Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Pertemuan Paling Lama


__ADS_3

Aden berdiri di samping Gyan dengan wajah serius, pertemuan menteri baru saja di mulai dan kini para menteri mendengarkan dengan seksama. Tak ada suara selain milik Gyan, menteri bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari sang Raja.


" hal ini pasti kalian sudah mengetahuinya, dan sudah beberapa lama sudah menjadi pembicaraan seisi istana. Aku tidak akan memaksa mau kalian ikut pindah ke Mystick atau tetap di sini. Semua konsekuensi serta solusi sudah kalian pahami dengan benar, meskipun sejauh ini aku masih belum bisa menjamin keselamatan kalian semua" penurutan Gyan membuat semuanya menjadi tak tau harus berbuat apa.


" yang mulia, jika pemerintah manusia masih kekeh untuk masuk dan membantai para penyihir apa kita tidak melakukan perlawanan? "


" iya yang mulia, Melawan mereka bukan perkara sulit" imbuh yang lain.


Gyan menutup matanya sambil memijit keningnya, hal ini sudah dia prediksikan. Lelaki itu mengambil nafas panjang.


" kau ingin dunia semakin kacau? dari jumlah penyihir dan du bandingkan dengan manusia biasa, sangat tidak masuk akal jika kita juga melakukan pembantaian. sekali kita membalas maka selamanya tidak akan ada kata damai. Belum lagi di Garamantian tidak semua orang adalah penyihir, mau bagaimana kemudian mereka nanti?" jelas Gyan membalas usulan yang tidak bertanggung jawab itu.


semuanya diam, perkataan Raja Gyan memang benar. Jika mereka menyerang maka kerajaan Garamantian juga malah mengalami kehancuran. Para manusia biasa di kerajaan akan ikut menyerang dan dalam waktu singkat, kerajaan pasti akan runtuh.


" yang mulia, dengan kecurigaan manusia yang terlalu besar, bagaimana jika keselamatan manusia biasa, rakyat Garamantian malah ikut terancam. Mereka bisa saja membunuh mereka karena menyakini jika Garamantian adalah sarang penyihir"


" aku juga berfikir seperti itu, saat ini Garamantian menjadi ancaman terbesar bagi mereka. Dan bisa berlaku seenaknya"


" yang mulia sepertinya bukan penyihir saja yang pindah, mungkin rakyat biasa perlu mendapatkan perlindungan baru" imbuh yang lainnya.


Gyan memikirkan saran ini, rakyat biasa jelas terancam dengan pemberitaan ini. mau tidak mau dia juga harus mencari wilayah lain yang bisa meredam kecurigaan pemerintah.


" baiklah memang hal ini perlu aku pikirkan lagi, mengingat waktu yang kita miliki tidak banyak"


" yang mulia lalu kapan kita para penyihir akan di pindahkan?"


" iya, yang mulia. Mungkin bisa di percepat. mengingat banyak dari kita yang harus pergi"


" baiklah jika begitu, aku tidak akan berlama lagi, besok jika kalian memilih pindah segera masuk ke istana barat dan yang ingin menetap silahkan berada di istana timur" jawab Gyan dengan jelas.


" baik yang mulia"


semua menteri akhirnya bergegas mempersiapkan diri. Mereka tidak banyak membawa barang, hanya beberapa saja. Selebihnya harta pribadi yang akan lebih berguna di sana.


Hari menjelang sore,Gyan masih berada di ruang kerjanya. Istananya kembali sepi, Valmira dan putranya G sudah kembali. Dia hanya menerima kabar dari elang Kangta yang mengikuti istrinya. Meski beberapa orang sedikit curiga namun untung saja Valmira dan rombongannya bisa berlayar dengan aman.


" yang mulia, ini adalah daftar para penyihir yang siap kehilangan kemampuannya" Aden meletakkan berkas di atas meja kerja Gyan.


" em. apa kau pernah pergi ke Uthaman? maksudku pergi dengan cara normal.." tanya Gyan random. Aden mencoba mengingat kembali, perjalanannya sampai bisa menjadi pengawal kerajaan tentu tidak singkat. Aden sejak kecil memang terbiasa berkelana.


" pernah, itu sudah lama sekali"


" bagaimana keadaan di sana?" Gyan sedikit tertarik.


" di sana tidak sekering padang pasir di Garamantian. karena pernah menjadi tempat berperang jadi tidak banyak orang yang berani tinggal di sana. Padahal beberapa wilayahnya cukup subur"


" kabarnya sampai saat ini wilayah Uthaman masih sepi penduduk"


" yang saya tau juga begitu"

__ADS_1


" malam longgarkan jadwal, aku akan berkunjung ke Uthaman"


" Uthaman? bukankah kemarin malam?.."


" ada hal mendesak yang harus aku bicarakan dengan Emrick. Aku memiliki rencana untuk memindahkan rakyat biasa Garamantian ke wilayah sana"


" anda serius yang mulia? lalu bagaimana dengan Garamantian?"


" ini masih rencana, jika memungkinkan akan sangat bisa membantu sekaligus memberikan perlindungan pada mereka"


" semoga ini menjadi jalan terbaik, yang mulia"


" ku harap begitu"


Sesuai dengan rencana, saat hari mulai gelap. Gyan membuka portal langsung di kamar Falla.


" Astaga!! kakak" pekik Falla. Untung saja tidak sedang ada pelayan di kamar.


" maafkan aku, karena mengagetkan mu Falla. Apa kau bisa memanggilkan Emrick. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan nya"


" Emrick baru saja di panggil pihak istana tadi pagi. Falla akan periksa apa dia sudah kembali atau belum" jawab Falla.


" baiklah kalau begitu"


Gadis itu keluar dari kamar menuju ruangan Emrick. Dan beruntung di bagian depan terlihat pengawal Emrick yang baru saja keluar.


" apa Adipati sudah kembali?" tanya Falla sopan.


" emm, begitu ya" Falla jadi dilema. Dia tidak mungkin membuat kakaknya kecewa. pasti ada hal serius sampai kakaknya datang malam-malam begini.


" apa kau tidak bisa mengabarkan kedatanganku. Emm ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Adipati" desak Falla halus. pengawal itu mengambil nafas panjang, wanita di depannya selalu saja merepotkan.


" di dalam selir Thalasa juga sedang berdiskusi dengan yang mulai, apa kau tidak mengerti. Kau baru saja masuk di kediaman tapi sudah..."


" ehemm apa ada ini?" Emrick mendengar keributan dan akhirnya keluar kamar. tubuh besar pengawalnya menghalangi pandangannya dari Falla.


" yang mulia.."


" Adipati.."


" Falla, ada apa kemari?" suara Emrick langsung melemah. terdengar begitu lembut.


" apa Adipati memiliki waktu, ada sesuatu yang ingin saya diskusikan"


" masuklah.."


" emm bukan di sini, maksudku di kamar" Emrick menatap raut wajah Falla, wanita itu terlihat memberikan kode aneh. Emrick paham jika sesuatu ini pastilah hal yang serius.


" baiklah, mari kita pergi" Emrick langsung berjalan keluar.

__ADS_1


" yang mulia..." baru saja beberapa langkah selir Thalasa memanggil Emrick. Dia seperti tidak terima di tinggal begitu saja.


" ah ya, kau kembali saja. Masalah itu bisa di bicarakan nanti" ucap Emrick dan kembali meneruskan langkahnya. Falla tak tau harus apa jadi dia ikut meneruskan langkahnya di belakang Emrick.


tap tap tap


suara langkah kaki terdengar mendekat, Gyan berdiri dan mendekati pintu.


ceklek..


" Raja??" suara Emrick tercekat karena begitu terkejut dengan kedatangan Gyan.


" maaf mengejutkan mu, ada hal yang ingin aku bahas denganmu" ucap Gyan.


" baiklah"


Falla dan Emrick segera masuk ke kamar dan menutup pintu nya. Bagi yang tidak tau mereka mengira jika Emrick dan Falla sedang ingin menghabiskan waktu bersama.


" duduklah kak"


mereka bertiga duduk di sofa depan pintu ruang tidur. Untung saja ruangan kamar Falla cukup luas untuk di jadikan ruangan rapat dadakan.


" saat ini aku akan berbicara sebagai Raja Garamantian. Jadi mungkin hal ini akan sangat serius" ucap Gyan membuka pembicaraan.


" baik Raja"


" apa ada masalah serius kak?" tanya Falla cemas.


" ini berkaitan dengan surat dari pemerintah kalian. Mereka sedang mengadakan pencarian penyihir besar-besaran dan meminta izin untuk masuk ke Garamantian. Hal ini aku sendiri sudah memiliki jalan keluarnya. Sayangnya dampaknya membuat masalah baru muncul"


" apa itu? " Emrick mendengarkan dengan seksama. sebagai anggota kerajaan dia jelas paham dengan masalah seperti ini.


" karena sebagian penyihir akan pindah ke tempat yang lebih aman. Aku juga berfikir untuk ikut memindahkan rakyat biasa ke wilayah lain sehingga memiliki perlindungan yang terjamin"


" sebenarnya saya juga baru saja mendiskusikan hal ini bersama dengan pemerintah Uthaman. Mereka sepertinya mendapatkan surat yang serupa. namun karena di Uthaman memang tidak pernah terlihat penyihir dan jumlah penduduk yang sedikit, kami tidak menemukan banyak masalah"


" jadi menurutmu apa mungkin hal ini bisa di lakukan ?"


" beberapa wilayah Uthaman memang masih kosong dan membutuhkan pemerintah. saya akan menjelaskan hal ini pada Pemerintah Uthaman. Saya yakin mereka pasti setuju mengingat Uthaman membutuhkan banyak pemasukan " ungkap Emrick. Dia cukup terang-terangan. Ini masalah pemerintah jadi lelaki itu tidak sungkan lagi.


" kau tenang saja, Garamantian berani mengeluarkan berapapun asal rakyat bisa aman" balas Gyan tak kalah terbuka.


" kalau begitu kita bisa berkeliling sejenak,.di wilayah mana anda ingin memindahkan rakyat Garamantian"


" baiklah kalau begitu"


" Falla kami akan pergi, jika ada yang ingin mencari ku sebisa mungkin kau halangi ya"


" iya Adipati"

__ADS_1


Gyan kembali membuka portal sihir dan akan berkeliling di Uthaman.


__ADS_2