Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Ulah Dafa


__ADS_3

Pria itu memakai Jas hitam berjalan mendekati Gita dan Angga, dengan menggandeng istrinya yang tersenyum ke arah mereka.


"Papah bisa berjalan?" Tanya Gita dan Angga kompak.


"Kejutan…." Hanna


"Mamah, aku ikut seneng loh liat Papah udah sembuh, pake jas, gagahnya. Hehe.." Gita


"Kenapa Papah gak bilang kalau sudah sembuh, padahal tiap makan bersama, Papah selalu memakai kursi roda." Angga


"Hehehe.. ya sebenarnya Papah kalian baru sembuh, memang saat itu Papah baru bisa jalan tapi dengan tongkat, jadi kursi rodanya masih dipake." Hanna


"Tapi, terakhir aku melihat, Papah masih memakai kursi roda." Gita


"Hmm, , Papah sengaja biar kamu mau belajar bisnis, lagian kamu gak lihat kalau Papah semakin hari semakin tua? Harusnya yang memimpin perusahaan 'kan kamu penerus Papah." Baskoro


Mereka akhirnya pergi, ya karena hari juga sudah sore dan saatnya pulang kerja.


"Papah dateng pas jam pulang kerja tapi pake jas segala, gimana ceritanya?" Gita


"Hehehe… gaya-gayaan aja Git." Baskoro


Semua orang tertawa, mereka senang dengan kesembuhan Baskoro, kecerian ayah mereka yang sudah sembuh itu. Mobil mereka berhenti disalah satu restoran, mereka makan terlebih dahulu.


Kini Baskoro bisa bebas pergi kemanapun, dia tidak akan merepotkan keluarganya lagi, jika dulu dia akan memilih diam dirumah karena merasa dirinya adalah beban, meski sebenarnya jauh didalam hatinya, pria itu ingin ikut.


Ketika di restoran Gita melihat keributan, di sana ada kasir yang tak terima jika uang yang dibayarkan kurang.


"Wina?" Gita


"Aku bukan Wina, mungkin kamu salah orang." Wina


Jelas-jelas itu dia, mungkin dia malu kali ya? Tapi ya sudahlah kalau dia tidak ingin dibantu. Pikir Gita


Gadis itu kembali ke mejanya, berkumpul dengan keluarganya, menikmati makanannya lagi. Dia bisa melihat Wina yang masih saja bertahan disana, Wina terlihat menelpon seseorang.


Namun sepertinya pemilik restoran pun ikut campur tangan, karena Wina terlalu lama berdebat dengan kasir, dan juga memberi alasan ini itu, membuat pemilik restoran itu, menyuruh Wina mencuci semua piring sampai ada keluarganya yang membayar tagihannya.


Kejadian itu disaksikan Angga juga, namun pria itu malah berkata, "biarkan saja Git, memang sekali-kali orang yang begitu harus tahu sebab akibat, agar jera..!" Angga


"Tapi, kasian Kak." Gita


"Biarin aja, ayo kita pulang, Mamah sama Papah udah di mobil tuh..!" Angga


Gita akhirnya memilih mendengarkan apa yang dikatakan Angga.


***


Saat mereka sampai di Rumah, sudah ada Reza yang menunggu di teras rumah. Pria itu tidak mau menemui Gita di kantor, atau berdua di luar, dia tidak mau mengulang kejadian di kantor waktu itu.


Dia akan menemui Gita saat di Rumahnya saja atau saat diluar saat banyak teman Gita berkumpul, dia tidak ingin berduaan lagi.


"Kamu udah nunggu lama Za?" Angga

__ADS_1


"Gak kok Kak, eh Tante, eh Om, sebentar Om udah bisa jalan?" Reza


"Alhamdulillah Om udah sembuh Za." Baskoro


"Yuk masuk Za..! Diluar kan dingin." Hanna


Angga juga sepertinya dia akan menginap di Rumah Baskoro, dia sedang kesal dengan Dafa.


Gita menemani Reza diruang tamu dengan cemilan, mereka mengobrol soal keseharian mereka saja.


Ponsel Angga tertinggal disana, ponsel itu begitu berisik dengan panggilan yang terus menerus.


"Kak.. ada telepon nih," teriak Gita.


Namun Angga tidak kunjung datang, membuat gadis itu pergi menuju kamar Kakaknya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk..!" Angga


"Ini Kak handphone Kakak berisik banget deh, angkat Kak, dari tadi gak mau diem loh..!" Gita


"Emangnya dari siapa?" Tanya Angga yang sedang berbaring di ranjang.


"Gak tahu, ponselnya juga punya Kakak bukan punya aku, nih..!" Gita memberikan handphone yang masih berbunyi itu.


Namun saat Angga menekan tombol hijau untuk mengangkat teleponnya, dan menempelkan ponsel itu ditelinganya.


"Astagfurulloh.." Angga


"Kenapa Kak?" Gita


"Ini, kamu aja yang bicara, bilang kalau Kakak tidak ada..!" Bisik Angga


"Masa bohong sih Kak?" Gita


"Stt… bohong demi kebaikan boleh Git." Angga


Gita akhirnya mau melakukan semua hal yang diperintahkan oleh kakaknya itu.


"Hallo, cari siapa ya?" Gita


"Angga, saya yang tadi ketemu disekolahan saat mengambil rapot." Bu Tesa


"Hmm, ada perlu apa ya?" Gita


"Bilang sama dia kalau Tesa yang cantik nyariin dia..!" Bu Tesa


"Hehe.. kak Angga lagu gak ada, nanti aja telepon lagi..!" Gita

__ADS_1


Gita dengan segera menutup telepon itu, dan segera memberikan ponsel itu pada Angga yang sedari tadu diam.


"Ih Kakak, pantesan aja jomblo terus, masa ditelponin cewek aja gak berani." Gita


"Ih kamu gak tahu aja siapa yang nelpon tadi, dia itu ibu-ibu gendut, katanya janda, udah tua Git, genit pula, maksa, Kakak gak mau lah." Angga


"Hahahaha… sekalinya dapat Fans ko janda tua Kak?" Gita


"Udah deh jangan ngeledekin mulu..! Kakak mau blokir nomornya." Angga


"Hahaha.. cie dicariin janda tua," ledek Gita.


Gadis itu langsung berlari keluar kamar, dia takut jika kakaknya itu murka.


Awas kamu ya Dafa! Batin Angga


Karena kalau bukan Dafa, siapa lagi yang bisa memberikan nomornya itu.


Saat memeriksa kembali ponselnya, ternyata banyak chat dari Dafa yang baru Angga baca, dia benar-benar tidak tahu kalau adiknya menyuruhnya cepat pulang dan menginap disana.


Bahkan ada nada ancaman, yang semakin membuat Angga yakin kalau semua ini ulah kejahilan adiknya itu.


Angga keluar dari kamar, dia pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin, dia benar-benar kesal pada Dafa.


"Cie yang dicariin Tesa, hahaha.." Gita


"Berisik!" Angga


"Tesa siapa?" Reza


"Itu janda tua katanya, hahaha.." Gita


"Alhamdulillah akhirnya Kak Angga laku juga, hehe … ," ledek Reza.


"Kalain memang serasi, sama-sama nyebelin." Angga


Dia bergegas pergi karena tidak ada ketenangan disana, dia pergi menuju teras depan rumah, berusaha mencari angin segar.


Angga mendapatkan pesan baru dari Dafa.


Karena Kakak gak pulang, jadi aku kasihin nomor Kakak deh ke ibunya Angga kecil, gapapa kan?, seru 'kan Kak? Hehehe… Dafa


"Dafa … ," Teriak Angga.


Teriakan itu membuat Reza dan Gita berlari dengan segera keluar rumah, takut jika terjadi sesuatu pada Angga.


"Ada apa Kak?, Kakak gapapa 'kan?" Gita


"Gapapa," jawab Angga lesu, dia bangkit dan masuk ke dalam rumah.


Mungkin ini karma, jika biasanya aku yang mengerjai orang, dan sekarang aku dikerjai adikku sendiri. Pikir Angga


Akan ada pembalasan, tunggu saja Dafa! Batin Angga.

__ADS_1


Sementara Reza dan Gita merasa kebingungan, mereka saling menatap dan mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Bersambung...


__ADS_2