Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Petunjuk Baru


__ADS_3

Gyan memasuki istananya dengan wajah serius. Pertemuan hari ini sungguh membuatnya dilema. Harus bagaimana mengambil keputusan.


" yang mulia" Aden baru saja datang langsung menemui Rajanya.


" ada apa?"


" kelompok bayangan menemukan sebuah petunjuk baru mengenai hewan suci yang hilang" ucap Aden. Gyan baru sadar jika melupakan tugas yang sudah dia berikan itu.


" petunjuk apa?"


" hewan suci yang hilang memiliki beberapa kesamaan. kebanyakan yang berusia tua dan memiliki energi biru" jelas Aden.


Gyan memikirkan dengan baik. Pasti ada sesuatu yang bisa di temukan atas penemuan petunjuk ini.


" kau yakin?"


" iya yang mulia, saya juga membawakan beberapa daftar jenis hewan serta hari dimana mereka hilang" Aden memberikan lembaran kertas kepada Raja.


Gyan menerimanya lalu berjalan menuju ruang kerja. Dia perlu duduk tenang agar bisa menemukan jalan keluar.


" ambilkan surat dari Deon" ucap Gyan sambil menunjuk sebuah meja di depan dinding.


beberapa saat ruangan menjadi sepi sejenak, Aden menatap seksama Gyan yang serius membaca.


" Kangta sudah menemui Klan Ralba dan mulai membujuk agar mereka mau bekerjasama. kita bisa sedikit menunggu sambil menelusuri penemuan kita" jelas Gyan.

__ADS_1


Aden hanya mengangguk pelan tanda mengerti. Berarti perjalanan mereka akan mulai menemui akhirnya.


Gyan mengambil sebuah buku yang berada tak jauh dari sana. Buku mengenai spesies hewan suci. Dan mulai mencocokkan hewan-hewan yang hilang seperti yang kelompoknya katakan. semuanya nampak memang memiliki sedikit kesamaan.


" Kerajaan Mystick mendapatkan sebagian besar energinya dari air ataupun lautan dan sejenisnya. Tidak heran, hewan yang mereka pilih hanya yang memiliki unsur air dan energi bulan" gumam Gyan secara jelas.


" apa mungkin dari sini kita bisa mengetahui sebenarnya apa yang terjadi disana?" tanya Aden yang mengikuti semua perkembangannya.


" aku belum bisa menafsirkan. Untuk apa mereka mengambil energi dari darah para hewan suci itu. Ini sangat rumit. Aku akan menuliskan semuanya di surat dan mengirimkannya ke Kangta. mungkin Klan Ralba bisa sedikit berkomentar"


Klan Ralba berasal dari keluarga Arghi, sedikit banyak mereka pasti tau pengaruh energi darah suci pada tubuh dan kekuatan mereka. Gyan hanya bisa berharap jika mereka bersedia bekerja sama dan masalah kerajaan Mystick ini akan selesai lebih cepat.


" iya yang mulia. Mudah-mudahan mereka bisa mengatakan sesuatu" Aden hanya menimpali.


Gyan menulis semua yang dia temukan beserta kemungkinan apa yang sedang terjadi. Dalam surat untuk Kangta dia juga menyelipkan permintaan secara pribadi untuk menunjukkan beberapa pusaka milik lelaki itu yang mungkin bisa membantu selirnya. Baginya anak dan selirnya sangat berarti, jangan sampai mereka menjadi korban dan pergi begitu saja.


" yang mulia" Valmira memberikan sanjungan.


" kau sudah makan?" tanya Gyan yang menarik Valmira agar duduk kembali di sofa kamar bersama dengan dirinya.


" sudah baru saja" jawab Valmira pelan.


" bagaimana kabarmu? apa ada keluhan?" selalu saja pertanyaan itu yang Gyan lontarkan setiap berkunjung.


" semuanya baik-baik saja" jawab Valmira sambil menggeleng pelan.

__ADS_1


" perutmu bagaimana?"


" baik-baik saja, yang mulia jangan terlalu khawatir" balas Valmira menenangkan Gyan. Valmira semakin merasa aneh dengan tingkah serta pertanyaan dari Gyan. lelaki ini tampak begitu mencemaskan nya. Sedikit saja Valmira mengeluh sakit, lelaki ini langsung panik dan meminta para tabib dan ahli obat untuk mengeceknya. sangat berlebihan bagi Valmira.


" jangan berbohong, apapun yang terjadi katakan semuanya padaku"


" benar, yang mulia tenang saja"


Gyan mengelus pelan rambut Valmira, warna putih itu semakin naik ke atas. hampir sekitar 1 cm dari pangkal, rambut itu berwarna putih. Gyan menghembuskan nafas kasar.


Hal ini bukan tidak di sadari oleh Valmira, wanita itu curiga dan khawatir. Tapi di depan Gyan dia bersikap biasa saja seolah tidak tau. bahkan mulai beberapa hari yang lalu, Valmira hanya mengizinkan Fleur yang menata dan melakukan perawatan pada rambutnya. pelayan tidak boleh sampai tau, takutnya hal ini akan menimbulkan rumor baru.


" apa kau sudah meminum ramuan mu?"


" sudah yang mulia"


" sampai habis?"


" iya, sampai mangkuknya kosong" Valmira menjawab dengan nada meyakinkan. Gyan tau jika dirinya tidak menyukai rasa pahit ramuan, dan beberapa kali memergoki dirinya yang tidak menghabiskan ramuan. tidak heran jika Gyan selalu memastikan hal ini.


" yang mulia saat datang terus saja bertanya" kesal Valmira. dia merasa sedang di curigai.


" aku khawatir Alora"


Gyan menarik Valmira dalam pelukannya, Gyan berharap bisa memeluk Valmira sampai anak mereka lahir. Rasa sayangnya sudah sangat besar pada mereka.

__ADS_1


Valmira diam saja dalam dekapan Gyan. Kepalanya bersandar pada dada Gyan. Wanita itu melamun sambil mendengarkan detak jantung Gyan yang sangat menenangkan. perlahan menutup matanya, rasa hangat pelukan itu membuat tubuhnya nyaman.


__ADS_2