak perabotan yang terbuat dari emas.


hingga sampailah dia pada ruang tidur. seperti yang pengawal dan petinggi kerajaan, Raja mereka masih sangat lemah akibat terkena serangannya. Lelaki itu terbaring di ranjang dengan nafas yang teratur.


pyyyarrr


Shana sengaja menjatuhkan guci porselen. Raja terbaru terbangun dengan sangat terkejut. Seseorang yang membantai kerajaannya berada di depannya sekarang.


" ma..mau apa kau?" tanya Raja itu gemetaran sambil memegangi dadanya yang sakit. Raja itu terduduk dan perlahan menarik tubuhnya menjauhi Shana.


" ku dengar mu sakit" lirih Shana basa basi.


Raja itu menelan ludah kasar, dia tidak tau harus bersikap bagaimana. Jika di lihat Raja Glorantha memang terbilang muda. Ayahnya baru saja meninggal 5 tahun yang lalu saat usianya remaja. Dan dia menjabat sebagai Raja baru berusia 20 an awal.


" a..aku tidak tau kau datang" balas Raja Glorantha. lalu menuruni ranjang pelan.


" yang mulia, panggil aku yang mulia!" koreksi Shana dengan sentakan keras.


" ma..maafkan aku, yang mulia" Raja itu tidak memiliki keberanian sama sekali.


" bagus"


Kemarahan Shana sedikit mereda, wanita itu mendekati Raja Glorantha yang berdiri di belakangnya.


wwwuussshhh


Shana memberikan sihir hitam pada tubuh Raja secara tiba-tiba.


" terimakasih yang mulia"


" sekarang kau jadi bawahanku, bantu aku ke Aula dan melihat bagaimana kinerja orangmu"


Sebagai Raja muda yang belum matang berfikirnya, lelaki itu tidak bisa mengambil keputusan yang bijak. Dengan mudahnya di kalahkan dan di gertak.


Raja Glorantha kini sudah seperti kerbau di cocok hidungnya. Apapun yang Shana perintahkan sama sekali tidak bisa melawan.


" mana orang yang aku minta?" Shana duduk di singgasana dengan sombongnya sedangkan Raja Glorantha berdiri di samping. Sang petinggi heran dengan pemandangan ini. Rajanya kenapa bisa ada di sana dalam kondisi yang sehat.


" sebentar yang mulia akan saya panggilkan" jawab petinggi itu.


Tak seberapa lama masuklah 2 orang lanjut usia. Salah satu dari mereka bahkan menggunakan tingkat kayu untuk berjalan.


" yang mulia" sanjung mereka bersamaan.


" kalian terjemahkan tulisan ini, jangan berniat berbohong atau menutupi apa yang ada di sana" ancam Shana.


" ba..baik yang mulia" ucap mereka.


Raja Glorantha mengambil gulungan kertas itu dan memberikannya pada 2 orang lanjut usia. keduanya membuka dan membagi dalam beberapa lembar.


Semua menatap dan menunggu apa isi dari kertas tersebut. kedua orang itu saling berpandangan. Pasalnya lembaran ini berisikan hal terlarang.

__ADS_1


" katakan padaku!" teriak Shana yang merasa ada kejanggalan. dia tidak mau di tipu oleh 2 orang ini.


" ini.. ini hanya tulisan mengenai sejarah Azerbaza saja yang mulia"


" benar yang mulia.." imbuh yang lain.


Namun Shana sama sekali tidak percaya, Douglas menyimpannya di tempat tersembunyi mana mungkin hanya berisikan sejarah.


wwuussshhhh


salah satu penerjemah terangkat tinggi, ada tali sihir yang menjerat lehernya. Orang itu memberontak ingin lepas dari tali yang mencekiknya.


Semua mata langsung melebar kaget beserta ketakutan.


" katakan yang sebenarnya atau kau ingin bernasib sama dengan temanmu"


lelaki tau itu berfikir sejenak, sambil tangannya gemetar ketakutan.


" katakan!"


" ampun yang mulia, semua lembaran ini berisikan sebuah pusaka terlarang"


" pusaka apa itu?"


" pusaka yang di tanam di Azerbaza, setelah perang besar terjadi. Tidak di sebutkan tempatnya secara khusus. Sa..saya hanya bisa menemukan hal ini saja" ucap kakek itu sambil bersimpuh.


" Baca yang jelas, pusaka apa yang dimaksud"


Kakek itu mengambil sebagian kertas yang tercecer di lantai dan segera membacanya.


Shana mulai senang, dia akan menemukan sesuatu dari tempat Douglas. Lelaki itu pasti sejak lama ingin mengincar pusaka ini dan merahasiakan darinya. Jika begitu maka pusaka ini jelas bukan pusaka sembarangan.


" apa isinya?"


" itu.. itu.."


" cepat katakan!"


" pusaka Giok kekekalan, yang menyimpan semua energi sihir paling banyak di Azerbaza. Giok itulah yang membuat penyihir di Azerbaza terus bisa menyeimbangkan energinya"


" bagus, bagus sekali. Jika aku menggunakan Giok itu maka aku tidak ada tertandingi. hahahaha"


" lalu dimana Giok itu di simpan?" lanjut Shana. meski atau jenis pusaka itu tapi jika tidak bisa menemukannya maka semua akan sia-sia.


" tidak di sebutkan yang mulia,"


" Cari lagi. pasti ada di suatu tempat" kukuh Shana.


wanita itu langsung merebut kertas-kertas itu. mungkin ada gambar atau petunjuk apapun dimana letak Giok kekekalan itu.


Tapi kemudian dia melihat sebuah gambar aneh.


" apa ini giok kekekalan itu ?"


" iya.. yang mulia"

__ADS_1


sudut bibir Shana langsung tertarik ke atas.


" sepertinya aku tau dimana bisa menemukan Giok ini" lirih Shana dengan senyum licik.


__ADS_2