
" berita apa? wanita itu merencanakan sesuatu lagi?" tanya Gyan acuh tak acuh, karena sebenarnya dia juga tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan wanita itu selain membuat celaka selirnya.
" bukan.. ini mengenai selir Alora" cicit Aden dengan menunduk dalam. lelaki itu tidak memiliki nyali untuk meneruskan laporannya.
Sedangkan Gyan mengerutkan keningnya, ada kejadian apa yang membuat mata-mata Shana melaporkan kabar Alora.
" kenapa dengan Alora?" tanya Gyan cepat.
" itu.. selir.. itu, beberapa hari.. yang "
" katakan dengan cepat!" sentak Gyan
" selir kabur" jawab Aden dengan penuh ketakutan. Lelaki itu bahkan menutup matanya rapat dan menunduk dalam.
" bagaimana bisa!? hah?" Gyan langsung saja marah bercampur kaget. Untung saja situasi istana sedang sepi, jika ada tamu undangan yang mendengar pasti akan menjadi pusat perhatian.
" sa..ya juga tidak tau, mereka baru saja melaporkan nya" balas Aden penuh harap cemas. Bagaimana jika Rajanya semakin marah mendengar laporannya.
__ADS_1
" kenapa tidak mengatakannya dari awal?! sekarang dimana mereka?" Gyan mulai mengatur emosinya, dia juga tidak bisa menyalahkan Aden, lelaki itu memang sibuk bersamanya dalam pertemuan.
" mereka mengatakan jika akan kembali ke padang kurma di sebelah Selatan untuk mencari Selir"
wush,
tanpa berlama-lama Gyan segera menghilang dan pergi ke tempat yang di maksud.
" hah" Aden langsung bernafas lega, sang raja melepaskannya.
" biar mereka yang harus menanggung Kesalahannya" ucap Aden kemudian dengan wajah puas. Para mata-mata itu memang seharusnya yang menerima amukan Gyan. Mereka salah jika berfikir Raja tidak akan melakukan apapun pada mereka. Salah sendiri, bukannya mencegah Selir Alora kabur, malah membiarkannya begitu saja dan berakhir wanita itu menghilang kemarin malam. Mereka berfikir jika wanita itu tidaklah penting bagi sang Raja, karena hanya selir. Nyatanya ini adalah kesalahan besar mereka.
wush,
" yang mulia" ucap salah seorang mata-mata yang mengetahui kehadiran sang Raja.
" beritahu aku bagaimana perkembangannya?!" ucap Gyan tanpa bertele-tele.
__ADS_1
" selir Alora menghilang, setelah kami berhasil menyingkirkan para bandit gurun" jawab pemimpin kelompok yang langsung berbaris di depan Gyan. Dia juga melaporkan bagaimana mereka mengintai dan mengikuti kedua wanita yang kabur itu, tanpa berfikir jika itu merupakan sebuah kesalahan.
" kalian tidak becus! kenapa tidak menghalanginya sejak awal?!" Gyan langsung naik pitam, dia bisa menangkap pemikiran mereka jika kelompok ini sengaja membiarkan Alora keluar dari kerajaan.
" ampun yang mulia, kami melakukan kesalahan" semua anggota langsung bersimpuh, mereka dengan mata melotot ketakutan baru menyadari kekeliruan tindakan mereka.
" segera cari petunjuk apapun, jika tidak bisa kepala kalian yang akan menjadi gantinya" desis Gyan sambil mengeluarkan aura mencekam. angin mendadak bertiup kencang di sekitar mereka. Membuat bulu kudu mereka berdiri ketakutan.
" ba.. baik yang mulia" ucap Mereka terbatas-bata. Tidak pernah sekalipun Raja semarah ini, bahkan saat mereka gagal dalam misi, Raja hanya marah sesaat tanpa memberikan hukuman ataupun ancaman. Sedangkan ini, jauh berbeda. Raja sangat marah dan tidak terima dengan kinerja mereka. Semua anggota langsung menyebar dan melakukan perintah Gyan dengan sangat berhati-hati.
Berbeda hal nya di kerajaan, Aden yang sudah meminta Ratu Shana untuk menyambut tamu kini berdiri dengan tidak fokus. Shana dengan wajah sumringah menyalami dan memperkenalkan diri kepada tamu undangan. Dia merasa jika Gyan sudah membuka hati padanya, buktinya dengan membuat perayaan kecil untuk nya. sayangnya dia tidak tau kebenaran dibalik acara ini.
" dimana Rajamu?" tanya Kangta yang sedari tadi mencari Gyan.
" emm itu Raja sedang pergi" jawab Aden, dia berniat berbohong, tapi karena di depannya adalah Kangta, Aden akhirnya sedikit jujur.
" pergi saat pestanya dimulai? apa yang terjadi?" tanya Kangta yang pasti mudah menilai suasana.
__ADS_1
" ini masalah istana, saya khawatir jika mengatakannya bisa menerima Hukuman, maafkan saya" jawab Aden sopan. Dia cukup mengerti jika ini adalah masalah internal.
" begitu? sayang sekali" jawab Kangta tak ingin memaksa. Lelaki itu langsung pergi berlalu meninggalkan Aden.