
Malam itu Nisa meminta izin pada ibu dan ayahnya Gita, dia ingin menginap malam ini saja, dia tidak mau dirumah sendirian.
"Boleh gak tante kalau aku menginap, malam ini saja?" Nisa
"Memangnya kemana orang tuamu?" Hanna
"Ke luar kota tante, tapi besok siang udah pulang ko tante." Nisa
"Oh, boleh… besok kuliah?" Hanna
"Kuliah siang tante, bareng sama Gita, iya 'kan Git, kita samaan?" Nisa
"Iya mah, gapapa 'kan? Biar aku ada temennya juga dikamar." Gita
"Hahaha, nikah dulu, baru tiap malem ada yang nemenin tidur..!" Hanna
"Gak lucu mah." Gita
"Iya gapapa , nginep aja, jangan berisik ya Git..!" Hanna
"Siap mah." Gita
Gita begitu senang mendapatkan teman tidur, dia juga penasaran dengan penampilan baru Nisa ini, bener-bener berbeda.
Nisa menceritakan kegiatannya hari ini bersama Kirana sedari tadi pagi, membuat Gita cemberut karena tidak diajak.
"Bukannya gue gak mau ngajakin lo, tapi gue takut lo malah ngetawain gue pas gue beli baju ginian." Nisa
"Ya nggak lah, gue seneng liat lo insaf, Hahahaha.." Gita
"Astaga, tuh 'kan lo pasti malah ngejekin gue, emang kemarin-kemarin gue kenapa sampe lo bilang insaf? mabok nggak, nyuri gak, ngebunuh apalagi, hmm..." Nisa
Nisa meninggalkan sahabatnya itu, dia bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Namun dia berpikir kembali, dia tidak membawa baju tidur, dia terpaksa kembali menemui sahabatnya itu.
"Kenapa balik lagi?" Gita
"Gue mau pinjem baju tidur lo." Nisa
"Oh, ambil aja di lemari, bebas." Gita
Setelah mendapatkan baju yang cocok Nisa kembali ke kamar mandi.
Ternyata jika sekamar dengan teman dekat lain rasanya, mereka malah asyik mengobrol, nonton, ngemil hingga lupa waktu, bahkan Gita sampai lupa dengan pacarnya, padahal Reza mengirimkan banyak pesan, dia juga mencoba menelepon Gita.
"Git, ada telepon dari kak Reza tuh..!" Nisa
"Biarin aja, besok juga ketemu, ini nanggung lagi seru-serunya, mending kamu cepetan kesini, lihat deh..!" Gita
***
Saat pagi datang, Nisa terburu-buru pulang, dia bahkan tidak sarapan, gadis itu merasa tidak enak dan akan berangkat ke kampus dari rumahnya saja, lagipula buku-bukunya juga ada di rumah.
__ADS_1
"Nisa suruh sarapan bareng dong Git..!" Angga
"Dia udah pulang Kak." Gita
"Lah, dia pulangnya kapan? Subuh? Gak kelihatan." Angga
Dari dulu juga gak kelihatan, padahal Nisa berharap banget tuh jadi pacarnya Kak Angga. Pikir Gita
"Iya tadi abis subuh, buru-buru gitu, gak tau deh mau apa." Gita
Angga berangkat ke kantor, malam ini dia bisa tidur nyenyak tidak seperti malam kemarin yang membuat badannya sakit semua. Membuat wajahnya juga segar, bersemangat.
***
Siang itu Gita menunggu Nisa di kampus.
"Mana sih, lama bener?"
"Hai Git, lo udah pesen makan nih? Gak nungguin gue." Nisa
"Nis?" Gita
"Hmm… apa?" Nisa
"Lo bener-bener mau merubah penampilan lo?" Gita
"Memang dari kemarin juga 'kan gue udah merubah penampilan gue, kenapa lo masih kaget aja?" Nisa
Gadis itu merasa berbeda aja, apalagi bersama dengan Nisa yang berpenampilan baru dengan hijabnya, dia merasa menjadi pribadi yang kurang baik aja sih.
Pakaian Gita juga gak terbuka, dia hanya memakai pakaian sopan, namun memang tidak berhijab. Apalagi ditambah kedatangan Kirana yang memang sudah berhijab sejak lama, membuatnya sedikit malu.
Nisa nyaman dengan penampilannya yang sekarang, jika pada awalnya dia ingin berubah karena Angga, namun sepertinya laki-laki itu masih tetap dingin, kini dia menikmati semuanya, mencoba melepas rasa ingin memiliki itu.
***
Sore hari Reza menjemput Gita, namun ada yang berbeda dari kekasihnya itu. Reza seperti terburu-buru ingin pulang.
"Kalau kamu mau pulang cepat, kenapa malah menjemputku?" Gita
"Aku kangen sama kamu, tapi mamah nyuruh aku cepat pulang juga, katanya ada hal serius dan urgent, tapi entahlah ada apa, kamu ikut ke rumahku dulu ya?" Reza
"Emm, boleh deh." Gita
Gadis itu mengiyakan, lagipula dia tidak akan kena marah ibunya jika bermain ke rumah tante Maya.
Sesampainya disana, Maya begitu terlihat panik.
"Za, tolongin mamah dong, jagain bayi ini..! Gak mau diem, nangis terus, pembantu disini yang cewek belum pada berpengalaman mengasuh bayi lagi." Maya
"Bayi siapa Mah? Lah apalagi aku, aku nikah aja belum." Reza
__ADS_1
"Anak temen, dia tiba-tiba ada urusan mendesak dan harus ke luar negeri selama seminggu, dan bayinya gak bisa dibawa pergi." Maya
"Coba sini aku cek tante, mungkin popoknya kotor." Gita
"Bersih kok Git, baru diganti." Maya
Namun Gita beralih menggendong anak itu, meletakkannya di dadanya dengan posisi berdiri. Lalu memindahkannya ke dekat pundak, menyendawakan bayi itu.
Ternyata bayi itu merasa perutnya tidak enak karena belum sendawa setelah minum susu.
"Oh iya tante lupa belum disendawakan bayinya, maklumlah bayi nya udah segede gini," ucap Maya melirik Reza
"Hmm, aku sudah bukan bayi lagi Mah, kalau mamah mau... ya, kasih aku adik bayi aja, hehehe.."
"Huss… Mamah udah beresiko kalau hamil lagi, ada juga kamu ngasih Mamah cucu..!." Maya
"Masih lama Mah." Reza
Gita begitu senang merawat bayi itu, mengingatkannya pada masa lalu saat dia masuk ke dalam komik. Dia sempat merawat Putra Mahkota yang masih terbilang bayi merah.
Maya juga bisa melihat jika Gita sangat terampil bahkan tahu cara menyendawakan bayi. Maya mengira mungkin Gita penah merawat bayi orang, atau hanya baca-baca buku.
Tapi yang terpenting sekarang, Maya tidak khawatir lagi, bayi itu juga mulai tenang digendongan calon menantunya.
Reza juga merasa heran, kenapa melihat Gita sekarang berbeda, kalau berhadapan dengan bayi, dia lembut, perhatian, keibuan banget, kalau berhadapan sama preman dia bakalan lebih beringas, dan kalau berhadapan sama gue, dia cuek-cuek gitu. Pikir Reza
"Tante bingung nih, Git… tante boleh minta tolong gak?" Tanya Maya sedikit ragu.
"Boleh tante, apa?" Gita
"Kamu nginep aja disini ya? Tante kewalahan kalau ngurusin bayi itu sendirian." Maya
"Aduh gimana ya tante, aku gak enak aja kalau nginep disini, mamah juga gak akan ngizinin deh, jadi gimana kalau bayi ini selama seminggu aku urusin dirumah aja tante, Kalau aku ngampus, tante yang jagain, gimana?" Gita
"Jangan, mendingan Mamah sewa baby sister aja..!" Reza
"Tapi aku mau Za, bayinya lucu banget, kan cuma seminggu." Gita
"Tante percaya kok sama kamu Git, apalagi tante lihat sendiri kamu bisa ngurusin bayi, ya udah Za, kamu anterin Gita pulang, bawa semua kebutuhan bayinya, ada di tas hitam itu Za!" Maya
"Mamah yakin?" Reza
"Iya." Maya
"Gita, kamu yakin bisa?" Reza
Ada keraguan di mata Reza, dia takut terjadi sesuatu pada bayi itu. Karena Gita kan seorang gadis yang tidak berpengalaman, meski nanti dibantu bu Hanna.
Gita menatap mata Reza, dia mencoba memohon dan meyakinkan kekasihnya itu, matanya mulai berkaca-kaca.
Bersambung…
__ADS_1