
Setelah seminggu berlalu, Gita mulai beraktivitas seperti biasa, tidak ada tangisan bayi, tidak ada juga wangi bayi yang membuat Gita ingin terus mencium bayi itu.
Sebulan berlalu Gita semakin sibuk. Ya, sejak dia tahu Angga bukan kakak kandungnya, dia mulai fokus dengan bisnis papanya itu, dia mulai serius belajar.
Jika suatu saat nanti Angga melepaskan perusahaan Baskoro, maka Gita harus dalam keadaan siap.
Angga mulai sibuk juga dengan adiknya, sekarang bahkan Angga akan menginap seminggu di rumah Andra dan seminggu di rumah Baskoro, lelaki itu masih belum bisa melepaskan keluarga yang membesarkannya.
"Jika anak lelaki menikah, dia akan pergi membawa istrinya dan pisah rumah, namun pasti kembali ke rumah, namun Angga, belum tentu dia rutin mendatangi kita." Bu Hanna
"Jangan berpikir seperti itu Mah, Angga tidak akan melupakan kita..!" Baskoro
"Iya Mah, jangan gitu dong, kita jangan bersedih, tapi kita harus bahagia karena kak Angga menemukan keluarganya..!" Gita
"Hehe, iya." Hanna
Gita berangkat kuliah pagi ini, sarapan pagi ini tanpa Angga, tanpa kejahilannya, tidak ada yang membuat Gita jengkel pagi ini.
Gita juga kini merasa tenang karena ternyata Meta pergi pindah ke luar negeri bersama keluarganya, tidak ada yang mengganggu pacarnya lagi, hidup Gita kini terasa tenang dan damai.
***
Reza yang sedang di rumah, sarapan dengan wajah cemberut dan lesu.
"Kamu kenapa Za?" Maya
"Gapapa Mah, aku lagi bete aja, aku ambil cuti hari ini, eh Gita nya malah susah diajak ketemu." Reza
"Hahaha, jadi kamu galau?" Maya
"Jangan dibikin tambah bete dong Mah..!" Reza
"Hahaha, besok ambil cuti lagi, ajak Gita liburan ke pantai aja Za..!" Maya
"Boleh juga tuh ide Mamah." Reza
Reza kembali tersenyum senang, sore ini dia berniat menjemput kekasihnya dan membicarakan liburan ini.
Memang seminggu ini Reza dicuekin kekasihnya itu, ya.. Gita memang sibuk kuliah dan belajar bisnis, dia juga sering pergi ke kantor sekarang dan membatalkan acara makan malam bersama Reza karena mengaku kelelahan.
__ADS_1
Pagi hari dia kuliah, sore hari pulang kuliah sudah ke kantor, ketika ada bayi itu (Nadira) Reza juga menjadi korban, menjadi kehilangan waktu bersama pacarnya itu, membuat dirinya kesal.
***
Sore itu mobil Reza sudah terparkir di halaman kampus, dia berdiri di depan mobilnya, menyandarkan tubuhnya di bagian depan mobil itu, dengan baju yang modis dan stylish, membuat mahasiswi melirik ke arahnya.
Gue masih mempesona ya? Gue kan kharismatik. Pikir Reza
Gita melewati Reza begitu saja, gadis itu kesal melihat pacarnya yang caper.
"Eh Git, tunggu dulu..! Kita pulang sama-sama ya?" Reza
"Hmmm, kamu kesini mau jemput aku atau tebar pesona hah?" Gita
"Cie cemburu nih?" Reza
"Gak, aku mau ke kantor, kamu pulang aja!" Gita
"Kamu selalu sibuk, gak ada waktu buat aku, ayolah aku antar ke kantor ya, ini kan masih siang juga." Reza
Gita dengan terpaksa memasuki mobil kekasihnya, dia tidak mau melihat Reza memohon didepannya, membuat dia malu karena dikira sebagai pacar yang kejam.
Reza senang dicemburui pacarnya, meski terlihat cuek namun ternyata gadis itu bisa cemburu juga.
"Kamu malah ketawa sih? Gak ada yang lucu Za, aku serius tau." Gita
"Kamu itu lucu dari dulu. Hehehe." Reza
"Astaga, aku capek ngomel, dan kamu tidak menanggapinya sama sekali." Gita
"Jangan marah dong..! Aku seneng aja lah dicemburui sama kamu, jadi ya senyum saja, karena setiap ucapanmu tadi adalah kata-kata cinta yang manis untukku." Reza
"Ish… tau ah, nyebelin." Gita
"Besok kita ke pantai yuk..! Kita liburan.." Reza
"Besok aku libur kuliah sih, tapi udah janjian sama kak Angga buat bahas bisnis." Gita
Reza diam sepanjang jalan, dia mengantarkan Gita sampai ke depan perusahaan milik ayahnya, dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Selalu saja tidak bisa meluangkan waktu, apa gue ini gak penting ya buat dia? Pikir Reza
Gita masuk ke dalam dengan rasa serba salah, dia bingung, dia sudah terlebih dahulu membuat janji dengan kakaknya itu, dia tidak enak hati, apalagi selama ini Angga sudah memberinya kelonggaran waktu, menunggu sampai Gita siap baru Angga akan memberikan tanggung jawab penuh perusahaan itu pada gadis itu.
Gue bingung, gue juga pengen liburan, tapi apakah ini waktu yang tepat untuk liburan? Disaat keadaan perusahaan begini. Pikir Gita
Kali ini perusahaan memerlukan keseriusan Gita, maka dari itu dia memprioritaskan perusahaan dari segala hal.
"Hai Kak.." Gita
"Hmm, kok lesu begitu?" Angga
"Aku gapapa kok Kak." Gita
"Hmm, pasti gara-gara Reza ya? Hehe.. kamu boleh kok berlibur kepantai, janji sama Kakak bisa diundur besok, kamu perlu liburan biar siap menghadapi tanggung jawab yang besar ini..!" Angga
"Beneran boleh?" Gita
"Iya, serius.." Angga
"Makasih Kak." Gita
"Sama-sama, seharusnya kamu bilang sama Kakak, jangan sungkan begitu..!" Angga
Ternyata setelah mengantar Gita, Reza menepikan mobilnya dan langsung menelpon Angga untuk meminta izin.
Reza pulang dengan wajah berseri-seri, membuat Maya merasa heran dengan anaknya itu.
"Tadi galau, sekarang ketawa-ketawa gitu? Ada apa Za?" Maya
"Gapapa Mah, aku besok jadi ya Mah ke Pantai?" Reza
"Oh karena Gita lagi, hem anak muda memang begitu." Maya
Reza hanya tersenyum menanggapi ucapan ibunya itu, dia mengakui jika perkataan ibunya selalu benar.
***
Ketika pagi datang Reza bersiap-siap, bahkan membayangkan momen romantis berdua, dia bergegas menuju rumah Gita, namun sesampainya disana, hilanglah harapannya itu dalam sekejap saat melihat apa yang ada di depannya sekarang.
__ADS_1
Bersambung….