
Gita berjalan menuju gerbang kampus, tak lama ada mobil hitam datang menjemputnya.
"Masuklah..!"
Gita masuk dengan patuh, dia berniat duduk di kursi belakang, namun pada akhirnya dia duduk di kursi depan di samping pengemudi.
"Ngapain sih lo jemput gue? Kan lo udah gak ngampus juga."
"Gue kan disuruh antar jemput lo, jangan GR deh, gue juga ogah, terpaksa nih.. hmm."
"Iya .. terserah."
Tiba-tiba mobil berhenti di sebuah restoran, pasalnya Reza memang belum makan siang.
Gita merasa heran, dia menolak turun.
"Kenapa malah kesini? Gue kan mau pulang."
"Gue laper, Lo mau nanti pas dijalan kenapa-kenapa karena sopirnya kelaparan?"
"Menyebalkan, ya sudah gue tunggu di mobil aja deh."
"Bener nih, lo gak mau ikut makan? Tumben-tumbenan kan makan sama cowok ganteng kayak gue. Hehe.." Ucap Reza dengan percaya diri.
"Gak tertarik.. udah sana cepetan.!" Gita kini merasa kesal.
Hahaha.. gue kerjain ah, gue mau makannya dilama-lamain aja. Pikir Reza
Benar saja, sejam berlalu Reza masih belum kelihatan batang hidungnya, sementara Gita mulai tak nyaman berdiam di mobil lama, bahkan sendirian. Akhirnya dia berinisiatif menyusul Reza bila perlu menyeretnya pulang.
Tapi setelah dipikir-pikir Gita malas berantem dengan cowok so kepedean itu. Dia akhirnya memesan ojek online dan pulang tanpa pamit terlebih dahulu.
Kini sudah 2 jam berlalu, Reza sudah menghabiskan makanannya bahkan dengan 2 gelas minuman.
Kemana dia, ko belum muncul dan marah-marah? Batin Reza bertanya-tanya.
Reza memutuskan menunggu 10 menit lagi, saat ada suara langkah kaki mendekat, Reza mulai tersenyum mengira itu Gita yang akan datang memarahinya, dan ternyata itu hanya pelayan yang menawarkan menu baru di restoran itu dan dengan harga diskon.
Astaga, gue kira si Gita.. apa dia ketiduran di mobil ya?, mending gue susul aja deh. Pikir Reza
Reza segera membayar makanannya dan bergegas menuju parkiran. Alangkah terkejutnya saat melihat Gita sudah tidak ada di dalam mobilnya.
Dia akhirnya menghubungi nomor Gita.
Lo dimana? || Reza
Di rumah lah, ngapain juga nungguin lo disitu, kurang kerjaan banget, mending gue pulang, mandi terus tidur.. || Gita
__ADS_1
"Gita….." Teriak Reza.
Gue berniat ngerjain dia, eh malah gue yang serasa dikerjain, bener-bener tuh orang, awas aja ya..! Gumam Reza
Dia kembali ke kantor, tapi karena mood nya yang semakin jelek karena tidak berhasil mengerjai Gita, dia akhirnya memutuskan pulang ke rumahnya meski jam masih menunjukan pukul 3 siang.
Reza masuk dengan wajah ditekuk, mengucapkan salam dengan lemas, dan langsung membuka pintu kamarnya.
"Za… ko udah pulang? Biasanya sore bahkan sampai malam karena keasyikan bekerja. Hehe." Ucap Bu Maya
"Lagi capek aja mah, Reza mau tidur aja."
"Hmm.. oke. Jangan lupa sholat dulu baru tidur..!"
"Iya mah.."
Bu Maya menelpon Bu Hanna, berharap ada informasi perkembangan perjodohan anak mereka, tapi Bu Hanna juga belum tahu dan belum sempat mengobrol lagi dengan anak perempuannya itu, mungkin nanti dia akan berusaha mencari informasi, siapa tahu Gita mau cerita padanya.
***
Keesokan harinya Reza seperti biasa mengantar dulu Gita sebelum dia berangkat kerja. Berharap bisa mendapatkan mood baik hari ini.
"Astaga, kenapa sih lo jemput gue lagi? Buat apa dijemput tapi dibiarin gitu aja, bahkan nunggu lama, ngeselin tahu." Gita menatap Reza dengan wajah kesal.
"Bukannya lo ya yang ngeselin main pergi-pergi aja, nyusahin gue aja, gue capek tahu nyari-nyari lo."
"Gue cuma takut aja kena marah ibu gue nantinya, bukan peduli ya, ingat sampai kapanpun lo itu bukan tipe gue."
"Lo pikir lo tipe gue, gak usah mimpi deh lo, karena selama ni cewek yang ngejar-ngejar lo itu buta."
Tiba-tiba kedatangan bu Hanna menghentikan perdebatan mereka. Membuat Gita dengan cepat masuk ke dalam mobil.
Mobil itu pun melaju menuju kampus, di dalam mobil pertengkaran pun berlanjut, tidak ada yang mau mengalah, dan semakin saling mengejek.
Tanpa terasa, mobilnya kini telah sampai di depan gerbang kampus Gita.
"Makasih ya bang.." Ucap Gita sambil memberikan uang 50rb dan berlalu pergi.
Dia pikir gue mirip abang-abang sopir apa?
Reza benar-benar kesal, dia ingin mengejar Gita dan mengembalikan uang itu, tapi dia ingat kalau dia akan pergi ke kantor dan tidak ingin terlambat, lalu Reza memasukan uang itu ke saku celananya.
Saat dia akan membayar uang bensin, dia mengingat jika uang yang dia pegang dari cewek jadi-jadian itu, dia tersenyum kecut lalu memberikannya pada petugas POM.
Dan akhirnya uang itu gue pake juga, bermanfaat juga ya, lumayanlah saat gue gak pegang uang cash.. haha Gumam Reza
***
__ADS_1
Sementara di kampus, Gita mendapatkan kado misterius lagi, tapi kini isinya berbeda.
Kado itu berisi, jaket hitam, topi hitam berpadu pink, dan komik horor.
Nisa yang melihat isi kado itu tertawa terbahak-bahak.
"Haha.. sepertinya penggemarmu sedang menebak-nebak barang yang lo suka Git."
"Penggemar harusnya tau apa yang idolanya suka, ini sih orang iseng, dan dengan inisial yang sama."
"Bener juga sih, sepertinya jika lo bertemu dengan dia , pasti akan menjadi pertemuan yang mengenaskan, haha.."
"Pasti, gue gak suka diteror gini."
"Hahahaha…" Nisa begitu menikmati hari yang bahagia di pagi hari ini, seakan dia mendapat hiburan.
Tapi kali ini Gita mengambil kado itu, dia ingin menyimpannya sebagai petunjuk saja, berharap bisa menemukan orangnya, dan memberinya teguran agar tidak melakukan hal konyol itu lagi padanya.
Siang ini ternyata Gita dijemput oleh sopir keluarga, Baskoro menyuruh anaknya untuk berkunjung ke perusahaan dan mulai belajar bisnis, bahkan dia tidak memberi tahu Reza, membiarkan laki-laki itu merasa kesal.
Setibanya di kantor papanya, Gita hanya memperhatikan sekeliling perusahaan keluarganya itu, berjalan di depan dan Pak Surya berjalan di belakangnya.
Semua karyawan saling berbisik, bertanya-tanya siapakah wanita aneh yang begitu dihormati Bos mereka (Pak Surya).
Gita yang merasa diperhatikan, dia sedikit merasa risih dan ingin cepat berada di ruangan papanya.
Selama dua jam dia diam di ruangan itu, membaca berkas-berkas yang menumpuk yang telah disiapkan Pak Surya.
"Astaga apakah harus aku membaca semua ini?" Tanya Gita
"Iya nona, semuanya. Bahkan setelah dibaca anda harus bisa mempelajari dan memahaminya dengan baik..!"
"Sudah aku duga, dunia bisnis memang akan membuatku pusing, aku perlu kopi dan aku akan membuatnya sendiri, aku jenuh dan sesak melihat tumpukkan kertas-kertas ini." Keluh Gita
Gita berjalan, menuju lift dan menuju lantai bawah, dia menuju pantry berniat membuat kopi sendiri.
"Hey.. kamu siapa? Sepertinya bukan karyawan sini, penampilanmu juga aneh. Sebaiknya cepat pergi dari sini..!" Ucap wanita yang seusia dengan Gita.
"Aku cuma mau buat kopi." Jawab Gita
Lalu dia membawa cangkir berisi kopi panas itu, dan tiba-tiba kopi itu diambil oleh si OB wanita tadi.
"Oh, mau kopi gratisan? Jangan harap. Aku akan membawa kopi ini kembali, sebaiknya kamu pergi sebelum ku adukan pada bos."
Ya ampun, gue bahkan dianggap rendah sama OB kantor keluarga gue sendiri, apa penampilan gue seburuk itu? Pikir Gita
"Nona, anda masih disini? Biar saya saja yang membuatkan kopinya." Ucap Surya pada Gita yang membuat OB wanita itu seketika berwajah pucat.
__ADS_1
Bersambung...