Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Bertamu Ke Rumah Dafa


__ADS_3

Angga mulai mengikuti kemana arah mobil Pak Andra pergi, dia terus tersenyum sepanjang perjalanan.


Dia juga merasa sangat cocok dengan Dafa, menurutnya dia adik yang menyenangkan.


Setelah sampai di rumah mereka, Angga turun dari mobilnya, melihat sekeliling, namun tidak ada tempat yang dia ingat. Rumah itu juga sepertinya rumah baru.


Kalau saja Pak Andra ini masih tinggal di rumah lamanya, pasti banyak petunjuk.


"Ayo kak Angga, masuk ke rumahku..! Di dalam banyak game versi baru loh, kita main bersama, bagaimana?" Dafa


"Siapa takut." Angga


Tangan Angga dipegangnya dengan erat, dibawanya berlari ke dalam rumah.


"Dafa… jangan gitu, kasian kak Angga sampai diseret-seret begitu..!" Pak Andra


"Gapapa kok pak, saya tidak masalah." Angga


"Tuh 'kan, Kak Angga aja bilang gapapa, kenapa papah melarang? Hmmm.." Dafa


Mereka masuk ke dalam rumah, Angga dipersilahkan dulu duduk untuk menikmati minuman dan cemilan.


"Biarkan Kak Angga minum dulu Dafa, dia kan lelah tadi berlari menggendongmu..!" Pak Andra


"Iya pah, kalau begitu aku mau ganti baju dulu." Dafa


Anak kecil itu berlalu pergi dengan berlari, sepertinya sudah tidak sabar bermain bersama Angga.


"Rumah ini kelihatannya baru ya Pak?" Angga


"Emm iya, saya sudah beberapa kali pindah rumah, hehe.." Pak Andra


"Oh, kenapa bisa begitu?" Angga


"Karena banyak hal, pertama pindah karena istri pertama saya kabur membawa anak saya dan saat menikah lagi saya ingin mengubur masa lalu saya, sayangnya saya harus pindah lagi ketika istri kedua saya meninggal, saya tidak bisa move on dan memutuskan pindah rumah lagi." Pak Andra


Angga melirik ke kanan dan ke kiri, tidak ada foto ibu Dafa yang dipajang, hanya foto mereka berdua saja. Ingin rasanya Angga bertanya namun dia tidak enak hati.


Sampai akhirnya Dafa datang dengan riang mengajak Angga bermain. Tentu saja pria itu menyambut hangat, entah mengapa dia betah bermain dengan anak itu, dan sepertinya Dafa juga butuh perhatian.


"Maaf ya nak Angga, pasti merepotkan." Pak Andra


"Tidak kok Pak, malah saya senang, kebetulan saya juga tidak punya adik laki-laki." Angga


Selama dua jam penuh mereka bermain game, saking serunya bahkan mereka melewatkan makan siang.


Sampai dimana Pak Andra memaksa Dafa makan dulu, karena tidak baik jika menahan lapar.


Angga bermain di sana sampai sore, sampai dimana ada telepon masuk yang membuatnya harus segera pulang.


***

__ADS_1


Gita yang tahu besok adalah hari ulang tahun Reza, hari ini dia ingin dijemput oleh pacarnya itu, dia akan membuat Reza kesal seharian ini.


Gita sengaja mengirim pesan yang banyak pada Reza.


Za, kamu dimana? Aku sudah lama menunggu


Za, aku bete nih, pokoknya kamu harus cepetan kesini!


Astaga, kamu belum sampai juga? Kalau lama, aku akan pulang sendiri, dan beberapa hari ini jangan temui aku lagi!


10 menit, aku beri waktu untukmu, kesempatan terakhirku.


Reza yang membaca semua pesan itu dia tidak sempat membalasnya, dia sedang mengendarai mobilnya dengan fokus supaya cepat sampai, sepanjang jalan Reza mengeluh dan mengeluh.


Ada apa dengannya, apa dia sedang PMS? Cerewet sekali. Pikir Reza


Kenapa terus menerus mengirim pesan? Berisik sekali, Bahkan gue ngebut biar cepat sampai. Batin Reza


Hingga dimana mobil itu sampai di kampus kekasihnya itu, Reza bisa melihat wajah cemberutnya Gita.


Astaga, mati gue. Pikir Reza


Gita yang melihat mobil Reza, dia segera masuk, namun dia duduk di kursi belakang, "kenapa lama sekali?" 


"Maaf sayang, aku sudah berusaha datang dengan cepat, kenapa kamu duduk dibelakang?" Reza


"Hmm.. aku sedang ingin saja, cepetan jalan..! Aku ingin makan di cafe itu loh, cafe yang viral, kamu tahu gak?" Gita


"Cari tahu aja sendiri di internet!" Gita


Astaga, apa susahnya sih dia langsung bilang lokasinya dimana, 'kan kalau aku mencari dulu, lama dan bikin pusing. Keluh Reza dalam hatinya


Setelah mencari akhirnya Reza mendapatkan alamat cafe itu, namun sesampainya disana cafe itu penuh, bahkan banyak pengunjung mengantri sampai ke luar bagian cafe saking penuhnya.


"Yah penuh, kamu sih Za kelamaan," keluh Gita


"Hmm.. aku sudah berusaha," ucap Reza dengan lirih.


Namun Gita tidak menanggapi keluhan kekasihnya itu, sebenarnya dia juga tidak tega tapi dia harus bisa membuat pacarnya itu kesal.


"Lalu kita makan dimana?" Reza


"Dimana aja, terserah." Gita


"Jangan bete gitu dong Git, kamu lagi PMS atau kenapa?" Reza


"Gak, ayo jalan cepetan aku lapar..!"


Sudah 5 cafe yang didatangi, 3 restoran, dan 2 lesehan namun Gita selalu beralasan yang tidak jelas. Memebuat Reza ingin marah namun dia tidak tega.


"Aku mau makan dirumah saja, masakan mamah lebih enak." Gita

__ADS_1


Astaga, dari tadi cape muter-muter tapi sekarang dia bilang mau makan dirumah? Pikir Reza


Sekuat tenaga lelaki itu menahan amarahnya, dia diam tanpa kata.


"Kenapa kamu diam, ayo cepetan kita pulang..!" Gita


"Iya, oke.." Reza


Reza melajukan mobilnya menuju rumah Gita, sesampainya di rumah itu Gita langsung makan, namun dia melupakan kehadiran pacarnya itu, dia sama sekali tidak menawari Reza makan.


Gita sengaja melakukannya.


Bu Hanna dan Angga juga tidak biasanya mereka bersikap cuek pada Reza, tidak ada yang mengajaknya berbincang, mereka fokus dengan aktivitasnya.


Astaga, ada apa dengan hari ini, rasanya aneh, apa gue yang sial di hari ini? Pikir Reza


Karena bu Hanna tak tega, dia akhirnya menawarkan makanan pada Reza, lelaki itu makan sendirian karena Gita sudah selesai makan, Reza terpaksa makan karena benar-benar lapar, sebenarnya dia juga tak enak makan sendirian dirumah orang.


Gita mengacuhkan pacarnya itu, dia masuk ke kamar lalu mandi dan berganti pakaian.


Reza yang ingin pulang, namun dia teringat perkataan Gita yang menyuruhnya menunggu.


"Kak kita main game yuk?" Reza


"Lagi gak mood nih," ucap Angga.


Gue jenuh, gue harus apa dong dirumah orang? Pikir Reza


Akhirnya dia tertidur di sofa, semua orang membiarkan Reza tertidur disana. Sementara keluarga Baskoro menyiapkan sesuatu.


Bu Hanna juga sudah ijin terlebih dahulu pada Maya, agar sahabatnya itu juga tidak khawatir jika anaknya bermalam disini.


Maya bahkan ingin ikut serta dalam acara yang direncanakan Gita. Maya akan datang bersama sopir pribadinya, karena suaminya itu tidak ingin ikut.


Maya masuk lewat pintu belakang, dia tidak ingin merusak rencana yang telah disusun rapi.


Reza tidur dengan nyenyak, maklumlah dia pulang kerja langsung menjemput kekasihnya, bahkan dibuat lebih lelah lagi saat harus mencari tempat makan yang pacarnya itu mau.


Angga bersiap-siap dengan kostum putih-putihnya, bahkan wajahnya kini putih semua dibedakin Gita.


Lelaki itu pasrah saja saat rencana gokil adiknya itu bahkan menyiksanya.


"Apa harus seperti ini?" Angga


"Iya dong kak." Gita


"Iya Angga biar seru.." Bu Hanna


"Bener tuh, pasti Reza kaget." Bu Maya


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2