
Sudah beberapa hari semenjak Valmira melihat hal berbau sihir itu, wanita itu sudah hampir melupakan kejadian aneh, yang pertama yang dia alami. Selama itu pula, Valmira tidak perlu menemani Raja Gyan malam harinya. Dengan begini baik putri Shana ataupun selir lainnya juga merasa sedikit tenang. Mereka berfikir jika Raja Gyan sudah mulai bosan dengan wanita mantan budak itu. Sudah waktunya memberikan pelajaran pada wanita yang mencuri perhatian lelaki incaran mereka, seperti halnya dengan Lyla, selir Raja Gyan yang berasal dari keluarga terpandang. Dia memiliki hubungan baik dengan keluarga sekelas adipati salah satu kota.
Wanita itu dengan di temani 2 selir lainnya, sedang berjalan menuju kamar Valmira.
" kami ingin mengunjungi Selir Agung yang sedang sakit, " ucap mereka kepada penjaga kamar.
" tunggu" ucap penjaga dan memberitahu kepada pelayan.
" selir Agung masih belum bisa menemui tamu" ucap pelayan yang suruh Fleur.
" kami hanya mengkhawatirkan selir Agung, bagaimanapun kita satu istana. Tolong panggilkan sebentar..." ucap Lyla tidak mau kembali. wajahnya yang cantik terlihat begitu perhatian, sayangnya itu hanyalah tipu muslihat. Dia sudah menyiapkan sesuatu untuk memberikan efek jera pada Valmira.
" tapi..."
" yang mulia Selir" teriak Lyla dan kawannya. Mereka langsung menerobos masuk dan memanggil- manggil Valmira.
" selir Agung sedang..." pelayan itu panik
__ADS_1
" ada apa ini?" tanya Fleur dengan nada sedikit marah. Pasalnya setelah menghabiskan sarapan dan obatnya, Valmira tengah bersantai dengan membaca buku. Belakangan ini Valmira hanya menghabiskan waktu dengan membaca buku mengenai kerajaan dan sihir. Dia memiliki minat yang cukup besar pada dunia sihir.
" kami ingin menjenguk selir Agung" jawab Lyla tanpa merasa bersalah.
" maaf, tapi..."
Valmira sejak tadi memang sudah mendengar kegaduhan segera keluar dari kamar tidur.
" ada apa Fleur?" ucap Valmira melihat depan kamarnya sudah ramai.
" ada apa selir semua disini?" tanya Valmira dengan wajah kebingungan.
" saya dengar selir Agung sedang Sakit , saya dan teman-teman kemari untuk menjenguk" jawab Lyla dengan wajah sok perhatian.
" ini kami berikan obat herbal beserta cemilan khusus" ucap salah satu selir dengan memberikan sebuah bingkisan.
" kalian begitu perhatian sekali, mari kita duduk di ruang depan" ajak Valmira sambil menunjukkan ke tempat duduk.
__ADS_1
ketiga selir itu saling pandang, sedangkan Fleur pergi ke dapur dengan perasaan tidak suka. Sejak datang ketiga selir itu sudah tidak memiliki sopan santun.
" bagaimana keadaan anda sekarang ini?" tanya Lyla basa basi. Dia hanya ingin memastikan jika wanita di depannya benar-benar sakit.
" sudah lebih baik" jawab Valmira ramah. Dia tidak ingin memulai perselisihan, meski Valmira tau ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
" kami tidak menyangka jika anda bisa menjadi selir Agung secepat ini" sindir Lyla. Dia bermaksud mengulik status Valmira sebelumnya, yang sangat jauh dari derajatnya.
" kami sudah beberapa tahun saja belum pernah di panggil yang mulia" saut salah satunya lagi.
" iya, apa sih rahasianya?" tanya selir satu lagi penuh tipu muslihat.
" ah kalian saja yang terlalu tinggi melihat saya" jawab Valmira dengan wajah santai.
" kami selama sudah melakukan banyak hal tapi tak pernah semalam pun menemani yang mulia" saut Lyla lagi. Dia memaksa agar Valmira mau menolong mereka atau setidaknya memberikan peluang.
" bantulah kami, selir" saut yang lainnya. Mereka ingin menyudutkan Valmira dengan memint bantuan.
__ADS_1