Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Tak Terduga


__ADS_3

Rombongan bantuan baru saja pergi, ada sekitar 3 kereta membawa makanan, air bersih serta perlengkapan lainnya. Semua itu hanya seperempat dari permintaan Raja. Shana mengatakan jika sisanya akan mereka kirimkan dalam waktu dekat. Dan semua itu hanya sandiwara saja. Karena setelah ini pasukan Prysona tidak akan lagi merasakan sesuatu selayaknya manusia normal. Mereka akan terpengaruh dengan sihir hitam Douglas. Tinggal memilih hari saja, saat Shana ingin melakukan sesuatu dengan pasukan tersebut.


wanita itu menatap rombongan bantuan dengan senyum licik. waktu menunjukkan sore hari perjalanan malam membuat mereka terhindar dari panas terik.


" bagaimana apakah putri senang dengan keberhasilan ini?" tanya Douglas dengan nada menggoda.


" tentu saja"


" jadi apakah malam ini kita..."


" ssuuttt, ini rahasia kita. jangan biarkan yang lain mengetahuinya" ucap Shana lirih.


" baiklah" balas Douglas sambil mencium tangan Shana. Mereka sudah tidak mengindahkan peraturan manapun. kerajaan Prysona sudah benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi.


Sesuai dengan kesepakatan, malam ini di istana miliknya Shana sudah mengusir semua pelayan yang ada. membuat tempat yang nyaman dan aman untuk menanggalkan darah keperawanannya.


" saya sudah lama mengagumi kecantikanmu, malam ini rasanya seperti mimpi bagiku. Kesempurnaan yang aku impikan bisa aku sentuh sesuka hatiku" bisik Douglas di telinga Shana. Wanita itu sudah terduduk di ranjang kamar khusus milik Douglas. Dengan hanya menggunakan satu lapis gaun Shana datang dan membayar janjinya.


" kau semakin berani saja, heum?" bukan kemarahan melainkan kalimat godaan yang Shana berikan. tangannya dengan lembut mengusap dada Douglas yang terbuka.


" bukankah kau mendambakan keberanianku malam ini?" balas Douglas tak kalah mesum.


" aku ingin aku menjawabnya?"


" tentu saja, bahkan Gyan bodoh itu sudah menyia-nyiakan kesempurnaan di depan matanya. Malam ini akan ku buat kau menikmati surga dunia yang tak pernah bisa kau bayangkan sebelumnya"


" aku jadi tidak sabar"


" minumlah, ini akan membuatmu semakin terlena"


Douglas memberikan sejauh cangkir yang berisi air khusus kepada Shana, tanpa pikir panjang Shana segera meneguk habis air itu dan melempar cangkir yang sudah kosong.


" pintar" ucap Douglas, lalu segera mencium bibir Shana, lelaki yang sudah bertelanjang dada itu dengan nafsu mendidih, ia mendorong tubuh Shana yang sudah terekspos beberapa bagian untuk terlentang di atas ranjang.


Semacam meminum air madu, ciuman itu sangat manis dan menuntut. Mereka berdua di penuhi gelora hina untuk segera menuntaskan gairah nafsu. Saling menindih dan memuaskan. Kedua sejoli itu tidak memikirkan apapun selain kenikmatan.


......................................


ooeek ooeekk


" Sayang, G. kenapa menangis terus? bukankah baru saja makan? heum" tanya Valmira sambil menggendong bayinya yang tidak berhenti menangis.


" putri, pangeran kecil kenapa menangis terus?" tanya Derya yang baru saja masuk membawa makan malam Valmira.

__ADS_1


" entahlah mungkin tubuhnya ada yang sakit" jawab Valmira asal.


" coba saya lihat" Derya mengambil G dalam gendongannya dan segera mengecek. Tapi tidak ada yang salah.


" mungkin kita bisa panggil Kangta saja, siapa tau ini berkaitan dengan pertumbuhan inti jiwanya" saran Valmira sambil menatap Derya yang kebingungan.


" ah ya, saya akan panggilkan" dia menaruh G di atas ranjang bayi. Lalu pergi. Valmira terus menenangkan putra yang menangis tiada henti.


tap tap tap


suara langkah kaki terdengar mendekat.


" putri, ada yang bisa saya bantu?" tanya Kangta yang sedikit mengetahui permasalahan dari cerita Derya.


" Bayi G sejak tadi sore menangis tiada henti, aku sudah melakukan berbagai cara tapi tidak berhasil. Apa kau bisa memeriksanya mungkin bukan fisiknya yang bermasalah" jelas Valmira sambil menggendong G mendekat ke Kangta.


" baiklah akan saya coba" Kangta mengambil G dalam gendongannya. Dia melihat sekilas tidak ada yang bermasalah.


" apa ini ada kaitannya dengan energinya?" tanya Valmira cemas.


" mungkin dia merasakan energi buruk yang belakangan ini memenuhi istana. inti jiwanya masih murni jadi akan mudah merasakan aura hitam" jelas Kangta, berdasarkan pengetahuannya.


" lalu bagaimana membuatnya tenang?"


" baiklah akan aku coba"


Kangta meletakkan G di atas ranjang, lalu Valmira bersiap mengirim energinya. Setelah beberapa lama Bayi G mulai tenang, dia tidak di ganggu lagi dengan aura hitam yang menginginkan kemurniannya.


" berhasil, syukurlah" Valmira dan Kangta langsung bernafas lega. Bayi kecil itu sudah berhenti menangis.


" terimakasih Kangta"


" jangan sungkan putri," Kangta menatap bayi itu dengan pandangan sayang. Entah bagaimana senangnya Gyan jika tau putranya lahir dengan selamat.


Disisi lain, saat ini Gyan tengah merasakan kegelisahan. lelaki itu semakin sering memimpikan Valmira yang sedang menggendong bayi kecil. Hal ini tentu saja semakin dalam melukai perasaannya. Lelaki itu menjadi sering melamun dan kehilangan nafsu makan. Rasa bersalah dalam dirinya juga semakin besar. Hati lelaki itu kesakitan dan menyebabkan fisiknya ikut melemah. Kondisi seperti inilah yang sangat cocok untuk musuh -musuhnya jika ingin melawannya.


" Yang mulia, terlihat pasukan kerajaan Prysona mulai bergerak. Mereka juga baru saja menghukum para prajurit yang membelot. Apa mungkin kita perlu menyiapkan sesuatu?" tanya Aden.


" tidak usah, seperti rencana awal. Para penyihir dulu yang menyerang" jawab Gyan lemah.


Suara itu jelas membuat Aden merasa kasihan dan sedih. Rajanya semakin hari bukannya kembali segar tapi semakin lemah.


" yang mulia, anda jangan Memikirkan selir Agung terus menerus. Kerajaan membutuhkan anda" ini pertama kalinya Aden memohon. kondisi Gyan jauh lebih menurun dari terakhir kali dia datang.

__ADS_1


" jangan mengkhawatirkan aku, aku bisa menjaga diri dengan baik"


" yang mulia.. peperangan sudah di depan mata, bagaimana jika pasukan mendengar kabar mengenai anda"


" Aden jangan melebihkan sesuatu. Aku tau bagaimana kondisi ku sendiri" tegas Gyan. lelaki itu paling tidak suka di kasihani. Dan mendengarnya dari Aden tentu saja melukai harga dirinya.


" maafkan saya yang mulia. Saya akan lebih sering di istana saja mulai sekarang"


" kau ingin membuat yang lain resah, jangan cengeng. kembali ke perbatasan dan laporkan semua yang terjadi disana" perintah Gyan.


" tapi yang mulia.."


" sudah jangan membantah, segera pergi!" usir Gyan.


" baik yang mulia" dengan sangat berat hati Aden akhirnya pergi ke perbatasan. Padahal Dia sangat khawatir dengan kondisi Rajanya. Akhirnya dia memilih turun di area kamar putri Farfalla.


" putri saya minta tolong, Keadaan Raja semakin memburuk saja. mungkin putri bisa setiap hari mengunjugi yang mulia untuk memastikan kondisinya" ucap Aden dengan sangat mengiba.


" Aden, bukannya aku tak mau. Sebelum kau suruh pun aku sangat ingin melakukannya. Tapi kaka selalu saja mengusirku. Jika aku memaksa maka kakak akan menambahkan guru pelajaran untukku. Aku juga sudah menyuruh ibunda dan para tabib untuk ikut memeriksa tapi Kakak menolak semua kunjungan itu"


" lalu bagaimana putri, Raja tidak boleh sampai sakit. tubuhnya melemah. Saya takut yang mulia akan..."


" akan apa?"


" akan memilih untuk menyusul selir Agung" ucap Aden dengan nada penuh kekhawatiran.


" tidak, kaka tidak mungkin melakukan itu"


" putri, Raja sering menolak makan dan setiap hari menatap kamar selir dari balkonnya. saya takut sekilas Raja kehilangan diri dan melakukan hal itu"


" tidak Aden. Aku tidak mau hal itu terjadi. Kita harus mencari cara untuk membuat kesadaran Raja kembali"


" apa putri caranya?"


" bagaimana jika kau melaporkan keadaan perang dengan kondisi terburuk. Mungkin itu bisa mengalihkan perhatian Raja"


" itu.. itu sangat sulit"


" kau harus mencobanya. buat kalian tidak bisa melakukan apapun selain mengharuskan Raja yang turun tangan" hasut putri Farfalla. Aden semakin dibuat bingung, bagaimana bisa menyuruhnya memanipulasi laporan perbatasan. ini akan membuatnya dalam masalah besar.


" Aden ini demi Raja" tegas Farfalla.


" baiklah putri akan saya coba" jawab Aden lemah.

__ADS_1


__ADS_2