Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Mencoba Mencari


__ADS_3

Putri Farfalla menemukan baju dan perhiasan masa kecilnya. jika dulu ibu suri mengatakannya dan Falla tidak akan mengerti kejanggalan ini. Tapi sekarang tidak lagi. Dia yang tau jelas jika dandanan masa kecilnya tidak sama dengan dandanan anak kecil yang ada di Garamantian langsung menaruh curiga.


Falla yang memang sedang mencari identitasnya, tentu akan mencarinya lewat hal ini. Pasti ada alasan kenapa kakaknya dan ibu suri tetap merahasiakan identitasnya meskipun di umur Falla yang sudah bukan anak-anak lagi. Belum lagi hampir seluruh anggota kerajaan sudah mengetahui jika Falla bukan adik kandung Raja, hal ini menguatkan argumennya jika ada hal yang tidak beres.


" putri mau kemana?" tanya salah seorang pelayan kamar saat Falla keluar saat hari mulai malam.


" aku akan menemui kakak, kau jangan mengikuti ku" balas Falla.


" baiklah, hati-hati Putri"


Seperti biasa Falla memang sengaja memberikan alasan itu agar tidak ada yang tau kemana sebenarnya dia akan pergi.


Wanita itu berjalan sampai di depan sebuah bangunan tinggi megah. Bukan istana Raja, melainkan perpustakaan kerajaan. Dia yakin tempat ini akan memberikan sedikit jawaban dari rasa penasarannya. Sebelumnya dia ke sini bersama dengan selir Agung atau sekarang Falla memanggilnya Ratu Valmira. saat itu dia tidak sengaja melihat buku yang berisi mengenai hal di luar kerajaan dan sejarah kerajaan lain termasuk Garamantian.


Dengan pelan Falla membuka kunci cadangan perpustakaan.


ceklek


" ternyata kau berguna juga" lirih Falla pada besi kecil itu. Dulu dia malas sekali menyimpan benda ini. Tak di sangka kini malah sangat berguna.


Falla berjalan pelan menelusuri lorong demi lorong rak rak buku. Dia yakin pernah melihatnya di area yang sedang di tuju sekarang. Falla berkali-kali berhenti untuk memastikan serta melihat beberapa buku lainnya yang dirasa sedikit menarik. Sampai akhirnya dia menemukan buku yang dia cari.


" ini dia bukunya. Dan ini, lalu ini juga" lirih Falla dengan mengambil langsung beberapa buku. Lalu dengan pola yang sama Falla keluar dari perpustakaan.


" untung tidak ada pelayan" gumam nya ketika sampai di depan kamarnya. Falla segera masuk dan meletakkan semua buku di tempat khusus.


" putri makan malam anda" ucap pelayan di ambang pintu.


hampir saja Falla berteriak kaget. untung saja dia bisa mengatur diri dengan baik. dan juga buku-buku itu sudah tersembunyi dengan baik.

__ADS_1


" ah ya.. kau taruh saja aku akan ke sana nanti" ucap Falla dengan mengatur nafasnya.


Besok harinya, Gyan masih berkutat dengan pembagian para penyihir yang akan pindah. Dia harus mendapatkan semua data lengkap penyihir itu. Dia tidak mau terjadi masalah, dan kalaupun terjadi dia bisa mengantisipasi nya dengan baik. Gyan harus memastikan jika penyihir yang masuk ke Mystick adalah penyihir tanpa niat jahat.


" yang mulia, saya baru saja menerima surat balasan dari Bangsawan Kantata" Ucap Aden sambil memberikan selembar surat.


" ah ya, aku lupa telah mengirimnya surat" balas Gyan sambil mengambil surat dan langsung membukanya.


Gyan menyuruh calon Suami Ffala datang ke istana. dia akan di wawancara secara langsung oleh kakak dari wanita yang akan dia nikahi nanti.


Gyan membaca dengan seksama.


" suruh pelayan menyiapkan kudapan sederhana besok pagi. Kantata akan datang kemari"


" baik yang mulia"


Aden segera pergi dan melaksanakan perintah.


......................................


keesokan harinya sesuai dengan surat, Kantata terlihat berjalan menuju sebuah tempat khusus yang Gyan persiapankan. Lelaki itu sengaja tidak membawanya ke area istana Raja. Karena dia masih belum terlalu percaya serta sebagai bentuk pernyataan agar Kantata tidak menganggap besar dirinya.


" ikut denganku" ucap Aden saat Kantata mendekat.


Lelaki itu cukup tampan bagi Aden. Sayangnya kulitnya terlalu putih bagi kalangan laki-laki.


" duduklah, tunggu disini. Yang mulia masih dalam perjalanan"


" iya, terimakasih" jawab Kantata simple.

__ADS_1


Tak beberapa lama Gyan berjalan dan duduk di kursi. Ruangan ini berada di area istana depan, biasa di gunakan para menteri menyambut tamu. Bukan termasuk ruangan yang mewah namun cukup berkelas.


" yang mulia"


" emm, duduklah"


" maafkan saya baru bisa datang hari ini. Saya terlalu senang saat membaca surat anda. Jadi bingung harus bagaimana menjawabnya"


" tak masalah"


" apa yang kau tulis dalam surat mu adalah benar?" lanjut Gyan.


" semua surat yang saya kirimkan adalah benar. Saya tidak mengada-ngada sedikitpun" jawab Kantata sedikit cemas.


" bagus. Lalu apa yang akan kau berikan jika memang Putri Farfalla mau menikah denganmu?"


" saya yakin akan bisa memenuhi semua persyaratan dari istana. Dan juga akan melindungi putri seperti saya melindungi diri saya sendiri" jawaban mantap dari Kantata.


" sayangnya belakangan ini putri terlihat bosan dengan lingkungan istana. Dia ingin setelah menikah nanti akan keluar dari istana dan memulai hidup baru. bagaimana rencana mu dengan hal itu?"


" em, keluar dari istana?. tentu kediaman kami akan menyambut putri dengan pintu terbuka"


" Putri Farfalla biasa hidup mewah di istana. Apa kau bersedia mencukupi semua kebutuhannya tanpa kurang sedikitpun?"


" tentu saja. Saya akan membuat putri betah sampai melupakan istana"


" jangan membuatnya melupakan istana"


" maksud saya sampai putri merasakan Seperti berasa di istana"

__ADS_1


" bagus"


Dari pertemuan ini Gyan hanya bisa menilai jika Kantata cukup polos dan sedikit tidak cocok dengan gambaran di awal. Gyan harus mencari tahu lebih lanjut. namun ini bukan hal yang besar, dari semuanya Kantata memang seperti yang dia harapkan.


__ADS_2