
" putri, kami menerima laporan jika penduduk di daerah timur laut menerima serangan dari boneka sihir" lapor salah satu menteri.
" sudah mengirimkan prajurit khusus?"
" sudah putri"
" berapa banyak korbannya?"
" ada puluhan semuanya di ambil energi sihir serta mayatnya"
" mereka menghilang begitu saja?"
" iya Putri ada beberapa yang di tinggal karena lebih dulu diketahui prajurit yang berpatroli"
Valmira menggenggam tangannya kuat.
" Baru satu hari tapi mereka berniat membuat pasukan untuk melawanku" desis Valmira.
" kirim prajurit lainnya ke wilayah barat. Aku yakin mereka akan mengacak arah agar tidak tertangkap" perintah Valmira.
" baik putri"
Valmira dan yang lainnya semakin waspada. Mereka terus terusan berjaga serta menelusuri keberadaan boneka sihir.
setelah pertemuan itu Valmira langsung meminta Kangta untuk menghadap. Ada banyak hal harus mereka perbincangan kan.
" putri, ada yang perlu saya lakukan?"
" kita rombak rencana awal. gunakan liontin emas untuk memancing boneka di wilayah utara kota. Dan aku akan membawa lampion kurungan ke wilayah selatan"
" kita berpencar putri?"
" iya, mereka sepertinya sedang membangun pasukan dengan sihir hitam. Jadi dengan adanya 2 benda itu peluang untuk menangkap mereka akan lebih besar"
" ini rencana yang bagus. kalau begitu kapan kita akan bergerak?"
" besok, sudah banyak penduduk yang di serang. kita tidak bisa berlama-lama"
" baik putri saya dan Deon akan mengatur prajurit serta mengamankan tempatnya"
" iya, segera laporkan jika semuanya siap"
" baik"
Kangta langsung bergegas pergi untuk menemui Deon dan membagi tugas, Deon masih berada di Barack, jadi bisa langsung mengatur pasukan. Sedangkan dirinya akan memastikan pusaka-pusaka yang akan di jadikan umpan.
Malam ini mereka berdua lembur, mempersiapkan semuanya agar tidak ada kesalahan. Berhadapan dengan boneka sihir memang membutuhkan energi yang lebih.
Pagi hari lapangan depan kerajaan sudah dipenuhi dengan pasukan yang siap tempur. Dengan dipimpin oleh Deon mereka langsung menyambut kehadiran Valmira yang sudah siap.
" pagi semuanya. Hari ini kita mulai dengan jiwa yang bersungguh-sungguh untuk melindungi kerajaan tercinta. Misi ini tidak dapat di ketahui kapan dan bagaimana berakhirnya. Yang kita hadapi adalah jelmaan sihir hitam milik Penjahat kerajaan. Tapi kalian harus percaya, selama aku masih bernafas aku tidak akan membiarkan sihir hitam menang dan menguasai kerajaan lagi" ucap Valmira memberikan semangat.
Suara gemuruh suka cita mulai terdengar, pasukan itu mulai terbakar semangat.
" kita berangkat!" teriak Deon.
Semua pasukan mulai bergerak dan menuju ke masing-masing tempat tugas.
Valmira masuk ke istana dia akan pergi setelah beberapa lama lagi. Wanita itu bisa menggunakan hewan sihir miliknya yang bisa terbang, memiliki tubuh seperti ikan pari yang bisa bernafas di udara. Valmira sudah merawat hewan itu sedari kecil. Dengan begitu perjalanan akan lebih singkat dan tersembunyi.
__ADS_1
" putri yakin akan membawa G?"
" iya Derya, aku tidak yakin jika meninggalkannya di istana. Situasi di sana tidak menentu takutnya tidak bisa langsung kembali ke istana"
" tolong izinkan saya ikut putri, saya tidak akan merepotkan anda "
" kau tau sendiri jika Zey tidak mau di tunggangi jika bukan dengan keturunan ibu. Kau akan capek di perjalanan."
" tapi saya ingin sekali..."
" sudah ya, di sana sudah ada pelayan yang bisa membantuku, jika aku kembali kau bisa mengasuh G lagi" putus Valmira. Derya bersikukuh ikut padahal akses perjalanan lumayan jauh.
" baiklah kalau begitu" balas Derya lemah.
Akhirnya menjelang siang Valmira berangkat ke wilayah Selatan. Dia menggunakan selendang khusus untuk menggendong G dan menaiki Zey. Tidak perlu waktu lama dia sudah sampai di tempat yang Kangta instruksikan.
Dari sini semuanya terlihat sepi, pasukan menyebar dan menyamar sebagai rakyat biasa. Bahkan penempatan pusaka sengaja di taruh di gedung kerajaan agar terlihat normal.
Valmira turun tidak banyak yang mengenal tampilannya, karena menggunakan pakaian sederhana bahkan tubuhnya di olesi lumpur di beberapa bagian.
" Putri" panggil ketua pasukan yang dengan lihai mengenai Valmira.
" bagaimana situasinya? apa sudah ada kiriman surat dari wilayah lain?"
" kami menerima laporan jika wilayah timur semalam menerima teror serta serangan"
" sudah ku duga. kalian bersiap kemungkinan dalam waktu dekat mereka akan menuju utara atau Selatan"
" baik putri" jawab ketua pasukan.
Valmira menuju sebuah tempat khusus, dia menidurkan bayi G yang lelah setelah perjalanan. Dengan hanya di temani seorang pelayan Valmira bisa sedikit bebas dan berkeliling untuk berpatroli.
Valmira segera berpura-pura menjadi wanita biasa, menggunakan selendang untuk menutupi rambut dan sebagian wajahnya. Dengan tampilan seperti ini dia tidak akan dikenali. Apalagi energi yang Valmira miliki pasti akan membuat boneka sihir itu tertarik.
hap
Boneka itu langsung menghadang Valmira.
" kau memiliki energi yang cukup bagus juga " ucap boneka sihir itu.
Valmira menyeringai di balik cadarnya. Lalu berlari menuju kumpulan pasukan yang sudah berjaga.
" kau tak akan bisa pergi dariku" ucap boneka itu yang masuk dalam jebakan Valmira.
tap tap tap
Langkah kaki Valmira membuat pasukan langsung memusatkan perhatian di sekitar jalanan yang Valmira lalui.
hap
boneka itu langsung terbang dengan cepat dan menghadang Valmira.
wusshh
sebuah benar sihir langsung mengikat tubuh Valmira. Wanita itu diam saja sengaja mengelabuhi musuh.
" sudah ku bilang kau tidak akan bisa pergi dariku" ucap boneka sihir yang berjalan mendekati Valmira.
Valmira berusaha memberontak agar lebih meyakinkan. Hal ini membuat musuhnya semakin senang.
__ADS_1
" tenang saja, kau akan sangat berguna" boneka sihir semakin dekat yang terlihat ingin menarik selendang yang di buat cadar oleh Valmira.
tatapan kaget langsung muncul tak kala kain itu terjatuh dan menampilkan wajah Valmira.
" kau yang tidak akan pergi dariku" balas Valmira yang langsung dengan mudahnya melepaskan tali sihir.
Crusshh
gantian Valmira yang memberikan serangan dan mengikat tubuh boneka itu.
" sial, kau..." ucap boneka itu yang langsung memberontak.
Kini waktunya para pasukan kerajaan keluar dan ikut membantu Valmira. mereka mengeluarkan tali sihir yang mengunci pergerakan boneka sihir.
" tahan dia, sampai formasi lengkap" ucap Valmira, dia melepaskan sihir tali dan membuat formasi pengunci dan pemusnah arwah.
" ingin membunuh ku? jangan harap!" boneka sihir itu mengumpulkan energinya dan mencoba melepaskan ikatan.
" tahan dia!" teriak ketua pasukan dan semuanya mengeluarkan energi semaksimal mungkin.
" aaakk" teriak boneka sihir itu. dia juga tidak mau kalah.
Wussshh
tubuhnya akhirnya terlepas, para pasukan terpental karena tidak kuat menahan sihir hitam boneka itu.
" enyahlah kalian"
wwusshh
crusshh
Valmira langsung menghadang, formasi belum sepenuhnya siap, sayangnya Valmira harus melawan boneka yang terlepas itu.
" lawan aku" ucap Valmira tegas.
merasa ditantang boneka itu tidak akan mundur.
" kau akan menyesal" ucap boneka sihir.
"hiyya"
pertarungan langsung terjadi, boneka itu terbang menjauh. Agar pasukan itu tidak bisa ikut campur.
Crusshh
Valmira memberikan serangan membuat boneka itu terjatuh di bangunan. Seketika bangunan itu rusak parah. Valmira berdiri di tak jauh dari sana.
hal ini tentu saja tidak berdampak apa-apa pada lawannya. Dia langsung berdiri kembali tanpa merasakan sakit.
" kau tidak akan bisa mengalahkan ku" sombong boneka sihir.
" tentu saja, karena aku tidak hanya berniat membunuhmu tapi memusnahkanmu serta tuanmu".
Boneka itu semakin tersulut, dia dengan cepat langsung berlari menuju ke arah Valmira.
" hiya"
pertarungan kembali terulang. mereka hampir imbang, tapi bagaimanapun sejak awal boneka sihir tidak akan bisa terluka dan tubuhnya pulih dengan cepat. Sedangkan Valmira, tubuhnya tentu merasakan sakit dan energinya terus berkurang. Wanita itu berfikir keras untuk menyusun rencana lain agar boneka itu masuk dalam formasi secepatnya.
__ADS_1