
Reza datang menjemput Gita, mengajaknya makan di Restoran yang sudah dipesan, sudah di dekorasi dan disewa lelaki itu agar suasananya romantis dan tidak ada yang mengganggu.
Ya dari pengalaman yang terjadi acara keca mereka selalu gagal karena tiba-tiba datang mantan Reza yang mengacaukan acara mereka.
Mereka tidak tahu jika Meta memantau kegiatan Reza dan memberi tahu salah satu mantan pria itu agar datang mengganggu Reza.
"Waw.. tempatnya bagus Za.. kenapa sepi? Apa jangan-jangan?." Ucap Gita
"Iya, aku tidak mau acara kita kacau lagi seperti kemarin-kemarin, aku juga merasa heran kenapa mereka tahu aku pergi kemana saja, aku sampai pusing meladeni mereka."
"Haha.. aku jadi takut kamu akan berpaling."
"Gak akan Git, kamu itu udah pas di hati aku, gak longgar dan muat sempurna, hehe.. kamu cantik sekali hari ini."
"Gombal.." jawab Gita dengan wajah merona
"Tapi kamu suka kan? Tuh pipimu saja sampai merah karena tersipu malu, gemasnya pacarku." Ucap Reza sambil mencolek pipi Gita.
"Udah ah jangan menggodaku terus, yuk kita makan, aku lapar dari tadi berkeliling di mall." Ajak Gita
Mereka Pun menikmati acara makan malam yang indah, spesial, dan tanpa gangguan.
Kenapa hari ini tidak ada gangguan? Itu karena Meta sedang tertidur melewatkan acara yang biasanya membuat gadis itu akan berubah menjadi penguntit. Hehe
Setelah selesai, Reza mengantar Gita pulang, sebenarnya pria itu masih rindu dan ingin menghabiskan waktu bersama, namun melihat Gita yang sudah kelihatan lelah dan mengantuk, membuat pria itu mengurungkan niatnya.
Sesampainya di rumah Gita mendapatkan godaan dari semua anggota keluarganya.
"Cie.. adik kakak cantik bener, ya kan mah?."
"Iya, biasanya susah banget kalau diajak nyalon, ini malah seharian di salon, perawatan full loh Angga, demi siapa sih?." Bu Hanna
"Demi calon suami tuh.." Baskoro
Gita merasa malu dan bingung juga pada dirinya yang mau berubah dan ada niat dari diri sendiri, biasanya meski dipaksa pun, Gita selalu keras kepala tidak mau diajak merawat tubuh.
"Ih apaan sih, aku cuek salah sekarang aku suka dandan cantik salah, udah ah aku mau tidur, capek." Jawab Gita kesal.
"Cie yang capek habis pacaran. Hahaha." Ejek Angga
Gita mengambil bantal sofa dan langsung melemparnya tepat mendarat di perut Angga.
"Aw.."
__ADS_1
Gita berlari sekencang mungkin dna langsung masuk ke kamarnya.
Sepertinya gue harus bikin kak Angga punya pacar, biar gue bisa godain dia dan impas.. apa aku comblangin aja ya? Hehehehe pikir Gita.
Dia membersihkan make up yang menempel di wajahnya, mengganti baju lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Terlelap dalam sekejap karena terlalu lelah, bahkan beberapa pesan masuk dari Reza tak dibaca Gita. Membuat pacarnya itu kini cemberut di tempat lain.
***
Hari ini Gita benar-benar merubah penampilannya, dia ingin sekali-kali menampakan kekayaan orang tuanya.
Gapapa lah sekali-kali gue pamer, ya kan? Batin Gita
Dia berangkat sendirian menggunakan salah satu mobil yang ada di garasi, bahkan dia berdandan dan memakai Rok selutut, rambutnya tergerai indah karena kemarin sudah melakukan perawatan rambut juga.
Pagi ini pun dia berdebat dengan Reza karena tidak mau diantar. Sementara Reza mengalah karena tahu betapa keras kepala pacarnya itu.
Sesampainya di kampus, Gita memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Dia memang punya keahlian yang bagus dalam menyetir mobil.
Saat dia keluar dan berjalan, membuat orang memperhatikannya.
"Siapa dia? Mahasiswa baru ya? Tapi kok serasa gak asing ya?." Ucap salah satu mahasiswa
"Boleh juga tuh, kita taruhan siapa yang bisa dapetin cewek cantik itu."
"Gita…. Tunggu gue dong..!" Teriak Nisa
Gite menoleh dan tersenyum pada Nisa, membuat para lelaki terpesona dan mereka terdiam sesaat.
"Gita? Cewek tomboy itu kan ya? Wah.. ternyata cantik juga kalau dandan."
"Ada gosip juga, dia orang kaya lo."
"Masa sih?."
"Bener, kalau dipikir-pikir mana mau Reza sama gadis biasa dan sederhana, iya kan?."
"Bener tuh, yah.. pupus deh harapan gue, tadinya gue mau gebet dia."
Gita dan Nisa sudah pergi bahkan sudah tak terlihat lagi namun perbincangan mengenai dirinya masih berlanjut.
Imelda , Ina, dan Wina yang sudah tahu, mereka tidak terkejut sama sekali.
Imelda dengan tatapan benci dan iri, Ina dengan tatapan kagum dan rasa bersalahnya, sementara Wina dengan tatapan iri namun tak bisa mengganggu gadis itu karena akan mengancam masa depannya.
__ADS_1
***
Reza yang memasang aura suram sedari tadi, membuat para karyawan segan untuk menyapanya.
"Si Bos kenapa ya?."
"Entahlah, tapi auranya menyeramkan, lebih baik kita cari aman."
"Ok.."
Reza hanya diam membaca berkasnya dengan serius, tanpa ada obrolan meski Roni berada disana.
Gue tanga gak ya, tapi gue takut nanti jadi pelampiasan kekesalan si Bos. Pikir Roni
"Bos, bagaimana apakah kita akan menyetujui proyek baru itu?."
"Hm.. terserah kamu ja Ron, kalau menguntungkan ya setujui saja."
"Tapi… kalau ternyata itu gagal gimana bos?."
"Ya.. itu kan keputusan kamu, kalau rugi ya gajimu dipotong tiap bulan sampai kerugian itu lunas."
"Astaga bos kejam bener." Ucap Roni.
Roni keluar dengan wajah lesu, bagaimana bisa dia mengambil keputusan yang begitu beresiko. Dia akan menunggu suasana hati bosnya berubah dulu.
Bunglon kali ya, berubah-ubah.. kadang manis memberi traktiran pada semua karyawan, kadang dingin, membuat suhu ruangan semakin dingin, AC aja kalah, aura si Bos dinginnya sampai ke hati. Batin Roni
Suasana hati Reza memang sedang buruk, kemarin malam pesan dia tidak dibalas-balas oleh Gita, padahal Reza menunggu balasan itu sampai larut malam.
Pagi hari dia juga kecewa karena Gita menolak diantar, dengan alasan ingin membawa mobil sendiri.
Reza juga merasa jika pacarnya mulai bersikap aneh, biasanya gadis itu lebih suka memakai motor maticnya, dia bilang malas dengan kemacetan, dia juga sekarang suka berbelanja, suka berdandan.
Reza tidak tahu harus bersyukur atau mengeluh, memang bagus melihat pacarnya itu mulai merawat diri dan terlihat sangat cantik, namun dia sering cemburu pada Nisa yang menghabiskan waktu sepanjang hari dengan sahabatnya itu, sementara Reza hanya punya waktu 1 jam saja.
Kaya lagu kan, satu jam saja.. hehe
Namun tiba-tiba senyumnya mengembang, saat mendengar suara handphonenya. Dia langsungemjawab panggilan tersebut.
"Sudah jadi? ok nanti saya cek langsung kesana." jawab Reza sambil tersenyum
akhirnya gue punya alasan buat bawa dia keluar, kenapa akhir-akhir ini, dia so sibuk sekali ya? apa dia gak kangen sama gue? hmm.. Pikir Reza
__ADS_1
Bersambung...