Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Penyatuan


__ADS_3

Valmira terus melangkah masuk, dia beberapa kali menemui penjaga dan langsung dia lumpuhkan. Wanita itu tidak tau jika dia sudah masuk di area istana dalam.


Bagian ini adalah bagian istana Shana yang lama saat wanita itu masih menjadi putri kecil yang polos.


wiingg


aura iblis itu terlihat lagi, kali ini dia terbang cukup landai. dan Valmira langsung mengikuti sampai akhirnya aura itu masuk ke salah satu lorong.


" kemana dia pergi?" gumam Valmira dan berjalan pelan menuju lorong tersebut. Wanita itu berjalan sampai pada ujung lorong. Di sanalah tempat istana Raja, Shana berada disana bersama dengan Raja Glorantha.


" tak salah lagi itu pasti kamar Shana"


Sedangkan Shana yang berada di kamar masih melihat giok kekekalan dengan mata takjub, dia baru selesai berdandan. Untuk menyambut kekuatan barunya nanti dia harus terlihat cantik.


Shana meletakkan Giok itu di meja besar di tengah kamarnya. Sedangkan dia menatap dari jauh setengah tidak percaya.


" aku rasanya tidak sabar ingin segera menyatukan diri dengan Giok itu" ucap Shana pada dirinya sendiri.


Baru juga satu langkah mendekat sebuah aura hitam mengagetkan dirinya.


wiingg


Aura itu masuk dan melayang di area langit-langit kamar. Shana menatap dengan heran, benda yang baru saja masuk ke kamarnya.


" apa ini?" Shana setengah mengenali aura ini.


" bukankah ini aura sihir hitam? siapa yang mengirimnya kemari" Shana mendekati aura hitam itu yang mulai turun ke posisi Shana.


Kini dia dan aura itu saling berhadapan, Shana menyentuh pelan aura tersebut. Dia tersenyum pelan tak kala merasakan energi hitam yang luar biasa terkandung di dalamnya.


" energi ini begitu besar, aku akan memilikinya" ucap Shana, bersamaan dengan itu aura iblis ini sudah memastikan inang baru yang bisa di kuasai. Inang ini cukup hebat karena di dalam tubuhnya sudah terkandung energi hitam yang lain.


Aura itu masuk perlahan ke dada Shana. bersamaan dengan Valmira yang menyaksikan semua kejadian itu.


" terlambat " lirih Valmira, Dia melihat aura hitam itu semakin menipis. Tubuh Shana sangat siap menerimanya.


Tak hanya hal ini yang membuat Valmira terperangah, dia juga melihat Giok kekekalan yang ada di meja kamar.


selagi Shana tidak fokus dengan keadaan sekeliling, Valmira langsung masuk dan mengambil Giok tersebut.


hap


Valmira berniat pergi, sayangnya Raja Glorantha lebih dulu menghadang.


" kau pergilah sebelum tewas bersama dengan wanita itu" ucap Valmira yang berniat baik dengan menyadarkan Raja Glorantha.


" justru aku akan tewas jika memilih jauh darinya" jawab Raja Glorantha yang masih pesimis dengan dirinya.


" baiklah, jika itu pilihanmu"


crruusshh


Valmira memberikan serangan, Raja Glorantha dengan mudah bisa dia lumpuhkan. Valmira pergi menjauh sebelum Shana menyadarinya.


kelompok Gyan dan Deon sudah bertemu di area samping istana dalam.


" di mana Valmira?"


" yang mulia pergi memisahkan diri untuk mengejar aura iblis yang kabur dari Mystick sebelumnya" jawab Deon setengah ketakutan. Gyan jelas akan marah karena membiarkan Valmira pergi begitu saja.


" bukankah sudah aku peringatkan jangan sampai melenceng dari rencana awal?" tegas Gyan.


" kami sudah berusaha mencegahnya, tapi yang mulia Valmira lebih dulu berlari dan menghilang begitu Saja"


" kemana dia pergi?"


" di area istana dalam" jawab Deon setengah ketakutan.


" kita kesana sekarang"


Gyan tanpa menunggu kelompok Kangta langsung memimpin semuanya masuk ke istana dalam, mereka hanya meninggalnya panglima kerajaan yang akan menjelaskan situasi terbaru dan perubahan rencana yang tiba-tiba.


tap tap tap


suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah rombongan Gyan.


Semua orang sudah bersiap dengan pertahanan diri. Tapi kemudian mereka langsung lega tak kala yang mendekati mereka adalah Valmira.


" kalian pergi dari sini" ucap Valmira tersengal-sengal.


" apa yang terjadi?"


" Shana dan aura iblis itu menyatu. Dia akan menjadi semakin kuat". jawab Valmira yang menyembunyikan mengenai giok kekekalan. Dia tentu bisa langsung mengenali pusaka ini karena sejak lama dia juga mencarinya.


" lalu bagaimana dengan rencana memusnahkannya?"


" kita urungkan malam ini" jawab Valmira lalu menarik Gyan untuk segera menjauhi istana dalam.


" aaakkkk" belum juga keluar istana. Tubuh Gyan terasa sangat sakit. Kutukan milik Shana kambuh dan bertambah lebih hebat.


" kenapa?"


" dadaku, sepertinya kekuatan Shana semakin meningkat" jawab Gyan mencengkram dadanya keras.


" aakkk"


tubuh Gyan banjir denga keringat, Valmira dan yang lainnya menjadi ketakutan.


" kalian segera kembali dan katakan pada Kangta jika aura iblis telah bersatu dengan Shana"

__ADS_1


" tapi bagaimana dengan kalian"


" aku bisa menangani ini, segera pergi sebelum Shana menemukan kita semua"


Deon dan Aden saling pandang, jika mereka tertangkap semua juga bukan hal yang baik.


" baiklah yang mulia " Deon dan aden segera menuju samping istana. Mereka akan meminta bantuan Kangta.


tap tap tap


suara langkah kaki terdengar, Valmira memapah Gyan berjalan menjauh.


" pergilah tinggalkan aku" lirih Gyan yang kesusahan menahan dadanya.


" sudah jangan banyak bicara, kita lalui ini bersama"


suara langkah kaki semakin dekat, Valmira dan Gyan tidak bisa kabur.


" sungguh pasangan yang serasi" Shana ternyata lebih dulu mengetahui, wanita itu bahkan kini berada di depan Valmira dan Gyan. Dia menutup jalan agar keduanya tidak bisa kabur.


" bagaimana kabarmu Gyan, sayang? apa kau senang akhirnya Alora bisa kembali?" ucap Shana basa basi. Dia masih belum tau siapa sebenarnya Alora yang sekarang.


" apa yang kau lakukan pada Gyan? segera hentikan!" ucap Valmira tegas.


" memangnya apa yang sudah aku lakukan? aku hanya mengirimkan bukti cintaku padanya. hahahha" Shana dan iblis sudah menyatu, wanita ini sudah kehilangan kesadarannya sebagai manusia. Tak tau malu dan bengis.


" kau akan menerima hukuman yang pantas atas kejahatan yang sudah kau lakukan" Valmira terus menyerang dengan kata-kata.


" menghukumku tidak akan mudah, dan apa kau bilang? kejahatan. Dialah yang lebih dulu jahat padaku" sambil menunjukkan kearah Gyan.


" dia mengacuhkanku, mengusir bahkan menceraikanku seenaknya. Dia yang sudah jahat dengan tidak memperhatikanku. Aku sudah melakukan banyak hal tapi tidak pernah sedikitpun ada nilainya di matanya" jelas Shana menggebu-nggebu dan emosional.


" kalian yang lebih jahat padaku, yang seharusnya di hukum adalah kalian berdua!"


wwuusshhhh


Valmira langsung menepis serangan itu, Shana terlihat begitu marah. Tapi menurut Valmira wanita ini belum menyadari jika Gioknya telah di curi.


" kau salah mengambil jalan Shana, kau sudah sepenuhnya di pengaruhi oleh iblis. kau pasti akan mendapatkan hukum alam sebagai perusak bumi Azerbaza" Valmira meletakkan Gyan di sebuah tembok. Dia akan memulai serangan.


cruusshhh


Valmira mengirimkan serangan api pemusnah seperti yang membakar tubuh Douglas.


Shana menghindar, aura iblis yang baru saja masuk ke tubuhnya membuat energinya bertambah beberapa kali lipat.


" kau bukan tandinganku" ucap Shana sombong.


" bagitu? mari kita buktikan"


ccrruusshhhh


Shana dan Valmira terlibat perkelahian yang cukup sengit. Mereka berdua bahkan sudah berpindah tempat di arena atas istana.


Gyan masih merasakan sakit, namun sedikit berkurang. Lelaki itu berjalan dengan niatan ingin membantu istrinya melawan Shana.


" yang mulia!" teriak Aden


" Gyan" Kangta juga berada disana.


rombongan itu dengan cepat mendekati Gyan yang berjalan tertatih.


" dimana Valmira? " tanya Kangta, dia sudah mendengar semuanya. Aura iblis yang kabur memang tidak main-main kekuatannya.


" mereka di atas, kau segera bantu Valmira" ucap Gyan dengan wajah penuh permohonan.


" baikan, kalian jaga yang mulia"


" tunggu tuan, aku akan membantu" Aden menawarkan diri.


" baiklah ikut aku"


akhirnya mereka berpisah, Gyan dan Deon beserta panglima kerajaan pergi mencari tempat yang aman untuk menangani Gyan. Sedangkan Kangta dan Aden akan membantu Valmira.


" hiyaa"


Shana dan Valmira masih terus bertarung, belum ada yang terkena serangan. Mereka melayang dan berpindah tempat.


" itu mereka" ucap Aden saat sampai di balkon istana sambil menunjuk ke atas.


" Valmira pasti bisa mengalahkan Shana dengan mudah jika tanpa aura iblis itu. Tapi kini keadaan sudah berubah. dia akan sedikit kesulitan" ucap Kangta. Dia harus memikirkan cara bagaimana membantu Valmira agar Shana bisa di kalahkan dengan mudah.


" kau tunggu di sini aku akan ikut melawan"


Kangta terbang menuju Valmira, Aden akan memantau jika ada hal buruk terjadi.


ccrruussshh


serangan Kangta hampir saja mengenai Shana, tapi wanita itu menghindar dengan cepat.


" Kangta, kau juga ingin mati di tanganku" sambut Shana atas keikutsertaan Kangta.


" jika ada yang mati malam ini, maka aku pastikan itu kamu"


cccruusshh


Kangta memberikan serangan,


cccruusshh

__ADS_1


dan Valmira juga mengeluarkan serangan bersamaan.


" brengsek" Shana terkena serangan Valmira karena mengindari serangan Kangta.


Keadaan mulai menguntungkan pihak Valmira. Mereka terus mengeluarkan serangan secara bersamaan.


" di mana mereka?" Gyan tidak mau diam, dia ingin menyaksikan pertarungan Valmira. Dengan kondisinya yang masih lemah, Gyan ingin sekali membantu Valmira dan menghadapi Shana sendirian. Hatinya sangat tidak tenang melihat Valmira yang maju menyerang Shana.


" mereka berada di atas yang mulia" jawab Aden.


Keadaan istana tidak banyak yang menyerang, penjaga istana sebagian besar sudah dilumpuhkan. Dan sisanya memilih diam saja karena memang sudah kehilangan kepercayaan pada Shana.


" aku akan ikut..."


" jangan yang mulai, tuan Kangta dan Ratu Valmira sudah memiliki rencana" ucap Aden tidak mau Rajanya terluka. Dari penilaiannya Ratu Valmira yang sekarang memang cukup bisa di andalkan. Kekuatannya besar serta strateginya yang bagus. Dia rasa Ratu Valmira pasti akan mengalahkan Shana.


wuusshhh


wuusshhh


gantian Shana yang mengeluarkan sihirnya bertubi-tubi pada Valmira dan Kangta.


" kalian pikir bisa mengalahkanku dengan mudah? aura iblis yang merasukiku memiliki energi yang besar. jadi sebelum kalian tewas lebih baik kalian menyerahkan diri dan menjadi pengikutku"


" kami tidak sudi, kau adalah iblis Azerbaza. Sudah sepantasnya kau di hukum dan di musnahkan dari Azerbaza ini" balas Valmira tegas.


" baiklah jika itu pilihan kalian. bersiaplah mati di tanganku"


wwuussshhhh


Shana mengeluarkan serangan pada Kangta,


" aakk" Kangta terkena serangan.


Aden dan semua yang menatap menjadi panik. Bagaimana keadaan lelaki tua itu.


" kau tak apa?"


" tidak, ini hanya serangan kecil" balas Kangta.


Shana yang mendengarnya menjadi tertantang. Wanita itu mengumpulkan energinya dan membuat kelelawar besar dari sihir hitamnya.


" rasakan ini!" ucap Shana dan kelelawar besar itu terbang menyerang Valmira dan Kangta.


" yang mulia saya pergi" Aden tak bisa menahan diri lagi, dia segera bergabung dan ikut melawan kelelawar itu.


" rupanya kita mendapatkan tamu baru, baiklah"


Shana mengumpulkan energinya dan membuat kelelawar lain yang sama dengan sebelumnya. Tidak hanya dua, Shana membuat 3 Kelelawar yang kini melawan musuhnya satu persatu.


Aden sedikit kesusahan, dia belum pernah berhadapan dengan sihir hitam sebelumnya. Sedangkan Kangta dan Valmira sudah sedikit lihai, meskipun tidak langsung bisa mengalahkan jelmaan iblis ini.


tak hanya terbang dan menyerang, Shana memberikan serangan tambahan dengan membuat mata kelelawar bisa mengeluarkan serangan sihir.


" hahahahaha, kalian tidak akan bisa melawannya" teriak Shana kegirangan.


Aden mulai tidak sanggup, energinya berkurang terus menerus.


" aden bertahanlah" ucap Kangta yang bisa melihat serangan Aden yang terus melemah.


Valmira tidak mau terjadi korban jiwa dalam kelompoknya. Segera memberikan serangan besar.


Ccccruushhh


jelmaan burung elang terbentuk dari sihir miliknya. Burung itu melawan kelelawar dan satu persatu kelelawar itu langsung hancur.


" sial!" Shana kesal. Bagaimana bisa sihirnya di lawan dengan mudah.


" sepertinya aku terlalu meremehkan mu" lirih Shana sambil menatap Valmira. Dia tidak menyangka gadis lemah ini sudah berubah cukup pesat.


" kenapa kau sudah mulai takut?" ejek Valmira.


" mana mungkin" jawab Shana cepat.


wwuusshhh


Shana terus mengeluarkan sihirnya, kali ini bukan lagi untuk melawan Valmira dan kawanannya. Namun pada satu orang saja.


" aakkk" teriakan itu membuat Valmira langsung menengok ke bawah.


" Gyan" lirih Valmira.


" hahahhaha, kau tidak akan bisa menolongnya, jika aku tak bisa memilikinya maka kau pun sama. kalaupun aku mati, kau hidup juga tidak akan tenang tanpa kehadirannya" ucap Shana sombong dan dengan niatan buruk. Dia akan membuat Gyan tewas di depan mata Valmira.


Valmira langsung turun, dan menemui Gyan.


" Gyan bertahanlah" Valmira mengirimkan energinya pada tubuh Gyan.


" Valmira, jangan buang tenagamu" ucap Gyan memegang tangan Valmira.


" diamlah jangan menganggu" sentak Valmira. Dia tidak mau kehilangan Gyan dengan cara seperti ini.


" aku sejak awal memang tidak bisa di selamatkan kutukan Shana terlalu melekat padaku"


" tidak Gyan, kau akan selamat percaya padaku" Valmira terus memberikan semangat. Sedangkan Gyan hanya bisa menatap wajah serius itu.


Tak disangka kisah mereka akan jadi Seperti ini. Aloranya menjadi kuat dan dirinya malah merepotkan seperti ini.


" aku sangat mencintaimu Aloraku" ucap Gyan menyentuh pipi Valmira pelan. Pipi itu telah basah olah air mata.

__ADS_1


__ADS_2