Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pertemuan penyihir Terakhir


__ADS_3

Waktu terus bergulir. ruangan aula semakin penuh sesak sampai akhirnya waktu yang disetujui sampai.


" selamat siang semuanya, pasti banyak dari kalian yang bertanya-tanya sebenarnya pertemuan apa yang sedang kalian hadiri ini.


sebelumnya perkenalkan saya Raja Gyan, kalian pasti sudah pernah mendengar nya, kali ini kita tidak akan membahas mengenai kerajaan melainkan bagaimana nasib penyihir yang tersisa di Azerbaza.


Kalian juga pasti sudah tau akan kejadian di kerajaan Prysona beberapa waktu yang lalu, seseorang sedang berusaha melakukan praktik sihir hitam dan sudah membuat petaka di bumi Azerbaza.


Tapi semua itu sudah selesai, petaka yang aku sebutkan tadi sudah di tangani dengan baik. Hanya saja karena masalah ini posisi kita sebagai penyihir menjadi terkuak, dan manusia biasa semakin membenci keberadaan kita" pidato Gyan kali ini teramat panjang, dia harus menjelaskan secara detail apa yang terjadi belakangan ini dengan rinci. Agar keputusan yang di ambil tidak salah pilih.


Beberapa penyihir mulai saling pandang, mereka cukup menyadari situasi yang Gyan jelaskan.


" meski belum ada laporan penyerangan pada penyihir seperti tahun-tahun sebelumnya namun keberadaan kita yang sudah mereka pastikan lama kelamaan akan bisa menimbulkan masalah" jelas Gyan lagi.


" kami memang sempat Mendengar mengenai masalah kerajaan Prysona, dan ini memang harus kita runding kan bersama" imbuh penyihir lain yang memang mengikuti perkembangan berita penyihir.


" Lalu apa masalah di kerajaan Mystick benar-benar sudah selesai?" tanya yang lainnya.


" masalah di Mystick benar-benar selesai, bahkan saat ini Ratu kerajaan Mystick juga ikut hadir dalam pertemuan Ini" jawab Kangta membuat ruangan mendadak riuh tak percaya dengan berita ini.


" di mana dia?" tanya seseorang dengan berani karena penasaran.


" itu, Wanita yang ada di sebelah Raja Gyan adalah Ratu Valmira, putri kandung penyihir hebat Marilla " Kangta menunjukkan arah di mana Valmira berada.


Semua mata langsung ter toleh ke tempat Valmira, membuat wanita itu sedikit tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian.


" selamat siang semuanya, seperti yang sudah tuan Kangta beritahukan, saya Ratu Valmira" ucap Valmira sebagai kalimat perkenalan.


" anda benar Ratu kerajaan Mystick? apa benar kerajaan Mystick itu memiliki tabir pelindung yang membuat keberadaan nya begitu tersembunyi? " reflek ada yang langsung bertanya. Di seluruh Azerbaza hanya kerajaan Mystick yang sangat tersembunyi dan tidak pernah terlihat sama sekali dari dunia luar. Mereka di kenal dengan kemampuan sihir nya yang luar biasa.


" kau benar, kerajaan Mystick adalah peninggalan dari ibuku. disana terdiri dari beberapa pulau kecil dan besar. Ibuku Ratu Marilla membuat tabir pelindung agar tidak ada orang luar yang bisa masuk dan merusak kerajaan itu, sehingga rakyat bisa hidup dengan tenang dan aman.


Tapi beberapa tahu terkahir memang ada yang bermain dengan sihir hitam dan menggunakannya untuk melumpuhkan anggota kerajaan dan menguasai tahta" jelas Valmira tanpa menutupi semuanya.


" Ini sangat nyata aku tidak mengira jika kerajaan seperti itu memang lah ada " jawab penanya itu.


Semua yang mendengar menjadi sedikit paham dengan penjabaran Valmira. mereka mengangguk pelan. Bahkan ada yang sudah tertarik ingin tinggal di sana.


" sudah selesai ceritanya kita kembali ke pembahasan. Bisa kita lihat jumlah penyihir yang tersisa tidak banyak, kita tersebar jauh, belum lagi para penyihir senior banyak yang tewas. tak ada yang bisa menjamin akan ada pertolongan jika ada yang berniat buruk ataupun melakukan penyerangan."


" iya benar, sebagian yang tersisa adalah penyihir dengan kemampuan rendah dan sebagian juga tidak memiliki kemampuan sihir karena selama ini terlalu lama menutupi diri"


" mungkin bisa di sebutkan masing-masing petinggi klan nya agar penyihir awam ini bisa melihat siapa leluhurnya dan bisa mengambil keputusan " saran yang lain.


" baiklah, aku persilakan kalian untuk berkumpul dengan sesama klan penyihir, aku tegaskan hanya akan ada 3 klan penyihir yang ada di ruangan ini. Selebihnya, termasuk klan keluarga kalian bisa mengesampingkan nya" ucap Gyan.


Baru lah setelah itu, Aden memimpin pembagian itu, dia menyuruh satu orang petinggi masing-masing klan untuk berdiri dan menyebutkan klannya.


Valmira dan Gyan tentu saja masuk dalam petinggi klan. Valmira menjadi petinggi penyihir klan Arghi, dan Gyan menjadi petinggi penyihir klan Reuben. Tak lupa Kangta akan menjadi petinggi penyihir klan Osmond.


Semuanya sudah siap membagi, dan kini semuanya penyihir yang hadir akan duduk bersama dengan klan penyihir nya.


" baik lah semuanya sudah terbagi, klan yang paling sedikit di sini adalah klan penyihir Arghi, karena kebanyakan dari mereka berada di kerajaan Mystick. dan yang paling banyak adalah klan penyihir Reuben, Raja Gyan cukup bisa melindungi nya dengan berada di kerajaan Garamantian. setelahnya ini kalian runding kan bagaimana mengatasi masalah tempat kependudukan penyihir "


" baiklah, kita akan mendiskusikannya dalam beberapa saat, menjelang malam kita akan berkumpul kembali" ucap kangta sambil memberikan usul. semuanya mengangguk tanda menyetujui usulan dari Kangta. Aula perlahan sepi, para penyihir itu akan menggunakan tempat lain namun tetap dalam area istana Raja.


......................................


Waktu terus bergulir malam mulai datang, semuanya mulai masuk kembali ke Aula Raja, kecuali Valmira.wanita itu masuk ke dalam ruang istana untuk melihat sang putra. Seharian ini tidak bisa mengunjungi nya, membuat Valmira rindu. Putra nya pasti kehausan.


" kau sudah kembali?" Gyan sudah ada di sana, dia menggendong G yang mulai tertidur.


" kau tidak berunding?"

__ADS_1


" aku serahkan pada Deon dan Aden, masalah ini tidak terlalu rumit bagiku" jawab Gyan percaya diri sedangkan Valmira hanya mengangguk saja.


" jadi kau menjaga G seharian ini?"


" iya, aku cukup pandai membuatnya tidur. "


" dia sudah tertidur? "


" kenapa? kau mau memberinya susu?"


" iya,.kasihan dia pasti haus"


" tenang saja, aku tadi sempat memberinya air madu, itu membuat nya tenang. bahkan sangat mudah tertidur"


" apa kau yakin air madu aman dia minum, usianya baru beberapa bulan" tanya Valmira dengan nada khawatir.


" jangan cemas, aku sudah membaca buku perkembangan bayi khususunya bayi penyihir. Air madu sangat aman"


Gyan tak perlu mendengarkan reaksi Valmira selanjutnya, lelaki itu masuk ke kamar dan menidurkan G disana.


Valmira berjalan mengekor i Gyan, dia masih setengah tidak percaya dengan perkataan Gyan barusan. Apa iya air madu aman untuk usia bayi 5 bulan ke atas. Atau jangan-jangan Gyan hanya mengada- ngada agar terhindar dari kemarahan Valmira.


" mana buku yang kau maksud?" tanya Valmira memastikan.


" di ruang kerjaku, cari saja" bukannya mengambilkan Gyan malah ikut berbaring di sebelah G. Valmira semakin merasa ragu- ragu dengan ucapan Gyan. wanita itu segera pergi dan mencari nya di ruang kerja Gyan. Banyak sekali buku-buku yang tertumpuk di sana.


" yang mana buku yang di maksud Gyan?" gumam Valmira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Valmira terus berkeliling dan membuka satu-per satu buku yang ada.


" ah ini mungkin" lihat nya pada buku yang berada di atas paling pojok. Valmira membuka dan membaca nya dengan hati-hati. Dia ingin memastikan sendiri jika air madu memang aman untuk bayi nya.


" tunggu apa ini?" Valmira melihat tumpukan buku mengenai kerajaan Mystick di tumpukan tak jauh dari sana.


Valmira berjalan menuju kamar, ternyata Gyan sudah tertidur pulas.


" Gyan, kau tidak pergi ke Aula?" tanya Valmira sambil menggoyangkan-goyangkan tubuh lelaki itu, tapi tidak ada perubahan. Lelaki masih tertidur di atas ranjang.


Valmira melihat jika memang G juga tidak membutuhkan keberadaan nya jadi dia akan pergi ke Aula untuk mengetahui bagaimana keputusan akhirnya.


" kami menilai memang tidak semua penyihir memiliki pasangan sesama penyihir. Banyak juga yang sudah lupa dan kehilangan kekuatan nya karena memang terbiasa berbaur dengan manusia biasa. jadi kami sudah mengumpulkan penyihir-penyihir yang membutuhkan tempat berlindung yang lebih khusus" ucap salah satu perwakilan klan penyihir Osmond. Kangta juga terlihat mengangguk, menyetujui hal yang baru saja klan nya katakan. Dia juga berfikir jika memang seharusnya ada pemilihan ulang terkait hal ini. tidak semua penyihir merasa jika apa yang mereka lakukan akan membuat identitas nya ketahuan. Dan juga kehidupan penyihir dari masing-masing keluarga pasti berbeda. Ada yang sangat kental kekuatan sihir nya ada juga yang hanya berdiam diri menyia-nyiakan darah penyihir yang mengalir dalam tubuh nya. mereka yang seperti itu tidak membutuhkan perlindungan.


" kalau begitu beberapa banyak penyihir murni yang menginginkan perlindungan?"


" dari total yang ada disini, tidak sampai separuh nya. Hanya beberapa orang saja,"


" baiklah dari klan penyihir Osmond sudah memberikan keputusan. Lalu klan yang lain, Klan Reuben bisa salah satu menyampaikan" ucap Aden yang selaku ketua pertemuan malam ini.


" setelah di lakukan pembicaraan panjang, kerajaan siap menampung semua klan Reuben yang mau tinggal bercampur dengan manusia biasa, tapi jika ingin lebih terlindungi klan Reuben yang lain nya meminta kesediaan kerajaan Mystick untuk mau membuka gerbang nya kepada kami" jelas Deon yang dengan semua klan mengangguk pelan. Mendengar hal itu Kangta langsung tersenyum singkat. Semua ini pasti rencana Gyan, Lelaki itu tidak mau berpisah dengan istrinya.


Valmira yang mendengar nya langsung mengejutkan kening nya. Jadi ini alasan nya Gyan memilih tidur di kamar. Dia mengamankan diri nya dan membuat yang lain tampak berharap padanya.


Semua orang menatap Valmira, selaku Ratu kerajaan Mystick. Memang tabir pelindung yang ada membuat yang lain nya tampak iri.


" aku tidak masalah jika hal ini bisa membantu para penyihir lain nya dalam melindungi diri. Ada banyak sekali pulau yang masih belum di huni. Tapi untuk kejelasan nya aku harus merundingkan dengan petinggi kerajaan mengenai hal ini" jawab Valmira bijak.


" Dan sepertinya klan penyihir Arghi tidak perlu khawatir, semua penyihir Arghi akan siap di terima tinggal di kerajaan Mystick" lanjut Valmira.


Suasana menjadi sedikit ramai, beberapa penyihir yang menginginkan tinggal di kerajaan Mystick, tapi mereka bukan klan Arghi menjadi tidak terima. Bagaimana bisa klan Arghi akan aman di sana sana sedangkan mereka harus merasa was- was mengikuti kebijakan kerajaan.


" jikalau kami menginginkan tinggal di kerajaan Mystick, berapa lama keputusan itu akan di berikan dan berapa jumlah penyihir yang di perbolehkan pindah?" tanya penyihir lain.


" aku tidak mencoba agar keputusan itu tidak berlangsung lama" jawab Valmira sedikit menggantung.

__ADS_1


" kalau begitu kami akan tetap berada di sini sampai keputusan dari kerajaan Mystick keluar"


Valmira mengambil nafas panjang, Gyan benar-benar licik. Dia tidak mengira pembahasan ini malah membuat repot diri nya. Jika tau begini dia lebih baik tadi tidak kembali ke Aula.


Kangta diam saja, dia sudah mengenal baik bagaimana sikap penyihir Arghi, mereka sangat tertutup pada klan lain. Akan sulit jadinya jika rakyat Mystick menolak permintaan penyihir lain yang sedang mencari perlindungan. penyihir lain akan langsung memusuhi klan penyihir Arghi khusus nya penduduk kerajaan Mystick.


" itu tidak masalah, untuk penyihir lain yang memang tidak keberatan hidup sebagai manusia biasa bisa meninggalkan kerajaan. Kami hanya bisa meminta maaf karena mungkin setelah ini tidak akan ada lagi pertemuan penyihir" jelas Aden.


Akhir nya malam itu pertemuan bisa di istirahatkan dan akan di mulai kembali setelah kerajaan Mystick sudah memiliki keputusan.


Valmira kembali ke istana Raja dengan wajah kesal. dia langsung menuju kamar. Gyan masih enaknya tidur di sana.


plakk


Valmira memukul keras lengan Gyan, lelaki itu langsung membuka mata nya dengan cepat.


" apa yang terjadi?" tanya Gyan kebingungan.


" kau sengaja ?"


" apa? kenapa kau melotot ke arah ku?" tanya Gyan sambil memperbaiki posisi tidur nya.


" kau berniat pindah ke Mystick dengan mengajak seluruh penyihir?"


" pindah? jadi keputusan nya adalah pindah ke kerajaan Mystick?" tanya Gyan yang malah membuat Valmira kesal.


" kenapa kau tak mengatakan hal ini terlebih dahulu dengan ku? tidak semua penduduk Mystick mau menerima kehadiran klan lain untuk hidup berdampingan. itulah alasan Ibuku membuat tabir pelindung itu" serang Valmira dengan wajah merah padam.


" tenang lah nanti G terbangun" ucap Gyan mencari alasan agar Valmira tidak memarahi nya.


" katakan padaku apa kau yang menyusun semua rencana ke pindahan ini?"


" aku tidak tau apapun, bukankah aku sejak siang tidur di sini?" tanya balik Gyan.


" kau ini benar-benar ya!"


eeekkkk


G terbangun dan langsung menangis, suara keributan Gyan dan Valmira langsung mengganggu tidurnya.


" sudah ku bilang kau tenang lah dulu, G masih tidur" Gyan beranjak dan mencoba menggendong G.


" pelayan!" teriak Valmira.


" iya yang mulia"


" bawa G dan buat dia kembali tidur"


Gyan menelan ludah nya kasar. Valmira benar-benar tidak melepaskan nya kali ini.


" baik yang mulia"


Gyan diam saja sambil menatap Valmira kebingungan.


" aku akan membantu mu menjelaskan pada penduduk Mystick mengenai keadaan ini" tawar Gyan.


" bukan nya tak mau, tapi beberapa penyihir Arghi masih menaruh dengan pada klan Reuben atau pun klan Osmond. Bagaimana jika mereka menolak dan malah menimbulkan masalah lain?"


" aku yakin mereka tidak akan serta merta memusuhi orang lain. Semua ini tergantung bagaimana cara nya kau mengatur dan membuat mereka mengerti dengan keadaan dunia luar" jelas.Gyan bijak.


" kau tidak pernah bertemu dengan klan Arghi di Mystick sebelumnya,.kau tidak akan tau apa yang aku maksud"


".kata siapa? kau cukup mewakili klan penyihir Arghi serta penduduk Mystick"

__ADS_1


__ADS_2