Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tanda Kecemburuan


__ADS_3

Hari masih pagi saat Falla terbangun karena pintu kamarnya di ketok agar keras. Wanita itu tidak ada pelayan di sini. Awalnya dia tidak menghiraukan ketukan itu. matanya masih mengantuk, tapi lama kelamaan ketokan itu sangat mengganggu sekali. Akhirnya Falla merapikan pakaian dan membukanya.


" kenapa lama sekali.." gerutu seorang lelaki yang tak pernah dia duga sebelumnya.


" Adipati, kenapa anda di sini. ?" tanya Falla setengah tidak percaya. di jauh-jauh menghindari lelaki ini, kenapa malah bertemu di sini.


" aku khawatir kau tidak pulang, jadi lebih baik menyusul mu kemari" jawab Emrick enteng.


Emrick berjalan masuk ke kamar. tapi lebih dulu Falla menghalangi jalannya. Emrick menatap Falla dengan kening mengerut.


" apa aku boleh masuk?" tanya lelaki itu semakin membuat Falla tidak mengerti.


" em,.untuk apa?"


" aku ingin istirahat setelah perjalanan"


" Adipati bisa meminta orang untuk mencari kamar lain"


" apa aku tidak boleh satu kamar dengan istriku?" tanya Emrick malah membuat Falla ingin muntah. Lelaki ini kenapa jadi mengesalkan seperti ini.


" baiklah, silahkan masuk Adipati" Falla membuka pintu semakin lebar dan Emrick masuk ke dalam. Dia tidak mau paginya harus di awali dengan perdebatan.


Setelah menutup pintu, tanpa bicara apapun Falla menaiki ranjang dan melanjutkan tidurnya. Dia tidak peduli dengan apa yang akan Emrick lakukan. Tak butuh waktu lama Falla sudah masuk dalam alam mimpi.


Hari semakin siang, Falla masih belum keluar dari kamarnya. dia masih tidur di sana, tapi kemudian dia merasa terganggu. Tubuhnya tiba-tiba sulit sekali di gerakkan. membuat Falla harus membuka matanya agar tau apa yang terjadi.


" egghh" suara Falla saat tau Emrick tidur sambil memeluk. Sangat menjijikkan baginya. Falla menggeliat melepaskan diri. Dia juga berusaha membuat Emrick terbangun.


" emm" Sulit sekali. kenapa tidak sekalian Emrick mengikat nya dengan tali saja. tangan nya begitu erat memeluk tubuh Falla. Emrick sama sekali tidak terganggu dengan gerakan tubuh Falla yang kasar.


akhirnya setelah bersusah payah, Falla bisa keluar dari jeratan pelukan Emrick. wanita itu langsung turun dari ranjang. Dia akan membersihkan diri dan keluar dari kamar.


" putri" ucap Kantata yang sudah memulai pekerjaannya. Falla masuk ke bangunan yang rencananya akan di jadikan kantor pemerintahan Greojen


" bagaimana perkembangan kemarin?"


" saya sudah melengkapi semuanya datanya. tidak tidak perlu waktu lama pemerintah Uthaman akan memulai kunjungan kemari"


" baguslah."


" oh ya putri, hari ini bahan makanan akan datang dari Garamantian, apa tempat penyimpannya nya sudah selesai?"


" oh ya? sepertinya sudah, aku akan bertanya pada Adipati dulu"


" apa Adipati berada di sini?"


" iya, tadi pagi-pagi sekali Adipati sudah menggedor pintu kamarku"


" oh begitu, baiklah putri. Saya akan menunggu" jawab Kantata dengan senyum tipis.


Falla berkeliling sebentar, sebelum akhirnya berjalan menuju kamar nya. Dia berharap Lelaki itu sudah bangun, jadi dia tidak perlu repot mendekati ranjang.


" kau dari mana saja?" tanya Emrick yang sudah berdiri di pintu kamar dengan wajah kesal.


" aku? tentu saja mengurus beberapa keperluan. oh ya Adipati, bahan makanan akan segera datang, apa lokasi penyimpanannya sudah siap? "


" sudah, apa bahan makanannya akan sampai hari ini?"


" sepertinya iya, kau perlu bertemu dengan Kantata untuk mengetahui secara jelas situasi di sini"


" saran yang bagus, baiklah ayo kota pergi"


mereka berdua berjalan menuju bangunan kantor. sepanjang perjalanan banyak sekali yang menatap mereka. Emrick berstatus sebagai suami dari putri mereka, tentu saja warga Garamantian antusias ingin mengetahui siapa Emrick sebenarnya.


" Kantata perkenalkan dia ini Adipati Emrick, dalam beberapa waktu ke depan dia akan membantumu untuk proses administrasi pemerintahan. Adipati ini adalah orang kepercayaan Pemimpin Uthaman, jadi aku yakin segala urusan Greojen akan sangat terbantu" jelas Falla memperkenalkan Emrick pada Kantata.


" salam kenal Adipati Emrick, saya Kantata. Yang mulia Raja Gyan menunjuk saya untuk menjadi perwakilannya dalam mengelola serta mengatur semua warga Garamantian di sini. Maafkan jika kami akan merepotkan anda dalam beberapa waktu ke depan"

__ADS_1


" tidak masalah Kantata, kita bisa saling bekerja sama"


jabatan tangan keduanya berlangsung sangat lama dan kuat. Entah kenapa Emrick merasa tersaingi dengan kelugasan serta pengetahuan Kantata. Dari caranya berbicara, Emrick bisa menilai di lelaki yang ada di hadapannya ini bukan lelaki biasa. begitu wibawa dan memiliki pengetahuan yang cukup.


" baik Adipati"


Kini Falla dan dua orang lelaki itu saling membantu mengerjakan tugas. Meraka akan merampungkan urusan perizinan serta permintaan bantuan pada pemerintah.


" kalian rajin sekali" suara lelaki yang begitu tidak asing terdengar dari arah pintu.


" kakak?!" Falla berdiri dan langsung memeluk sang kaka dengan erat.


" yang mulia"


" Raja" saut Emrick dan Kantata bergantian.


" aku senang melihat kalian bisa saling bahu membahu seperti ini. rakyatku pasti akan terjaga dengan baik"


" tentu saja, kami akan berusaha melakukan yang terbaik. " jawab Kantata.


" oh ya Emrick. aku ingin kita bertemu dengan pemimpin Rogue. kapan surat kepemilikan wilayah ini selesai"


" menjawab Raja. pemimpin sudah menyelesaikan Segala persyaratan kesepakatan dengan anda. Kita bisa menemui hari ini"


" bagus lah, hari ini juga kita datang dan menyelesaikan pembayaran atas wilayah ini"


" baik Raja, mari "


Tak lupa Emrick juga menyuruh seseorang untuk ikut rombongan Falla dan Kantata menuju lokasi penyimpanan bahan makanan. Dia harus bersama dengan Raja dalam seharian ini. Perjalanan menuju ibu kota jika dari Greojen cukup menyita waktu.


Setelah urusan di Greojen selesai, Gyan dan Emrick berjalan menuju kandang kuda, mereka memulai perjalanan ke wilayah ibu kota pemerintahan Uthaman.


Sayangnya tidak ada kereta di Greojen, Emrick terpaksa meninggalkan Falla di sana bersama dengan Kantata. hati nya sedikit tidak menentu tapi mau bagaimana lagi. tidak mungkin dia menyuruh Falla iku dengan menunggang kuda sendiri.


" Raja Gyan, lama kita tidak bertemu" ucap pemimpin Rogue saat melihat kedatangan Gyan. lelaki itu sudah menunggu sejak lama.


" mari silahkan duduk, banyak sekali hal yang perlu kita bahas siang ini" ucap Rogue.


" anda benar pemimpin Rogue"


" harga sudah kita sepakati tinggal penyerahan kelengkapan surat dan pengukuhan wilayah. Aku sudah rapat bersama dengan Adipati di berbagai wilayah di Uthaman, mereka menyambut baik hal ini, bahkan karena berita ini menyebar luas. wilayah mereka banyak kedatangan penduduk baru. Dan tentu saja ini menaikkan pendapatan dari Wilayah itu"


" jadi begitu. ini sangat baik. tidak di sangka alam semesta juga ikut membatu proses perpindahan ini"


" iya, .. pelayan bawa kemari.."


" pelayan masuk dan membawa beberapa lembar laporan itu"


" ini semua adalah kelengkapan pengukuhan wilayah Greojen, mulai sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa mendebat jika jika wilayah Greojen adalah hadiah Raja Gyan kepada adiknya,Putri Farfalla" jelas sudah Gyan sangat puas dengan berita ini.


" baguss, kita tinggal menyiapkan pesta yang besar untuk merayakan pernikahan Adipati Emrick dengan Adikku"


" anda benar Raja, pesta yang terkahir kali sama sekali tidak seru, pengantin pulang lebih dulu. mungkin sudah tidak sabar" ucap pemimpi Rogue berbisik pada kalinat terakhir.


" biasa anak muda" saut Gyan.singkat.


" hahahaah" mereka tertawa dengan lepas. Gyan sangat puas, Rogue cukup bisa di ajak bekerja sama.


Di sisi lain rombongan Kantata sudah sampai di perbatasan, pasokan makanan sudah menunggu di sekitar perbatasan mereka tidak berani masuk sebelum ada penjemputan. Semua sudah di rencanakan seperti itu.


" ikuti kami" ucap Kantata. mereka memimpin jalan menuju lokasi penyimpanan makanan.


Jika di lihat lagi jaraknya memang tidak terlalu jauh dengan wilayah Greojen, begitu tersembunyi dan tidak mungkin ada orang berfikir jika tempat ini penuh dengan bahan makanan.


" hati-hati jangan sampai ada yang tertinggal" ucap Falla ikut memeriksa. Wanita itu menyaksikan dengan seksama bagaimana bahan makanan ini di masukkan, semua ini akan di atas namakan sebagai sumbangan darinya dan akan di bagian setiap awal bulan. dia sudah benar jika menyuruh Emrick untuk tidak ikut-ikut dalam mengatur semua ini. Karena jika sampai tau, maka wilayah yang Emrick pimpin pasti merasa iri. jelas akan timbul masalah.


" putri semua sudah masuk, ini adalah daftar semua bahan serta jumlahnya" ucap Kantata samb menyerahkan laporan.

__ADS_1


" baguslah. setiap bulan kirim seseorang ke kediamanku, aku akan memberikan catatan. bahan apa saja yang akan di bagikan"


" baik putri"


" mari, hari mulai malam kita kembali ke Greojen"


" iya putri"


Mereka kembali memulai perjalanan, Falla masih ingin bertemu dengan kakaknya setelah ini.


Malam menjelang saat rombongan Emrick dan Gyan sampai di Greojen. Mereka membawakan semua dokumen serta kelengkapan data untuk di berikan kepada Kantata. lelaki itu yang berhak mengatur bagaimana permukiman ini.


" mari kita makan malam terlebih dahulu"


" ayo kak" Falla menarik tangan Gyan, meninggalkan Emrick sendiri. Sedangkan Kantata ikut berjalan di samping mereka, Emrick sendirian tertinggal di belakang, lelaku itu menatap dengan kesal. Falla lebih perhatian pada Gyan daripada suaminya sendiri.


" ini kakak coba. pasti enak" lagi-lagi Falla mengambilkan lauk untuk Gyan. Emrick semakin kesal hati. Tapi dia terlihat biasa saja.


" setelah ini berita jika penduduk yang pindah ke Greojen sejahtera akan sampai di Garamantian. kuharap mereka bisa langsung pindah"


" itu bagus, tapi Garamantian siapa yang menempati?" tanya Falla.


" aku berencana menutup kerajaan, menguburnya di tengah-tengah padang pasir. Nama Garamantian tidka akan lagi menjadi masalah dan menghilang bersamaan dengan para penyihir"


semua terdiam mendengar jawaban Gyan. Seakan tidak percaya, kerajaan yang dulu sangat adikuasa dan berjaya harus menghilang begitu saja. Sangat di sayangkan.


" Apa alasan Raja ingin menghilangkan kerajaan Garamantian?"


" semua kerajaan sudah merasa tersaingi dengan kejayaan Garamantian, beberapa malah sudah membuat aliansi untuk menghancurkan Garamantian. Salah satunya dengan pengirim pembasmi penyihir itu, mereka bekerjasama untuk menaklukan Garamantian. kondisi ini sangat memperihatinkan, apalagi aku sendiri akan ikut pergi ke Mystick. Tak ada yang di takuti musuh, Garamantian akan terancam dan rakyat akan sengsara. Aku tidak mau hal itu terjadi"


" Raja berfikir sangat menyeluruh, saya tidak sampai berfikir sejauh itu"


" kakak memang terbiasa berfikir cepat"


" yang mulia, apa anda tidak merasa sedih dengan keadaan Garamantian?"


" tentu saja, di tangan ku sendiri kerajaan itu jaya, dan di tanganku juga Garamantian terkubur. Tapi jangan khawatir, aku sudah sangat lega semuanya bisa hidup aman di sini"


" saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga mereka semua"


" bagus lah"


makan malam itu merasa sangat panjang dan bermakna. beberapa saat setelahnya Gyan kembali ke Garamantian.


" Falla, kita kembali juga ke kediaman"


" tapi hari sudah sangat larut, apalagi tidak ada kereta. Bagaimana jika kita menginap satu hari lagi di sini?" tolak Falla. Dia malah masuk ke kediamannya.


" tidak, kita kembali malam ini. Lagipula kita bisa baik kuda berdua. Ada pengawal juga yang menjaga kita. Sudah jangan banyak alasan kita pulang" lugas Emrick. lelaki itu tidak mau istirnya semakin betah di tempat lain daripada istananya.


" baiklah kalau begitu. kita kembali " ucap Falla dengan nada lesu.


Falla menemui Kantata untuk memberikan pesan pada lelaki itu.


" putri tenang saja, saya akan mengingat semua itu"


" baiklah aku pergi"


Tidak seperti keinginan Emrick, Falla lebih dulu mengambil kuda dan menaikinya sendiri.


" kau ambil kuda lain" saut Falla saat Emrick berjalan mendekatinya dan berusaha untuk naik.


" tidak, nanti kau mengantuk dalam perjalanan"


" tidak, aku sudah terbiasa berkuda. lagipula kasihan kudanya jika harus membawa kita berdua. sudah ambil lagi sana" Falla membuat kudanya berjalan menjauhi Emrick. Lelaki itu mendengus kesal dan terpaksa mengambil kuda lagi. Rombongan mereka terdiri dari 3 orang termasuk pengawal yang ada di bagian depan. Falla di tengah dan Emrick di bagian belakang. Perjalanan menuju istana terbilang cukup lancar meski tidak banyak pencahayaan.


Mereka semua sampai saat menjelang pagi, Falla langsung pamit menuju kamar. Dan mengunci pintu ruang tidur setelah membersihkan diri dan lanjut tidur.

__ADS_1


__ADS_2