
Raja Gyan bangun sedikit kesiangan, beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dengan tenang. Tapi setelah mendengar dan menyaksikan langsung jika kesepakatannya dengan pemimpin Rogue berjalan dengan lancar, beban di pundaknya sedikit berkurang. Hatinya sedikit tenang.
tok tok tok
" kak.." suara Falla terdengar dari luar.
Gyan bangkit dan membuka pintu.
" Falla kira kakak kenapa-kenapa. tumben sekali bangun siang ..." Falla masuk bersama dengan pelayan yang membawa sarapan.
" kurasa aku betah tinggal di sini" celetuk Gyan asal.
" benar? kakak tidak menyusul Ratu?"
" tentu saja menyusul, bagaimana hidup ku tanpa mereka"
" kakak bisa saja, ini sarapan dulu. kakak berencana pulang kapan?"
" hari ini, paling tidak nanti sore atau malam"
" cepat sekali"
" iya, tamu pembasmi penyihir sedang mengacau di kerajaan. jadi harus di perhatikan betul-betul"
" apa mereka menimbulkan banyak masalah?"
" ya begitulah, sebagian dari mereka sulit sekali mengikuti peraturan. Aku harus turun tangan untuk memberi mereka pelajaran"
" baguslah jika kakak memberikan pelajaran. jangan sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan"
" kau tenang saja serahkan pada ku" ucap Gyan. Falla hanya menemani kakak nya sarapan sebentar saja, karena Emrick memanggilnya.
" dia pasti cemburu kau lebih ingin menemani ku" ucap Gyan menggoda adiknya.
" tidak, Adipati pasti sedang ingin mendiskusikan hal penting dengan Falla" balas Falla malu. Wanita itu lalu pergi bersama dengan pelayan kediaman.
tap tap tap
suara langkah mendekat di kamar Emrick.
" Adipati ada apa?" tanya Falla dengan nada penasaran.
" em tidak ada, hanya ingin mengajakmu melihat Butin" aneh sekali batin Falla. mungkin Emrick sedang mencari muka di depan kaka. Pikir Falla.
" baiklah "
Mereka berdua berjalan menuju tempat Butin di rawat. lokasinya melewati taman samping letaknya memang sedikit di belakang, kandang utamanya masih dalam proses pembangunan.
" beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan pengawal Adipati. Kondisinya penuh luka, memangnya apa yang Adipati suruh?"
Emrick diam sejenak, dia seakan tidak mau menjawab pertanyaan Falla.
Dan benar saja, bahkan mereka sudah sampai di depan kandang Butin, Emrick masih belum menjawab pertanyaan Falla.
" dia semakin gendut saja" ucap Emrick malah mengalihkan topik. Falla tak mau memperpanjang, Mungkin Emrick tidak mendengar pertanyaan darinya.
" iya, makanan di sini enak-enak. bukan begitu Butin?" binatang itu mendekati Falla dan menyentuhkan kepalannya pada tangan Falla. manja sekali.
" dia sangat menyayangimu" ucap Emrick ikut mengelus kepala Butin.
mereka terlihat senang sekali, berdua sangat serasi. sampai perkataan Emrick selanjutnya langsung merusak momen bahagia itu.
" lusa aku akan pergi ke kuil beberapa hari. aku serahkan kediaman padamu, jika ada masalah serius kau tinggal berdiskusi dengan kepala pelayan. Dia akan banyak membantu"
" iya, akan aku ingat" jawab Falla lemah. Suaminya pasti pergi untuk bertemu dengan cintanya. Ternyata posisi wanita itu sangat sulit tergantikan. Hati Falla tercubit mendengar hal ini. Di dalam hati Emrick pasti tidak ada dirinya, Falla harus sadar diri mulai sekarang.
" baiklah ayo kita kembali"
Emrick mengajaknya kemari hanya untuk meminta izin menemui kekasihnya. Falla sudah salah sangka dengan perlakuan Emrick padanya.
" mari"
Falla sampai di kamar dengan wajah sendu, wanita itu duduk di pinggir ranjang sambil menatap ke jendela. Apa dia bisa membuat Emrick melupakan kekasihnya itu. sepertinya sangat mustahil.
Kondisi rumah tangganya ternyata serapuh itu. Falla harus melupakan mimpinya untuk membuat Emrick menyukai nya. Semuanya itu hanya membuang waktu saja.
" Nyonya, di luar ada Raja Garamantian yang menunggu anda" ucap pelayannya menyadarkan Falla. Wanita itu ternyata terdiam cukup lama. Bahkan tidak sadar jika waktu sudah mendekati malam.
" ah ya.." Falla beranjak dan menuju ke depan.
__ADS_1
" Falla, aku akan kembali ke Garamantian"
" mari kak aku antar sampai di depan"
Kakak beradik itu berjalan sampai depan pintu gerbang kediaman. Di sana sudah ada kereta.serta menteri yang sudah menunggu Gyan.
" kakak hati-hati di jalan" Gyan memgangguk.
" Raja, saya akan mengurus semuanya secepat mungkin" saut Emrick.
" bagus, kemungkinan orang ku akan segera sampai di sini. Dia yang bertanggung jawab atas penduduk Garamantian yang pindah"
" iya Raja, saya akan menyambut dan membantunya dengan baik"
" yasudah aku pergi"
Falla dan Emrick mengangguk menatap kepergian Gyan sampai mereka itu menghilang di ujung jalan.
Falla tak banyak bicara, wanita itu masuk terlebih dahulu meninggalkan sang suami. Emrick menatap datar, tumben sekali istri penurut nya tidak berpamitan.
......................................
langit malam langsung menyambut kedatangan Gyan di istana miliknya. Setelah menyelesaikan satu hal dia akan mengurus hal yang lainnya. Baru saja melangkah, Gyan bisa merasakan ada orang asing bersembunyi di dalam istananya. Lelaki itu menyeringai pelan. Tidak ada yang berani melakukan hal sepicik ini jika bukan orang luar.
Gyan berpura-pura tidak mengetahui, dia berjalan menuju ruang kerjanya. Seseorang itu tidak bergerak dan berusaha untuk keluar. Gyan semakin senang, dia tidak perlu berlama-lama.
" keluarlah..." ucap Gyan membuat penyelinap itu terkejut dan melebarkan matanya.
" aku sudah tau kau ada di sana" pancing Gyan.
" baiklah tidak perlu di tutupi lagi," seseorang itu keluar dari balik lemari buku.
" tak ku sangka kau memiliki cukup nyali untuk melakukan hal ini. apa tidur di tahanan tidak membuatmu jera?" tanya Gyan berbalik badan. Ternyata yang masuk ke ruangannya adalah tikus kecil yang dulu masuk dalam perangkapnya.
" aku sudah curiga, pasti kau memiliki hubungan erat dengan penyihir.." lelaki itu sudah tidak menggunakan etika lagi berbicara dengan Gyan. Merasa jika dirinya sudah melakukan hal yang benar.
" lalu apa yang kau temukan?"
" kau sudah menipu kami. Kau sendiri adalah seorang penyihir. Aku dengan jelas bisa melihat jika kau tiba-tiba muncul di tengah ruangan ini"
" hahahahah kalau kau sudah mengetahui memangnya apa yang bisa kau lakukan, haah? " tantang Gyan. Bocah ingusan ini masih berfikir mampu.mengancam nya.
" hahahah kau terlambat, semua juga sudah mengetahui nya. kalian saja yang bodoh. Bagaimana bisa tidak mengetahui hal ini terlebih dahulu"
" kau akan tamat, setelah Semua orang mengetahuinya, akan aku pastikan kau akan menerima hukuman"
" coba saja..."
Gyan tidak takut sama sekali. Lelaki itu begitu tenang dengan gertakan lelaki ini.
" baiklah" lelaki itu langsung pergi dari Istana Raja. Dan dengan tergesa mencari keberadaan kelompoknya.
" ketua.." panggil lelaki itu yang langsung masuk ke basecamp mereka.
" ketua aku menemukan sebuah rahasia besar"
" kemana saja kau, sejak siang menghilang begitu saja. Dan sekarang datang-datang membuat keributan"
" ketua dengarkan dulu. aku sejak siang tadi masuk dan bersembunyi di istana Raja. aku menemukan fakta bahwa Raja Gyan adalah..."
" apa kau bilang, aku masuk diam- diam ke istana Raja? apa kau tidak waras hah. bagaimana bisa kau melakukannya. itu adalah kejahatan besar.." ketua langsung naik pitam. Bagaimana anak buahnya dengan entengnya mengatakan perilaku tak beradap nya.
" tunggu dengarkan aku ketua. Raja Gyan adalah seorang penyihir, aku bisa melihatnya sendiri"
" kau selalu saja berbicara sembarang dan menimbulkan masalah. Lalu Apa Raja Gyan mengetahui jika kau menerobos istana nya?"
" emm iya..ketua..tapi ini adalah berita yang sangat..."
plak
ketua memukul keras tengkuk anak buahnya.
" sudah hentikan ocehan mu. aku sudah tidak memilik muka jika bertemu dengan Raja"
" ketua aku tidak berbohong, Raja Gyan adalah seorang penyihir" ucap lelaki itu kepada semua orang di sana. Tapi sama sekali tidak mendapatkan reaksi apapun.
" bisa tidak kau diam, dan tidak menimbulkan masalah. Jujur kami mulai lelah menghadapi mu" saut temanya yang lain.
" aku tidak berbohong, Raja Gyan tiba- tiba muncul di tengah ruangan. Aku melihat nya dengan mata kepalaku sendiri"
__ADS_1
" ketua, mungkin lebih baik kita kemasi semua barang-barang kita. Yang mulia mengetahui sudah perilakunya, cepat atau lambat kita semua malah akan mendapatkan hukuman" saut yang lain. mereka sudah biasa menghadapi keonaran temannya. Tapi kali ini tidak, hukumannya akan sangat fatal.
" iya ketua, kita akan meninggalkan kerajaan terlebih dahulu. " ajak yang lain.
" tunggu,, kenapa kalian tidak percaya dengan ku. Aku mengatakan yang sebenarnya" lelaki itu seakan frustrasi, tidak ada yang mau mempercayainya.
" kau selaku seperti ini, tapi lihat dulu kondisi dan situasinya. Kita berada di kawasan kerajaan, dan kau dengan entengnya mengatakan jika baru saja menerobos istana Raja, bahkan masih tenang saat mengatakan jika Raja Gyan sudah mengetahui perilaku mu. menurutku kau lebih baik belajar lagi" ucap rekannya yang sudah muak dengan omong kosong lelaki ini.
" aku akan pergi, apa ada yang mau ikut juga?"
" iya, aku ikut"
" aku juga"
beberapa orang mulai mengemasi barang-barangnya. ketua dan lelaki itu terdiam menatap beberapa orang yang berniat pergi dengan menarik nafas panjang. Terjadi perpecahan didalam kelompoknya. dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.
tap tap tap
suara berat terdengar mendekati basecamp mereka. Dengan cepat seisi ruangan menjadi ketakutan.
" kalian semuanya di suruh yang mulia Untuk menemuinya di istana, jika tidak maka kalian akan di tindak lanjuti"
Semua orang saling menatap, semua yang mendengar dilanda ketakutan. Masing-masing orang akan menerima hukuman dari Raja Gyan, itu lah yang mereka pikirkan.
" sana kau pergi sendiri" celetuk teman lain pada pemuda yang menerobos istana Raja.
" apa yang mulia mengatakan sesuatu kenapa meminta kami untuk menemuinya?"
" tidak, jangan berlama- lama. yang mulia sudah menunggu kedatangan kalian. Jangan sampai ada yang meninggalkan kerajaan" ucap prajurit itu.
" iya, kami akan segera ke sana" ungkap ketua. prajurit itu tidak pergi, mereka.menunggu di depan basecamp.
" ini pasti karena dia, kita semua pasti akan di hukum . Aku tidak mau pergi, kalian saja"
" aku juga"
" kalian ini kenapa, kita seharusnya memanfaatkan situasi, rahasia yang mulia ada di tangan kita. Saat ini Raja memanggil tentu tidak mungkin memberikan hukuman. Sudah jangan seperti pecundang, kita pergi saja" saut lelaki yang menerobos.
" ayo kita pergi, jangan hanya karena masalah ini kita saling menyalahkan" tengah ketua. Dia mencoba merayu agar yang lain bisa menurunkan egonya.
" tapi jika Raja memberikan hukuman aku tidak mau ikut-ikut" yang lain tetap tidak mau berdamai dengan pembuat masalah.
Mereka dengan jumlah penuh berjalan menuju istana Raja dengan perasaan khawatir, hanya seorang saja yang merasa jika dia tidak melakukan kesalahan.
" yang mulia" sanjung mereka melihat Gyan sudah berada di di ruangan depan sambil berdiri membelakangi pintu.
" masuk" Gyan berbalik dengan raut wajah yang dingin.
" em, kami siap menerima perintah anda yang mulia" celetuk salah orang berusaha mengambil hati Raja.
" aku tidak memiliki perintah apapun" balas Gyan dengan wajah yang sama.
" aku memanggil kalian kemari adalah untuk memeringatkan kembali, kerajaan bukan tempat bermain, kalau kalian tidak bisa mematuhi peraturan yang ada, maka dengan terpaksa aku harus mengusir kalian"
Semuanya bisa mengerti arah perbincangan ini. Pasti karena kelakuan satu anggota mereka yang sudah lancang berkali-kali.
" kami sangat mengerti, dan minta maaf yang sebesar-besarnya. Dia memang ceroboh dan bodoh, kami akan memberikan dia pelajaran yang bagus"
" tidak, kalian semua yang bodoh. Lelaki di depan kalian adalah seorang penyihir. dia yang sudah menipu kita semua. seharusnya..."
plak..
satu tamparan yang mendarat keras di pipinya.
" perhatikan ucapan dan tingkah mu! " teriak Ketua. Dan yang lainnya yang merasa puas. Keselamatan mereka di pertaruhan di sini. Bisa-bisanya lelaki itu berani berbicara kasar di depan Raja.
" apa?" tantang lelaki penerobos.
" maafkan kami yang mulia, Malam ini juga kami akan pergi dari Garamantian" ucap ketua dengan tegas. Dia tidak mau berakhir di tiang gantungan gara-gara anak buahnya satu ini.
Gyan diam saja sambil menatap mereka bergantian.
" kali ini kalian aku lepaskan, mengingat ini adalah pertama kalinya kalian mengunjungi Garamantian."
Semua bisa bernafas lega. Mereka mendapatkan satu kesempatan lagi.
" terimakasih yang mulia.."
" terimakasih atas kebaikan anda yang mulia"
__ADS_1
Semua langsung memberikan sanjungan serta rasa terimakasih yang sangat. Di sisi lain lelaki penerobos itu malah mendegus kesal dan pergi begitu saja. Sangat tidak sopan.