Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan
Menemui Pemimpin Rogue


__ADS_3

beberapa berlalu setelah insiden penahanan manusia. kini para orang-orang itu hanya menyisir Garamantian tanpa melakukan penangkapan jika bertemu dengan penyihir. Sesuai dengan kesepakatan, mereka hanya akan mengambil identitas mereka saja.


" ketua, apa kita bisa menemukan mereka setelah ini? Yang mulia jelas sekali ingin melindungi mereka. Kita harus curiga dengan sikap Yang mulia ini.." ucap lelaki yang kemarin melakukan penyerangan pada prajurit kerajaan.


" kau jangan bicara omong kosong, mana mungkin Raja dan penyihir memiliki hubungan dekat, Raja Gyan adalah pewaris tunggal Raja sebelumnya. Dan bisa di pastikan jika dia bukan seorang penyihir"


" tapi ketua. Saat saya menunggu para tahanan. banyak yang mengatakan jika Yang mulia raja itu sangat sakti dan tidak mudah terkalahkan. Bukankah ini aneh?"


" jangan ke makan ucapan mereka. Sebagai Raja tentu saja yang mulia membangun harga diri seperti itu. Agar rakyatnya percaya padanya"


" ketua kita harus tetap menyelidiki hal ini"


" sudah jangan bicara lagi, masih untung kalian bisa selamat. kita tidak tau bagaimana jadinya jika Raja tidak memberikan pengampunan, tamat sudah riwayat kalian"


anak buah itu tetap tidak mau percaya begitu saja. Dia yakin jika Raja Gyan pasti memiliki rahasia dan memiliki hubungan kuat dengan penyihir. Dia harus bisa mencari tau sendiri.


Di sisi lain Hari ini adalah hari dimana kesepakatan antara Gyan dan Emrick. Gyan sudah berada di perbatasan Uthaman bersama dengan kereta yang dia sewa tak jauh dari sana.


" Raja " sanjung beberapa prajurit yang datang.


" maaf sudah membuat yang mulia menunggu"


" tak apa..."


" Raja yang berdua saja?"


" iya, ini perjalanan rahasia. hanya aku dan pengawal pribadi saja" jawab Gyan dia sebenarnya bersama dengan satu-satunya menteri yang dia punya.


" baiklah Raja, kita singgah sebentar di ke dia ma Adipati Emrick"


" kalian pimpin jalan" ucap Gyan.


Akhirnya Gyan masuk kembali ke dalam kereta, menterinya duduk di samping kusir kereta.


cah cah cah


mereka melaju dengan kecepatan rata-rata. Dan baru bisa sampai di istana kediaman Adipati saat menjelang sore hari.


" Raja.." Emrick dan Falla sudah menunggu di depan kediaman. Mereka menyambut kedatangan Raja Gyan dengan layak. tidak secara sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya.


" mari silahkan masuk kak" mereka langsung membawa Raja Gyan ke ruangan tamu utama. Seperti dulu saat Gyan pertama kali datang kemari.


" bagaimana kabarmu?" tanya Gyan basa basi masih banyak pelayan dan penjaga di sekitar mereka.


" Falla baik-baik saja. Kakak bagaimana?"


" baik,.semua"


mereka masuk dan pintu langsung di tutup.


" Bagaimana perkembangan pemimpin?"


" pemimpin bersedia bertemu dengan Raja malam ini. Beliau sudah sangat menantikan pertemuan itu"


" baguslah, malam ini juga kita berangkat"


" kakak istirahatlah dulu perjalanan dari perbatasan pasti melelahkan"


" baiklah"


Falla membawa Kakak nya menuju kamar tamu.


" bagaimana dengan Butin, binatang yang aku berikan padamu?"

__ADS_1


" ah. dia sangat manja. aku sering memberinya makan. Dia hafal sekali dengan kehadiran ku"


" baguslah, dia bisa tumbuh besar dan kau mungkin bisa menungganginya nanti"


" benar kak? itu sangat menyenangkan"


" tentu saja, kaka sangat tau selera mu"


" kakak bisa saja. Sudah kakak masuk sana. Falla akan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan"


" baiklah"


Falla menutup pintu dari luar dan dia berjalan menuju dapur.


" Nyonya,"


" kalian siapkan makan malam untuk Raja Gyan. Sesuai dengan seleraku biasanya"


" baik Nyonya"


Falla meninggalkan dapur, ditengah jalan dia bertemu dengan pengawal pribadi Emrick.


" sudah lama aku tidak melihatmu, kau baru dari medan perang? tubuhmu penuh luka" ucap Falla yang beberapa tidak melihat lelaki ini.


" Nyonya, saya hanya menjalankan tugas dari adipati saja"


" oh, kalau begitu akan aku panggilkan tabib untuk memeriksa tubuhmu"


" tidak usah nyonya, luka ini sudah mengering. Saya sudah memeriksakannya ke tabib sebelumnya"


" banyak istirahat kalau begitu"


" baik nyonya"


Hari semakin malam, waktunya Gyan bersama dengan Emrick pergi menuju istana Uthaman.


" Raja sudah siap?"


" tentu saja"


Emrick dan Gyan hanya menggunakan kuda. Mereka tidak membawa kereta, karena terlalu mencolok. Perjalanan tidak begitu lama. Saat mendekati tengah malam, kuda mereka sampai di depan gerbang istana.


" mari Raja"


Emrick memimpin jalan. para penjaga juga tidak melakukan pemeriksaan seperti tamu lainnya. Mereka sangat percaya dengan Adipati Emrick.


" Adipati.." sanjung mereka. Penjaga itu tidak mengetahui jika yang datang bersama Emrick adalah Raja Garamantian.


" mari Raja.." ucap Emrick saat mereka berdua sampai di depan ruangan Rogue.


" apa pemimpin di dalam?" tanya Emrick pada penjaga di depan pintu.


" ada, pemimpin sudah menunggu anda. Mari"


tok tok tok


ceklek


" pemimpin, Adipati Emrick sudah datang,"


" ah ya.. mari persilahkan masuk"


" mari Adipati"

__ADS_1


" Mari Raja" ucap Emrick mempersilahkan Raja Gyan masuk terlebih dahulu"


keduanya langsung duduk di sofa.


" Raja Gyan.. selamat datang di Uthaman" ucap Rogue sambil melebarkan tangannya untu memeluk Gyan.


" terimakasih pemimpin Rogue, "


" mari Raja silahkan duduk kembali"


" iya.."


ketiganya duduk melingkar. Mereka terlihat saling terbuka.


" bagaimana perjalanan anda, Raja?"


" tentu saja sedikit melelahkan. Tapi dengan sambutan dari kediaman Adipati sudah sangat membuatku begitu nyaman"


" memang, Adipati Emrick tau betul dalam melayani tamu, hahahaha"


" baiklah, sudah cukup basa basi nya. Jadi bagaimana dengan kesepakatan penggunaan wilayah Uthaman yang aku inginkan itu" ucap Gyan tak suka pembicaraan yang bertele-tele.


" ah iya. Jadi anda hanya ingin menggunakan wilayah itu tanpa mengatasnamakan menjadi wilayah Garamantian ?"


" benar, aku ingin wilayah itu di Khususkan untuk penduduk Garamantian. Aku ingin memberikan hadiah pernikahan adikku dengan memberinya wilayah yang dia bisa berkumpul dengan orang-orang Garamantian" jelas Gyan menutupi semua faktanya.


" Raja ternyata begitu belas kasih kepada adik. Tentu ini tidak merugikan Uthaman sama sekali. justru dengan datangnya penduduk Garamantian kemari bisa membuat sistem perdagangan serta pemerintahan semakin bagus"


" senang bisa mendengar hal ini langsung dari mulut pemimpin Rogue"


" anda jangan khawatir Raja. Kami akan membantu untuk melakukan pemulihan wilayah. sebenarnya kami lah yang berterima kasih. Wacana jika penduduk Garamantian akan mendiami wilayah menakutkan seperti Uthaman pasti bisa membuat yang lain ikut tertarik dan berdiam di Uthaman"


" pemimpin terlalu berlebihan. Semua ini adalah hasil kerja keras anda juga. lalu bagaimana dengan harganya. Sebagai wilayah mandiri tentu saja perlu memberikan upeti pada pemerintah setempat bukan?"


" hahaha Raja terlalu berterus terang " pemimpin Rogue sampai salah tingkah.


" jadi bagaimana?"


" wilayah yang Raja pilih bukanlah wilayah terbesar ataupun tersubur di Uthaman. Tapi juga bukan wilayah kecil nan tandus. Kondisi ini tentu tidak membuat harga nya tinggi. Aku bisa meminta harga wilayah ini hanya separuh dari harga awal, mengingat wilayah itu tetap berada dalam bagian Uthaman dan tidak bersifat bebas hukum. Hanya saja penduduk Garamantian bisa menguasai pemerintah di sana secara mandiri" jelas Pemimpin Rogue panjang lebar. Gyan mengangguk merasa tidak ada yang perlu di revisi. Semuanya sesuai dengan keinginannya.


" jadi ini artinya pemimpin Rogue setuju dengan kesepakatan ini?"


" tentu saja"


" baiklah jika begitu aku akan menyiapkan harganya dan akan aku berikan saat surat perizinan penggunaan wilayah serta kesepakatan ini selesai. bagaimana?"


" setuju." jawab Rogue mantap. Emrick dan Gyan saling pandang mereka puas dengan hasil pertemuan kali ini.


Setelah pembahasan yang serius mereka akhirnya berbincang santai. Gyan cukup bisa menempatkan diri, tidak banyak menyinggung. malah sering memberikan masukan atas keinginan pemimpin.


" baiklah, sepertinya malam sudah sangat larut. sebaiknya kita pamit untuk kembali" ucap Emrick, karena dia yakin antara pemimpin Rogue dan Raja Gyan tidak akan sadar dengan waktu.


" Adipati ini, setelah menikah dia tidak mau lagi menginap di istana. Dulu jika ada pembahasan serius sedikit dia pasti meninggalkan kediamannya dan menginap di sini"


" pemimpin sudah, kita harus pulang.. " potong Emrick.


" oh ya, dia pekerja keras sekali" balas Gyan.


" iya, dia Adipati paling rajin. Dan aku sangat senang akhirnya ada seseorang yang bisa membuatnya sedikit berpaling dari kerjaannya itu"


" hahahha. anak muda.." saut Gyan.


" Raja mari..." Emrick lugas. Dia yakin mereka akan sampai di kediaman saat menjelang fajar.

__ADS_1


__ADS_2