Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 32 Rencana selir Mey


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Ratu kembali ke paviliunnya bersama Sani, ia menolak diantar Raja, dan Pangeran Ceng pun pulang tanpa Rasa bersalah setelah mengganggu kencan temannya itu.


Kini tinggal Raja sendiri yang masih terduduk di ruangan tersebut, pelayan menawarkan minuman pada Raja, karena hatinya sedang kesal ia menerima tawaran pelayan, bahkan ia minum banyak sampai ia benar-benar mabuk.


Beberapa pelayan pria ingin mengantarkan Raja pulang , tapi seorang pelayan mengusulkan untuk mengantarkan Raja ke paviliun selir Mey saja karena lebih dekat dan keadaan Raja juga sedang buruk, akhirnya mereka membawa Raja ke sana.


Selir Mey berdandan Cantik setelah ia mendapat kabar bahwa Raja berhasil dibuat mabuk berat.


Ia bersiap-siap menyambut Raja dan berharap ia bisa melewati malam yang indah dan berhasil membuat ia hamil sehingga ia dapat menarik perhatian Raja lagi.


Raja dibaringkan di kamar selir Mey oleh beberapa pelayan yang mengantarnya, Selir Mey mulai tersenyum menang.


"Haruskah aku melakukan ini, agar kau bermalan disini? Padahal dulu dengan suka rela kamu selalu bermalam bersama ku." Ucap selir Mey, ia merasakan kerinduan dan kesedihan yang bersamaan.


"Ah kepalaku.." Raja mulai tersadar,


"Dimana aku? Sepertinya ini bukan kamarku."


Tetapi saat melihat sekeliling Raja seakan berada di kamar Ratu, iyaa… memang karena rencana ini telah direncanakan bahkan selir Mey mendekorasi sebagian kamarnya menyerupai kamar sang Ratu.


Mey tak mau melepaskan kesempatan ini, ia menghampiri Raja memeluknya dan merayunya.


Raja sempat mengira itu adalah Ratu karena keadaan yang mabuk berat itu membuatnya tak begitu jelas melihat wajah selir Mey dan yang terbayang adalah wajah Ratu Anggrek.


Raja merasa sangat senang karena ia mengira Anggrek menginginkannya, bahkan berani menggodanya.

__ADS_1


"Sebelumnya ia selalu menolak, tapi mengapa ia tiba-tiba seagresif ini?" Gumam Raja Deon pelan sambil menikmati sentuhan sentuhan yang membuat hasratnya menggebu.


Tapi saat sebagian baju Raja terbuka, ia mulai menyadari jika didepannya bukanlah Ratu, ia mencoba memfokuskan penglihatannya.


Dan benar saja, yang terlihat kini adalah bayangan Selir Mey yang sedikit kabur, ia tentu yakin dengan hal itu karena Ratu tidak mungkin seagresif ini. Tiba-tiba hasrat yang tadi membara pun padam seketika, ia benar-benar tidak menginginkan Mey saat ini.


Raja menghentikan aktivitasnya itu, ia berpura-pura pusing dan pingsan di sebelah Mey.


Selir Mey berusaha membangunkan Raja, tapi nihil Raja tak bangun, Raja bahkan benar-benar tertidur.


"Padahal sudah hampir berhasil, aarrgghh.. " Selir Mey mulai marah


Ketika pagi hari tiba, Raja terbangun dengan kepalanya yang masih terasa sakit. Ia mengingat ngingat kejadian semalam dan bersyukur karena tidak terjadi sesuatu diantara mereka. Raja berpura-pura tidak mengingat apapun, dan selir Mey pun berpura-pura tidak melakukan apapun.


"Semalam kau mabuk berat, apa kau lupa?."


"Ah, aku tidak mengingat apapun, lalu kenapa aku tidak diantar pulang ke kamarku, kenapa jadi ke kamarmu?"


"Emm.. kata pelayan kamu benar-benar mabuk berat jadi mereka membawamu kemari karena mereka pikir lebih dekat dan kamu bisa langsung beristirahat, memang ada yang salah jika Raja bermalam di kamar selirnya sendiri?"


"Ahh benar juga, hari ini aku ada pertemuan dengan para menteri istana, sebaiknya aku kembali sekarang."


"Hhmm.. iya, sering-sering lah mengunjungiku Deon..!, kau mulai berubah, bahkan kau sudah lama tidak bermalam disini dan bersenang-senang denganku."


"Aku hanya sibuk Mey akhir-akhir ini, akan aku usahakan."

__ADS_1


"Aku rasa kamulah yang berubah, atau bahkan akulah yang baru menyadari kalau selama ini aku salah menilaimu." Gumam Raja dalam hatinya


Raja pun meninggalkan kamar selir Mey dengan keadaan yang masih sedikit pusing, bahkan ia hampir terjatuh, setibanya di kamar Raja langsung beristirahat sejenak setelah meminum minuman untuk meredakan sakit kepalanya akibat mabuk semalam.


Setelah dirasa tubuhnya mulai membaik, Raja pergi ke acara pertemuan para menteri istana.


Para menteri mulai berbisik-bisik karena keterlambatan sang Raja dan juga karena telah tersebar kabar tentang kejadian di desa perbatasan.


Dengan kejadian itu, para menteri yang tidak suka dengan Raja mulai ikut mengungkapkan pendapat-pendapat mereka.


Para menteri menilai bahwa Raja Deon terlalu muda untuk menjadi seorang Raja, tidak disiplin dan kurang cepat dalam mengatasi masalah.


Mereka ingin mengganti posisi Deon, tapi bukankah dia pangeran yang paling tua diantara pangeran yang lainnya kenyataan itu membuat semua menteri bingung karena tidak ada kandidat lain yang bisa diajukan.


Tiba-tiba Paman selir Mey mengusulkan untuk sementara ini sebaiknya Deon belajar lebih dalam lagi mengenai tugas-tugas seorang Raja, mengusulkan memberikan Deon pendamping (sekertaris) dan ketika terjadi sebuah masalah Deon wajib memusyawarahkan dulu dengan semua menteri, Deon tidak diberikan kewenangan dalam mengambil keputusan untuk sementara waktu.


Raja Deon hanya bisa pasrah, ia juga sebenarnya tidak ingin menjadi Raja, tapi kalau diambil alih oleh orang yang salah pasti akan semakin buruk.


"Kenapa takdir hidupku serumit ini?" Gumam Raja dalam hatinya


Bersambung..


...Jangan lupa like dan komen ya setelah membaca..! itu bisa menambah semangat menulis eh memgetik dan berimajinasi. hehe...


...Terimakasih sudah mampir .. :)...

__ADS_1


__ADS_2