Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Mulai Kembali


__ADS_3

Gyan baru saja kembali dari Uthaman, keadaan Falla memang tidak mengalami hal yang serius. Dia akan kembali nanti setelah keadaan Garamantian juga ikut membaik.


" yang mulia..." sanjung menteri pada Gyan yang berjalan keluar istananya.


" bagaimana perkembangan para penyihir di istana timur?"


" mereka masih membutuhkan banyak istirahat serta ramuan dari tabib. Beberapa sudah terlihat lebih baik bahkan sudah siap meninggalkan kerajaan besok pagi"


" kau minta mereka memberikan laporan padaku yang mereka alami sampai akhirnya bisa meninggalkan kerajaan. Dan juga susun waktu yang tepat untuk mereka pergi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. kerajaan sedang di awasi jangan sampai menimbulkan masalah" jelas Gyan. Lelaki itu tidak mau terjadi masalah serius. Tinggal sedikit lagi mereka bisa bernafas dengan lega.


" baik yang mulia"


Gyan mengangguk dan menepuk pelan bagi sang Menteri. Lelaki itu begitu baik hati, entah bagaimana dia akan meninggalkannya sendiri sebagai penyihir terakhir Garamantian.


Keesokan harinya, perwakilan tamu pemerintahan datang memasuki istana Garamantian. Gyan tentu saja menyambut dengan penampilan yang senang.


" yang mulia" ucap mereka.


Gyan mengangguk pelan. lelaki itu duduk di singgasana dan menatap mereka satu persatu. total ada 3 orang yang datang hari ini.


" kami sudah menerima balasan surat dari yang mulia, kami sangat berterima kasih atas keputusan yang mulia dengan bersedia mengizinkan kami masuk ke kerajaan" ucap salah satunya. Gyan mengangguk pelan.


" memangnya apa yang membuat kalian semua memilih untuk menghukum para penyihir? bukankah selama ini tidak terjadi masalah" Gyan mulai memainkan situasi.


" kami mendengar banyak sekali korban dari penyihir ini. Mereka semua ketakutan bahkan sudah kehilangan banyak sekali hal berharga bahkan termasuk kehilangan sanak saudara".


" apa kalian yakin jika semua itu adalah perbuatan penyihir? apa tidak ada pilihan lain? "


" yakin sekali yang mulia, kami sudah memastikan dengan baik"


" baiklah jika kalian memang sudah memeriksanya"


" kami datang ingin mendiskusikan terkait dengan persyaratan yang ingin Garamantian ajukan dengan memberikan kami izin" jelas salah satu orang yang tidak ingin pembicaraan semakin melebar.


" semua persyaratan sudah tertulis rapi di sana" seorang pelayan masuk sambil membawa sebuah lembaran rapi.


perwakilan itu menerimanya dengan senang, dan langsung membuka lembaran ingin segera mengetahui isinya. Mereka membaca dengan seksama dan terlihat beberapa orang mengangguk pelan. Tidak ada syarat yang memberatkan mereka, hanya ada 2 Butir syarat yang terlihat sedikit tidak mereka mengerti.


" yang mulia, untuk syarat nomor 5 ini, Jika di temukan penyihir di kerajaan, maka akan di serahkan kepada kerajaan dan semua bentuk hukuman akan mengikuti peraturan kerajaan. saya rasa ini tidak di perlukan. Kami datang tentu sudah menyiapkan hukuman yang pantas untuk mereka" jelas mereka tak ingin membiarkan penyihir lolos dari pengawasan mereka.


" semua yang tertera di sana tentu saja sangat di perlukan. Tidak ada yang perlu di hilangkan, jelas sekali persyaratan yang aku ajukan. Jika di terima kalian bisa masuk, tapi jika tidak, maka kerajaan dengan berat hati akan menutup pintu gerbang" balas Gyan dengan lugas. Lelaki itu sama sekali tidak mau di kontrol. ini kerajaannya maka jelas hanya dia yang boleh berlaku seenaknya.


ketiga orang itu saling berpandangan, mereka bingung harus bagaimana. setelah berunding sejenak mereka akhirnya berani menerima. setidaknya penyihir yang mereka temukan tetap menerima hukuman. Jika bukan dari mereka maka itu dari kerajaan.


" baiklah yang mulia, semua persyaratan ini kami terima"

__ADS_1


". baguslah, kalau begitu kalian bisa memulai pencarian. Ingat jangan sakiti penduduk lain dan gunakan cara-cara yang benar" pesan Gyan. Jangan sampaierrka.berlaku seenaknya.


" baik yang mulia"


ketiga orang pamit dari ruangan, Gyan menatap mereka sampai tak terlihat lagi.


" yang mulia..." sanjung menteri.saat Gyan keluar dari ruangan.


" bagaimana?"


" kami sudah mengeluarkan beberapa mantan penyihir. Dengan alasan pulang dari menghadiri pernikahan Putri semua berjalan dengan baik"


" baguslah, lalu sekarang berapa jumlah mereka yang masih tinggal?"


" tidak sampai setengah dari jumlah awal"


" ini berita baik. setelah ini kau bisa bersembunyi sejenak. Jangan terlihat di area luar. Mereka akan memulai pencarian"


" iya yang mulia"


Beberapa hari ke depan depan Garamantian kedatangan banyak sekali orang. Mereka membawa beberapa perlengkapan yang terlihat aneh. orang-orang itu akan mengetes satu persatu penduduk kerajaan yang mencurigakan. Gyan tentu saja sudah mengantisipasi, jika terjadi sedikit saja kecurangan Gyan akan bertindak tegas. lelaki itu juga tak habis pikir, manusia-manusia ini terlihat terlaku berlebihan, bahkan mereka tidak tau jika Raja kerajaan adalah seorang penyihir. Jelas sekali jika ketakutan mereka sebenarnya tidak berdasar.


" yang mulia, kami mendapat laporan jika orang-orang itu sudah menangkap beberapa orang dan sekarang berada di tahanan kota" lapor salah satu bawahan Gyan. Dia melakukan patroli dan memang perintah ini turun langsung dari Gyan.


" kau periksa siapa saja yang mereka tangkap. Dan tunggu sampai batas waktu perizinan habis. Mereka tidak akan berani berulah"


" baik yang mulia"


......................................


Falla baru saja selesai dari acara mandi seka. beberapa luka sobek nya belum sembuh benar bahkan masih perlu di berikan obat oles untuk mempercepat pengeringan.


" Nyonya, ramuan anda sudah selesai" pelayan pribadi masuk dengan membawa nampan. kini semua pelayan kediaman sudah di harus ka memanggil Falla dengan sebutan Nyonya, termasuk selir Thalasa.


" taruh saja di sana" ucap Falla yang masih mencoba melilitkan beberapa kain untuk menutupi tubuhnya.


" apa selir Thalasa tidak datang lagi?" tanya Falla dan berjalan mendekati ramuan.


" tidak, Nyonya"


" wanita itu seakan tidak mau memanggil ku Nyonya. Tunggu saja saat aku sudah sembuh. Aku akan terus berseliweran di sekitarnya agar dia memanggilku nyonya setiap saat" omel Falla, setelah menghabiskan ramuan pahitnya.


" nyonya tenang saja, di seluruh kediaman ini banyak yang lebih memperhatikan anda. menurut mereka anda terlihat lebih bijaksana dan bisa menghargai orang lain "


" kalian terlalu memuji, sudahlah lebih baik membahas yang lain. Oh ya, apa masih belum ada kabar siapa pelaku dari pengrusakan saat pesta pernikahan Itu?"

__ADS_1


" belum nyonya , saya dengar yang mulia masih mencari dan akan memberikan hukuman berat jika sampai ketemu siapa pelakunya"


" ku rasa hal ini akan sia-sia" lirih Falla.


" sia-sia? maksudnya?"


" yang begitulah, aku bisa yakin jika pelakunya tidak akan tertangkap" ucap Falla dengan nada meremehkan.


" kalau berhasil bagaimana?"


" aku mengakui jika Adipati orang yang bijaksana dan suami yang adil"


" Nyonya harus bisa percaya dengan yang Mulia"


" aku akan percaya jika Faktanya benar. sejauh ini aku masih memantau dalam diam"


" aoa nyonya berfikir jika kejadian itu adalah rencana..."


" ehemm..." Falla langsung menghentikan ucapan pelayannya saat terdengar suara langkah kaki mendekat.


tap tap tap


" rapikan bajuku" celetuk Falla takut penampilannya tak pantas dilihat.


" baik nyonya " kedua wanita itu masih sibuk dengan dandanan tak kala tamu semakin masuk.


" Adipati " sanjung Falla cepat.


" yang mulia" diikuti dengan pelayan, namun setelahnya pelayan itu keluar mengikuti etika.


" bagaimana keadaanmu?"


" sudah lebih baik, para tabib bekerja dengan baik" .


" sebenarnya kita mendapatkan surat undangan dari pemerintah pusat Uthaman, untuk datang ke istana, tapi aku belum bisa memutuskan apakah bisa datang atau tidak. Menurutmu bagaimana?"


" kapan undangan itu di laksanakan? "


" beberapa hari lagi"


" sebaiknya kita penuhi saja undangan itu. Saya rasa beberapa hari lagi luka ini pasti sudah mengering. Tidak enak jika harus mengecewakan mereka"


" baiklah aku akan mengirimkan surat jika kita bisa menghadiri acara tersebut"


" kalau boleh tau, undangan perihal apa?"

__ADS_1


" hanya makan malam biasa, bersama dengan beberapa Adipati lainnya dan bangsawan Uthaman"


" oh begitu, sudah sepantasnya kita pergi"


__ADS_2