Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 38 Ngidam yang dibuat-buat


__ADS_3

Kabar tentang kehamilan Ratu menyebar dengan cepat di istana, kabar itupun akhirnya sampai di telinga paman Heri. Dia merasa kesal dan langsung menemui selir Mey.


Setibanya disana, paman Heri merasa kecewa dengan keponakannya itu, seakan Mey tidak bisa diandalkan sama sekali,


"Mey, kamu dengar bukan kabar tentang kehamilan Ratu Anggrek?"


"Iya aku tau paman."


"Kenapa dia bisa mendahului kamu, bukankah kamu yakin jika Deon hanya mencintaimu?"


"Iya itu kan dulu paman, sekarang semua sudah berubah."


"Maksud kamu, sekarang Deon mencintai Anggrek dan mulai mencampakanmu? Astaga bisa-bisanya kamu membiarkan ini terjadi."


"Sudahlah paman, aku sedang tidak ingin membahasnya."


"Pokoknya paman tidak mau tahu, kamu harus bisa merebut status Ratu itu, bagaimanapun caranya, dan kamu harus bisa juga mengandung anaknya Deon..!"


"Tapi itu tidak mudah paman.."


"Paman tidak mau tau, bukankah kekuasaan itu penting untukmu dan juga untukku? Kamu harus berguna di masa depan, kamu harus selalu berada dipihakku dan membantu melancarkan setiap rencanaku..!"


"Aku mengerti."


Akhirnya paman Heri keluar dengan wajah yang masih kesal, sementara selir Mey sedang merasa muak dengan pamannya itu.


"Dasar.. orang tua itu selalu menyalahkanku, dan aku tidak bisa menolak apa yang ia inginkan, aku harus bagaimana tuhan…? Kenapa dulu aku tidak mat* saja di Danau itu."


Selir terpaksa mencari cara , ia harus mencoba sekali lagi, ia berharap rencana kali ini bisa sesuai dengan harapannya. Setidaknya ia harus bisa mengandung anak dari Deon juga meski kini dia diacuhkan. Jika anak itu lahir, selir Mey yakin Deon akan memperhatikannya.


Selir Mey masih mencintai Deon, hanya saja saat ini ia tidak bisa menggapainya lagi seperti dulu, ia sadar akan hal itu. Sementara ia butuh sandaran dan dukungan, maka dari itu ia membiarkan Rizad mendekatinya setiap hari.


Setelah kedatangan pamannya itu, selir Mey merasa frustasi ia juga benar-benar bingung. Akhirnya ia menemui Rizad untuk menceritakan keluh kesahnya, dan mencari cara agar apa yang pamannya minta itu bisa ia penuhi.


*


Pagi ini Ratu masih merasakan mual muntah, anehnya ia hanya mual muntah dipagi hari saja.


Ibu Suri yang sedari semalam menginap akhirnya kembali ke paviliunnya, karena ada Deon disana hingga ibu Suri mempercayakan Ratu pada Raja Deon.


"Ingat ya, lakukan semua yang Anggrek suruh dan berikan semua yang Anggrek minta..! ibu tidak mau cucu ibu nanti ileran.. hemm"

__ADS_1


Ibu Suri memperingatkan Deon sebelum ia pergi.


Gita (Ratu) tersenyum licik mendengar perkataan ibu Suri.


"Akhirnya ada saatnya gue bisa ngerjain si Deon."


Ratu memperlakukan Raja dengan seenaknya, menyuruh ini dan itu, meski kesal tapi Raja berusaha menuruti kemauan sang Ratu.


Saat Ratu ingin makan, ia meminta Raja yang memasaknya sendiri.


"Tapi aku mau kamu yang masak Deon dan harus enak..!" Ucap Ratu, ia merengek seperti anak kecil


"Astaga, tak bisakah jika aku hanya menyuapimu saja?"


"Tidak mau, kalau begitu hari ini aku gak akan makan." Ratu mulai mengancam nih. Hehe


"Astaga, baiklah"


Setelah susah payah Deon memasak, ia membawanya kehadapan Ratu Anggrek.


"Sepertinya ini enak." Ucap Ratu ia tergiur saat melihat tampilan makanan yang Raja bawa, tapi saat ia memulai satu suapan.


"Deon ini terlalu asin, aku ingin yang manis pedas, buatkan lagi ya..! Dan yang ini kau habiskan disini sebelum pergi lagi ke dapur istana..! Yaaa….!." Ucap Ratu sambil tersenyum.


Raja akhirnya duduk dan mulai makan.


"Kenapa ini asin sekali? Apakah tadi aku memasukan garam terlalu banyak? Ah sepertinya tidak begitu banyak, hanya 3 sendok saja, aku tak sanggup berpura-pura menganggap ini enak apalagi menghabiskannya." Pikir Raja Deon


"Emm.. sebaiknya aku memasak kembali, takut kamu kelaparan, aku pergi ya?"


"Gak dihabiskan dulu?"


"Aku bawa saja ke dapur sekalian masak dan makan disana, biar cepat.hehehe" Raja Deon beralasan


"Ya sudah cepat ya..! Ingat sedikit manis dan pedas..!."


"Iya Ratuku.." Ucap Raja sambil tersenyum, ia akhirnya bisa lolos dari pakasaan Ratu memakan makanan yang asin itu.


Sudah tiga kali Raja memasak tapi masih tidak sesuai dengan keinginan Ratu, dan sudah tiga kali juga Raja disuruh menghabiskan makanan yang gagal ia buat.


Pada saat makanan yang keempat selesai dimasak.

__ADS_1


"Kali ini harus enak, dan dimakan Anggrek, kabulkan doaku tuhan, jika yang ini berhasil.. aku berjanji akan apa ya? Emm.. aku akan menurut pada ibuku, jika ia mengomel aku akan mendengarkan sampai ia selesai, aku tidak akan menjadi anak durhaka lagi."


Dan ternyata makanan Deon dimakan Ratu sampai habis, membuat Raja merasa lega sekaligus senang.


"Ternyata doa orang teraniaya itu memang manjur. Hahaha" Gumam Deon dalam hati


Setelah Ratu makan ia ingin berjalan-jalan menunggangi si Putih, tapi Raja melarangnya karena saat ini Ratu sedang hamil dan berbahaya bagi kandungannya.


Karena tidak mendapat izin berkuda, Ratu merajuk lagi deh.., ia ingin melihat si Putih dimandikan dan bersih tapi ia ingin Deon yang memandikannya. Tapi kali ini Deon menolaknya, ia merasa jika Ratu mengerjainya.


"Ayolah Deon.. bukankah tadi kamu habis memasak dan kegerahan, nah pas kan kalau memandikan si Putih, bisa sekalian mandi juga. Hehe.. ayolah..! Kalau tidak mau aku mau berkuda dengan si Putih saja, biar kamu diomelin ibu suri." Ratu merajuk dan pergi dengan terburu-buru


"Astaga, merepotkan sekali." Keluh Raja, ia malah terdiam karena lelah memasak dan membiarkan Ratu pergi, selang beberapa menit Raja mulai mengkhawatirkan Ratu ditambah ia pasti diomeli ibunya karena tidak bisa menuruti kemauan Ratu, akhirnya Deon menyusul Ratu.


Sani yang melihat Ratu keluar paviliun dengan langkah cepat, langsung berusaha menyusulnya sambil berteriak.


"Ratu… Ratu mau pergi kemana?"


"Ratu.."


"Ratu.."


Sani terus mengikuti Ratu bahkan sampai berlari, meski sedang mengandung Ratu masih saja lincah dan bar-bar seperti biasanya.


Sani jatuh tersandung, "hmm.. bahkan aku kalah berlari dari orang hamil."


"Biar aku bantu berdiri.. lagipula untuk apa kau berlarian seperti itu?" Seseorang datang mengulurkan tangannya memberi bantuan.


Saat Sani menengok ke asal suara,


"Aku baru menyadari, kalau dia tampan." Sani terpaku sesaat, sampai akhirnya ia sadar kembali dan mengingat Ratu yang lari tak terkejar oleh nya.


"Ah , iya Ratu.. aku harus mengejarnya." Sani bangun dengan terburu-buru mengabaikan tangan yang sudah terulur yang siap memberi bantuan, ia lalu berlari kembali.


"Astaga, berani-beraninya dia mengabaikanku."


Seseorang ini sedikit kesal, tapi ia penasaran dengan apa yang membuat Sani berlari dan tergesa-gesa, dan mulai mengikutinya.


Bersambung..


...Terimakasih sudah membaca karya pertamaku, jangan lupa like dan komennya ya..! Biar makin semangat up date nya..hehe...

__ADS_1


...Oh iya, ini ada rekomendasi novel temen aku nih, bisa dikepoin sambil menunggu bab baru up lagi :)...



__ADS_2