
Falla makan dengan masih terngiang-ngiang ucapan Emrick tadi. Ini pertama kalinya lelaki itu terbuka dengan perasaannya. apa rencana lelaki itu sebenarnya, Falla merasa aneh dengan perubahan sikap Emrick padanya. Dulu lelaki bersikap sopan tidak banyak menuntut, cenderung hanya akan mengatakan sesuatu yang saja. Namun semakin lama, agaknya ada yang berubah.
" Nyonya, ... jangan makan sambil melamun. nanti anda tersedak"
" emm apa kau lihat bagaimana sikap Adipati tadi?" tanya Falla memastikan.
" sudah saya katakan jika yang mulia itu kesal karena anda pergi"
" bukankah ini pertama kalinya Adipati marah padaku? "
" emm jika di ingat-ingat memang benar nyonya"
" kenapa juga harus marah, biasanya Adipati sedikit acuh. Bahkan apa kau dengar saat Adipati mengatakan khawatir dengan ku? itu sangat menggelikan sekali"
" apa mungkin yang mulia mulai menyukai anda. jadi sekarang lebih perhatian dengan nyonya"
" apa mungkin? tapi kenapa dia pergi mengunjungi gadis kuil itu?"
" nyonya dari mana tau cerita itu? "
pelayan itu terkejut, dia merasa tidak pernah bercerita mengenai hal ini pada Nyonya.
" selir Thalasa yang menceritakan hal ini. apa jangan-jangan Adipati bukanlah lelaki setia, dia sangat jahat jika begitu"
" nyonya jangan menilai sembarangan, cerita yang mulia dengan gadis kuil itu sudah lama berlalu. mungkin saja saat ini yang mulia sedang melakukan kunjungan biasa saja"
" tidak mungkin, dia mengajakku ke Butin hanya untuk meminta izin dariku.. ahh Sekarang aku tau kenapa Adipati begitu perhatian. Dia ingin menebus kesalahan karena sudah mengunjungi wanita lain"
" nyonya jangan berpikir buruk begitu, yang mulia tidak mungkin melakukan hal itu"
" kau yakin sekali"
" tentu saja, yang mulia adalah lelaki yang baik"
" mungkin karena kau pelayannya jadi menilai Adipati seperti itu"
" tidak nyonya, yang mulia memang lelaki yang baik"
Falla tidak menyahut lagi, dia masih belum bisa mempercayai penilaian pelayannya. Wanita itu meneruskan aktifitas makannya. Dia harus berdiskusi dengan Emrick mengenai Greojen setelah ini.
Beberapa saat setelahnya, Falla pergi ke ruangan Emrick setelah selesai makan siang, tanpa di temani oleh pelayan karena perbincangan sebelumnya. wanita itu melihat jika ruangan Adipati, tapi kosong tak ada orang. Membuat Falla berkeliling untuk mencari keberadaan Emrick. Falla berjalan melalui lorong-lorong yang berhubungan dengan ruangan Emrick. Sampai akhirnya dia mendengar sayup-sayup suara yang berada di balkon lorong.
" bukankah yang mulia tidak menyukai putri Farfalla dulu, kenapa mau menikah dengannya?" namanya di sebut dengan jelas. Falla mendekati sumber suara dengan langkah pelan. aapa yang mereka bicarakan mengenai dirinya.
" sejak mendengarnya berteriak meminta tolong dan menyebutkan identitas nya, aku sudah merasa jika dia memang benar putri Farfalla adik dari raja Gyan Garamantian. Aku ada Raja Gyan pernah bertemu sekali. Saat itu Raja menyelamatkan ku dan beberapa rekan lainnya. aku sangat berterimakasih akan hutang budi ini. Jadi membawa Falla untuk di obati di kediaman"
" apa saat itu yang mulia tertarik dengan putri?"
" tidak sama sekali, aku hanya kasihan dan mengingat jasa kakaknya" jawaban itu begitu.jelas Falla dengar. Sangat menusuk hatinya. Dia tidak mengira Emrick akan mengatakan kalimat itu dengan jelas.
__ADS_1
" lalu menikahinya?"
" Raja Gyan mengatakan jika Falla ingin menikah denganku. jika aku menikahinya maka hutang budi ku akan bisa terbayar. Saat itu aku hanya berfikiran pendek dan langsung menyetujui hal ini" Falla sudah berurai air mata mendengar hal menyakitkan ini. Dia tidak sanggup, wanita itu membalikkan badan dan pergi dari sana. hatinya sangat hancur, tidak di sangka lelaki yang dia kira mulai perhatian padanya ternyata hanya menganggapnya sebagai pelunas hutang budi. Falla tidak bisa memikirkan apapun selain rasa kecewa dan benci pada Emrick.
" nyonya, sudah selesai dengan yang mulia?" tanya pelayan yang berada di depan kamar.
" mendadak aku pusing jadi kembali ke kamar, mungkin karena perjalanan jauh, oh ya jangan ada yang menganggu aku akan tidur sebentar" ucap Falla berusaha membuat suaranya senormal mungkin.
" baik Nyonya" jawab pelayan itu tanpa curiga sedikit pun.
Falla langsung masuk ke ruang tidur dan mengunci kamarnya. Dia lelah batin, belum cukup dengan skandal Emrick dengan gadis kuil kini Falla mendapatkan fakta lain lagi. Dan ini jauh sangat menyakitkan hatinya.
Falla berbaring dengan air mata mengalir membasahi sebagain bantal. Wanita itu merasa marah dan kecewa. kenapa dia begitu lemah dan polos. seharusnya dia harus bisa mengambil sikap dan tidak langsung jatuh hati terhadap kebaikan seseorang. Kini semuanya sudah terlambat, dia dan Emrick tidak mungkin berpisah Apalagi dengan berpindah nya warga Garamantian ke wilayah Uthaman. Falla harus menguatkan hati, mulai sekarang dia tidak akan banyak bermimpi dan berharap pada Emrick. Lelaki itu harus segera dia lupakan dari dalam hati dan pikirannya.
Tak terasa wanita itu tertidur sampai mendekati malam. sehabis puas menangis mata wanita itu mengantuk, di tambah dengan tubuhnya yang selesai perjalanan jauh. Jadi membuatnya begitu nyenyak tidur.
tok tok tok.suara pintu.
" nyonya.." pelayannya mungkin cemas karena dia tidak bangun- bangun. Falla malas sekali bertemu dengan Siapapun. Tapi tidak mungkin dia mengurung diri di kamar seharian. akan banyak pertanyaan yang akan dia terima nanti.
" iya.."
" astaga nyonya.. apa yang terjadi? apa anda sakit? atau terjadi sesuatu? "tanya pelayannya yang memang sangat cemas.
" tidak ada apa-apa. Aku hanya kelelahan dan tidur terlalu nyenyak" jawab Falla biasa.
" siap kan saja air mandi ku. Aku ingin mandi air hangat" potong Falla agar pelayannya berhenti bertanya mengenai dirinya.
Falla seperti berubah sikap. wanita itu sudah bertekad akan menjadi Falla yang lebih dewasa. Dia tidak akan lagi menggunakan perasaannya yang selama ini membuatnya tertipu. Falla harus menjadi wanita mandiri sehingga tidak bisa di permainkan oleh lelaki lagi.
" nyonya sudah siap"
Falla langsung masuk dan merendam tubuhnya, dia menutup matanya dan ingatan perkataan Emrick masih terngiang jelas di kepalanya.
Bedanya kali ini air matanya tidak keluar, sudah cukup dia mengeluarkan air mata demi lelaki yang tidak memiliki perasaan itu.
Baru juga Falla selesai berdandan, pelayan memberitahukan jika Emrick datang ingin bertemu.
" nyonya, yang mulia sudah menunggu di ruang depan"
" iya suruh dia menunggu" jawab Falla datar.
" baik Nyonya" pelayan itu juga mulai heran dengan perubahan sikap Falla. Biasanya nyonya nya ini begitu ramah, tapi kali ini wajahnya datar bahkan nada suaranya juga berubah lebih lugas.
" Adipati" sanjung Falla saat menemui Emrick.
" aku menunggu mu sejak siang, ku dengar kau sakit?"
" kepala saya tiba-tiba pusing jadi saya memilih untuk tidur sejenak. Tak di sangka malam baru bangun. Maafkan saya" Falla benar-benar menjadi Falla yang baru. Wanita ini tidak banyak ekspresi seperti sebelumnya.
__ADS_1
" tak apa. Lalu apa sekarang masih pusing?"
" sudah tidak lagi Adipati"
" baiklah kalau begitu, kita bahas masalah Greojen sekarang saja"
" iya. kemarin pemberangkatan pertama sudah sampai di sana. Kakak juga sudah menunjuk seseorang untuk mengatur serta menjadi pemimpin mereka. Dia ingin segera menjalin hubungan dengan pemerintah agar warga Garamantian lebih mudah berhubungan dengan wilayah lain dan menerima bantuan"
" aku akan segera mengusahakan agar pemimpin wilayah lain bisa saling membantu"
" lalu untuk lokasi penyimpanan bahan makanan dari Garamantian, perlu di beritahu lokasinya. aku sendiri yang akan mengatur semua itu"
" lokasinya sudah siap. Tapi untuk pengaturan sebaiknya jangan kamu"
" tidak masalah, jika Adipati yang mengurusnya, malah akan sangat mencurigakan. lagipula wilayah itu sudah atas namaku dan aku memiliki alasan kuat untuk berhubungan dengan warga Garamantian" jelas Falla masuk akal. Tak ada yang curiga jika istrinya sering berkunjung ke lokasi warga Garamantian.
" baiklah, tapi jika kamu memerlukan bantuan segera hubungi aku. Aku tidak ingin kamu kelelahan karena mengurusi hal ini"
" Adipati tenang saja" jawab Falla bijak.
" jika tidak ada yang di diskusikan lagi, saya akan langsung beristirahat" lanjut Falla tak ingin berlama-lama.
" ah ya.. kau masih butuh banyak istirahat" Emrick merasa kasihan dan tidak enak hati. akhirnya pergi agar kondisi istri nya bugar kembali.
Hari berganti, Pagi ini Falla pergi ke wilayah Greojen lagi. Dia sudah meminta izin pada Emrick, jika dia akan mulai mengurusi keperluan di Greojen.
" putri, anda datang lagi?" tanya Kantata melihat Falla sudah berada di wilayah Greojen saat hari masih pagi.
" aku akan mulai mengurus semua administrasi, bagaimanapun wilayah ini memang atas namaku"
" putri benar, memang banyak sekali urusan administrasi yang harus di kerjakan"
" baiklah mari kita selesaikan"
keduanya mengurus berbagai macam keperluan dengan sangat serius. Sedangkan para warga mulai membangun pemukiman mereka sendiri.
hingga tak terasa waktu sudah sangat larut, baik Falla dan Emrick tidak mengetahuinya.
" ini hampir tengah malam putri, akan sangat bahaya jika anda kembali. Apalagi anda tidak menggunakan kereta kemari"
" aku berfikiran begitu, tapi bagaimana jika Adipati mencari ku, ?"
" apa perlu kami mengirimkan surat untuk menjelaskan keadaan di sini?"
" tidak perlu, aku akan menginap saja. Lagipula aku sudah mengatakan hal ini sebelumnya pada Adipati"
" baiklah, kami akan menyiapkan kamar untuk putri"
" tidak perlu, kamar sebelumnya saja sudah cukup"
__ADS_1
" baik putri"