
Tidak jauh beda dengan kekejaman ayahnya, putri Shana juga sedang melakukan hal tidak manusiawi lainnya. Setelah keputusannya yang akan mengirim sihir kutukan pada Gyan, Shana kembali meminta agar dirinya bisa semakin kuat menguasai sihir hitam. Dengan begitu dia akan menguasai seluruh Azerbaza ini. termasuk Garamantian.
" putri, saya sudah katakan. Saya berani menyanggupi apapun yang putri inginkan. Hanya saja selama ini bayaran saya belum bisa putri berikan" ucap Douglas. Saat ini mereka berada di ruangan khusus pemujaan dan ritual terlarang. Kondisi kerajaan yang sepi membuat Shana dengan berani melakukan hal dengan sesuka hati.
" apa jaminannya bahwa kau tidak akan ingkar janji?" tanya Shana, dia tidak mau di rugikan. Darah keperawanannya tidak bisa dengan mudah dia berikan. Apalagi pada lelaki hina ini.
" putri tenang saja, saya tidak akan mengecewakan anda. Baiklah sebagai bukti awal, saya bisa membuat kemampuan sihir hitam anda mengalami pertumbuhan pesat dalam satu hari saja, bagaimana?" ucap Douglas penuh rayu. Shana diam memikirkan, ini bukan sesuatu yang merugikan juga. Jika Douglas bisa menepati ucapannya tentu pihaknya yang diuntungkan.
" baiklah, jika kau berhasil aku akan memberikan darah perawan ku" saut Shana yakin.
" hahaha, tenang saja. " begitupun dengan Douglas, dia sangat puas dengan kesepakatan ini.
Besok harinya, setelah Douglas mengumpulkan beberapa wanita perawan serta satu hewan buas, dia segera memulai ritualnya. Disana sudah ada beberapa lilin yang memadati ruangan. Shana duduk di area khusus dengan semua persembahan siap ada belakangnya.
" apakah putri sudah siap?" tanya Douglas dengan irama lembut.
" mulailah" ucap Shana acuh.
__ADS_1
Douglas mengambil sebuah bilah kecil, dengan wajah penuh senyum berjalan mendekati para wanita yang ketakutan. Mulut mereka tersumpal kain dan tangannya terikat di belakangan.
" ssttt jangan takut, ini tidak akan lama" ucap Douglas yang malah membuat mereka ketakutan. Lelaki itu mengambil satu wanita untuk berdiri membelakangi yang lain. Mendekatkannya pada cawan kristal besar yang berada di depan para persembahan.
" tutup matamu cantik " bisik Douglas. lalu
jleb
satu tusukan dalam mengenai jantung wanita itu. Dengan mata melotot wanita itu merasakan rasa sakit yang tak terkira.
Douglas dengan keras membuat tubuh wanita itu membungkuk sehingga darah jantungnya menetes tepat di atas cawan tersebut. warna merah pekat segera mengotori dan memenuhi cawan tersebut. Setelah cukup Douglas langsung mendorong wanita itu menjauh dan terjatuh di depan lainnya.
" giliran kalian" ucap Douglas sambil membawa bilah yang sudah berlumuran darah sebelumnya di depan mulutnya. Lalu setelahnya dia menjilati darah yang tersisa sampai bersih.
" darah kalian manis sekali" lanjutnya tanpa merasa bersalah.
Lelaki itu kembali mendekati salah satu wanita, menyeretnya dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Douglas benar-benar tidak kesusahan sama sekali, meski para persembahan itu terus meronta, lelaki itu dengan keras membuat mereka tak berdaya hingga darah jantungnya bisa di keluarkan.
__ADS_1
Kini cawan itu sudah hampir penuh dengan darah jantung perawan, tinggal satu lagi. Darah hewan paling liar dan beracun, ular hitam.
Setelah menambahkan jenis darah itu, lelaki itu segera memulai ritual nya. Shana sudah menunggu, dia ingin segera memiliki kekuatan maha dasyat yang bisa menaklukkan dunia Azerbaza ini.
Douglas berkonsentrasi mengucapkan mantra khusus di atas cawan tersebut. sampai tiba-tiba cawan itu mendidih dan mengeluarkan asap. Kini waktunya Douglas memasukan benda-benda sihir ke dalamnya, dan dengan cepat benda-benda itu melebur tak bersisa. Setelah beberapa lama, Douglas membawa cawan itu mendekat ke Shana.
" minumlah 3 teguk " perintah Douglas. Tanpa keraguan wanita itu mengambil cawan tersebut dan melaksanakan perintah Douglas.
" sudah" sambil memberikan cawan yang masih tersisa banyak darah.
Douglas mengambilnya dan kembali merapalkan mantra. cawan itu di angkatnya tinggi dan di tuang diatas tubuh Shana. Dia memandikan Shana menggunakan darah itu.
Shana bisa merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya. Dia tersenyum puas, bahkan menggosokkan darah itu ke sekujur tubuhnya. semakin banyak terkena darah, semakin banyak energi yang dia rasakan. Douglas tidak berbohong, energi sihir hitamnya terasa meningkat, tubuhnya bisa meresponnya.
" selesai putri. anda sekarang adalah penyihir hitam paling tinggi di Prysona" jelas Douglas membuat Shana kegirangan.
" baguss, setelah ini tunggu pembayaran dariku. hahahaha" Shana sudah tidak lagi merasakan jijik pada perjanjiannya dengan Douglas. Apapun akan dia lakukan asal membuat semua keinginannya terpenuhi.
__ADS_1
" saya sangat menantikan hati itu" lirih Douglas penuh