Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Menghibur Gita


__ADS_3

Akhirnya Angga sampai di rumah tante Jani, dia langsung membopongnya ke dalam mobil.


Angga pergi menggunakan mobil tante Jani bersama Kirana, sementara Pak Andra bersama Dafa menggunakan mobil Angga.


Kirana begitu panik, Angga mulai menenangkan adiknya itu, Dafa melihat itu, anak itu menjadi penasaran.


"Kakak cantik ini pacarnya kak Angga ya?" Dafa


"Bukan Dafa, dia adik kakak." Angga


"Adik kak Angga 'kan cuma aku?" Dafa merajuk.


"Hmm.. iya adik kakak ada dua, yang satu cantik dan yang satu ganteng, hehe.." Angga


Akhirnya Dafa tersenyum, dia ikut menghibur Kirana yang bersedih. Untung saja Jani tidak apa-apa, dia hanya kelelahan.


Jani hanya perlu diinfus beberapa jam saja.


"Dia siapa Angga?" Jani


"Papaku." Angga


"Pantas saja mirip, eh iya apa kamu baru menemukannya? Syukurlah tante ikut senang." Jani


"Iya tante makasih, tante tidak mengenal papaku? Padahal Papaku mengenal om Aldi, sahabat om Aldi dulu." Angga


"Benarkah?" Jani


"Iya, ternyata om Aldi sahabat papah sekaligus orang yang menjadi suami kedua mamah dan itu membuat papah bercerai dengan mamah." Angga


"Astaga, iya tante paham, karena tante pernah diposisi itu, dimana pasangan tante berkhianat." Jani


Pak Andra mulai berbincang-bincang dengan Jani, mereka sangat cocok, apalagi membahas pengkhianatan, mereka saling mengerti dan merasakan sakit itu.


Hingga dimana suasana disana menjadi ramai karena tingkah Dafa yang menggemaskan. Pintar namun tetap saja wajahnya itu mempesona.


"Tante rasanya ingin punya anak seganteng kamu Dafa." Tante Jani


"Boleh tante, menikah saja dengan papaku," Ucapan Dafa yang polos itu membuat Andra dan Jani saling bertukar pandang.


Sementara Angga dan Kirana malah mengangkat jempol mereka.


***


Sementara ditempat lain, Reza sedang menghibur kekasihnya, mereka sedang berada di bioskop, berniat menonton film romantis.


Reza sudah memesan minuman dan 2 popcorn ukuran besar.


"Ayo Git, udah mau mulai..!" Reza


"Iya," Gita melangkahkan kakinya mengikuti kekasihnya itu, mencari tempat duduk yang sesuai lalu duduk disana, menghembuskan napas kasarnya.


"Kamu masih sedih?, lebih baik kamu pastikan dulu itu benar atau tidak, kamu bertanya langsung saja pada kak Angga..!" Reza


"Aku bingung, nanti saja kalau aku sudah siap dengan jawabannya, aku juga kecewa jika itu benar, kenapa dirahasiakan dariku?" Gita


"Mungkin kak Angga punya alasan lain, kamu tidak boleh berpikir negatif dulu..!" Reza

__ADS_1


"Iya, kita nonton saja daripada membahas itu..!" Gita


Mereka menonton selama setengah jam namun Guta hanya diam , entah dia terlalu fokus dengan film nya atau pikirannya sedang berkelana kesana kemari.


Reza membiarkan gadis itu, dia tidak ingin menambah mood nya semakin buruk.


Setelah selesai menonton, Reza mengajak Gita karaoke, bukannya biasanya dengan bernyanyi bisa melegakan hati.


Reza tidak menyangka jika Gita akan benar-benar bernyanyi bahkan 3 lagu sekaligus, namun lagu yang dipilih lagu melow semua, membuat gadis itu bernyanyi sambil menangis.


"Sudah Git, kamu nyanyi malah nangis, biasanya kamu itu bikin orang pingsan, bikin preman nangis, eh sekarang kamu malah nangis." Reza


"Lagunya sedih Za." Gita


Padahal memang hatinya yang lagi bersedih, Reza yang bingung, dia mengajak Gita menyudahi kegiatan menyanyi itu. Membawa Gita membeli ice cream agar dia senang.


"Kamu mau pesan ras apa?" Reza


"Semuanya." Gita


"Semuanya?" Reza


"Kenapa? Apa kamu keberatan, gak mampu bayarin aku?" Gita


"Bukan begitu, masa Bos Reza gak mampu bayar, maksud aku, apa kamu bisa menghabiskan semuanya?" Reza


"Kan ada kamu." Gita


Astaga, kenapa gue yang kena? Pikir Reza.


"Aku udah, sisanya kamu yang habiskan! Aku ambil satu mangkok rasa coklat ini saja." Gita


"Apa?, kita bungkus saja ya, atau bagikan kepada orang lain, berbagi itu kan indah." Reza


"Gak, aku mau semua ini kamu yang menghabiskannya..! Lalu saat pulang aku mau bungkus yang banyak, nanti aku bagikan kepada anak-anak di jalanan." Gita


Dengan terpaksa Reza menghabiskan semuanya, sampai ice cream itu belepotan di mulut Reza.


Untung aja gue belum makan siang, jadi perut gue muat. Pikir Reza


"Hahahaha.." Gita


"Kamu kenapa?" Reza


"Kamu lucu Za, kaya anak kecil." Gita


Reza malah ikut tersenyum, dia senang akhirnya bisa melihat kekasihnya itu tertawa bahagia, meski dia tidak menyadari jika mulutnya belepotan dengan ice cream.


Benar saja, setelah selesai, mereka memesan banyak ice cream untuk dibagikan kepada anak jalanan. Tak lupa Gita juga memesan banyak kotak nasi.


"Satu kotak nasi, dan ice cream ini buat kamu anak cantik.." Gita


"Makasih kak," Ucap anak jalanan itu dengan senang.


Gita juga kini merasa senang, melihat orang yang diberinya makanan begitu senang. Dia harusnya bersyukur, banyak orang lain diluaran sana yang memiliki masalah lebih berat darinya, kesedihan yang lebih menyedihkan darinya.


Rezeki sudah diatur, takdir pun sama.

__ADS_1


Kini gadis itu tidak mengkhawatirkan Angga lagi, selama ini dia sudah puas mendapatkan kasih sayang seorang kakak, jika dia harus kehilangannya, mungkin memang sudah saatnya saja dia harus melepaskan sesuatu yang memang sudah tak bisa dia genggam.


Reza merasa lega melihat kekasihnya kembali tersenyum, karena hari sudah mulai gelap, mereka memutuskan untuk pulang.


Reza mengantar Gita sampai kerumahnya, mampir sebentar lalu pulang, dia ingin mandi karena merasa gerah.


Gita menghampiri ibunya sambil tersenyum.


"Aku mau dibikinin salad buah dong mah, eh gak jadi deh, aku potong buahnya dan mamah kasih mayones dan yang lainnya, biar enak dan pas rasanya." Gita


"Oke deh, kayaknya kamu lagi senang Git, tadi pagi aja murung." Hanna


"Iya, aku udah gak sedih lagi mah."


Mereka pergi ke dapur, membuat salad buah bersama.


"Bikin yang banyak mah, sekalian buat kak Angga..!" Gita


"Tumben kamu inget, biasanya juga berebut saling menghabiskan, hehe.." Hanna


"Hahaha… iya juga ya mah, gapapa lah sekali-kali baik sama kak Angga." Gita


Mereka begitu asyik membuat salad buah bersama, dan menunggu kedatangan Angga, tidak biasanya lelaki itu pulang terlambat tanpa memberi kabar kepada ibunya itu.


"Angga kok belum pulang ya? Mamah telepon dulu deh." Hanna


"Iya mah, Gita lanjutin buat saladnya." Gita


Ternyata Angga sudah ada dijalan menuju rumah, membuat Hanna sedikit lega.


Angga yang baru datang langsung disambut oleh dua wanita di hadapannya itu.


"Tumben, aku gak ulang tahun loh mah." Angga


"Yaelah kak, emang bukan. Ini kan salad buah bukan cake." Gita


"Dijahilin gak nih? Takutnya ada apa-apanya lagi di salad ini." Angga


"Ya enggak lah kak, aku juga makan nih." Gita


Angga pun memakan salad buah itu, kebetulan sekali dia ingin makanan segar yang lumayan mengenyangkan.


Setelah selesai Angga menuju kamarnya diikuti oleh Gita.


"Kamu mau kemana?" Angga


"Ke kamar kakak, ada yang ingin aku tanyakan." Gita


Angga duduk ditepi ranjang, Gita duduk disebelahnya.


"Kak surat dari Rumah Sakit yang tes DNA itu, apakah benar?" Gita


Deg


Apa dia membacanya? Kapan? Bentar ini tes DNA kirana atau papah? Pikir Angga


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2