
Pagi ini kamar Falla sedang di sajikan makanan sarapan. Namun kali ini ada yang tidak biasa. Di lihat dari warna dan penyajiannya, bahkan aromanya hampir semua menu memiliki kandungan pedas.
"putri kenapa makanan kali ini terlihat berbeda? bukankah pelayan dapur sudah memiliki orang Garamantian yang khusus memasakkan makanan anda? " tanya pelayan yang ternyata juga sama dengan pemikiran Falla.
" mungkin mereka ada resep baru" jawab Falla tak ingin panjang lebar. wanita itu mengambil salah satu menu dan memakannya perlahan.
" uhuk uhuk" Falla langsung terbatuk tak tahan dengan sensasi terbakar di lidahnya.
" minumlah putri" pelayan dengan sigap langsung mengambil minuman manis.
" saya akan mengembalikan makanan ini" pelayan itu tidak tahan. kasihan sekali putri Falla. kemarin seharian perutnya sakit karena makanan pedas, dan kini malah di kirim lagi makanan dengan sensasi yang sama.
" jangan, biarkan saja"
" tapi perut anda tidak bisa menerima makanan ini putri " cemas pelayan itu.
" aku memang menyuruh mereka membuatkan aku masakan pedas agar aku terbiasa dengan sensasi makanan kesukaan Adipati" jelas Falla. dia hanya menebak saja, bukankah hal ini yang dia katakan pada selir Thalasa waktu itu.
" namun ini sangat beresiko Putri. Seharusnya mereka bisa melakukannya secara bertahap. jika langsung dalam jumlah banyak malah akan membuat anda sakit"
" sudah biarkan saja, toh aku masih bisa memakan buah dan yang lainnya"
" putri kenapa anda tidak mau mempersalahkan hal ini. Anda adalah nyonya di kediaman ini. Anda harus tegas Putri" nasehat pelayan kasihan dengan perlakuan yang putri dapatkan.
" sudah jangan berbicara terus, kapan aku bisa makan" potong Falla menghentikan celoteh pelayan nya.
Falla tidak bisa menikmati sarapannya kali ini. Dia menyuruh pelayan nya untuk menghabiskan makanannya, meski awalnya menolak namun karena paksaan Falla baru pelayan itu mengerti. Dan tanpa kesusahan semua menu habis di lahab. Falla ikut senang karena rencanannya berhasil.
sore harinya dia berniat jalan-jalan sebentar, meski perutnya masih sakit tapi wanita itu bosan jika terus menerus berada di kamar.
" putri Farfalla" panggil seorang wanita yang tak asing lagi baginya.
" selir Thalasa.. tidak di sangka bisa bertemu di sini" balas Falla dengan senyum ramah.
" bagaimana jika kita jalan bersama. Menikmati sore lebih enak jika ada teman bicara" ajak Thalasa. Dia langsung menggandeng tangan Falla.
" baiklah" ucap Falla yang sudah tak bisa lagi mengelak.
Mereka berjalan menuju taman samping istana yang ternyata tak kalah indah dengan taman utama.
" saya baru mengetahui jika taman di sini ternyata jauh lebih luas" nilai Falla.
" banyak yang tidak tau memang. Karena letaknya yang tersembunyi di dalam" balas Thalasa.
" mari kita duduk di sana" Falla melihat bangku taman.
keduanya berjalan menuju bangku dan duduk menatap taman yang indah.
" aku tidak menyangka jika kalian ternyata sudah menikah di Garamantian" ucap Thalasa membuat Falla menoleh.
" aku kira kalian hanya kenalan biasa saja" lanjutnya. Falla heran dengan bahasa Thalasa yang sudah tanpa menggunakan tatatkrama. Mungkin biar lebih dekat. pikir Falla.
" saya juga tidak menyangka jika Adipati akan menikahi saya. Ini seperti mimpi bagi saya" jawab Falla dengan nada sopan.
__ADS_1
" apa kau tidak merasa aneh, lelaki tampan dan berkedudukan seperti yang mulia, hanya memiliki satu orang selir tanpa ada istri sah?" sebenarnya Falla juga berpikir hal yang sama. Namun Falla tidak menjawab, wanita itu diam saja.
" dia dulu sangat mencintai seorang wanita, bahkan sudah menjadi rahasia umum di seluruh Uthaman. Sayangnya wanita itu lebih memilih menjadi petapa di kuil. Dan tak akan menikah. yang mulia sering sekali mengunjungi kuil tersebut, bahkan sampai sekarang. wanita itu masih melekat di hatinya"
Falla yang mendengarnya langsung tertampar. Apakah ini alasannya sampai sekarang Emrick belum menyentuhnya. Karena lelaki itu sudah memiliki tambatan hati.
" ku harap kau jangan terlalu bermimpi, aku lah yang lebih mengerti yang mulia daripada wanita manja seperti mu" Falla tidak terima dengan ucapan Thalasa, sayangnya dia tidak peduli. Fakta yang Thalasa ucapakan sudah cukup membuat hatinya sakit.
Tak ada jawaban, Thalasa langsung berdiri dan meninggalkan Falla. Wanita itu bahkan tidak pamit seperti biasanya.
Falla tak peduli, dia menatap taman bunga dengan perasaan tak karuan. Apa dia salah meminta tolong pada kakaknya waktu itu. Falla tidak mengira jika Emrick ternyata tidak tersentuh.
" putri, hari sudah mulai malam. Mari kita kembali" pelayan pribadinya menyadarkan Falla. wanita itu menatap langit.
" ya, cahayanya semakin menipis"
Dengan di bantu berdiri, Falla beranjak meninggalkan taman. dan masuk ke kamarnya.
" putri sejak kembali dari taman kenapa anda menjadi pendiam? "
" hem, mungkin aku sudah mengantuk " jawab Falla lalu pergi ke ruang tidur.
" putri malam ini pelayan istana akan datang untuk mencoba baju pengantin anda" cegah pelayan.
" bawakan gaun ku yang biasa di pakai. aku mengantuk sekali" ucap Falla tak ada semangat.
" baik Putri"
Sepertinya Putri sedang tidak baik- baik saja. Wanita itu berbaring sambil memikirkan perkataan Thalasa sore tadi, sampai gak sadar jika tertidur.
" yang mulia.." sanjung pelayan kamar sedikit kaget.
" panggilkan Falla Kemari" perintah Emrick.
Emrick duduk di sofa sedangkan pelayan berdiri.
" ada apa?" tanya Emrick mengetahui jika pelayan kamar tidak bergerak melaksanakan perintahnya.
" putri sejak sore tadi berada di kamar, saya akan membangunkannya"
" Falla sudah tidur? tumben sekali"
" iya yang mulia, kemarin putri tidak bisa tidur karena perutnya sakit"
" kenapa tidak memanggil tabib?"
" putri melarang saya, bahkan..."
" ehemmm" Falla terbangun saat mendengar suara Emrick di luar.
" Putri" pelayan itu langsung terdiam.
" Falla kemari lah baju pengantin perlu di cocokkan lagi " ucap Emrick mengisi kekosongan.
__ADS_1
Falla berjalan dengan sedikit lemas, mendadak kepalanya terasa berat. Mungkin karena dia tidur terlalu sore.
" semua pakaian ini kau coba dulu" ucap Emrick.
" iya Adipati" jawab Falla.
pelayan pribadinya dengan pelayan istana membawa semua pakaian. Ketiga wanita itu masuk ke dalam. Sedangkan Emrick duduk menunggu di sofa.
pelayan pribadi dan pelayan kerajaan dengan telaten memakaikan satu persatu lapisan baju dengan teliti dan lemah lembut. Membuat Falla merasa seakan menjadi Ratu.
Beberapa saat mengganti baju akhirnya mereka selesai. Falla perlahan berjalan mendekati Emrick.
" Adipati, bagaimana?" tanya Galla lembut.
Emrick menatap dengan seksama, kecantikan wajah putri Garamantian sungguh berbeda. Dia terpana sesaat sebelum bisa mengendalikan diri.
" emm bagus, kurasa bagian tangan dan dada terlalu sempit" ucap Emrick sambil beranjak berdiri. Lelaki itu berjalan mengelilingi tubuh Falla sambil menilai gaun yang di kenakan gadis itu.
" kau perlebar bagus ini, ini dan ini" tunjuk Emrick pada bagian lengan, punggung dan pantat. Lelaki itu merasa jika tubuh Falla terlalu terlihat jelas.
" baik yang mulia"
" untuk selebihnya semuanya bagus"
Falla diam saja, tak ingin menambah beban pelayan jahit itu. Rasa antusias Falla juga sedikit rusak karena perkataan Thalasa sore tadi.
" baiklah, kalian bisa melepaskannya. Oh ya lalu untuk perhiasannya bagaimana?"
" ah ya saya melupakannya. semua perhiasannya masih tertinggal di kereta"
" kalian ambil segera" perintah Emrick.
Pelayan pribadi Falla dan pelayan jahit keluar dari kamar.
Falla berdiri dengan waja polos.
" lalu siapa yang membantu saja berganti pakaian?" tanya Falla sambil menetap Emrick.
" em, kita tunggu mereka, sekalian untuk mencocokkan dengan pakaian"
" Adipati saya rasa, saya tidak begitu nyaman jika harus menunggu mereka kembali. Gaun ini terasa sesak. Lagipula mencocokkan perhiasan juga bisa tanpa memakainya gaun ini. Apa Adipati bisa membantu saya?" tanya Falla tak bersalah. Lagipula mereka juga sudah menikah.
" em,.baiklah" Emrick juga kasihan jika Falla harus berdiri sampai pelayan-pelayan itu datang.
alhasil Falla berjalan menuju tempat ganti dengan Emrick yang kikuk berjalan di belakangnya.
" Adipati tinggal melepaskan saja tali serta beberapa pengaitnya" ucap Falla tak ingin membuat Emrick salah paham. tidak mungkin juga Falla melepaskan semua pakaian di depan Emrick meski lelaki ini adalah suaminya.
" di belakang ini, Adipati" Falla menggulung rambutnya ke atas agar Emrick bisa lebih mudah melepas pengait gaun.
Sayangnya lelaki itu malah salah fokus pada kulit leher Falla yang putih bersih. membuat lelaki itu berimajinasi sejenak. Dia tidak terbiasa melihat kulit wanita se dekat ini.
" Adipati.."
__ADS_1
" ah ya.." baru panggilan ke sekian yang di tanggapi Emrick. Lelaki itu terlalu fokus dengan imajinasinya.