Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Ulang Tahun Gita


__ADS_3

Namun Dafa terlanjur dipanggil oleh ayahnya yang mengajaknya pulang, padahal Gita belum mendapatkan jawaban dari anak itu.


"Dafa, ayo pulang..!" Pak Andra


"Ih papah, masih seru nih, kak Gita hebat banget mainnya." Dafa


"Besok kita kesini lagi ya? Papah masih punya kerjaan sayang." Pak Andra


"Iya pah oke." Dafa


"Nak Gita, saya pamit pulang ya? Makasih loh udah jagain Dafa." Pak Andra


"Iya Pak, sama-sama." Gita


Yah, padahal gue masih belum mastiin kata-kata anak tadi. Batin Gita


Bu Hanna dan Gita mengantar kepergian tamu itu sampai kedepan pintu.


Gita yang penasaran, ingin sekali bertanya langsung pada ibunya, namun apakah mungkin jika Angga bukan anak kandung ibunya? Itulah yang ada dipikiran Gita.


Pertanyaan itu berputar-putar dikepala Gita, namun itu rasanya tidak mungkin untuk gadis itu, dia menyangkal keras dan mencoba melupakan ucapan Dafa tadi.


Kak Angga pasti kakak kandungku, kita bahkan mirip, ganteng dan cantik. Pikir Gita


Gita pun menyibukan dirinya kembali dengan menonton drakor, hingga hari sudah sore dan Angga pulang dari kantor. Seperti biasa Gita menjahili kakaknya yang baru datang itu, karena Angga sudah sembuh maka saatnya pembalasan.


***


Beberapa hari kemudian Hanna akhirnya mempunyai waktu untuk pergi bersama Pak Andra, tak lupa dia membawa sampel rambut anak lelakinya.


Pak Andra sangat gugup.


"Bagaimana kalau hasilnya membuatku kecewa?" Ucapnya pelan, namun masih bisa didengar oleh Hanna.


"Bapak berdoa saja semoga hasilnya sesuai dengan harapan bapak, saya juga berharap Angga cepat menemukan keluarganya." Bu Hanna


Setelah urusan mereka selesai mereka pulang dan menunggu hasilnya 2 minggu kedepan.


***


Hanna yang baru pulang itu mendapatkan banyak pertanyaan dari anak gadisnya.


"Mamah darimana? Aku dirumah sendirian, kenapa tadi gak ngajakin aku?" Gita


"Mamah ada urusan dengan teman mamah, bukannya gak mau ngajakin kamu, tapi kamu lagi asyik nonton tadi." Hanna


"Mamah 'kan bisa tanya aku dulu, aku bete sendirian di rumah." Gita


"Kamu 'kan bisa temenin papah kamu..!" Hanna


"Papah tadi sih pas Gita cek tidur siang mah." Gita


Bu Hanna memilih membuatkan Gita beberapa cemilan, agar anaknya itu tidak bete lagi. Besok adalah hari ulang tahun Gita, dia bingung harus memberikan kejutan seperti apa, jika seperti saat Reza ulang tahun, Gita gak akan setakut itu.

__ADS_1


Gita mengambil cemilannya, memakannya sambil menonton drama korea.


***


Sementara Angga dan Reza sedang berada di cafe yang sama merencanakan penyambutan ulang tahun Gita, namun mereka sangat bingung.


"Kita ajak Nisa aja, dia 'kan teman dekat Gita tuh, dia pasti tahu apa yang disukai teman dekatnya." Reza


"Boleh-boleh, kita ke rumahnya saja..!" Angga


Mereka pergi ke rumah Nisa, menjemputnya yang bahkan baru pulang entah darimana. Untung saja Pak Damar sedang tidak ada dirumah, membuat mereka lebih mudah membawa Nisa pergi.


"Kakak kita mau kemana?" Nisa


"Cari kado buat Gita." Reza


"Oh astaga, iya ternyata besok hari ulang tahunnya." Nisa


"Ishh, sahabat macam apa kamu." Reza


"Namanya juga manusia, wajarlah kalau lupa, hehehe..." Nisa


Mereka pergi ke mall, membeli banyak peralatan dan bahan pesta, mereka ingin menghiasnya sendiri.


"Gita sukanya drama korea, bagaimana kalau liburan aja ke korea." Nisa


"Itu perlu direncanakan jauh sebelumnya, ini 'kan dadakan." Angga


"Eh iya, pacar kakak gak ikut?" Nisa


"Astaga, kakak sama pacar sendiri kok gitu." Nisa


Saat mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu, membuat Angga kini sadar kalau orang-orang sudah tidak menganggapnya jomblo lagi.


"Oh Kirana, dia lagi sibuk banyak tugas kuliah katanya, hehe.." Angga


Setelah mendapatkan semua kado dan barang-barang itu, mereka segera pergi ke halaman rumah Reza menghias semua halaman itu dengan dekorasi yang mereka inginkan, tentu saja dibantu dengan para pelayan.


Saat malam tiba, mereka mengajak Gita untuk berkemah di halaman belakang rumah Reza, sementara yang didekorasi itu di samping kanan rumah Reza.


"Aku gak mau, masa piknik di halaman rumah, gak seru." Gita


"Tapi disana juga kan luas, kayak di hutan kalau malam sama aja gelap." Angga


"Ayo Git, aku juga ikut kok." Nisa


Setelah dibujuk akhirnya gadis itu mau pergi, saat mereka membawa Gita ke halaman belakang, mereka melewati samping kiri rumah Reza sehingga dia tidak tahu ada apa di samping kanan rumah kekasihnya itu.


Mereka menyalakan api unggun, bahkan membakar jagung , sosis dan ayam. Reza mengambil minuman bersoda dari dalam rumahnya.


"Ish, apa ini kamping? Bisa pulang pergi ke rumah, ya udah nginep aja dirumah sekalian, kalau kemping yang jauh dong..!" Gita


"Ini juga seru Git." Reza

__ADS_1


Makanan sudah siap, bahkan malam ini Reza dan Angga bernyanyi. Meski suara mereka tidak semerdu penyanyi aslinya, namun Gita dibuat tertawa karena tingkah mereka.


"Bagaimana kalau kita main kucing-kucingan?" Angga


"Gimana cara mainnya?" Gita


"Yang jadi kucing satu, yang 3 orang jadi tikus lah, dikejar kucing sampai dapat, gimana kalian setuju?" Tanya Angga dengan senyum liciknya memberi kode pada Nisa dan Reza.


"Setuju." Jawab mereka kompak


"Hompimpah alaihum gambreng…" ucap mereka kompak,lalu mengulurkan tangannya, ternyata Reza yang jaga.


"Oke, aku kucingnya ya?, kalian hanya boleh berlari sekitaran sini saja oke, kalau jauh game nya nanti lama, segini aja udah luas." Reza


"Iya.." jawab mereka kompak


"Aku akan mengeluarkan senjata andalan untuk menangkap kalian." Reza


"Pistol? Memang kucing punya senjata, dia cuma modal kuku sama gigitannya." Gita


"Eng ing eng… ini dia." Reza


Reza mengeluarkan jarum suntik, membuat Gita membulatkan matanya.


"Kok pake itu segala?" Ucap Gita, bahkan dia mundur beberapa langkah.


"Biar seru Git." Nisa


"Ini sih bukan seru, tapi kalian ngerjain gue." Gita


Gita berlari terbirit-birit, "Reza jangan lakukan itu, awas kau ya..! Aku bakalan minta putus."


"Ini hanya permainan mana bisa putus segala." Ucap Reza sambil berlari


Gita bahkan masuk ke dalam rumah Reza saking takutnya, dia langsung menutup pintunya. Maya yang kaget dan tidak tahu rencana anaknya, dia juga bertanya pada Gita.


"Kamu kenapa sayang?" Maya


"Itu mah, Reza bawa senjata, aku bisa pingsan bahkan mati dibuatnya, sembunyikan aku mah, tolong..!" Gita


"Apa? Kamu jangan bercanda sayang, mana mungkin Reza seperti itu." Maya


Tanpa pikir panjang Gita berlari entah kemana, mencari tempat bersembunyi di dalam rumah Reza.


Reza masuk dengan terburu-buru bahkan ibunya kepentok pintu yang dia buka.


"Mamah gapapa? Maaf mah Reza gak sengaja." Reza


"Kamu lagi main apa, sampe Gita ketakutan begitu? Itu apalagi, kenapa bawa jarum suntik segala?" Maya


Nisa dan Angga datang menyusul, " lari kemana dia?" Angga


"Astaga kalian sudah dewasa, kalian sedang bermain apaan sih? mamah gak ngerti deh Za." Maya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2