Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Rencana


__ADS_3

Mentari mulai terbit, Valmira yang semalam begadang karena menyelesaikan membaca buku terlihat masih pulas dalam tidurnya. Wanita itu semakin menyukai ranjang belakangan ini, apalagi dengan nafsu makan yang tinggi. Membuatnya mudah sekali mengantuk.


" Alora, bangunlah. Matahari sudah tinggi" ucap Fleur sambil membuka gorden jendela. Dengan cepat cahaya keemasan menerobos masuk. Kamar menjadi terang seketika.


" sebentar lagi Fleur" jawab Valmira menggeliat mengganti posisi.


" sudah jangan tidur lagi, ayo bangun" Fleur menepuk kaki Valmira agar mau bangun.


" emm" Valmira mengangguk tapi dengan tubuh yang masih terbaring dan mata yang menutup. Rasanya matanya seperti di lem, sangat sulit terbuka.


tap tap tap


suara kaki mendekat.


" pelayan Fleur" panggil pelayan lain. Fleur segera mendekati pintu.


" ya" jawab Fleur setelah membuka pintu kamar. pelayan itu memberitahu sesuatu yang membuat mata Fleur membulat seketika. wanita itu langsung masuk kembali ke kamar dan setengah berlari menuju ranjang.


" ayo bangun, Ratu sedang dalam perjalanan kemari. Pelayan Ratu mengabarkan jika dia mau berkunjung, Alora" jelas Fleur setengah panik. Sedangkan Valmira tidak bisa mendengar kalimat itu secara jelas.


" Alora!" Fleur menarik tangan Valmira agar wanita bangun.


" sebentar lagi Fleur!" jawab Valmira yang masih tenang sekali.


" Ratu Shana sedang menunggu mu, ayo cepat " ucap Fleur tepat di telinga Valmira. Alhasil wanita itu dengan pelan membuka matanya.


" untuk apa dia kemari, mengganggu saja" gerutu Valmira yang masih ingin tidur.


" sudah ayo, aku siapkan pemandian dulu. Dan kau jangan tidur lagi" tegas Fleur yang sudah seperti ibu yang membangunkan anaknya. Valmira mengangguk kesal.


huam... Valmira menguap, dia menatap jendela kamar. Situasi di luar sangat cerah, perlahan Valmira menuruni ranjang dan mendekat ke jendela. Wanita itu menikmati pemandangan pagi yang begitu indah. Dengan letak kamarnya yang berada lebih tinggi dari pohon membuatnya dengan leluasa bisa melihat situasi sekitaran kerajaan.


" selir, pemandian sudah siap" ucap pelayan yang membuat lamunannya terhenti.


" em, iya" Valmira berjalan menuju pemandian.


Di ruang tamunya sesuai kabar, rombongan Ratu Shana sudah sampai. Dan wanita itu tengah duduk disana. Fleur segera menyambut dan mengatakan jika Selir Agung sedang mempersiapkan diri.


" Apa yang dia lakukan sampai bangun se siang ini?" tanya Shana yang sedikit kesal karena harus menunggu.


" selir Agung semalam tidak bisa tidur membuat selir masih mengantuk pagi ini" jawab Fleur asal. Dia tidak mau mengatakan yang sesungguhnya, apapun itu tidak ada yang bisa tau isi hati seseorang.

__ADS_1


" em, baiklah aku akan menunggu" jawab Ratu Shana terpaksa. Fleur pamit untuk membantu Valmira bersiap.


" ada urusan apa Ratu kemari?" tanya Valmira lagi yang kini tengah di dandani oleh sejumlah pelayan kamarnya.


" saya tidak tau selir" jawab Fleur yang bosan, sejak tadi wanita itu menangkan hal yang sama.


Setelah beberapa saat Valmira sudah siap dan berjalan menemui Ratu Shana.


" yang mulia Ratu" ucap Valmira memberikan penghormatan.


" maaf atas ketidaknyamanannya" lanjut Valmira lalu duduk di depan Ratu.


" tak masalah, hari ini aku ingin mengajak selir melihat kamar baruku. Mungkin selir mau memberikan sedikit tanggapan" ucap Shana memulai rencananya.


" saya tidak berani.."


" tak apa, sepertinya kita perlu menjalin hubungan yang baik mulai sekarang" ucap Shana dengan wajah tulus. Valmira dengan mudahnya mempercayai sandiwara Ratu.


" em, baiklah kalau begitu" jawab Valmira pasrah. Dia akan melihat sejauh mana Ratu Shana akan memperlakukannya. Sejak awal mereka sudah saling berselisih mana mungkin bisa berdamai dengan cepat.


" terimakasih selir" ucap Shana dengan tersenyum senang


Kini kedua wanita dengan status tinggi dalam Harem Raja berjalan beriringan. Semua mata melihat seakan tidak percaya, kedua wanita itu bisa terlihat akur.


Perjalanan dari istana Harem ke istana Ratu sejatinya tidak terlalu lama jika melalui jalan khusus. Tapi Shana sengaja melewati lorong umum agar kebersamaan mereka terlihat oleh penghuni kerajaan.


" istana Ratu masih mendapatkan perbaikan agar tampak seperti gaya kerajaan Prysona. Aku sengaja meminta hal ini pada pelayan" jelas Shana saat mereka sampai di bagian depan istananya.


" begitu, pasti akan terlihat indah" ungkap Valmira mengikuti alur pembicaraan.


" hati-hati beberapa bagian masih di perbaiki" ucap Shana saat keduanya masuk ke istana. Memang terlihat beberapa pekerja masih merapikan beberapa bagian bangunan.


" apa kau memiliki saran selir?" tanya Shana ingin tau selera wanita rendah ini.


" saya kurang mengerti dengan gaya kerajaan Prysona, akan sangat bagus jika anda meminta saran dari pekerja kerajaan anda Ratu" jawab Valmira sedikit menyinggung Shana. Dia merasa di tertawa kan dengan saran yang Valmira ucapkan.


" baiklah" jawab Shana singkat lalu berjalan mendahului.


Valmira melihat kesana kemari agar rasa bosannya hilang. Dia tidak biasa berlagak sopan santun terus menerus.


" selir kemari lah" panggil Shana, Valmira dalam hati sangat malas meladeni.

__ADS_1


" iya Ratu" jawab Valmira dengan nada lembut.


" ini adalah bagian kamar tidur, sangat luas bukan? bahkan ruang depanmu tidak ada apa-apanya dengan ini" jelas Shana setengah menghina.


" iya Ratu anda bisa menjadikan ruangan ini untuk berlatih kuda jika mau" Valmira tidak tinggal diam, meski candaan nyatanya penuh dengan kalimat menghina juga. skor mereka imbang.


" kau bisa saja" jawab Shana sambil tertawa palsu.


Dibalik tertawa itu, Shana memberikan kode kepada pekerja di belakangnya untuk memulai aksinya.


Sebuah balok kayu yang awalnya berdiri mendadak hampir jatuh ke arah Valmira.


" awas selir" Shana mendorong tubuh Valmira dan membiarkan dirinya yang terkena balok itu. Meski sejatinya balok itu hanya mengenai bagian kanan tubuh Shana. Sedang pekerja dengan sigap langsung menolong.


" Ratu!" teriak Valmira tidak menyangka.


" maaf kami Ratu" ucap 2 pekerja.


Valmira segera menolong Shana berdiri, dia tidak percaya wanita jahat ini sudah menolongnya.


" Ratu, anda tidak apa-apa?" tanya Valmira cemas. Memang tak ada noda darah karena dengan cepat pekerja itu menahan balok yang hampir jatuh.


" akk..kakiku, tanganku rasanya tubuhku sakit semua" keluh Shana dengan penuh drama.


" Ratu, mari kita obati lukanya" Valmira membopong tubuh Shana menuju kamar nya.


Kabar mengenai Ratu Shana yang menyelamatkan selir Agung dengan cepat menyebar di kerajaan. Hingga sampai di istana Raja.


" kapan kejadiannya?" tanya Gyan yang baru saja mendengar kabar ini dari Aden.


" tadi pagi yang mulia, saat ini Ratu tengah di rawat di kamarnya dengan di temani Selir" jawab Aden.


" memangnya seberapa parah lukanya?"


" Ratu mengalami cidera pada kaki dan tangan bagian kanan"


" oh" jawab Gyan tak ambil pusing.


" apa yang mulai tidak berniat menjenguk?" tanya Aden hati-hati.


" em, tidak" jawab Gyan menimbang-nimbang.

__ADS_1


" besok sepertinya anda sedikit luang yang mulia" Aden mengisyaratkan sesuatu.


" ya, besok saja" jawab Gyan yang sudah tau maksud Aden.


__ADS_2