
Seperti yang sudah dia rencanakan, pagi ini Valmira akan menemui 2 orang yang sudah menghancurkan kerajaanya. Mereka di bawa dari sel tahanan terdalam menuju ruang penyiksaan. Disana sudah ada putri Valmira yang sudah menunggu tidak sabar.
" putri mereka sudah datang"
Valmira mengangguk kecil.
prajurit tahanan dengan keras menyeret tubuh mereka masuk dan kedua tangan mereka langsung di gantung di tali rantai.
" Violet bagaimana keadaanmu? dan kau juga Alvaro"
kedua orang itu menatap dendam pada Valmira.
" bagaimana rasanya tidak memiliki kemampuan sihir lagi.?"
" Val. valmira maafkan aku. aku sangat mencintaimu. aku hanya di manfaatkan oleh Violet dan masuk ke tipu daya nya" ucap Alvaro yang sudah ketakutan terlebiha dahulu.
" dasar pengecut!" teriak Violet mendengar ucapan Alvaro yang seakan menyalahkannya.
" hahahaha kalian lucu sekali. baiklah Al. aku akan memikirkan untuk mengeluarkanmu asal kau katakan padaku semua yang sudah kalian lakukan dan untuk apa"
" tentu, tentu aku akan mengatakannya"
" Al, berani kau bocorkan aku tidak akan memaafkanmu. kau harus percaya kita pasti bisa keluar dari sini" potong Violet.
" baiklah kalian mulai" ucap Valmira pada para prajurit yang sudah membawakan arang panas beserta besi.
" katakan kenapa kalian mengambil inti jiwaku?!" tanya Valmira tegas. Alvaro yang awalnya tergoda untuk mengatakan semuanya mendadak bisu setelah mendengar ucapan Violet tadi.
Valmira memberikan kode pada prajuritnya untuk memulai.
cccssshhhh
" aaakkk" teriak Violet saat kakinya terkena besi panas.
Alvaro mulai was-was. Valmira memberikan kode.
cccsshhsh
" akkk sakitttt" teriak Alvaro.
" bagaimana, masih ingin diam? katakan kenapa kalian mengambil inti jiwaku?"
" aku jawab hah!aku jawab!" teriak Alvaro dengan nafas tersengal-sengal menahan sakit.
" jawab!" sentak Valmira karena Al tak kunjung menjawab.
" karena inti jiwa darimu memiliki kekuatan yang besar sekaligus bisa mengambil alih kerajaan" jawab Al. Valmira mengangguk menyuruh prajurit menyiksa Violet.
cccssshhh
" aaaakkk.Valmira brengsek !"
" kau tidak menjawab, itu balasannya" jawab Valmira enteng.
" ganti, kalian ambil cambuk" suruh Valmira pada prajurit. dia akan mulai perlahan agar kedua orang itu tidak cepat mati.
__ADS_1
" apa yang sudah kalian lakukan dengan inti jiwaku?"
tidak ada jawaban.
sspplllllsss
cambuk segera di pukulan berkali-kali. bahkan kini pakaian mereka terlihat sobek - sobek dan berdarah.
penyiksaan itu terus dilakukan. sampai mereka pingsan. Valmira lalu pergi dari ruang penyiksaan. tak lupa dia menyuruh tabib istana untuk merawat mereka. setidaknya jangan sampai mereka meninggal dalam waktu dekat.
" putri tuan Kangta ingin bertemu"
" persilakan masuk"
Kangta masuk dengan membawa beberapa lembar laporan.
" putri"
" apa yang kau bawa itu?"
" ini adalah laporan apa yang sudah terjadi di kerajaan dalam satu bulan terakhir. saat itu saya bergabung dalam prajurit kerajaan dan berhasil menyusun aktifitas mencurigakan serta disana juga ada laporan mengenai apa yang sudah Violet dan Alvaro lakukan hingga menimbulkan malapetaka" jelas Kangta.
" ku lihat sepertinya kau bukan penyihir biasa. jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi sampai penyihir Osmond sepertimu harus memasuki kerajaan Mystick untuk mengatasinya?"
" yang sudah diketahui Violet dan Alvaro melakukan praktik sihir hitam yang sangat terlarang. Hal itu memicu iblis datang untuk mencari inang. Jika sampai aura iblis berhasil memiliki inang maka resiko nya tidak akan bisa di tanggung seluruh penghuni Azerbaza. mereka membunuh hewan suci, mengambil darah para perawan serta membuat boneka sihir. semuanya dilakukan dalam waktu yang lama. memungkinkan aura iblis pasti sudah mulai tumbuh"
" lalu kini semuanya sudah selesai apa itu artinya ketakutan itu sudah hilang?"
" belum putri, sihir hitam yang terjadi jelas masih menyisakan efeknya. untuk itu kita harus segera mencari di mana tempat aura iblis itu bersemayam"
" tidak putri, saya akan mulai mencari. itupun jika litri mengizinkannya"
" kau jangan khawatir, izinku akan selalu di berikan untuk menolong sesama"
" baiklah putri, saya serahkan laporan ini. Dengan itu saya yakin putri akan tau seberapa besar kejahatan yang sudah violet dan Alvaro lakukan"
Kangta maju dan memberikan kertas itu pada Valmira.
" terimakasih atas bantuan anda" ucap Valmira
......................
Sudah berhari-hari bantuan yang mereka tunggu tidak datang juga. Kondisi pasukan semakin parah. jumlah kematian serta orang yang Sakit setiap hari bertambah. di tambah lagi dengan cuaca yang begitu terik.
" panglima, Raja memanggil anda"
" aku akan kesana" jawab lelaki itu segera.
Dia berjalan menju tenda utama.
" yang mulia"
" kenapa bantuan tidak datang juga? apa yang kau tulis dalam suratmu itu?" tanya Raja mulai curiga tanpa alasan.
" saya menukis sesuai dengan keadaan pasukan. yang mulia sendiri juga menyetujuinya"
__ADS_1
" kau menyalahkanku?"
" ampun saya tidak berani" panglima langsung bersimpuh.
" aku yakin Shana tidak akan mengkhianati kita. Dia pasti akan membantu apapun yang kita butuhkan. Aku ingin kau segera mencari tau kenapa bantuan tidak kunjung sampai. suruh para pembawa berita untuk memastikan kembali jika surat itu sudah sampai di tangan putri Shana" amuk Raja menggebu-nggebu.
" baik yang mulia akan saya laksanakan."
" pergilah" usir Raja Prysona.
kini lelaki itu sendirian di dalam tenda. beberapa hari ini dia Sudah menghemat makanan yang ikut semakin menipis.
jika di lanjutkan mereka tidak akan bisa bertahan sebelum berperang.
" panglima, apa sudah ada berita mengenai kedatangan bantuan?" tanya salah satu jenderal.
" belum, aku sudah menyuruh orang untuk memastikan jika surat yang dikirim sudah sampai di tangan putri Shana" jawab Panglima sesuai dengan kenyataan.
" baik panglima"
malam harinya, Raja meminta mereka untuk mengadakan pertemuan di tenda utama.
" yang mulia" ucap semua jenderal dan panglima saat Raja berjalan masuk.
" aku kemari ingin meminta agar kita langsung menyerbu Garamantian" ucap raja dengan padat dan lugas. Tentu saja keputusan ini sangat mengagetkan, apalagi mereka tengah menunggu datangnya bantuan kerajaan. Dengan kondisi seperti ini rasanya raja terlalu memaksakan.
" ampun Raja tapi keadaan pasukan sedang buruk, mereka banyak yang sakit dan kehilangan semangat" ucap salah satu jenderal.
" iya yang mulai, jika kita paksakan pasukan harus berjalan minimal 10 mil tanpa istirahat baru 2 hari kemudian sampai di padang Mazu" imbuh yang lainnya.
" tidak, aku ingin kita tetap bergerak sampai bantuan itu tiba. Kita sudah menunggu terlalu lama. Jika tidak bertindak secepatnya pasukan akan lebih banyak yang mati" tolak Raja.,lelaki itu kukuh harus berangkat perang.
" yang mulia, apa ini tidak terlalu gegabah. Dengan datangnya bantuan kerajaan bukan hanya semangat pasukan yang naik, tapi peluang untuk menang juga ikut naik" jelas panglima hati-hati.
" tidak, keputusan ku sudah bulat. besok kita lanjutkan perjalanan."
semuanya langsung kaget, keputusan Raja ini dinilai sangat egois.
belum juga para jenderal memberikan saran, Raja dengan cepat langsung meninggalkan tenda.
suara riuh langsung terdengar, dan kini yang menjadi sasaran utama adalah panglima perang serta penasehat militer. Kedua orang itu harus bertanggung jawab atas yang sudah Raka putuskan
" panglima mohon katakan pada Raja agar memikirkan kembali keputusan untuk melanjutkan perang. kondisi pasukan benar-benar lemah tak berdaya" protes jenderal.
" iya, panglima saya khawatir jika ada beberapa prajurit yang tidak terima dan membelot dan meninggalkan pasukan" timpal salah satu jenderal.
" apa maksud membelot yang kau katakan"
" apa panglima tidak mendengar jika ada beberapa prajurit yang mengajak lainnya untu pergi dari pasukan. mereka tidak mau berperang lagi" jelas jenderal.
" kenapa tidak ada yang melaporkan masalah ini sebelumnya?" panglima mulai terbawa emosi. bagaimana bisa masalah serius seperti ini dia tidak tau sama sekali. apa mereka semua sengaja ingin membuat kerajaan kalah perang.
" kami, kami tidak tau jika Panglima belum mendengar hal ini" jawab jenderal gugup. situasi kini bertambah runyam. bukan lagi masalah pasokan makanan ataupun pengobatan. tapi ini masalah kesetiaan. Jika prajurit yang membelot mampu mempengaruhi yang lain. bukan tidak mungkin mereka hanya tersisa puluhan ribu saja.
" aku tidak mau tau sekarang juga kalian panggil siapa saja yang memiliki kemungkinan membelot. Dan siapa saja yang sudah ikut mereka. Hal ini tidak bisa di sepelekan" tegas panglima membuat yang lain ketakutan.
__ADS_1