Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Kepulangan


__ADS_3

beberapa hari sudah berjalan. Saat ini putri Farfalla dan juga ibu suri Raveena dalam perjalanan pulang dari kunjungan mereka. Kedua wanita tersebut duduk di dalam kereta yang baru saja melewati gerbang istana.


" sudah lama sekali rasanya tidak menghirup udara istana Garamantian" celetuk Farfalla yang membuka jendela kereta.


Raveena hanya tersenyum sesaat. Dia juga sudah merindukan ranjang empuk dan para pelayannya. perjalanan ini hanyalah sebuah alasan atas kedatangan keluarga penyihir di kerajaan. Raveena sengaja menghindar karena dirinya memiliki reputasi yang buruk di masa lampau dengan para penyihir sebelumnya. Dia juga menerima perintah rahasia dari Gyan, mau tidak mau dia harus pergi sejenak dari kerajaan.


" kira- kira bagaimana keadaan kakak dan juga Ratu Shana, apa mereka semakin dekat?" cicit Farfalla yang tidak di tanggapi oleh ibunya. Raveena sama sekali tidak peduli dengan putri Shana. Menurut Raveena, Wanita itu semakin hari terus saja berbuat ulah, Raveena juga semakin menyadari jika wanita itu terlalu berambisi dan mungkin akan membuat masalah besar suatu saat ini.


Raveena hanya berfikir bagaimana mengambil hati Raja, karena jika sampai di menyinggung atau mengganggu rencana Raja kemungkinan masa hidupnya di kerajaan bisa semakin pendek atau bahkan menderita. Raveena tidak mau sampai hal itu terjadi. Jadi lebih baik dia menjauhi Shana agar terhindar dari masalah.


" ibu! kenapa ibu diam saja?" tanya Farfalla, membuat lamunan Raveena terhenti.


" ah apa? sudah jangan terlalu cerewet ibu pusing mendengar celotehan mu sepanjang perjalanan" omel Raveena yang tidak bisa dengan jelas mendengar pertanyaan Farfalla sama tadi.


" ah ibu "balas Farfalla kesal.


kereta itu berjalan semakin dekat dengan istana depan. Farfalla semakin tersenyum lebar tak kala melihat Aden, pengawal Raja yang menyambut kedatangan mereka. Dia berfikir jika Kakaknya juga berada disana. Sayangnya sepanjang mata di melihat tidak ada sedikitpun tanda-tanda jika Raja berada di sana.


Saat ini Gyan tidak bisa ikut datang, lelaki itu sibuk dengan berbagai macam urusan. Baik masalah kerajaannya atau juga masalah Azerbaza serta tambahan list baru, masalah selir nya. Rasanya Gyan tidak ada waktu bersantai untuk menghela nafas. Lelaki itu super sibuk dan banyak pikiran.

__ADS_1


" yang mulia Ibu suri dan putri Farfalla, selamat datang dari perjalanan yang cukup panjang" sambut Aden beserta beberapa pelayan lain.


" terimakasih" Raveena hanya mengangguk pelan lalu berjalan menuju istananya. Dia sangat ingin membaringkan tubuh lelahnya. Jadi tidak mau berlama-lama berbincang dengan Aden.


" Aden, apa yang mulia sibuk?" tanya Farfalla, dia berniat ingin menemui Raja di istananya saja.


" yang mulia sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu putri, maaf sekali" jawab Aden tidak berbohong.


" yah sayang sekali " ucap Farfalla dengan nada sedih.


" jika putri ada keperluan yang ingin di sampaikan, bisa besok saat perayaan kepulangan anda. Mungkin saat itu yang mulia akan menyempatkan hadir" saran Aden.


" iya putri" jawab Aden.


putri Farfalla berjalan masuk menuju kamarnya. wanita itu akan beristirahat.


Di dalam istana Harem, ibu suri yang baru saja selesai mandi kini tengah berbaring sambil di layani oleh pelayan yang mengeringkan rambutnya serta memijat pelan.


" apa ada masalah selama aku tidak ada?" tanya Raveena sambil menutup matanya menikmati pijatan ringan di kepalanya. Dia juga harus tau perkembangan istana beberapa minggu kebelakang.

__ADS_1


" sebenarnya bukan masalah besar ibu suri. Hanya saja sempat tersiar kabar jika selir Agung pergi dari kerajaan" jawab pelayan yang memang langsung teringat dengan rumor itu.


" pergi bagaimana? " tanya Raveena lagi.


" pergi meninggalkan istana. Ada yang mengatakan jika selir di usir oleh Ratu ada juga yang mengatakan jika Selir merasa terancam karena kehadiran Ratu jadi memilih pergi"


" begitu? apa sekarang belum juga kembali?"


" sudah, sejak beberapa hari yang lalu"


" lalu Ratu Shana bagaimana?"


" Ratu mendapatkan hukuman dari Raja, banyak yang mengatakan jika memang benar Ratulah yang mengusir selir. Karena Raja dengan tegas memberikan hukuman yang cukup berat pada Ratu"


mendengar jawaban dari pelayannya Raveena tidak terlalu kaget. Sejak lama dia mengamati, jika Raja Gyan itu begitu mencintai Selir nya. Tidak heran siapapun yang menyentuh wanita itu maka tamat sudah riwayatnya.


" hukuman apa?"


" beberapa jumlah pelayannya istana Ratu dikurangi dan Ratu terpaksa ditahan di istananya dalam beberapa hari. Tapi yang mulia ibu suri, kami sempat mendengar jika selir Agung adalah wanita kesayangan Raja. Dan tidak akan lama lagi akan menggantikan Ratu Shana" bisik pelayan itu pada akhir kalimatnya.

__ADS_1


" itu tidak mustahil" gumam Raveena yang cukup di dengar pelayannya. Ibu suri tampaknya mendukung selir Agung, ini akan menjadi berita yang besar.


__ADS_2