
Situasi Prysona kini semakin memanas setelah hasutan Shana dengan mudahnya di telan oleh sang Raja, Segala kebijakan perbatasan menjadi lebih di perketat. Raja Prysona juga sudah mengirimkan surat peringatan kepada Raja Garamantian. Kali ini surat itu diberikan sihir agar bisa sampai lebih cepat dan memberikan penekanan pada Gyan.
" Raja, tolong jangan terlalu gegabah. kita harus memberikan kesempatan pada Raja Gyan untuk menunjukkan buktinya"
" Kamu kenapa begitu mempercayai lelaki itu. Putri kita yang dia hina tapi tidak ada sedikitpun rasa simpati di hatimu. Keputusanku sudah bulat, jika raja Gyan tidak mencabut ucapannya maka Prysona tidak takut memulai perang!"
" Raja, kita tidak.mungkin..."
" sudah, pengawal bawa Ratu ke kamarnya. Jangan biarkan keluar dari kamar" tegas Raja.
" Raja, pikirkan sekali lagi. Putri kita telah melakukan kejahatan sihir"
" pengawal!"
Raja Prysona benar-benar terperdaya dan percaya pada Shana. Sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Gyan ataupun Ratu nya. Baginya Shana adalah segalanya, tidak ada yang boleh menyakiti putrinya.
" Raja..!" Ratu Prysona terus berteriak sejak pengawal masuk dan memaksa wanita itu keluar dari ruangan. Kenapa suaminya dengan mudah termakan ucapan putrinya, kini apa yang Gyan katakan benar. Putrinya benar-benar licik.
brak brak brak
Ratu Prysona terus menggedor pintu, kenapa malah dirinya yang mendapatkan hukuman. Seharusnya Rajanya memberikan hukuman pada putrinya.
usahanya tidak membuahkan hasil, dia sangat mengenal kepribadian suaminya. Lelaki itu tidak akan goyah, dia akan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Dan mungkin sebentar lagi perang akan pecah. akibat yang putrinya timbulkan sangatlah fatal. Dia harus segera mencari cara, jangan sampai perang pecah dalam waktu dekat. melawan Garamantian tentu tidak mudah, mereka akan kalah meski mengeluarkan puluhan ribu prajurit.
Hari terus bergulir, surat milik raja Prysona dengan cepat sampai di kerajaan Garamantian.
" yang mulia ada surat dari Raja Prysona. surat ini terlihat aneh, apa perlu..."
" berikan padaku"
__ADS_1
Aden memberikan kotak kayu yang sedikit mencurigakan. Dia bisa mengenali adanya energi sihir di dalamnya.
" surat ini mengandung sihir dimensi, pasti Raja Prysona tidak main-main mengirimkannya"
Gyan mengeluarkan sihir perlindungan di sekitar kayu tersebut dan segera membuka surat.
Lelaki itu membaca dengan seksama isi surat yang semuanya hanya tentang omong kosong serta ancaman.
" yang mulia" lirih Aden cemas. Bukan karena ancaman Raja Prysona, dia takut tuannya marah dan semua yang Raja Prysona ancamkan malah akan berbalik menyerang dirinya sendiri.
" wanita itu sengaja membalikkan fakta. Dia pasti mengatakan kebohongan dengan tidak mengakui kejahatannya"
" yang mulia harap jangan terpancing, pasti ada kesalahpahaman"
" aku tau jelas bagaimana maksud Raja Prysona. Lelaki ini memandang sepele ucapanku. Demi menutupi fakta bahwa putrinya bersalah, dia rela memulai perang dan mengorbankan rakyatnya sendiri"
" lalu bagaimana kita mengatasinya?"
" yang mulia kita akan berperang?"
" tentu saja, Raja Prysona sampai kapanpun tidak akan mengakui kejahatan Shana. Aku akan membawa kasus ini ke dunia sihir seperti yang sudah aku katakan pada Ratu Prysona. jika hukuman ku tidak mereka terima dan malah mengancam balik tentu aku tidak akan sungkan lagi"
" tapi, yang mulia. bagaimana dengan rakyat?"
" melawan kerajaan Prysona tidak sulit. para penyihir disana tidak akan ikut turun tangan, mereka jelas tau hanya kekalahan yang akan mereka temui jika berurusan denganku. Hanya dengan sekali serangan mereka tidak akan bisa mendekati perbatasan" balas Gyan penuh percaya diri. kerajaan Garamantian lebih besar dan lebih kuat daripada kerajaan Prysona. Yang luasnya tidak sampai 2 kali lipat dari Garamantian. tidak akan menimbulkan ancaman berat.
......................
Situasi Samudra Chantara tidak jauh berbeda dengan kerajaan Prysona. Malam ini penumpang kapal di buat tegang dengan datangnya angin badai. Meski keadaan kapal masih stabil namun tidak bisa menampik dahsyatnya angin yang menabrak kapal. Sihir Kangta benar-benar menguntungkan mereka. Bahkan nahkoda kapal bisa dengan tenang mengemudikan kapal tanpa harus terombang ambing kesana kemari.
__ADS_1
" tuan badai ini tak kunjung selesai, sudah hampir satu jam tak ada perubahan bahkan badai semakin dasyat" Deon semakin khawatir, dia tidak berani keluar dari kabin untuk mengecek penumpang lainnya.
" jika benar ini pelindung Marilla, kita baru menghadapi lapisan pertama. Sebisa mungkin kita harus bertahan"
" apa kita perlu menggabungkan energi sihir untuk mempertahankan kapal?"
" tidak, milikku sudah cukup" jawab Kangta. Tubuhnya terus berdiri menghadap ke depan dengan kedua tangannya terbuka untuk mengalirkan sihirnya.
Berbeda dengan Valmira, di dalam kamar wanita itu merasakan hawa panas mengalir dari gelang Marilla. pelindung milik Marilla sebenarnya tidak berdampak sama sekali dengan Valmira. dia adalah anak kandung wanita itu, sudah semestinya bisa keluar masuk dengan mudah. Hanya saja karena energi sihir bisa merasakan persamaan aura serta darah Valmira yang sama dengan Marilla, sayangnya inti jiwa yang tidak ada membuat energi tabir mengalami kesenjangan mengenali Valmira.
" apa yang terjadi?" lirih Valmira sambil terus memegangi tangannya.
' Valmira, Valmira'
suara itu bagaikan nyanyian yang terus di ulang di telinganya. Valmira merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Serasa suara itu memanggilnya untuk keluar kamar.
Hujan turun semakin deras, angin berhembus tak karuan. Banyak dari layar kapal yang sobek karena terpaan angin. Malam itu semakin berkecamuk, pasangan suami istri di dalam kamar menatap kaca jendela dengan perasaan was was.
" ini adalah tabir Marilla, aku tidak yakin kita bisa melewatinya malam ini. Menurut cerita pada tabir pertama saja banyak penyihir yang tewas ataupun terombang-ambing selama berhari-hari" jelas Aislinn dengan kedua tangannya saling bertautan.
" sepertinya kita harus menemui Kangta, untuk mencari jalan solusi. Tidak mungkin semalam lelaki tua itu mempertahankan kapal" Zephyr menimpali. Dia juga merasa jika badai yang mereka lalui tidak pernah berhenti bahkan semakin bertambah parah.
" aku tidak bisa menggunakan sihir dimensi, kita harus menggunakan kabin. kangta mungkin berada di anjungan kita kesana saja"
" ayo"
Bagian anjungan kapal terpisah dengan kabin, mereka perlu keluar dan melewati geladak untuk menaiki tangga menuju anjungan.
" astaga" ucap Zephyr tak kala melihat ombak yang begitu tinggi. Kapal bergerak kesana kemari hanya saja karena sihir Kangta mereka tetap aman tidak merasakan gelombang. Baru saat keluar keduanya bisa melihat dengan jelas bagaimana ganasnya badai yang mereka hadapi.
__ADS_1
" apa kita bisa keluar dari badai ini?" lirih Aislinn yang juga takjub dengan ombak samudra.
" ayo, kita naik" ajak Zephyr tidak mau berlama-lama. dia tidak memiliki cukup keberanian untuk menyaksikan hal yang lebih menyeramkan lagi.