Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Menuju 2


__ADS_3

Raveena hanya menatap saja apa yang terjadi, dia memilih untuk tidak mau ikut campur dalam masalah selir ataupun Ratu.


Tak berselang lama acara jamuan segera di mulai, pelayan Raja baru saja mengabarkan jika Raja tidak bisa datang tepat waktu jadi menyuruh ibu suri untuk memulai saja acaranya.


" kita berkumpul disini selain menghadiri acara jamuan juga sekalian membahas mengenai festival perayaan hari ulang tahun kerajaan. Seperti tahun sebelumnya, kita para wanita bisa menampilkan berbagai pertunjukkan seni ataupun memberikan hadiah" jelas ibu suri membuat suasana mulai serius.


Semua tamu memang sudah mengetahui acara seperti apa perayaan itu kecuali Valmira. wanita itu sama sekali tidak memiliki pengalaman apapun mengenai perayaan ataupun festival.


" meski acara ini baru akan di laksanakan 3 bulan lagi, tapi aku harap kalian bisa mulai mempersiapkan diri"


" iya ibu suri"


" tapi sebelum kita membahas perayaan, aku dengar kerajaan akan membuka gerbang luar untuk mempersilahkan para tamu dan masyarakat masuk apakah benar?" tanya Shana.


" benar Ratu, kegiatan ini bisa dibilang sebagai bentuk menjalin kedekatan antara keluarga kerajaan dengan penduduk"


" apa saya bisa memberikan saran, terkait rumor yang beredar apa kita tidak menanyakan terlebih dahulu pada Raja terkait dengan keamanan istana?"


" maksud Ratu bagaimana?"


" saya khawatir dengan keselamatan selir Agung, apa mungkin jika selir..."


" apa yang Ratu takutkan mengenai saya? jika keberadaan saya menganggu acara perayaan saya akan menyingkir sejenak agar acara itu lancar dan aman" jelas Valmira yang sudah mengerti maksud ucapan Shana.


" aku tidak bermaksud mengusir, tapi keselamatan selir mungkin harus di utamakan. Mengingat rumor itu semakin tidak terkendali, apalagi yang mulia Raja tidak segera mengambil keputusan " jelas Shana yang berniat menyindir sekaligus merendahkan Valmira.

__ADS_1


" iya ibu suri, dengan rumor itu kami juga berfikir pasti para tamu akan merasa canggung dengan kehadiran selir" timpal selir lain. Mereka bersama-sama mencoba menyudutkan Valmira. karena selama ini hanya Valmira yang memperoleh perhatian Raja, membuat mereka iri dan ingin menyingkirkan wanita itu.


" aku akan mendiskusikan dulu dengan Raja terkait masalah ini " jawab Raveena menengahi. Dia tidak mungkin bisa mengambil keputusan. Karena selama ini dia hanyalah boneka Gyan.


Setelah perbincangan itu akhirnya menu utama jamuan keluar. semua tamu mulai menyantap makan malam dengan sangat riang karena berhasil merendahkan Valmira disana.


Sedangkan Valmira sama sekali tidak keberatan. Wanita itu malah mulai mencari kesempatan untuk meminum racun di tangannya. Dia sudah bertekad akan mengakhiri semuanya di depan para wanita sombong ini.


perlahan dia membuka tutup botol dan menuangkannya pada minumannya sendiri. Dia tidak akan terang-terangan meminumnya dari botol, mereka akan mengira dia bunuh diri, dan bukan itu tujuannya.


" selir, bagaimana makanannya?" tanya Farfalla, wanita itu merasa iba karena tidak akan satu orang pun yang mau mengajak selir agung berbincang.


" em? semuanya enak" jawab Valmira setengah terkejut.


" semua ini adalah menu khusus dan hanya bisa di temukan di kerajaan saja" jelas Farfalla.


Valmira perlahan menuangkan minumannya sendiri di atas gelasnya.


" aku juga" Farfalla mendadak juga memberikan gelas kosongnya.


Seketika Valmira panik, tidak mungkin dia menuangkan minuman beracun pada putri.


" putri ini minuman anggur. Raja berpesan agar Putri tidak boleh meminumnya" alasan Valmira.


" kakak selalu saja" Farfalla langsung mempercayai, membuat Valmira sedikit lega.

__ADS_1


"yang mulai Raja, datang" penjaga mengumumkan kedatangan Gyan.


Semua orang langsung berdiri memberikan penghormatan. Kesempatan itu di gunakan Valmira dengan baik. Wanita itu meminum anggur itu dengan cepat bahkan mengulangi sampai 3 kali. Tidak ada yang tau karena mereka semua menunduk memberikan sanjungan.


" yang mulia" ucap Shana yang langsung mendekati Gyan dan menunjukkan singgasana Gyan.


Lelaki itu terlihat biasa saja, ekor matanya mencari selir kesayangannya yang ternyata berada di ujung meja.


setelah Gyan duduk, para penari memasuki acara jamuan dan memberikan tampilan terbaiknya. iringan musik membuat suasana menjadi cair sesaat.


Sejak meminum ramuan tadi tubuh Valmira mulai terasa panas. Detak jantungnya berdegup kencang, perlahan bulir keringan mulai menghiasi wajahnya.


" selir wajah anda pucat sekali" lirih Farfalla yang sejak tadi memperhatikan Valmira.


" mungkin aku harus kembali" wajah Valmira pelan.


wanita itu merasa jika waktunya sudah tidak lama lagi, dia beranjak berdiri. Dia akan menemui Raja dan berpamitan. Seperti yang Kangta katakan jika racun ini akan bereaksi cepat.


pandangan Valmira mulai kabur, Fleur yang melihat Valmira memanggilnya segera mendekati dan membantu wanita itu berdiri. Mereka berdua berjalan menuju meja Raja Gyan. Tak ada yang sadar jika langkah Valmira sedikit sempoyongan. Semua mata fokus melihat tarian cantik dari wanita muda di tengah acara.


" yang mulia, saya mohon pamit..uhuk uhuk" Valmira batuk darah. Membuat Gyan langsung berdiri dan mendekati selirnya.


" uhuk uhuk" Valmira kembali batuk darah bahkan tubuhnya sudah jatuh dengan Fleur sedikit menahannya.


" Alora apa yang terjadi?" tanya Gyan panik.

__ADS_1


Musik berhenti mendadak suasana berganti menjadi mencekam.


__ADS_2