Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Dibedakin


__ADS_3

Reza perlahan membuka matanya, meringis merasakan pipinya yang sedikit sakit karena tonjokan Denis.


Ya laki-laki yang memeluk Gita adalah Denis, saat itu temannya Wina berusaha mengganggu Gita bahkan sempat berusaha menyiram tubuh Gita dengan air mineral yang mereka bawa.


Namun saat itu Denis dengan sigap menghalangi air itu mengenai tubuh Gita, membuat posisi mereka seperti sedang berpelukan.


Saat momen itulah Reza melihat Gita, membuat lelaki itu salah paham dan dengan membabi buta memukul Denis.


Denis yang tak terima dirinya tiba-tiba dipukul dia pun membalas apa yang dilakukan Reza, membuat perkelahian itu tidak bisa dihindari.


"Aku dimana?."


"Hmm.. di UKS, makanya jangan so so an pake acara berantem segala, jadi pingsan kan?." Ucap Gita


"Gue tadi pingsan?."


"Iya."


"Ko bisa?." Reza tak mengingat apapun, dia hanya ingat terakhir kali dia sedang main tonjok-tonjokan dengan laki-laki yang memeluk Gita.


"Mana gue tau, lo berantem dan tiba-tiba pingsan."


"Lalu, laki-laki itu?."


"Pingsan juga, sepertinya kalian seri, gak ada yang menang. Haha.." Gita menertawakan Reza.


Reza kini berusaha mengingat sekuat tenaga kenapa dia bisa pingsan seperti itu, namun nihil, dia tidak mengingat apapun.


Denis pun sadar bersamaan dengan Reza, dia menatap sekeliling dan merasa heran kenapa bisa dirinya ada diruangan itu.


Namun saat dia bertanya, ternyata dia pingsan. Lelaki itu hanya mengingat Reza yang berlari memukulnya dengan tiba-tiba, membuat amarahnya menggebu.


Lain kali akan gue buat dia menyesal, gue bejek-bejek sampe penyet. Pikir Denis 


Hanya ada satu orang yang menunggunya, teman baiknya sendiri.


"Lo udah sadar bro?." Tanya Andi


"Hmm udah, gue mau balik aja lah, anterin gue ya!"


"Ok."


Saat Denis melewati ruangan di sampingnya, dia melihat Gita sedang menunggu laki-laki itu.


Padahal gue yang tadi nolongin dia, kenapa dia malah nungguin cowok itu? Batin Denis kesal


Saat dia keluar dari ruangan itu, banyak wanita menunggu di luar, tentunya bukan sedang menunggunya. 


"Siapa sih cowok yang berantem sama gue tadi?."


"Oh, itu senior kita, Reza.. anaknya pak Sanjaya, lo gak tau? Lo punya masalah apa sampe berantem sama dia?"


"Gue juga gak tau, dia tiba-tiba mukul gue."


Keluarga Sanjaya? Reza? Bukanya nama itu yang Gita sama temennya obrolin, masa sih dia suka sama cewek kaya Gita?. Pikir Denis


***


Pada akhirnya Gita pulang dengan membawa mobil Reza, karena ia tidak mau jika terjadi sesuatu yang membahayakan jika Reza menyetir.


Rasanya aneh saja, sesering itukah Gita menyetir mobil mobil Reza. Rasanya seperti reka adegan ulang saja.

__ADS_1


Gita pun sampai di rumahnya, Reza ingin mampir dulu, namun Gita terlebih dahulu keluar dari mobilnya dan berlalu pergi.


Namun saat melihat handphone Gita yang tertinggal, dia merasa senang, mengembangkan senyumannya, mendapatkan alasan bertamu ke rumah wanita itu.


Tok


Tok


Tok


"Permisi, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam, eh Aden yang kemarin ya?." Ucap Bi Mina


"Hehe iya…"


"Masuk Den, nanti bibi panggilkan non Gita."


Reza masuk dan langsung duduk menunggu, Bu Hanna menghampiri lelaki itu saat mendapat laporan dari Bi Mina, menyambut calon mantunya dengan senang.


Reza menunggu cukup lama, bahkan minumannya kini sudah habis. Ternyata Gita mandi dulu dan berganti pakaian.


Gita keluar dengan baju rumahannya, kaos sederhana dan celana panjang yang cukup longgar.


"Ada apa?."


"Handphone lo ketinggalan."


"Oh, kenapa gak dititipin aja sma nyokap gue? Gak usah nunggu gue juga kali Za, kan lama."


"Gapapa ko, gue lagi pengen main aja."


"Kak Angga belum pulang." Jawab Gita, dia sama sekali tidak mau berpikir kalau Reza menyukainya.


Tiba-tiba ketukan pintu terdengar dan ternyata Kak Angga pulang lebih awal.


Dia menyapa calon adik iparnya, dia juga tersanjung sudah dua kali calon adik iparnya ini mencarinya.


"Kalau gitu, ayo ke kamar.. main game lagi, tapi tunggu kakak ganteng ini ganti baju. Ok..!"


Ucapnya pada Reza.


"I-iya ok." Jawab Reza.


Kenapa gue jadi ngapelin kakaknya? Segitu susahnya ya gue bilang mau ketemu Gita, mau ngobrol sama Gita bukan sama kakaknya, Astaga.


Mereka akhirnya main game bersama lagi, Reza yang masih memakai pakaian kantor akhirnya berganti pakaian menggunakan baju Angga.


Karena ini kedua kalinya, membuat Reza tidak risih dan sungkan. Bahkan ukuran baju mereka sama.


"Cocok.."


"Beneran kak aku cocok sama Gita?."


"Hmm.. maksudnya bajunya yang cocok."


"Oh. Hehe.." Reza merasa malu dan mulai salting.


Hahaha.. adik ipar yang lucu Batin Angga


Hari sudah sore namun kedua laki-laki itu masih asyik bermain, kini bu Hanna memanggil untuk kesekian kalinya, menyuruh kedua lelaki itu untuk makan dulu.

__ADS_1


Saat permainan babak 4 selesai, akhirnya perut mereka memaksa menyudahi permainannya.


Mereka menuju ruang makan dan mulai menikmati makananya.


"Za yang cepet ya makannya..!" Ucap Angga


Reza merasa heran, kenapa mesti cepat.


"Angga, makannya pelan-pelan dong, dan jangan nyuruh Reza yang gak baik, masa makan cepet-cepet nanti keselek."


"Angga cuman gak sabar mau ngalahin Reza lagi.hehehe.."


Apa-apaan dia? Bukannya dari tadi dia yang selalu kalah. Batin Reza


Gita hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakkan kakaknya itu. Tapi itu bagus daripada melihat sikap kakaknya yang cuek, kaku terkadang dingin.


"Gita ikut main ya kak?."


"Boleh, cepetan makannya ya..!"


"Angga…" Ucap Bu Hanna memperingatkan anaknya itu.


Angga hanya tersenyum.


Saat permainan dimulai, Angga begitu bersemangat, dia penasaran ingin mengalahkan Reza.


Reza pun bersemangat karena bisa berdekatan dengan Gita. Namun rasa senangnya berubah menjadi kesal saat Angga duduk ditengah-tengah mereka.


Mengganggu saja.. biasanya orang ketiga itu syaitan kan? Pikir Reza


Namun wajah Reza dan Angga kini kesal, mereka selalu kalah main. Gita selalu unggul, membuat wanita itu tertawa senang bahkan dengan sengaja menempelkan bedak putih diwajah dua lelaki itu lebih banyak, hingga para cowok tampan itu bahkan tidak berani menatap cermin.


"Hahaha.. kalian lucu." Gita tertawa puas


"Dek, ngalah dong, masa kakak terus yang dibedakin..!"


"Gak bisa gitu dong kak, ini kan perjanjian, yang kalah dibedakin.hehe.."


"Tapi.. kakak kok kalah terus?."


"Tuh liat calon suamimu juga udah berantakan gitu, durhaka kamu Git..!"


"Hahaha.. baru juga calon, gak dosa kali kak." Jawab Gita.


Reza hanya mendengarkan kakak adik itu berdebat. Saat ada orang yang mengetuk pintu, dengan segera Reza membuka pintu, sementara adik kakak itu masih asyik berdebat.


Reza tidak menyadari jika penampilannya sudah berantakan, bahkan wajahnya kini putih semua.


Tok


Tok


Tok


"Iya sebentar"


Saat pintu terbuka Bu Hanna merasa kaget, dia berteriak lalu jatuh pingsan..


"Hantu……"


"Mamah.." ucap Angga dan Gita kompak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2