Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Malam yang Panjang


__ADS_3

Sepeninggalnya Kangta, Aden terus terdiam dengan pemikiran yang terus melayang memikirkan situasi di gurun pasir. Dia ingin membantu, tapi tidak tau bagaimana perginya. Apalagi pesta masih terlanjut, dia harus memantau keadaan istana agar pesta aman dan lancar.


Lelaki itu mencari keberadaan Ratu. Dirinya baru sadar jika wanita yang semenjak tadi tebar pesona kini menghilang dari pandangannya.


Aden berkeliling, semua tamu tampak berbahagia dan ceria. pelayan terus menyediakan makanan dan minuman yang semenjak tadi selalu saja habis.


" kenapa Ratu pergi?" guman Aden sambil terus mencari, bahkan dia memasuki lorong-lorong yang lumayan dekat dengan lokasi pesta.


tap tap tap


Aden terus berjalan, dia seperti melihat siluet seseorang di ujung lorong dekat dengan taman kerajaan.


Aden semakin meringankan langkah kakinya, dia merasa curiga dengan seseorang itu. Lelaki itu membuat dirinya sedikit menempel di tembok dan terus mendekati ujung lorong.


" pernah 2 kali" ucap seseorang yang Aden nilai itu adalah Ratu. Suara wanita itu tidak asing dan dengan sangat mudah bisa dia kenali.


" lalu bagaimana hasilnya?"


" hanya berhasil sekali, dan itu alasan aku ketahuan. entahlah wanita itu sangat sulit di masuki" jawab Ratu.


" apa perlu aku memberikan pelajaran lagi. Kau bahkan sudah melakukannya beberapa kali dan kini malah gagal,.sayang sekali"


" jangan meremehkan ku. Lagipula wanita itu sudah pergi. Aku tidak perlu mengotori tanganku lagi"


" jangan lupa, kau harus melakukan pengorbanan untuk menjaga kekuatan ini"


" jangan khawatir, itulah alasannya aku membawa banyak sekali budak perawan"

__ADS_1


" baguslah jika kau tak ingkar, sekali saja terlewat aku bahkan tidak bisa membantu mu"


Aden terus menyimak percakapan itu dengan konsentrasi. Meskipun dia tidak tau lawan bicara sang Ratu. Yang jelas semua isi perbincangan mereka ini sangatlah mencurigakan.


" aku tau, sudahlah aku ingin kembali ke pesta. Kuharap kita jangan sampai terlihat saling kenal"


" kau selalu saja ingin terlihat bersih, padahal tanganmu penuh dengan.."


" hentikan, jangan memancingku" ucap Shana kesal bahkan dia terlihat menahan amarahnya.


" hahahaha" lelaki itu tertawa renyah.


tap tap tap


Shana tidak memperdulikan lagi, wanita itupun pergi dan menuju pesta. Aden segera menyembunyikan diri. Sampai Shana melewatinya tanpa curiga. Aden tidak bergerak sama sekali. Dia sengaja menunggu Lawan bicara Ratu yang suaranya terasa tidak asing keluar dari sana. Tapi Aden tidak bisa menebak siapa lelaki itu.


tap tap tap


Lelaki itu berjalan tanpa merasa ada keanehan, Aden keluar dari persembunyian. Lelaki itu mendadak syok sejenak sambil menatap lorong yang sudah kosong. Dia tidak menyangka bisa mengetahui hal penting ini.


Setelah memastikan jika waktu yang pas untuk masuk ke pasta, Aden berjalan sambil berkeliling. Dia bisa melihat dengan jelas sang Ratu yang tersenyum saat bergurau dengan para tamu.


" kau dari mana saja?" tanya Deon mengagetkannya.


" ada apa?" tanya Aden sambil mengeluarkan nafas kasar.


" banyak tamu yang mencari yang mulia, apa kau tau yang mulia dimana?" tanya Deon dengan sedikit kebingungan. Dia tidak tau apa yang terjadi pantas saja menanyakan hal ini.

__ADS_1


" kau bilang saja jika yang mulia sedang ada urusan penting mengenai kerajaan, jadi tidak bisa menghadiri pesta " jawab Aden menutupi. Deon tidak termasuk orang yang bisa berfikir dewasa. Dia akan mengatakan yang sebenarnya nanti selepas pesta selesai.


" oh begitu, yasudah" Deon pergi meninggalkan Aden. Pesta terus berlanjut hingga tengah malam. Kini satu persatu tamu sudah meninggalkan istana.


Shana bahkan sudah berada di istana Ratu, dia meninggalkan pesta beberapa saat yang lalu.


" aku yakin pasti Raja sedang mencari wanita rendahan itu" ucap Shana di ruang tengah. pelayan sedang menyisir rambutnya pelan.


" keadaan ini semakin menguntungkan anda, Ratu" jawab pelayannya ikut senang.


" kau benar, tunggu sampai beberapa hari, yang mulia pasti akan melupakan wanita itu" Shana terlalu percaya diri.


" yang mulia Raja akan menjadi milik anda seorang Ratu" saut pelayan semakin membuat Shana kegirangan


" dia bahkan sudah merencanakan pesta ini untukku, tak akan lama lagi Raja pasti bermalam disini" Shana tersenyum malu. Dia tidak sabar untuk bisa mengandung anak lelaki itu, anak pewaris kerajaan Garamantian.


" itu sudah pasti Ratu" pelayan itu begitu lihat menyanjung Ratu dengan lisannya. Shana benar-benar berfikir terlalu tinggi.


Malam mulai pudar, rona fajar mulai menghiasi langit gelap. Sebentar lagi pagi akan datang, namun kelompok mata-mata itu belum bisa menemukan petunjuk apapun mengenai kemana perginya selir Alora. Membuat mereka semakin ketar ketir menghadapi ancaman sang Raja.


Selain itu, nampaknya Gyan juga tidak tinggal diam. Lelaki itu tetap ikut mencari petunjuk yang ada. Dia bahkan menemukan obor yang tergeletak di sana dan masih basah. Lalu jejak kaki serta semak-semak yang landai terkena injakan kaki.


" yang mulia kami menemukan sobekan kain selendang" ucap ketua mata-mata. untung saja dia bisa membawakan Gyan sesuatu, meski itu hanya satu benda.


Gyan mengambil kain itu dengan pelan dan melihat secara seksama. Selendang ini terlihat bersih dan terawat. Sayangnya ini disobek secara paksa.


" di mana kau menemukannya?" tanya Gyan.

__ADS_1


" di sebelah sana, sepertinya itu jalan keluar untuk menghindari pepohonan" jawab ketua itu.


kedua lelaki itu berjalan mendekati lokasi penemuan selendang. Gyan mengangguk membenarkan ucapan ketua. Mereka pergi lewat sini. ada beberapa jejak yang tersisa. Selebihnya terhapus oleh pasir yang tertiup angin malam. Gyan tidak bisa menebak kemana perginya mereka.


__ADS_2