
Setelah membaca berbagai macam buku mengenai sejarah serta gambaran kerajaan di luar Garamantian, Falla akhirnya tau, kemungkinan dari mana dia berasal. Dia baru menyadari jika semua kemungkinan itu menunjukkan bahwa dia berasal dari wilayah yang lumayan jauh dari kerajaannya saat ini.
" bagaimana aku ke sana? lalu apa mereka bisa menerima ku seperti Kakak menerima ku?" lirih Falla.
" tapi aku harus ke sana dan mencari tau. Setidaknya aku harus tau siapa sebenarnya diriku ini" lanjutnya. Wanita itu dilema, tapi hati kecilnya bertekad untuk mengunjungi tanah kelahirannya.
" sepertinya tidak ada waktu yang pas, selain saat mendekati saat pesta pernikahan" gumam Falla, mulai merancang rencana.
Sedangkan di sisi lain karena semua persiapan serta waktu pesta pernikahan sudah di putuskan maka Deon akan mengunakan cermin emas untuk memberikan kabar mengenai hal ini. Sekalian dia juga akan memberitahu mengenai data penyihir yang akan pindah ke Mystick.
Deon mencari tempat yang aman untuk memulai koneksi. Lelaki itu mengatur energinya dan perlahan sihirnya masuk ke dalam cermin emas.
Saat itu kerajaan Mystick masih sangat pagi, jadi Valmira masih berkutat dengan kebutuhan G.
" yang mulia, bola kristal bersinar sejak tadi, sepertinya menerima sihir dari cermin" ucap Derya pada Valmira yang bahkan masih menunggu putranya makan buah lembut.
" ah ya, itu pasti Deon. kau bantu aku mengasuh G sebentar"
" baik yang mulia"
Valmira berjalan menuju ruangan tengah.
" yang mulia" sanjung Deon arah sebrang.
" ada kabar apa di sana?"
" menjawab yang mulia. ini mengenai kabar putri Farfalla, pesta pernikahan Putri Farfalla sudah di tetapkan pada saat bulan purnama besok. Sekitar 7 hari lagi. pesta ini akan mengundang banyak kerajaan dan akan di langsungkan selama 3 hari 3 malam,"
" ah begitu, aku akan datang mungkin 2 hari lagi. lalu untuk masalah kepindahan penyihir, apakah ada perkembangan?"
" ah ya yang mulia, kami sudah mengatur dan jumlahnya masih terus berkurang. kemungkinan hanya keturunan penyihir murni yang akan ikut pindah ke Mystick. Untuk saat ini Raja Gyan masih terus mengumpulkan berbagai informasi lengkap dari penyihir yang berniat pindah"
" sampai sekarang ada berapa jumlahnya?"
__ADS_1
" kurang lebih ada 300 penyihir. Namun bisa terus berubah yang mulia"
" oh begitu.. Lalu untuk penyihir yang tidak..."
" Deon siapa itu?" suara bentakan dari arah sebrang membuat Valmira berhenti bicara.
" yang mulia, ini.. ini" Valmira mendengar nya sayup sayup suara Deon yang cemas. Tapi dari tebakannya Kemungkinan itu adalah Gyan. Valmira menarik nafas panjang. Lelaki ini bisa saja menemukan waktu yang pas.
" Valmira, apa itu kau? kenapa kau tidak mengatakan hal ini sebelumnya padaku?! aku kan bisa..."
" sudah jangan banyak tanya, aku akan pergi ke Garamantian dalam 2 hari lagi"
" tidak. besok kau harus berangkat ke sini. aku tidak mau tau!"
Valmira memutar bola matanya. lelaki ini kenapa sulit sekali di hadapi.
" ya ya" jawab Valmira tak ingin memperpanjang masalah.
" aku tunggu!"
Sayangnya tidak untuk Deon, lelaki itu menelan Ludahnya kasar. Saat tatapan Gyan tajam meminta penjelasan.
" kau sengaja menyembunyikan hal ini padaku?" Desis Gyan dingin.
" bu..bukan kakak, saya.."
" panggil aku yang mulia, aku ini Raja mu"
" ampun yang mulia, saya hanya melaksanakan pesan dari Ratu Valmira. tidak ada niat sedikit pun untuk menutupi bahkan menyembunyikan hal ini dari anda" jelas Deon gelagapan.
" mulai sekarang kau yang bertugas untuk membersihkan istana Raja serta mengurus para kuda"
Gyan tak menerima alasan apapun, lelaki itu langsung pergi dengan membawa serta cermin emas.
__ADS_1
Deon ingin memprotes tapi tak ada keberanian. Wajah kakaknya benar-benar garang. bahkan hawa dingin langsung menyergap dan membuatnya merinding sekujur badan.
Pagi harinya Falla berjalan menuju ke urusan rumah tangga. menanyakan mengenai masalah perlengkapan pernikahannya.
" Putri," sanjung para pelayan serta menteri yang ada di sana.
" aku ingin tau bagaimana perkembangan serta persiapan pernikahanku nanti"
" semuanya sudah hampir selesai, gaun serta perhiasan sudah hampir selesai. undangan tamu dan kudapan juga sudah semua"
" apa tidak ada yang ketinggalan? aku tidak mau ada yang kurang"
" baik Putri, kami juga masih membeli beberapa bunga dan bahan untuk menghias aula kerajaan" jawab menteri yang langsung membuat sudut bibir Falla tertarik.
" kalau begitu akan akan ikut dan memastikan sendiri apa saja yang aku inginkan agar pestaku meriah"
" tapi Putri, ini adalah tug..."
" sudah jangan membantah, aku akan ikut berbelanja. apa kau berani melarang?"
" ampun, kami tidak berani putri"
" baiklah, suruh beberapa pelayan ikut denganku"
" baik Putri"
Tak perlu waktu lama, Putri Falla segera naik kereta dan pergi keluar dari istana. Ini adalah kesempatan emas untuk menyempurnakan Rencananya.
" kalian cari barang-barang ini dan aku akan mencari yang lainnya" Falla memberikan secarik kertas pada pelayan.
" lalu putri bagaimana dengan anda?"
" aku bisa sendiri lagipula ada beberapa barang yang tidak boleh kalian tau. nanti sebelum sore kita bertemu lagi disini "
__ADS_1
Falla langsung pergi tanpa menunggu jawaban para pelayan.