
Perang berlangsung dengan sangat menyeramkan. Namun di tengah-tengah peperangan hal yang lebih menyeramkan mulai terjadi, dan itu melanda pasukan Prysona yang sudah beberapa orang terlihat tumbang.
" ada apa dengan mereka?" ucap kelompok penyihir yang memantau medan. Mereka melihat gelagat keanehan pada pasukan lawan. Pasukan Prysona seperti kepanasan dan seakan kerasukan sesuatu.
" ini, mungkin ini adalah pengaruh sihir hitam itu" tebak yang lainnya.
" kau benar, kita harus segera bertindak!"
Para kelompok penyihir beberapa mulai turun ke medan perang. Pasukan kerajaan Garamantian menarik diri sementara. Mereka akan memberikan kesempatan agar penyihir bisa memberikan serangan tanpa melukai pasukan Garamantian.
" kita berpencar" mereka langsung membentuk formasi sesuai dengan rencana sebelumnya.
crash
serangan langsung di lancarkan oleh para penyihir. beberapa prajurit yang terkena serangan terlihat terjatuh. Tapi tidak berlangsung lama, meski tubuh mereka terluka tapi rasa sakit sudah hilang dari indra mereka.
Seakan menjadi mayat hidup, para prajurit itu langsung membalas serangan menggunakan senjatanya.
" mereka tidak mudah tumbang, kita harus memikirkan sebuah formasi yang cocok"
penyihir Garamantian mulai sedikit panik, peperangan kali ini jelas bukan peperangan yang berani dan penuh integritas. Tapi peperangan yang curang dan licik. Siapapun membuat dirinya menjadi sangat hina dengan menyertakan sihir hitam dalam pasukan.
" segera beritahu yang lain"
Mereka langsung berpencar untuk menyusun rencana selanjutnya.
" situasinya semakin rumit, para prajurit itu tidak akan mati sampai mereka benar-benar kehabisan darah. Sakit di tubuh mereka tidak dirasakan" jelas penyihir pada pos perbatasan.
" kita harus membuat serangan ledakan dalam wilayah yang luas"
" itu saran yang bagus, tapi ini akan melukai pasukan Garamantian"
" suruh mereka mempertahankan perbatasan saja"
" baik"
penyihir dan pasukan kerajaan saling bekerja sama. Mereka menyusun ledakan dari sihir, sedangkan pasukan tetap berjaga di perbatasan.
" bagaimana?" tanya Gyan pada Raja Prysona. Mereka berada di atas pasukan yang berperang.
__ADS_1
" kau bisa melihatnya sendiri bukan, jika bukan Shana, ulah siapa lagi? putrimu telah bersekongkol dengan Douglas sejak awal" lanjut Gyan membuat musuhnya terdiam terpaku menatap para pasukannya yang seperti mayat hidup. Tubuhnya penuh darah dan sayatan tapi mereka tidak tumbang. bahkan ada yang tangan atau kaki nya patah dan mereka tetap saja terus memberikan serangan.
" putrimu telah memanterai pasukannya sendiri" Gyan terus mencerca agar lelaki ini bisa membuka matanya. Putri yang terlihat polos itu sudah tercemari oleh iblis.
Lelaki itu memandang kesana kemari. memastikan ucapan yang dia dengar adalah kenyataanya.
Disisi lain para penyihir yang turun di area langsung merasa lega tak kala melihat Raja Gyan berada di sana.
" itu Raja Gyan, " mereka langsung tersenyum senang.
" kita tidak perlu bersusah payah" lanjut yang lainnya.
Gyan membuat Raja Prysona turun ke tengah pertarungan. Dia akan menyelesaikan masalah sihir hitam ini. Gyan mengumpulkan energinya, dia akan memusnahkan semua prajurit yang terkena sihir hitam.
" tidak, tidak mungkin Shana melakukan hal ini" ucap Raja Prysona terus menerus, kenyataan ini benar-benar menampar kepercayaannya. Selama ini dia telah di bohongi terus-terusan oleh putrinya.
" ayah..." lirih Shana yang melihat di cermin perak. Dia tidak tau alasan kenapa ayahnya terlihat linglung sambil menatap prajuritnya.
" ayahmu pasti kaget melihat prajurit nya terkena mantraku" ucap Douglas yang entah bagaimana sudah berdiri di belakang Shana.
" kenapa ayah tidak seperti yang lain?" bukannya takut atau khawatir, justru pertanyaan konyol ini yang malah keluar dari mulut putri kerajaan. Berharap ayahnya bisa dia gunakan untuk membunuh pasukan Garamantian karena memiliki kemampuan sihir, tapi pupus setelah tau ayahnya tidak bisa dia pengaruhi.
" tunggu, disana ada Gyan. lelaki itu pasti akan menghancurkan sihirku" ucap Shana menatap Gyan dengan tatapan tak suka.
" biar aku yang tangani" ucap Douglas dengan yakin.
Lelaki itu merapalkan mantra yang lebih kejam lagi, para pasukan itu menjadi semakin liar dan haus darah. Mereka tidak lagi menyerang untuk membunuh, tapi menyerang untuk memakan pasukan Garamantian. Dan dengan gigitan itu membuat pasukan Garamantian ikut masuk dalam pengaruh sihir hitam.
" pertunjukan ini akan semakin menyenangkan" lirih Shana yang berdiri di belakang Douglas.
Fokus Gyan menjadi sedikit pecah, dia tidak mungkin tega mengorbankan pasukannya.
craasshh
sebuah formasi sihir pengikat mulai terlihat. hanya yang terpengaruh saja yang terkurung dalam formasi itu.
" selamatkan diri kalian" suara Gyan terdengar sangat nyaring, pasukan Garamantian yang belum terinfeksi langsung berlari menyingkir dari medan.
" kita harus membantu yang mulia" ucap Aden kepada para kelompok penyihir.
__ADS_1
" baik"
semua mengirimkan energi sihir pada formasi itu, para pasukan yang terpengaruh sihir hitam langsung terkumpul di dalam lingkaran tidak bisa menginfeksi lainnya. Gyan dan para penyihir melakukan itu sampai beberapa lama.
" yang mulia apa yang harus kita lakukan selanjutnya? mereka tidak mungkin berada dalam lingkaran ini terus menerus" tanya Aden pada Raja Gyan.
" aku tidak bisa membunuh mereka, disana masih ada pasukan Garamantian" lirih Gyan dilema.
" tapi yang mulia. Kekuatan kita semakin menipis" Aden dan para penyihir mulai kehilangan energi.
Di sebrang sana Douglas juga mulai berkeringat tak kuat, dia tidak bisa melawan ataupun menghancurkan lingkaran Formas yang Gyan buat.
" biar kami saja yang melakukannya yang mulia" ucap ketua penyihir, mereka mengirimkan kembali energi sihir untuk menetralisir sihir hitam yang ada di tubuh pasukan.
" berani sekali!" desis Douglas, kekuatannya tidak sanggup bertahan lebih lama.
" aku akan membantu" Shana mengirimkan energi pada Douglas. sihir hitam terus mengalir tanpa henti.
wusshh
pasukan yang berada di lingkaran berusaha bergerak keluar.
" kita tidak bisa, kekuatan kita terbatas" lirih salah satu penyihir yang sudah tidak kuat lagi.
Gyan berfikir kembali, dia harus mengambil keputusan yang paling bijak. Mengorbankan sedikit pasukannya agar menolong yang lain.
crussshhh
lelaki itu menambah energinya, perlahan aura gelap mulai menghilang, beberapa pasukan terlihat tumbang, mereka bisa merasakan sakit kembali dan tentu saja nyawa mereka sangat sulit tertolong. luka yang dialami sangat berat.
" aakkk" teriak pasukan yang mulai ternetralisir.
" uhuk uhuk" Shana dan Douglas langsung muntah darah. energinya sudah tak bisa di gunakan untuk mengirim sihir hitam lagi. mereka sudah kalah.
" mereka mulai sadar" ucap Aden. melihat para pasukan tidak lagi menjadi liar. Tapi sesaat setelahnya semua yang terkurung dalam lingkaran langsung tumbang menjadi tumpukan mayat.
Gyan, Aden dan para penyihir menghentikan Formasi tersebut. mereka melihat tumpukan mayat itu dengan tatapan sendu. hampir saja bencana besar akan melanda kerajaan Garamantian. Sedangkan raja Prysona yang masih berada di tengah - tengah medan terlihat sudah tidak sadarkan diri.
" yang mulia, bukankah itu..." tanya Aden
__ADS_1
" kembalikan dia ke Prysona, ada yang harus dia lakukan disana" potong Gyan, dan Aden langsung mengangguk.