Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Janji Kelingking


__ADS_3

Mereka pulang di siang hari, keadaan Reza juga sudah membaik, Reza tidak menyetir mobil saat pulang, dia bahkan semobil dengan Angga.


"Anak mamih, hahaha…." Angga


"Kak, jangan gitu..!" Gita


"Belain aja, 'kan dia memang pacar kamu yang manja, hehe.." Angga


"Hmm…" Reza


Mereka sampai dirumah saat hari mulai gelap, Angga mengantar Reza terlebih dahulu setelah itu ke Rumah kediaman Baskoro, dia ingin tidur nyenyak malam ini.


"Kakak mau tidur disini?" Gita


"Iya, memangnya gak boleh?" Angga


"Kan biasanya seminggu di sana, belum seminggu kok udah disini lagi?" Gita


"Hmm… Kakak lagi ingin tidur nyenyak Git, gak mau digangguin Dafa malam ini." Angga


"Oh ternyata alasannya itu, yaudah selamat tidur Kak..!" Gita


Ingin rasanya Gita mengerjai kakaknya malam ini, mumpung dia lagi menginap disini, namun rasa lelahnya membuat dia lebih memilih langsung tidur saja.


***


Setelah beberapa teman Pak Andra tahu jika dia telah menemukan anak pertamanya, mulai banyak teman bisnisnya yang menawarkan anak gadis mereka, tak terkecuali Pak Damar.


"Dra, beneran kamu udah ketemu sama anak kamu?" Pak Damar


"Iya, aku bersyukur sekali Mar." Pak Andra


"Masih muda ya, berapa umurnya?" Pak Damar


"29th, dia masih bersama keluarga angkatnya, kalau sudah menyelesaikan semua tugasnya, sepertinya dia akan mengurus perusahaan yang di luar negeri atau membantuku memajukan bisnis kudi kota ini." Pak Andra


"Wah hebat, sudah punya pacar belum?" Pak Damar


"Entahlah, aku tidak tahu." Pak Andra


"Kalau belum, jodohkan saja dengan anakku, ini fotonya , lihatlah..!" Pak Damar

__ADS_1


"Cantik, anggun, berhijab juga, nanti aku kabari lagi , siapa tahu kita bisa berbesanan." Pak Andra


"Bener, kita harus jadi besan nih..! Hehehe.." Pak Damar


Pak Damar memang mengenal Angga, tapi dia tidak tahu jika anak yang dimaksud Andra itu Angga, orang yang selama ini dia kenal.


Andra begitu senang membayangkan Angga menikah dan memberinya cucu, suasana rumah pasti akan semakin ramai.


Namun memang belum saatnya, sekarang saja dia belum bisa sepenuhnya memiliki anak itu, karena Angga masih memiliki tanggung jawab pada perusahaan keluarga Baskoro, dan Andra mengerti itu, dia juga sangat berterimakasih karena Angga dirawat dengan baik oleh mereka.


***


Minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan akhirnya Gita sudah wisuda hari ini, dia sudah melalui masa-masa terseulitnya.


Hanna dan Baskoro merasa bangga sekaligus lega karena anaknya telah lulus wisuda.


Karena gadis itu sudah berjanji, maka dalam setahun ini dia akan fokus mengurus perusahaan ayahnya dengan dibimbing oleh Angga dan juga mendapatkan bantuan dari Reza.


"Kamu sudah siap bergabung dengan perusahaan?" Angga


"Siap Kak." Gita


"Siap Pah." Gita


"Kamu udah siap nikah sama aku?" Reza


"Siap Za," jawab Gita yang refleks, membuat semua orang tertawa.


"Bener nih?" Reza


"Hmm… nyebelin." Gita


Saat ini mereka sedang berkumpul merayakan hari kebahagiaan Gita, mereka makan malam disebuah restoran, ada Gita, Baskoro, Hanna, Angga dan Reza.


Maya tidak bisa ikut karena ada urusan lain bersama Sanjaya suaminya.


Memang Reza sudah ingin meresmikan hubungan mereka, mengikat janji suci, mengucapkan akad nikah yang sakral, namun Reza masih sabar menunggu sampai Gita benar-benar siap.


Saat yang lain asyik menikmati musik, Reza mulai mendekati kekasihnya itu, mencoba mencari kesempatan, dia menggenggam tangan Gita di bawah meja, dia lakukan agar tidak terlihat oleh uang lain.


Gita yang kaget, dia sedikit mendelikkan matanya, seolah dia memberitahu agar jangan berbuat macam-macam dan aneh-aneh.

__ADS_1


"Sebentar Git, hmmm yang tadi aku serius loh." Reza.


"Yang mana?" Gita


"Soal menikah itu, apa kamu gak mau nikah sama aku?" Reza


Deg


Gue harus jawab apa? Teriak bilang yes gitu? Hahaha.. Gita jangan gugup! Please santai aja..! Gue harus sedikit jual mahal nih, lagian gue masih punya tanggung jawab besar. Pikir Gita


"Hmm… gimana ya, aku mau, tapi tunggu sampai ada waktu yang tepat Za, setahun ini biarkan aku fokus dengan perusahaan papah..!"


"Yes,,, Setahun, Bener ya? Awas jangan diundur lagi..!" Reza


Setahun? Apa dia serius? Kenapa sih si Reza ini ngebet banget, kan gue jadi galau, jadi pengen cepet-cepet juga nikah, terus punya bayi lucu, tapi perusahaan papah gimana?. Pikir Gita


Gita tak mampu menjawab pertanyaan Reza yang terakhir itu, dia hanya tersenyum kikuk. Dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


Reza mengacungkan jari kelingkingnya, mengajak Gita untuk menyepakati dan membuat janji kelingking.


Gita pun ikut mengacungkan jari kelingkingnya, mengaitkannya dengan jari kelingking Reza.


"Hayo… kalian lagi apa?" Angga


Kedatangan Angga yang tiba-tiba benar-benar mengejutkan dua insan itu. Sampai mereka refleks melepaskan jari kelingking mereka dan saling membuang muka.


"Apaan sih kak, ngagetin aja," keluh Gita.


"Iya Kak Angga gak usah kepo..!" Reza


"Yang jomblo gak usah pengen tahu, nanti iri lagi..!" Gita


"Ya ampun sampe segitunya, Kakak jomblo itu sengaja, Kakak mau langsung nikah kalau ketemu cewek yang cocok, yang ngantri sih banyak, hmmm..." Angga


"PD banget." Gita


Reza dan Gita pergi meninggalkan Angga yang sedang berpose layaknya model pria, lelaki itu ingin menunjukan kharisma dan ketampanan nya, namun saat menyadari jika Gita dan Reza pergi begitu saja, lelaki itu mulai kesal.


Awas ya kalian! Pikir Angga


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2