Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Giok kekekalan


__ADS_3

Hari sudah sangat larut bahkan akan masuk dini hari, tapi istana Prysona tidak terlihat sepi. Malah banyak sekali lampu-lampu khusus untuk membantu para pekerja galian.


Shana tidak henti hentinya meminta laporan perkembangan, sambil memikirkan apa mungkin dia salah mengenali tempat. Tapi semua itu cocok dengan kriteria dalam buku.


" tidak bisa, aku harus mendapatkannya" lirih Shana mondar mandir.


Wanita itu menatap sekeliling istana kerajaan Prysona, mana yang termasuk tempat yang jarang ada tumbuhan dan di gunakan dalam acara penting.


" apa mungkin taman istana Ratu? " Shana berfikir keras, selama ini taman itu susah sekali di tanami tumbuhan, alhasil hanya ada tanaman buatan yang memadati tempat itu selayaknya taman biasa. Menurut kabar taman istana Ratu adalah tempat sakral, karena itu merupakan hadiah Raja pertama Prysona pada istrinya yang meninggal.


" kau kemari!" perintah Shana para Raja Glorantha.


" iya, yang mulia"


" suruh pekerja di aula persembahan mengganti posisi galian di taman istana Ratu"


" baik yang mulia"


Shana sangat berharap, jika perlu dia akan menggali seluruh tempat di kawasan Prysona untuk menemukan Giok tersebut.


pagi menjelang saat pertemuan dadakan kerajaan Garamantian terjadi. Ada Kangta, Deon, Aden, Valmira dan Gyan. Serta 2 panglima besar kerajaan Garamantian. Atas desakan Valmira akhirnya mereka sepakat akan langsung menyerang Shana malam ini di istananya. Valmira merasa semakin mereka mengulur waktu kemungkinan Shana sudah semakin pulih dan energinya akan kembali lagi.


" akan ada 3 posisi portal yang berbeda. Raja Gyan, tuan Kangta dan Ratu Valmira yang bertanggung jawab atas terbukanya portal ini" jelas Aden sekali lagi.


" langsung bagi saja dalam 3 kelompok"


" Ratu Valmira bersama dengan Deon dan panglima satu. Raja Gyan denganku dan tuan Kangta bersama panglima dua."


" titik temu dimana?"


" kita melihat kondisi, bagian penyerangan di bagian depan istana utama tentu akan membuat konsentrasi penjaga mulai terganggu, selanjutnya kita lalukan sesuai dengan perintah Raja Gyan dan tuan Kangta sebelumnya"


" baiklah kita harus mempersiapkan diri dengan baik" ucap Valmira.


beberapa saat setelahnya pertemuan di bubarkan. Mereka mempersiapkan senjata serta energi yang bagus untuk menyerang wanita penyihir hitam itu.


Valmira kembali mengasuh G sedangkan Gyan kedatangan ahli obat kerajaan lagi.


" yang mulia ini kabar baik, energi hitam dalam tubuh anda berkurang sangat banyak. Energi anda juga semakin seimbang" jelas ahli obat dengan wajah sumringah.


" aku juga merasakan hal yang sama. pagi ini aku terbangun dengan tubuh yang sangat segar"


" jika hal ini terus terjadi, bisa di pastikan jika kutukan itu sama sekali tidak menganggu anda dan bisa di tangkal dengan mudah"


" entah karena Shana yang melemah atau tubuhku yang semakin kuat. tapi energi gelap ini memang berkurang banyak"


" saya akan menaikkan dosis ramuan agar yang mulia bisa semakin cepat pulih"


Gyan mengangguk pelan. Setelah ahli obat itu pergi Gyan jadi termenung sendiri. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Dia juga merasakan adanya aliran energi lain dalam tubuhnya.


" apa Valmira sengaja memberikan energinya?" tebak Gyan. Dia akan menanyakan hal ini pada Valmira. Lelaki itu berjalan menuju kamar, Valmira sedang memasangkan baju pada G.


" perlu aku bantu?" tanya Gyan


" kau sudah kembali? bagaimana keadaanmu?"


" tubuhku sudah baik-baik saja. bahkan aku merasakan energi baru dalam tubuhku" jelas Gyan berniat menyindir Valmira.


" syukurlah jika begitu" jawab Valmira.


melihat ada ayahnya, G menangis minta di gendong. Dia merentangkan tangannya dengan menggoyangkan tubuhnya yang masih terbaring.


" semua ini berkat kau yang sudah mengirimkan energimu, terimakasih" Gyan mencium pipi Valmira lalu mengangkat tubuh G.


" sudah ku bilang jangan suka menyentuh ku tiba-tiba" kesal Valmira tak tak sadar memajukan mulutnya.


" aku tidak sengaja" jawab Gyan berbohong.


" aku akan mengajak G jalan- jalan"


" tidak, dia belum makan. Biasanya setelah mandi, dia harus makan lalu tidur" cegah Valmira meminta kembali bayi G.


" kau tidak suka aku berdekatan dengan G?"


" bukan begitu, memang seperti itulah kesehariannya"

__ADS_1


Gyan pura-pura merajuk dan pergi. Valmira tidak mengejar, padahal G menangis karena ingin bersama dengan ayahnya.


" ssut, kau makan dulu baru bisa bermain dengan ayah ya" ucap Valmira lembut dan membaringkan G di ranjang beserta dirinya yang ikut rebahan.


Valmira mulai menyadari jika semenjak ciuman mereka beberapa waktu lalu, tingkah Gyan semakin hari semakin manja saja. lelaki itu berusaha mendekatinya serta memberikan sentuhan fisik padanya kapanpun jika ada kesempatan.


Dan yang lebih aneh lagi, tubuhnya merespon biasa atas perlakuan Gyan padanya. Bahkan cenderung suka. Dampak separuh ingatannya yang kembali ternyata sangat besar pada caranya memperlakukan Gyan.


Setelah beberapa saat menidurkan G, Valmira keluar dari kamar. wanita itu mencari keberadaan Gyan dan ingin mengatakan sesuatu.


" Dimana Gyan?" tanya Valmira pada Aden.


" yang mulia sedang menemui tuan Kangta beberapa saat yang lalu"


" baiklah kalau begitu"


Valmira masuk kembali ke istana, Hari semakin siang. Valmira kembali memeriksa beberapa senjata khusus yang akan dia gunakan untuk melawan wanita itu.


" Aku tidak bisa membiarkannya melawan Shana, apa Valmira cukup mampu mengatasinya"


" Gyan kini antara kau dan Valmira yang paling bisa di andalkan malah hanya Valmira. wanita itu berbeda dengan Alora yang kau kenal. Energinya sangat kuat bahkan melebihiku. Apalagi separuh energi dari tabir Marilla berkumpul dalam tubuhnya. kau tak perlu khawatir"


" tapi bagaimana jika Shana semakin kuat, Valmira masih baru menerima kekuatannya kembali" Gyan terlihat sangat khawatir. Dia.malah menganggap Valmira adalah Alora yang dia kenal. Hanya saja kini berganti nama saja. Padahal energi wanita itu benar-benar hampir mencapai kekuatan Mili Marilla.


" kau jangan khawatir, Valmira sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi para penyihir hitam. Di kerajaannya jika bukan Valmira yang menumpas nya, siapa lagi yang mampu melakukannnya"


" kau yakin Valmira sekuat Itu? kau tidak sedang berbohong seperti saat Valmira meninggal bukan?"


" tidak Gyan, aku sudah melihatnya sendiri. Valmira memiliki kekuatan yang besar. Melawan Shana sendirian saja dia sudah sangat mampu" ucap Kangta membuat Gyan rasa khawatir Gyan sedikit berkurang.


" aku tau kau sangat mengkhawatirkannya, tapi lihat kondisimu. Yang lebih pantas di khawatirkan adalah dirimu. Ku dengar dari Aden jika kau terkena sihir kutukan Shana, jalan satu-satunya adalah dengan membunuh wanita itu, Dan kau baru bisa menangkis kutukan itu"


" memang, untung saja hanya setengah sihir kutukan yang masuk dalam tubuhku. Jika aku benar-benar menghabiskan semua ramuannya saat itu, maka hidupku sudah tidak bisa di tolong"


" kau diberikan banyak kesempatan, sangat beruntung"


Perbincangan itu berlangsung cukup lama, Gyan awalnya meminta Kangta untuk mengajak Valmira kembali ke kerajaan Mystick, tapi ternyata Kangta sangat setuju jika Valmira tetap ikut dalam penyerbuan.


Gyan hanya bisa pasrah dan mengikuti semua yang sudah di sepakati sebelumnya. Lelaki itu terlihat berjalan menuju istana kerajaan.


" cepat bawa benda itu kemari" ucap Shana antusias. Dia terlihat sangat yakin jika kotak itu berisi dengan giok yang dia cari.


" baik yang mulia"


Tak berselang lama Raja Glorantha datang bersama dengan prajuritnya di sertai dengan kotak kayu besar.


" letakkan hati-hati di meja"


Shana terlihat sangat senang, kemenangan ada di tangannya.


" pergilah" usir Shana agar tidak ada orang lain yang mengetahui hal ini kecuali Raja Glorantha yang sudah mengetahui hal ini sejak awal.


Shana menyentuh kotak itu pelan, dan kini bagian atasnya bisa di tarik dengan mudah.


" inilah yang kau inginkan" Shana semakin melotot tak kala memang benar jika giok yang dia cari ada di dalam sana.


" hahahahaha" Shana tertawa kencang sekali. Semua prajurit ikut senang, mereka memiliki waktu untuk istirahat setelah semalaman mereka terus bekerja tanpa henti.


Sedangkan Shana dengan sangat hati-hati membawa giok itu kedalam istana dengan bersenandung riang. Raja Glorantha mengekori wanita itu di belakang.


Langit semakin gelap, rombongan Valmira sudah berkumpul di arena istana Raja. Mereka akan memulai penyerbuan saat ini juga. Valmira sudah menyuruh salah seorang pelayan untuk menjaga Bayi G sementara.


" kita akan kembali saat fajar tiba dengan membawa kemenangan" ucap Valmira dan semua orang mengangguk yakin.


" jangan lupa nyalakan sinyal darurat jika menemui situasi yang mendesak"


" iya yang mulia"


crrrruusshbb


ccrruuussshh


cccrrruuusshhhh


pintu portal sudah terlihat mereka langsung masuk setelah Aden memberikan aba-aba.

__ADS_1


Keadaan sunyi senyap menyambut kedatangan mereka. Prysona masih baru saja tenang pasca di temukannya benda pusaka itu.


" apa mereka mengetahui kedatangan kita?" tanya Deon padan Valmira. lelaki itu curiga jika mungkin ada jebakan menunggu mereka.


" tidak mungkin, sepertinya keadaan istana Prysona memang seperti ini. kita jangan lengah" jawab Valmira.


kelompok Valmira masuk dari jalur belakang, dari semua lokasi memang jalur Valmira dipilihkan Gyan yang paling aman.


" kita lanjut masuk" ucap Valmira.


Semua bergerak sesuai dengan instruksi, Gyan dari arah depan. Valmira belakang sedangkan Kangta dari wilayah atas. Semuanya tampak berjalan lancar.


Sampai sebuah aura hitam muncul dan terbang di area yang Valmira lewati.


" tunggu"


Valmira merasakan sesuatu yang tak asing baginya.


" ini..adalah aura iblis yang keluar dari Mystick" lirih Valmira namun bisa di dengar jelas oleh Deon.


" jangan-jangan aura iblis itu akan bersatu dengan penjahat Shana?" tanya Deon.


" aura itu bisa merasakan jika ada sihir hitam di area ini. Kita harus cepat sebelum Aura itu bercampur dengan jiwa iblis Shana"


Shana dan Deon sedikit melupakan rencana awal, mereka terlalu takut jika sampai kekuatan Shana bertambah besar.


" yang mulia, disana"


tunjuk Deon pada aura hitam yang terbang di atas mereka lalu melesat pergi dengan cepat.


" memang benar itu aura nya" gumam Valmira.


Deon beserta panglima kerajaan tak bisa melakukan apa-apa. Mereka hanya mengikuti langkah Valmira.


cccrruusshhh


Valmira mengeluarkan sihir penjara, namun tidak bisa. Aura itu lebih dulu masuk menebus tembok.


" dia pasti mencari keberadaan wanita penyihir itu"


" sepertinya aura itu masuk ke istana dalam, mungkin penjahat Shana berada di sana"


" kalau begitu kita kesana"


" tunggu yang mulia, kita telah jauh dari rencana awal. Kita belum melumpuhkan penjaga bagian samping istana"


" kalau begitu kita berpisah saja, kalian melakukan sesuatu dengan rencana sedangkan aku akan mengejar aura iblis itu"


" tapi yang mulia, bagaimana jika.."


"sudahlah, jangan khawatirkan aku"


Valmira tidak bisa membiarkan aura itu pergi begitu saja. Tujuan awalnya dia keluar dari kerajaan adalah memang untuk mengejar aura iblis ini.


Valmira melangkah masuk meninggalkan Deon dan panglima kerajaan yang sebenarnya tidak setuju dengan ide berpisah seperti ini. Tapi mau di kata, Valmira lebih dulu pergi dan menghilang di depan mereka.


" kita lanjutkan rencana" ucap Deon pada panglima kerajaan.


Gyan dan Aden sudah hampir separuh perjalanan. semua penjaga bagian depan sudah mereka lumpuhkan. Sebelum masuk ke istana dalam, rombongan Gyan melewati area galian.


" mereka sedang mencari sesuatu, galian ini sangat tidak beraturan jika di gunakan dalam pembangunan"


" lalu dimana semua orang, sepertinya area ini terlihat terlalu sepi"


" jika benar begitu, Shana telah menemukan sesuatu itu. Istana tampak lenggang karena perintah Shana sudah selasai" nilai Gyan. Lelaki itu melihat dengan sesama tanah galian yang cukup dalam.


" apa sesuatu ini akan membahayakan kita yang mulia?"


" sesuatu yang Shana lakukan pasti akan membahayakan kita" saut Gyan dengan rasa was-was. Mereka sepertinya datang di waktu yang salah.


" Lalu bagaimana ini?"


" kita tetap lada rencana awal, segera lumpuhkan bahian samping dan menemui kelompok Valmira. Baru menyerbu istana dalam bersama-sama"


" baik yang mulia"

__ADS_1


Gyan dan Aden mulai mempercepat langkahnya. Karena minimnya penjaga mereka bisa bergerak lebih leluasa.


__ADS_2