
" tidak bisa begitu, aku pengecualian. Masih banyak rakyat Mystick yang berfikir jika dunia luar sangatlah kejam. Jika rakyat ku terganggu dengan kedatangan penyihir lain, aku juga ikut keberatan. Semua ini bukan urusan mereka" kesal Valmira.
Gyan menghembuskan nafas pelan. Lalu berjalan mendekati Valmira yang masih kebingungan dan di landa kemarahan.
" Valmira dengarkan aku, Tragedi sihir hitam ini telah menewaskan banyak sekali kawan penyihir, baik yang memiliki kemampuan besar ataupun tidak sama sekali. Waktu terus bergulir, dan aku bisa yakin generasi yang baru ini memiliki pola pikir lain, dan lebih terbuka. Dendam masa lalu sudah pergi bersama dengan para leluhur, kita harus bisa membangun rasa percaya kembali.
Kerajaan Mystick tidak hanya terlindungi tapi menjadi rumah bagi semua penyihir. Aku mengerti dengan rasa kegelisahan mu, maka dari itu aku akan siap mendampingi mu untuk berdiskusi dengan petinggi kerajaan. Bisa di bilang aku adalah perwakilan dunia luar yang ingin meminta perlindungan pada kerajaan Mystick" jelas Gyan panjang lebar dan dengan tatapan teduh. Lelaki ini sangat bisa membuat Valmira tenang, merayu Valmira kini menjadi hobi nya dalam keseharian.
" kalau begitu malam ini aku akan membuka komunikasi lewat bola kristal biru yang aku tinggalkan. Ku harap mereka bisa mengambil keputusan yang bijak" lirih Valmira, Gyan mengelus pelan pipi wanita itu sambil tersenyum senang.
" aku yakin kau bisa membuat yang lain percaya jika dunia luar tidak seburuk yang mereka bayangkan"
Gyan semakin mendekatkan kepalanya, lelaki itu dengan pelan mencium bibir Valmira. kedua tangan nya memegang tengkuk wanita itu agar wajah Valmira bisa sedikit mendongak.
" emm" Valmira mendorong dada Gyan setelah beberapa lama.
" aku akan mengambil G" ucap Valmira dan membalik badan ingin keluar dari kamar. Dia ingin menghindari Gyan.
" dia pasti sudah tertidur, jangan menganggu nya" ucap Gyan, dan tak lama pinggang nya sudah terbelit tangan Gyan.
" Gyan, kemarin kau sudah mendapatkannya" lirih Valmira menolaknya secara halus. Dia masih ingat bagaimana Gyan tidak kenal lelah jika sudah berada di ranjang. Entah bagaimana lelaki itu menahan gairah nya selama dia tak ada.
" memang nya kalau malam ini minta lagi tidak boleh?" Gyan menyenderkan kepala nya di bahu Valmira, tangan lelaki itu perlahan naik ke area dada nya.
" kau tidak mau berhenti jika sudah memulai nya, jadi .. akkk"
tubuh Valmira langsung terangkat menuju ranjang sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.
" janji kali ini jika aku bilang sudah maka kau harus berhenti" ancam Valmira, dia menahan tubuh Gyan yang sudah menindihnya.
" baik" jawab Gyan menyingkirkan tangan Valmira.
Dan langsung menghujani tubuh Valmira dengan ciuman. Meski awalnya menolak tapi pertahanan Valmira lama kelamaan juga runtuh. wanita itu bahkan berteriak tiada henti nya saat Gyan terus membawa nya menuju langit ke tujuh. Dan setelah itu, giliran Gyan yang minta untuk di puaskan. Alhasil Valmira tidak jadi melakukan komunikasi dengan petinggi kerajaan Mystick karena kelelahan.
Fajar mulai terlihat saat Valmira yang masih bergulung dengan selimut tiba-tiba di bangunkan dengan sentuhan tangan kecil di dadanya. Hampir saja Valmira salah mengenali, dia kira itu ulah Gyan. ternyata G yang sudah kelaparan meminta makanan.
" em, putra ibu lapar?" Valmira langsung memperbaiki posisi G agar bisa minum susu dengan nyaman.
" bagaimana kalau aku juga,?" bisik Gyan yang ternyata berada di belakangnya berdiri di samping ranjang.
" Gyan! keluar" pekik Valmira yang salah tingkah. Gyan tertawa senang.
" memangnya kenapa, aku sudah melihat nya semalaman. Bahkan tau ukuran nya" balas Gyan frontal lalu ikut berbaring di belakang Valmira.
" menyingkir, "
" langit masih gelap Valmira, aku masih mengantuk" ucap Gyan lalu memeluk tubuh Valmira dari belakang serta menyenderkan kepala nya pada punggung mulus wanita itu.
" lepaskan tangan mu" desis Valmira.
Namun Gyan pura-pura tidur, Lelaki sama sekali tidak menghiraukan kekesalan Valmira. Alhasil Valmira dengan berat hati menerima saja perlakuan Gyan pada tubuh nya.
Baru siang hari nya Valmira mulai membuka komunikasi dengan petinggi kerajaan nya.
" Derya apa di sana sedangkan malam?" tanya Valmira ingin mengumpulkan semua petinggi.
" tidak yang mulia, hari masih pagi. para Menteri juga sedang berkumpul untuk membahas perkembangan kerajaan"
" baguslah, aku ingin berbicara dengan mereka semua. suruh mereka menghadap ku"
" baik yang mulia"
Tak lama suara langkah kaki terdengar, Valmira memberikan energi nya lagi pada sebuah benda perak yang pipih dengan besar setengah tubuh orang dewasa.
__ADS_1
kini benda itu menampilkan semua menteri nya, Di sisi lain bola kristal juga menampilkan cahaya dengan gambar Valmira disana.
" yang mulai" sanjung mereka bersamaan.
" bagaimana kabar kalian semua?"
" kami semua baik yang mulia, anda juga bagaimana?"
" aku seperti yang kalian lihat. aman dan baik-baik saja. ada sesuatu hal yang ingin aku diskusikan dengan kalian semua nya. Hal ini berkaitan dengan sihir hitam serta aura iblis yang kabur beberapa waktu yang lalu.
Aku sudah berhasil membunuh nya dengan bantuan penyihir lain nya, baik klan Osmond dan kla Reuben. namun pertarungan ini serta dampak sihir hitam ternyata besar. Tidak jauh berbeda dengan keadaan Mystick saat Violet menyerang.
Banyak penyihir yang tewas dan tidak memiliki tempat tinggal. Maka dari itu Beberapa penyihir meminta perlindungan agar tidak mendapatkan serangan dari pemerintahan manusia biasa, mereka meminta agar bisa di izinkan tinggal dan menetap di kerajaan Mystick. menurut kalian bagaimana?" Valmira menjelaskan secara garis besar, agar menteri nya tau bagaimana kondisi yang terjadi.
Semua menteri saling pandang dan terlihat raut wajah mereka yang tidak suka.
" yang mulia kerajaan Mystick sudah lama menutup diri dari dunia luar. kalau pun ada yang bisa masuk adalah karena dia juga klan penyihir Arghi. Kami masih belum mengerti kenapa mereka meminta Mystick sebagai tempat tinggal mereka" Valmira sudah menduga jika hal ini pasti sulit mencapai kesepakatan. Para rakyatnya tidak bisa memandang dunia luar sana dengan cara dia memandang.
" kekacauan yang terjadi, membuat keberadaan penyihir terbuka secara terang-terangan. Manusia biasa semakin panik dan khawatir akan terjadi kekacauan yang sama suatu hari nanti. Posisi penyihir semakin di pojok kan. jadi jalan satu-satu nya adalah dengan menutup diri dan meminta perlindungan" Valmira kembali menguraikan alasan dia mengumpulkan semua petinggi kerajaan.
Suasana di sana cukup tegang, beberapa tidak menganggap masalah ini adalah masalah serius. tapi sebagian yang lain masih berat hati menerima kehadiran orang lain.
" aku tau kalian kurang mempercayai penyihir lain, tapi mereka juga merasa ketakutan di dunia luar ini. Kita sama-sama ingin aman dari manusia yang mungkin suara saat nanti bisa membunuh kita. Aku tidak akan memaksa kalian menjawab nya sekarang. kalian runding kan dengan baik, dan bijak" ungkap Valmira yang tidak mau membuat menteri nya tertekan.
" baik lah yang mulia, kami akan berunding dan memberikan hasil keputusan akhirnya pada Derya" ucap kepala menteri. Valmira mengangguk pelan. Dia juga memberikan sinyal agar Gyan tidak usah ikut campur dalam masalah ini. Lelaki itu sudah akan membantu Valmira menjelaskan situasi nya. Tapi Valmira menolak nya, semakin banyak campur tangan orang lain, petinggi nya semakin tidak menyukai nya.
Beberapa saat kemudian komunikasi itu di hentikan. Valmira dan Gyan tinggal menunggu beberapa waktu hasil keputusan mereka. Valmira menghembuskan nafas panjang.
" bagaimana jika mereka tetap tidak mau menerima penyihir lain?" tanya Valmira yang merasa ragu.
" aku akan menculik Ratu mereka dan tidak akan mengizinkan nya kembali ke kerajaan" jawab Gyan agar Valmira tidak terlalu tegang memikirkan masalah ini.
" aku serius!" kesal Valmira.
" aku juga serius, jika mereka tidak setuju, aku tidak mengizinkan kau pergi sendiri ke Mystick. Atau jika tidak, aku akan menahan G agar tetap di Garamantian menjadi pangeran kerajaan Garamantian" ucap Gyan terlihat tegas.
" karena kau begitu berharga bagi kami semua" ucap Gyan penuh tipu rayu. Valmira memutarkan bola mata nya. Dia baru menyadari jika Gyan terlalu sering merayu nya dengan kata- kata manis.
Hari ini tabib mengatakan jika keadaan Falla sudah bisa dikatakan sembuh total. Wanita itu juga sudah beraktivitas seperti biasa meskipun tidak dalam kategori aktivitas berat.
Valmira dan Gyan secara khusus mengunjungi wanita itu di kamar nya. Falla langsung kaget dengan kedatangan kedua kakak nya itu.
" yang mulia " ucap Falla pada Gyan dan Valmira.
" kaka dengar dari tabib kesehatan mu semakin membaik," ucap Gyan mengawali pembicaraan.
" iya kak, aku sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Luka di tubuh juga perlahan memudar"
" baguslah,"
" apa ini pangeran kecil itu?" tanya Falla gemas melihat G dalam gendongan Valmira.
" iya, dia G" jawab Valmira tanpa basa basi.
" sia begitu tampan, persis seperti kakak" Falla mengajak bayi itu untuk ikut dalam gendongan nya.
Tak di sangka G langsung mau.
" anak pintar "
G terlihat senang dalam gendongan Falla.
" kakak kemari ingin membicarakan perihal acara pemakaman untuk ibu suri, meskipun Raga nya sudah tidak ada, tapi kita bisa melakukan nya secara simbolis. bagaimanapun Raveena adalah ibu suri kerajaan " ucap Gyan, menjelaskan niat nya datang menemui adik nya.
__ADS_1
Falla mendengar nya dengan jelas, wanita terlihat sedih hanya dalam beberapa detik saja. Dan dia mengembalikan G pada Valmira.
" aku juga ingin melakukan hal ini, kakak memang yang terbaik"
" baiklah, apa kau ingin menjadi pertanggung jawab acara ini?"
" iya kak, aku akan mempersiapkan semuanya, meski dia bukan ibu kandung Falla, tapi dia wanita yang sangat baik. Falla sangat senang di besarkan oleh nya"
" baguslah kalau begitu, tapi ingat kau bisa meminta bantuan pada pelayan serta bagus kerumahtanggaan. mereka akan siap melakukan apapun yang kau butuhkan"
" iya kak, jangan khawatir"
" Dan satu lagi, sebenarnya ini adalah rencana ku dengan Raveena sejak lama. Ini masalah pernikahan mu. Raveena sudah menyetujui nya waktu itu. tinggal mengatakan nya padamu. Ini bacalah surat ini, dia adalah lelaki yang Raveena pilih untuk mendampingi mu" jelas Gyan dan memberikan gulungan kertas.
" kakak tau jika kau masih sedih dan tubuh mu juga masih lemah. Tapi jangan seperti terus menerus. Hidup terus bergulir, dan masa depan sedang menanti. Kakak pikir kau pasti mampu memikirkan masalah ini dengan bijak. Kau sudah dewasa Falla"
Falla mengangguk dan mengambil gulungan kertas tersebut.
" kau pasti bisa Falla, semua orang pasti mengalami hal buruk dalam hidup nya" imbuh Valmira sambil memegang tangan wanita itu kuat, seakan memberikan kekuatan. Falla tersenyum tipis, dan lelehan air mata mulai terlihat turun di pipi mulus nya.
Beberapa hari berlalu, Valmira belum mendapatkan kabar lagi mengenai keputusan menteri nya terkait dengan kesediaan menerima para penyihir luar untuk masuk ke kerajaan.
" kenapa kau sering melamun belakangan ini?" tanya Gyan saat mendapati Valmira yang menatap balkon kamar dengan pandangan kosong.
" aku masih memikirkan bagaimana keputusan mereka. Para penyihir yang ada di sini terus saja menanyakan hal yang sama padaku" curhat Valmira. Wanita itu juga tidak mau timbul masalah baru akibat penolakan nanti nya. akan sangat bahaya dan membuat kelompok penyihir menjadi berpecah belah.
" jangan berfikir terlalu berlebihan, jika Mystick keberatan menampung mereka. Garamantian dengan pintu terbuka akan menyambut kedatangan mereka. Di sini juga mereka tidak perlu mengkhawatirkan masalah pemerintahan manusia. Sudah ada G yang jelas akan meneruskan tahta penyihir kerajaan" hibur Gyan."
" ya aku tau, tapi aku jadi merasa tidak enak dengan yang lainnya"
" sudah jangan berfikir berlebihan. Aku akan melakukan apapun untuk membantu pemecahan masalah ini. Lagi pula para penyihir pasti akan memaklumi keputusan dari Mystick"
" semoga saja seperti itu"
Gyan memeluk Valmira pelan. Mereka berdua menikmati angin gurun dengan sangat romantis.
Tak di sangka sore tadi Valmira baru saja memikirkan nya, kini lembaran tipis terlihat menyala.
" mereka mengajak berkomunikasi" lirih Valmira dengan perasan tak menentu.
" Derya,"
" yang mulia, " sanjung wanita itu dari sebrang sana.
" apa para menteri sudah mengambil keputusan?" tanya Valmira langsung tanpa basa basi.
" sudah yang mulia" jawab Derya dengan suara mantap.
" lalu bagaimana keputusan yang mereka ambil?" tanya Valmira begitu antusias.
" beberapa dari mereka ada yang menerima dan sebagian lainnya menolak. Jadi mereka mengambil jalan tengah kalau penyihir yang masuk akan di tempatkan di pulau yang berbeda dan mereka selama tahun-tahun awal di larang memegang jawaban ataupun melakukan kejahatan. Jika ada pelanggaran dengan tegas mereka akan segera di usir dari kerajaan" jelas Derya panjang lebar. Wanita itu di dampingi kepala menteri kerajaan agar pesan mereka tersampaikan tanpa salah paham.
Valmira memahami dengan jelas maksud dari keputusan itu. satu sisi mereka tidak tega membiarkan para penyihir merasakan ketakutan di bumi Azerbaza. Namun di sisi lain mereka juga tidak tau apa penyihir pendatang memiliki niat buruk atau tidak.
" kau yakin, ini artinya mereka bisa menerima penyihir pendatang ?" tanya Valmira memastikan.
" iya yang mulia, kami mulai sekarang akan mempersiapkan semua kebutuhan yang di perlukan untuk menyambut serta mengatur para penyihir itu. Sayangnya hal ini perlu pertimbangan dari yang mulia apa saja yang harus di persiapan. Dari semua orang tidak ada yang pernah meninggal kerajaan selain anda" jelas kepala menteri.
" itu bukan hal yang sulit, aku akan kembali terlebih dahulu kalau begitu. Kalian jangan khawatir, semua nya akan baik- baik saja" ucap Valmira dengan perasaan lega. bahkan wanita itu terus menerus tersenyum saking bahagia nya. Akhirnya kabar baik ini bisa dia beritakan ke semua penyihir yang sudah menunggu lama di Garamantian.
" baiklah yang mulia, kami akan menunggu kepulangan anda" saut Derya dengan raut wajah tak sabar.
" iya, aku akan menjelaskan semua situasi nya pada semua penyihir yang ingin pergi ke sana. Akan kau pastikan jika mereka harus mematuhi semua persyaratan yang sudah kalian berikan"
__ADS_1
" terimakasih yang Mulia"
komunikasi itu selesai, dengan Valmira yang sangat puas. memang menteri nya termasuk bijak dalam mengambil keputusan. Dia tidak akan mengecewakan para rakyatnya yang sudah bekerja keras demi kerajaan.