Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Amplop Coklat


__ADS_3

Ternyata dugaan Reza salah, dia terlalu mengkhawatirkan kekasihnya yang jagoan itu.


Aku kira dia yang pingsan? Pikir Reza


Ternyata yang pingsan itu dua preman yang mengganggu pacarnya itu, entahlah Reza juga bingung bagaimana caranya gadisnya itu membuat preman itu pingsan.


Tenaga dalam kah? Sihir kah?, yang terpenting Gita baik-baik saja, Reza menggenggam tangan wanita itu, membawanya keluar dari kerumunan, lalu membukakan pintu mobil untuknya.


Reza pun masuk dengan segera, dia bahkan melupakan buket bunga itu.


"Kenapa mereka bisa pingsan?" Reza


"Oh, biasalah, tadi mereka nodong aku, aku gak mau lah ngerelain dompetku." Gita


"Lalu?" Reza


"Lalu…, ya aku buat mereka pingsan aja biar cepet, lagi males ngeluarin tenaga." Gita


"Bukannya membuat orang pingsan itu juga butuh tenaga, bahkan tenaga dalam?" Reza


"Hahaha.. bukan seperti itu, sudahlah itu rahasia." Gita


"Aku penasaran, aku juga mau bisa bikin orang pingsan." Reza


"Gak usah pengen tahu, karena itu rahasia perusahaan. Hahaha.."


Reza mulai berhenti bertanya, karena percuma saja, dia tidak mendapatkan jawabannya.


Gita melihat buket bunga, dia mengambilnya dan bertanya.


"Bunga buat siapa?" Gita


"Tadinya buat kamu, tapi.. kamu gak mau tutup mata, jadi gagal 'kan kejutannya," keluh Reza.


"Hahaha… jadi ini alasan aku harus tutup mata?, makasih bunganya, aku suka." Gita


"Memangnya apa yang ada dipikiran kamu saat aku menyuruh tutup mata, ngaku aja, ayo.. curiga nih, hahaha.." Reza


"Apaan sih," ucap Gita sambil memalingkan wajahnya, jika Reza melihat dia akan melihat pipi Gita yang memerah karena tersipu malu.


Bisa-bisanya gue berpikiran kotor tadi? Ternyata cuma bunga, Hahaha… Pikir Gita


Sesampainya dirumah Jani, mereka langsung bertemu dengan tantenya, bahkan Jani yang membukakan pintu untuk mereka.


Ternyata keadaan Jani sudah benar-benar membaik, Kirana pun sudah mulai berkuliah lagi, melakukan aktivitasnya meski terkadang masih bersedih kala mengingat papanya yang berada di penjara.

__ADS_1


Kirana sebenarnya ingin menjenguk papanya, namun jika mengajak ibunya Jani, pasti wanita itu tidak mau, jika mengajak Angga lagi rasanya dia sungkan, jika mengajak Reza dia takut Gita merasa terganggu.


Gadis itu menunggu dan berharap Angga mengajaknya lagi, pergi ke sel tahanan. Kirana tidak mau jika harus pergi sendirian.


Selama di rumah Jani, mereka bersenang-senang, Reza yang bertingkah konyol berusaha menghibur tantenya yang baru sembuh itu, sekaligus menghibur Kirana yang bersedih.


Setelah dua jam berlalu, bahkan hari mulai gelap, mereka memutuskan pulang khawatir jika orang tua Gita kebingungan karena gadis itu pulang terlambat, ya.. Gita belum sempat meminta izin dia bahkan lupa mengabari lewat ponselnya.


***


Hari berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Angga.


Saat jam istirahat di kantor, Angga langsung pergi ke Rumah Sakit, dimana seminggu yang lalu dia datang ke tempat itu bersama Jani.


Dia menunggu 10 menit di ruang tunggu, namun rasanya itu sangat lama bagi Angga, bahkan dia terus mondar-mandir selama menunggu.


Akhirnya hasil tes itu keluar, lelaki itu begitu tegang menerima amplop coklat itu.


"Apakah aku harus membukanya sekarang? Tapi bagaimana kalau hasilnya tidak sesuai? Tapi, aku penasaran," ucap Angga sambil memegangi amplop itu.


Perlahan namun pasti isi amplop itu dibaca oleh Angga dengan rasa penasaran yang menggebu, setelah tahu hasilnya senyuman itu mengembang di wajah lelaki tampan itu.


Dia membawa mobilnya menuju kantornya lagi, "hasilnya sesuai dengan apa yang aku harapkan," lagi-lagi senyuman itu mengembang sambil melirik sekilas ke arah amplop coklat itu.


Namun saat Angga berada di pemberhentian lampu merah, entah mengapa ada mobil dari arah lain yang melaju kencang tak terkendali menghantam mobil itu.


Angga langsung dilarikan ke UGD, lukanya lumayan parah, bahkan dia belum sadarkan diri.


Suster menelepon nomor terakhir yang dihubungi Angga, membuat tante Jani syok, bahkan ponselnya sampai terjatuh ke lantai.


"Innalillahi, Angga.." Jani


"Kirana, kita pergi ke rumah sakit sekarang!" Jani


"Ada apa mah? Siapa yang sakit?" Kirana


"Nanti juga kamu bakalan tahu." Jani


Jani pergi bersama Kirana dengan sopir pribadi, keadaan Jani yang baru sembuh dan dia sedikit takut menyetir mobil lagi setelah kecelakaan terakhir kali yang menimpanya.


Sesampainya di RS, ternyata Angga belum sadar juga, karena hanya dia yang baru datang, Jani menghubungi Maya terlebih dahulu, hanya nomor itu yang bisa dia beritahu.


Maya begitu panik, wanita itu langsung menghubungi sahabatnya Hanna.


***

__ADS_1


"Pah, semoga Angga baik-baik aja ya pah?" Hanna


"Iya, kamu yang tenang mah..!" Baskoro


"Aku gak bisa tenang, mana Gita masih di kampus lagi, nanti aja kalau dia sudah pulang mamah kasih tahu." Hanna


"Iya, biarkan anak itu fokus sama kuliahnya, kita berdoa saja supaya Angga gak kenapa-kenapa, lukanya enggak parah." Baskoro


"Aamiin pah." Hanna


Saat sampai disana, tak lupa Bu Hanna membantu suaminya turun dari mobil, meski Baskoro sudah mulai bisa berjalan dengan tongkat, namun kali ini dia memakai kursi roda agar bisa lebih cepat dengan didorong istrinya itu.


Hanna yang panik, masuk dengan tergesa-gesa, membiarkan kursi roda suaminya didorong oleh sopirnya.


Hanna menangis sejadi-jadinya, Kirana , Jani dan Maya menatap dengan rasa prihatin, mereka juga berusaha menenangkan Bu Hanna.


"Angga, kenapa bisa begini?, kamu bangun Nak, kamu kan anak kuat, anak lelaki mamah." Hanna


"Sabar Han, Angga pasti baik-baik saja." Maya


"Iya tante, Kak Angga pasti kuat." Kirana


"Iya mah, kamu sabar sayang, sebentar lagi pasti Angga bangun," ucap Baskoro ikut menenangkan istrinya.


Dokter datang, dia memberitahu jika luka Angga tidak terlalu parah, dia juga sebentar lagi akan sadar, karena tidak ada luka dibagian kepalanya, namun untuk memastikannya lagi, dokter akan melakukan rontgen kepala atau ct scan kepala.


Ada pihak kepolisian yang datang, menjelaskan jika pengendara mobil yang lalai dan menabrak Angga telah ditangkap, sementara barang-barang Angga yang tertinggal di mobil, dikembalikan.


Ada handphone, dompet dan amplop coklat.


Amplop apa itu? Pikir Hanna


Hanna yang menerima barang-barang Angga dan berniat menyimpannya itu, dia kini penasaran dengan isi amplop itu.


"Ini amplop apa ya pah?" Hanna


"Paling soal bisnis mah, dia cuma sibuk bekerja, pacar saja tidak punya." Baskoro


Namun wanita itu tetap merasa penasaran, saat Hanna beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan mengambil tasnya yang disimpan tak jauh dari sana, Bu Hanna mencoba membuka amplop itu.


Tidak apa-apa 'kan jika aku hanya melihat isinya? Tidak mungkin anak itu menyimpan rahasia. Pikir Hanna


Wanita itu membalikkan badannya, membuka amplop itu perlahan.


Surat dari Rumah sakit. Batin Hanna heran

__ADS_1


Perlahan wanita itu menarik kertas yang ada di dalam amplop.


Bersambung…


__ADS_2