Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 23 Pergi ke desa perbatasan


__ADS_3

Ketika Raja kembali ke paviliunnya untuk mandi dan berganti pakaian ia bertemu pengawal yang ditugaskan khusus di desa perbatasan.


"Salam yang mulia.." ucap sang pengawal


"Ada apa, bagaimana perkembangan disana?" Tanya Raja


"Semakin Baik yang mulia, tapi sepertinya keberangkatan anda kesana tidak bisa diundur lagi , karena sebelumnya memang sudah tersebar kabar bahwa anda akan langsung menemui para korban disana, saya takut mereka kecewa dan menganggap raja yang tidak-tidak." Sang pengawal itu menjelaskan


"Baiklah.. kita pergi sekarang."


Akhirnya Raja pergi pagi itu juga, tapi sebelum berangkat ia menyuruh pelayan pribadinya untuk menyampaikan pesan pada Ratu Anggrek tentang kepergiannya.


Sepanjang perjalanan Raja Deon tampak diam dan tidak bersemangat, seharusnya ia pergi bersama Anggrek dan menjadikan ini kencan tapi nyatanya ia pergi sendirian bahkan meninggalkan Anggrek yang sedang sakit.


Sesampainya disana, Raja disambut dengan baik oleh penduduk dan para tabib relawan yang masih melakukan tugas mereka.


Raja melihat kondisi mereka dengan berkeliling desa. Hingga hari sudah mulai gelap ia memilih untuk kembali ke tempat peristirahatan yang telah disediakan.


"Salam yang mulia." Ucap tabib


Deon hanya mengangguk dan tersenyum ramah


"Ah iya yang mulia, terimakasih atas obat yang telah dikirim kemarin, sungguh itu sangat membantu kami." Ucap tabib itu


"Sama-sama itu sudah menjadi tugasku untuk melindungi rakyatku meski aku sedih karena terlambat dan telah jatuh banyak korban jiwa." Jawab Raja, ia sedikit merasa kecewa kepada dirinya sendiri.


"Apakah tidak ada kejanggalan tentang obat-obatan yang tiba-tiba langka itu?" Tabib itu memberanikan diri untuk bertanya


"Hemm.. iya kami masih menyelidikinya" jawab Raja singkat


"Semoga ada jawaban, dan jika ada kecurangan segera terungkap, kalau begitu silahkan yang mulia lewat sini.. silahkan beristirahat." Ucap tabib itu


Raja mengangguk dan pergi menuju kamarnya, ia merasa lelah, rasanya ia ingin cepat kembali ke istana untuk menemui Ratu yang sedang sakit tapi ternyata ia perlu beberapa hari tinggal di desa perbatasan.


Raja berbaring terlentang memandang langit-langit kamarnya ia tersenyum


"Sejak kapan aku mulai memikirkannya?, bahkan saat ini aku merindukannya" Gumam Raja Deon dalam hati.. ia membayangkan Ratu Anggrek sampai matanya pun mulai terpejam.


Keesokan harinya, Raja berkeliling desa melihat keadaan rakyatnya itu, tiba tiba ada yang memukul punggungnya dari belakang, pukulan yang tidak terasa sakit tapi sedikit mengganggu dan membuat Raja penasaran.. saat ia berbalik ternyata dia melihat seorang anak kecil perempuan sekitar usia 8 tahun.


Saat pengawal ingin membawa anak kecil itu,

__ADS_1


"Biarkan saja..!" Perintah Raja Deon


Pengawal itu pun akhirnya mundur.


"Kenapa ibuku meninggal, ayahku meninggal, kakak ku juga meninggal.. kenapa kamu membiarkannya.. raja kan kuat, kata ayah raja akan selalu melindungi rakyatnya, tapi kenapa kamu membiarkan mereka pergi?" Ucap anak kecil itu sambil menangis dan tetap memukul Raja Deon.


Sungguh Raja sangat sedih dengan apa yang terjadi, terlebih melihat kesedihan mereka disini.


Anak kecil ini masih begitu membutuhkan kasih sayang orang tuanya.


Raja mengusap rambut sang anak, lalu ia berjongkok dan memegang kedua tangan anak itu,


"Maafkan aku. ." Raja berkata dengan lirih kemudian ia memeluk anak itu dengan mata berkaca-kaca


"Kimi, ayo pulang sayang..!" Terdengar seseorang memanggil anak itu


Membuat Raja Deon melepaskan pelukannya.


"Maafkan keponakan hamba baginda, dia hanya terlalu sedih." Paman itu menarik Kimi nya


"Tidak apa-apa, Kimi...nama yang manis." Raja tersenyum 


"Jagalah anak ini dengan baik..!" Ucap Raja Deon


"Aku akan berusaha untuk sering datang kemari menjengukmu Kimi.." ucap Raja Deon sambil tersenyum


"Benarkah?" Kimi merasa senang


"Tentu, kamu anak pintar, jadilah kuat ya kimi dan tetap semangat..!" Raja menyemangati anak itu meski ia sedang merasakan rasa bersalahnya.


Kimi mengangguk, dan diajak pergi oleh pamannya itu.


Setelah kepergian mereka, Raja merasa menyesal karena terlambat memberikan mereka obat-obatan itu, kini yang bisa ia lakukan hanya memberikan pasokan makanan ke Desa ini dan sering mengunjungi mereka , ya… mereka para korban yg ditinggal mati keluarganya.


Raja Deon kembali ke penginapannya dan mengurung diri disana.


Terdengar suara gaduh diluar, Raja mendengar suara benda keras yang mengenai jendela dan dinding-dinding kamarnya, ia pun bergegas memeriksanya keluar.


"Ada apa?" Tanya Raja kepada pengawal yang berjaga di luar,


"Ini yang mulia." Pengawal itu menyerahkan sesuatu

__ADS_1


Ternyata ada yang meneror Raja Deon, suara keras tadi berasal dari batu-batu yang sengaja dilempar ke penginapannya, tetapi batu-batu itu dibungkus dengan kertas yang terselip pesan didalamnya.


"RAJA TIDAK BISA MELINDUNGI RAKYATNYA"


"KELUARGA KAMI PASTI SELAMAT, JIKA RAJANYA BENAR-BENAR BERTANGGUNG JAWAB"


"APAKAH KAU PANTAS MENJADI RAJA?"


"LENGSER LAH!! KAMI TIDAK BUTUH RAJA YANG LEMAH"


Raja Deon membaca satu persatu pesan itu, ia hanya membacanya dengan perasaan bersalah, ia tidak marah sama sekali.


Pengawal tadi pun mengambil satu batu dan membaca pesan itu,


"yang mulia, haruskah aku menangkap mereka?"


Tanya sang pengawal


"Biarkan saja, mereka hanya sedang meluapkan kesedihan mereka juga kekecewaannya kepadaku, aku juga sebenarnya sama sedihnya dengan mereka dan juga sama kecewanya dengan mereka"


Raja kembali ke kamarnya, ia berjalan dengan lesu.. ia tak menyangka jika ia sekarang benar-benar terpuruk, merasa gagal menjadi seorang Raja.


Saat pagi tiba Raja bersiap-siap memeriksa dan berkeliling desa, ia menyembunyikan rasa sedihnya, ia berusaha tersenyum dan penampilan gagahnya pun ia tonjolkan.


Saat berkeliling Raja melihat raut-raut wajah yang berbeda, beberapa masyarakat ada yg tersenyum ramah menyambutnya dengan bahagia, ada yang hanya menunduk sedih, dan tak sedikit juga masyarakat yang seolah tak menyukai kehadirannya seakan menyalahkannya atas musibah ini.


Raja harus tetap sabar, karena memang jabatannya itu sangatlah berat untuk dipikulnya apalagi di usianya yang memang masih muda.


Raja sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang,


"LENGSER LAH, JIKA TIDAK SANGGUP MELINDUNGI RAKYAT"


Banyak warga yang menghalangi Raja melewati kampung mereka, mereka berdemo menentang kedatangannya.


"Astaga, ada apa dengan mereka? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku bingung menghadapi mereka, apakah ada yang memprovokasi mereka?." Raja Deon memikirkannya sejenak


"Sebenarnya aku memaklumi kekecewaan mereka, memaklumi kesedihan mereka, tapi mereka bahkan tidak tahu keadaan hatiku sebenarnya sama dengan mereka, tapi ini sedikit aneh mengapa mereka tiba-tiba seperti ini? Aku harus menyelidikinya..!" Gumam Raja Deon dalam hati


Karena tidak ingin membuat suasana semakin panas, Raja Deon pun kembali ke penginapan untuk membahas masalah ini bersama orang-orang kepercayaannya, ia yakin ada sesuatu yang tidak beres.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian..! dengan like dan komen, terimakasih.. :)


__ADS_2