
"Assalamu'alaikum Kak." Gita
"Waalaikumsalam, apa kamu bareng sama Reza?" Angga
"Iya, kenapa gitu kak?" Gita
"Bukannya kamu melakukan perjalanan bisnis, kenapa bisa ada dia?" Angga
Sepertinya kak Angga marah deh, gue kasih aja teleponnya sama Reza. Pikir Gita
"Hmm, ini ada telepon dari kak Angga," ucap Gita sembari memberikan ponselnya yang masih terhubung dengan ponsel Angga yang jauh disana.
"Hallo kak, ada apa?" Reza
"Ada apa-ada apa, kamu ngapain nyusulin Gita kesana, dia lagi kerja, perjalanan bisnis, awas kamu Za kalau sampai ngapa-ngapain Gita!" Angga
Glek
Reza bingung harus memberikan alasan apa, alasan yang tepat agar Angga tidak marah.
"Hmm, aku mau jagain Gita lah Kak, takut dia kenapa-kenapa sendirian." Reza
"Alasan, ada juga kamu yang dijagain Gita, berarti kamu disana bakalan ngerepotin bukan bantuin dia, lagipula ada Pak Surya disana." Angga
"Hehehe.. maaf kak, aku mau liburan bareng aja." Reza
"Berikan ponselnya pada Gita!" Angga
"Iya kak," ucap Reza menuruti perkataan calon Kakak iparnya itu.
"Git, besok kamu harus pulang, kakak gak mau kamu berduaan disana. Biar Pak Surya yang mengurus tiket kamu ke Jakarta, dan jangan beritahu Reza!" Angga
Tanpa memberitahunya? Pikir Gita
"Iya Kak." Gita
Gita yang masih ingin liburan kini dia merasa sedih, dia bingung harus menyalahkan siapa, menyalahkan Reza yang tiba-tiba datang, atau menyalahkan kakaknya yang mengambil keputusan begitu saja.
Kini wajah Gita menjadi lesu, membuat Reza bertanya.
"Kamu kenapa? Maaf deh, gara-gara aku kamu dimarahi kak Angga." Reza
"Gapapa kok, santai aja..!" Gita
Gadis itu kini menampilkan senyum terbaiknya, dia tidak ingin menyia-nyiakan satu hari terakhir ini, dia harus bisa memanfaatkannya untuk bersenang-senang.
"Za , aku searching dulu deh, aku mau mampir ke banyak tempat wisata yang bagus dan indah." Gita
"Oke, aku siap nganterin kemanapun kamu pergi cintaku." Reza
"Gombal." Gita
__ADS_1
Reza sangat senang, ternyata telepon dari Angga tidak membuat suasana hati Gita kacau, padahal dia tidak tahu kalau hari ini adalah hari terakhir Gita bisa berjalan-jalan dengannya di Bali.
Mereka benar-benar berjalan-jalan seharian, dari pagi sampai malam.
Gue harus istirahat dengan cepat, karena besok gue harus fresh saat mau pulang. Batin Gita
"Apa, gue kasih tau Reza ya? Kasian 'kan kalau tidak dikasih tau, tapi kak Angga bilang tidak boleh, hmm ya sudahlah biarkan saja, dia udah gede, gue gak usah mengkhawatirkan orang dewasa yang bisa menjaga dirinya sendiri." Ucap Gita saat sendirian di kamarnya.
***
Keesokan harinya, Gita sudah siap dengan koper yang sudah dirapikan. Pak Surya memberitahu lewat pesan jika tiketnya sudah ada dan mereka berangkat pukul 08.00.
Reza sama sekali belum terlihat batang hidungnya, dia masih tertidur di kamarnya karena kelelahan.
Gita sedikit ragu, hatinya berat meninggalkan Reza begitu saja, tapi itu sudah perintah kakaknya, bahkan Baskoro juga ikut menghubungi Gita dan menyuruhnya cepat pulang jika pekerjaannya sudah selesai tanpa tahu jika Reza ada disana.
Gita mematikan ponselnya karena dia kini ada didalam pesawat. Dia sedang membayangkan wajah kebingungan Reza pagi ini, bahkan mungkin berganti menjadi kekhawatiran.
Benar saja, Reza mencoba menekan bel kamar Gita berkali-kali, lalu mengetuk-ngetuk pintu itu, namun tidak ada yang merespon, dia menelpon tapi tidak aktif, Reza panik, dia takut Gita pingsan atau sakit di dalam mengingat kemarin mereka pergi seharian.
Dia turun menuju resepsionis, meminta mereka untuk memberi kunci cadangan, namun alangkah terkejutnya saat dia tahu kalau nomor kamar itu telah cek out.
Apa dia udah balik ke Jakarta? Gue sendirian dong disini. Pikir Reza
Namun kebetulan sekali, ada Dafa , Kirana dan juga Jani yang akan check in.
"Kak Reza." Kirana
"Semua gara-gara Kak Reza, Dafa merajuk karena melihat unggahan Kakak di medsos." Kirana
"Hehe.. kalian nyusulin Kakak dong ya?" Reza
Setidaknya Reza sendirian, dia akan menemani Dafa berlibur hari ini dan berniat pulang besok.
Ternyata Dafa itu anak yang aktif, membuat Reza bahkan kewalahan, dia bahkan sempat kehilangan jejak anak itu ketika bermain dipantai, membuat mereka semua panik.
Kirana dan Jani semakin dekat dan akrab, apalagi mereka sedang berlibur, mereka layaknya sahabat lama, berjalan berdampingan, bahkan terkadang saling merangkul, membuat Reza senang melihatnya.
Disana Reza juga dapat melihat jika kasih sayang Jani pada anak laki-laki itu juga tulus, Dafa begitu diperhatikan layaknya anak kandung.
Reza melihat perubahan yang besar pada diri tantenya itu, jika dulu tantenya itu cuek, cerewet, judes, galak, bahkan mengacuhkan Kirana.
Namun sekarang terlihat jelas jika tantenya itu bahagia seolah lepaslah beban nya, dia menjadi pribadi yang lebih baik, dan bahkan penyayang.
***
Gita akhirnya sampai di rumahnya, dia baru ingat dengan ponselnya, dia menyalakan benda pipih itu, melihat banyaknya pesan dan panggilan dari Reza, dia berniat menghubungi Reza dengan menelponnya.
"Assalamualaikum.."
Suara perempuan? Pikir Gita
__ADS_1
Gadis itu langsung menutup telponnya, dia yang tadinya khawatir, kini berubah marah dan benci seketika.
"Huh, namanya lelaki dimana-mana sama saja, ganjen." Gita
Dia masuk ke dalam kamarnya, membanting kopernya, membuat suara keras hingga terdengar oleh Hanna dan Baskoro.
"Pah, ada suara gaduh di kamar Gita? Apa hantu ya Pah?" Hanna
"Ish, mamah ini ngaco deh." Baskoro
Saat lelaki itu berniat membuka pintu, namun pintu itu terbuka lebih dulu.
"Aaaaaaaa…." Hanna
"Mamah kenapa?" Gita
"Astagfirullah, Mamah kaget tau, kamu pulang gak bilang-bilang." Hanna
"Dadakan Mah, disuruh kak Angga, lagian Papah nyuruh aku pulang kalau urusan disana udah selesai." Gita
Gita segera pergi menuju dapur, tiba-tiba dia lapar karena rasa kesalnya tadi.
"Angga? Memangnya ada apa Pah?" Hanna
"Mana Papah tau Mah." Baskoro
***
Angga yang ingin memastikan jika adiknya sudah pulang, dia mampir ke rumah Baskoro setelah usai bekerja.
"Tumben kesini?" Baskoro
"Aduh Pah, gitu amat sama aku, oh iya Gita udah sampe?" Angga
"Udah, tapi katanya dia pulang gara-gara kamu, apa benar?" Baskoro
"Oh itu, aku kira Gita hanya perjalanan bisnis disana, eh ternyata ada Reza juga, mereka jalan-jalan berdua, aku hanya takut terjadi hal yang tak diinginkan, jadi aku menyuruhnya pulang saja Pah kalau udah beres kerjaan disana." Angga
"Hmm.. Gita gak pernah bohong, masa dia sengaja kesana bareng Reza, dirahasiakan juga, Papah juga percaya kalau dia bisa menjaga dirinya dan tahu batasannya." Baskoro
"Coba aja Papah tanya sama dia gimana Reza bisa ada disana!" Angga
"Mood Gita lagi jelek, Mamah kamu aja gak mau banyak bicara tadi, hehe.." Baskoro
"Mamanya mana Pah? Aku kangen." Angga
"Hmmm… Kangen, tapi baru datang, sebulan kemarin kemana aja? Makanya Papah bilang tumben," Gita berdehem sambil menghampiri mereka berdua, duduk bergabung dengan mereka dengan wajah bete.
"Kak, angkat telponnya dong!" Gita
Angga mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Bersambung…