
" putri kami menemukan banyak sekali bangkai hewan di ruangan sebelah" lapor salah satu prajurit.
Kangta dan Valmira saling pandang, mungkin ini salah satu penyebab bau anyir serta tidak ditemukannya bangkai hewan suci yang selama ini menjadi persembahan.
" pimpin jalan kesana" Kangta langsung mengikuti prajurit itu, ini adalah asal petaka yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
" aku, tidak kuat baunya, lebih baik aku..."
" jangan merengek, ayo ikut aku" tegas Kangta. ini adalah hal terpenting. bagaimana bisa Deon melepasnya begitu saja. Anak itu butuh lebih banyak pelajaran agar bisa semakin dewasa.
Dengan berat hati Deon mengikuti kangta dan Valmira. Tak lupa dia mengeluarkan sihir khusus agar hidungnya tidak mencium bau busuk ini. meskipun hanya beberapa saat saja.
" ini benar-benar tidak bisa di biarkan" Kangta sampai geleng-geleng melihat tumpukan mayat dengan diberikan sihir tertentu dalam jumlah banyak.
" aku tidak mengira, mereka bisa begitu berani dan kejam seperti ini. Aku sampai tidak bisa memikirkan hukuman apa yang cocok untuk mereka berdua" Valmira mengamati semua bangkai itu dengan perasaan sedih, pemandangan ini begitu menyayat hati.
" tuan, dengan hewan sebanyak ini apa yang mungkin terjadi pada Azerbaza?" Deon bertanya dengan mata gak berkedip menatap pemandangan mengerikan.
__ADS_1
" mungkin saja malapetaka sedang terjadi entah di wilayah mana, aku akan mencoba semaksimal mungkin untuk membereskan masalah ini"
" terimakasih atas bantuan penyihir Kangta, hal ini akan aku serahkan pada kalian berdua. aku yakin dengan pengetahuan tuan Kangta masalah ini akan bisa teratasi dengan baik" saut Valmira dengan penuh kerendahan hati.
" kepercayaan putri tidak akan kami khianati, " balas Kangta menerima tintah putri Valmira. Sejak memutuskan untuk mencari keberadaan pulau Marilla, dia sudah berkeyakinan untuk melakukan segala cara menumpas sihir hitam di kerajaan. Semuanya semakin dipermudah dengan Valmira yang sudah memiliki inti jiwa.
Setelah memeriksa beberapa saat, Valmira memilih untuk pamit lebih dulu. Dia memiliki rencana untuk segera membentuk kabinet pejabat agar masalah besar yang terjadi ini bisa segera di atasi.
......................
Pasukan kerajaan Prysona semakin berkurang saja, hari ini semua pembelot kerajaan dengan tegas diberikan hukuman di depan semua prajurit. Agar menjadi pelajaran bagi yang lainnya.
" Di depan kalian saat ini, mereka semua bukan lagi para prajurit Prysona yang gagah, bukan lagi pahlawan kerajaan melainkan sekumpulan pecundang dan para pengkhianat kerajaan. Sesuai dengan hukuman yang di berikan Raja, hari ini juga tanpa menunggu waktu lama, semua orang ini akan di eksekusi!" teriak panglima dengan lantang. Semua yang mendengarnya langsung terdiam, beberapa sampai harus syok melihat betapa kejamnya Raja mereka. Banyak dari pasukan yang malah memaklumi apa yang para membelot itu lakukan. Hanya dengan modal apa adanya kerajaan membawa mereka iku serta dalam peperangan yang seharusnya bisa mereka hindari. Tak ada ancaman apapun, malah memulai perang. Mereka tidak memiliki pilihan.
Suasana bertambah ngeri saat satu persatu prajurit membawa paksa mereka dengan tali-tali yang di ikat di setiap tangan dan kaki.
" ampun tuan, ampun yang mulia. Kami bersalah, kami bersalah. mohon ampuni kami yang mulia" ucap beberapa pembelot itu, hanya ada rasa menyesal dalam diri mereka. Kehidupan mereka sudah tamat, mereka tidak bisa memutar waktu untuk memperbaiki keadaan.
__ADS_1
Nyatanya suara mengiba itu sama sekali tidak menyentuh hati Raja. Dia memilih membunuh pasukannya sendiri dari pada harus malu karena pengkhianat mereka. Meski dengan hukuman lain mungkin saja bisa membuat mereka sadar, tapi Raja sudah menutup pintu maaf.
" Dasar Raja tidak tau diri, kau hanya menumpang di Prysona. Jangan merasa bangga, aku bersumpah hidupmu akan penuh dengan penyesalan sampai akhir hayatmu, cuih" ucap salah satu pembelot yang sudah sakit hati. Dia merasa benar dan menyesal kenapa tidak dia pergi lebih awal.
" brengsek! aku ingin dia yang lebih dulu di eksekusi!" balas Raja penuh amarah.
" hahaha. kau fikir dengan menghukum kami akan membuat pasukanmu semakin patuh, tidak!. kau salah, pasukan ini hanya mengantar nyawa saja. Kau fikir kami bodoh? hah!. Rasakan kekalahanmu, kau tidak akan memiliki apapun setelah ini" lanjut yang lain.
Tangan Raja mengepal kuat menahan amarahnya.
" cepat bunuh mereka semua!!!" Raja sudah kehilangan kesabaran. Kini semuanya bisa melihat sendiri, bagaimana tidak bijaksananya Raja mereka. Meski terlihat diam, tapi semua yang melihat lebih menyetujui ucapan pembelot itu. Akhir hidup mereka tidak akan jauh berbeda dengan para pembelot itu. Hanya bedanya jika para pembelot, tubuhnya di cabik-cabik kerajaan sendiri. Sedang tubuh mereka akan di cabik-cabik musuh. Dan sebentar lagi mereka pun akan bertemu dalam dunia lain.
para prajurit sudah siap dengan cambuk kuda. Dan tanpa menunggu hitungan segera saja pukulan cambuk membuat kuda-kuda itu berlari kencang. Dan
srekk
srekk
__ADS_1
Semua memalingkan wajahnya tidak tega, kecuali sang Raja.
" hahahaha.hahahaha.hahahaha. berani dengan ku maka inilah hukuman yang pantas kalian terima. hahaha hahah haha" Raja terlihat begitu puas. Lelaki itu sama sekali tidak ada rasa simpati. Raja mereka tidak memiliki Hati.