
"Papah gapapa ko, tiba-tiba papah gak enak badan dan ingin pulang," keluh Pak Andra.
"Ya udah papah disini aja, dirawat dikamar sebelah kak Angga..!" Dafa
"Hmm, Dafa… kamu jangan begitu..! Masa papamu sakit kamu malah semangat seperti itu." Angga
"Bukan begitu maksudku kak, aku sedih papah sakit tapi aku senang kalau papah dirawat di rumah sakit yang sama dan di ruangan berdekatan dengan kak Angga, jadi aku sekarang senang apa sedih?" Dafa
"Hahaha… kamu lucu nak." Hanna
"Hehe, dia lucu ya mah, dia aja gak tau lagi seneng atau sedih, malah bertanya padaku." Angga
Bahkan Pak Andra yang mengeluh tidak sehat pun dia kini ikut tertawa.
Ternyata Dafa begitu menyukai kehadiran Angga. Pikir Andra
Pak Andra yang merasa terkejut dengan kehadiran Kirana, kini dia mulai bertanya karena penasaran, mulai mengobrol dengan gadis itu, sambil minum teh manis hangat agar dia merasa baikkan.
Kirana menceritakan jika dia anak dari tantenya Reza, lelaki yang menjadi tunangan anak perempuan Baskoro.
Tentu saja dia tidak mau menceritakan lebih dari itu, dia tidak mau membahas tentang ayahnya yang dipenjara, dia tidak mau membahas tentang dirinya yang hanya anak angkat Jani.
Bahkan Kirana mengasihani nasibnya itu, dimana dia tidak mempunyai keluarga selain Aldi, tapi dia bersyukur memiliki Jani , Reza, dan juga Maya.
Siang itu Angga pulang ke rumah, Dafa juga merengek ingin ikut berkunjung ke rumah Angga.
Angga merasa sangat senang, tentu saja dia menyambut tamu kecilnya itu, sementara Kirana pulang karena khawatir Ibunya merasa kesepian dirumah, beberapa hari ini Kirana sering memergoki ibunya yang menangis yang mungkin menangisi ayahnya yang ada di sel jeruji.
***
Sesampainya di kediaman Baskoro, Dafa begitu bersemangat karena kini dia tahu dimana kakak yang begitu ia kagumi tinggal, sehingga dia bisa sering datang bermain.
"Selamat datang Dafa." Angga
"Wah… rumah kak Angga besar sekali." Dafa
"Haha… ini rumah punya papa kak Angga." Angga
"Tapi 'kan ini juga rumah kak Angga, aku boleh 'kan sering main kesini?" Dafa
"Dafa … , jangan begitu nak..!" Pak Andra
"Gapapa kok Pak, saya senang, Bapak bisa membawa Dafa main kesini di jam pulang kantor," ucap Angga sambil tersenyum
Angga yang baru pulang dari Rumah sakit hanya mampu berbaring di tempat tidur, dia tidak bisa berdiri terlalu lama, badannya sakit semua.
Gita menyambut baik kedatangan kakaknya itu, namun saat melihat Pak Andra dan Dafa, gadis itu terkejut.
Bukankah, anak itu yang hampir tertabrak mobil Reza? Yang mirip kak Angga, kok bisa disini sih? Pikir Gita
Setelah sejam berlalu Bapak dan anak itu akhirnya pulang. Mereka tidak mau mengganggu waktu istirahat pria itu.
Disaat sore tiba, Angga mendapatkan telepon dari tante Jani. Dia menanyakan kabar Angga yang baru pulang, dan sekaligus penasaran dengan hasil tes DNA itu.
__ADS_1
Jani lah yang memberi izin , Jani juga yang membawa sampel rambut Kirana, karena Jani wali Kirana.
"Apakah keadaanmu sudah membaik?" Tante Jani
"Sudha kok tante, dan masalah hasil tes itu masih ada padaku tante, tante mau lihat hasilnya?" Angga
"Tentu saja tante penasaran dengan hasilnya, bagaimana hasilnya?" Tante Jani
"Apa tante mau lihat suratnya? Atau mau tahu dariku saja?hehe.." Angga
"Angga, kamu malah menggoda tante, tante bisa m@ti penasaran tahu, kenapa kamu tidak langsung bicara saja..!" Tante Jani
"Hasilnya cukup mencengangkan tante, ternyata.." Angga
Tiba-tiba Gita masuk, membawa makanan dan juga obat untuk kakaknya itu, tentu saja membuat Angga kaget, dia tidak mau jika Gita sampai tahu jika dia bukan kakak kandungnya, untuk saat ini dia harus merahasiakannya.
"Udah dulu ya tante, nanti aku kabari lagi, aku mau makan dan minum obat dulu." Angga
Lalu dengan segera dia menutup teleponnya.
Ada apa dengannya? Kenapa malah dimatikan? Pikir Jani
Namun setelah mendapatkan pesan singkat yang dikirimkan oleh Angga, wanita itu kini mengerti situasi di rumah Baskoro. Namun dia kesal dengan rasa penasaran yang menggebu itu.
Ah, aku penasaran? Aku mau tahu sekarang.. Batin Jani
Jani terduduk di kursi dengan kasar, membuat Kirana merasa heran.
"Sama Angga." Jani
"Kak Angga?" Kirana
"Eh bukan, maksud mamah bukan begitu, ayo kita makan Kirana, bukannya kamu habis masak, lebih enak jika makan saat hangat..!" Ucap Jani sambil merangkul anak gadisnya itu.
***
Dikediaman Baskoro, Reza datang menjenguk calon kakak iparnya itu. Dia membawa buah-buahan, pizza, fried chicken dan makanan yang lainnya.
"Kamu mau menjenguk, atau mau ngapain? Bawa makanan banyak benget." Angga
"Menjenguk lah, bawa banyak karena aku juga mau makan." Reza
Reza diam dikamar Angga sambil menonton kartun, dia sengaja membawa laptopnya, Reza tertawa terbahak-bahak.
"Za, kamu kaya anak kecil aja nonton kartun." Angga
"Yang penting hiburan, bisa ketawa." Reza
"Astaga, aku yang sakit dan yang butuh dihibur eh ternyata malah kamu yang tertawa bahagia, terus kenapa juga makanannya kamu habisin? Niat ngasih gak?" Angga
"Hahaha.. aku lupa bisa sampe abis gini, keasyikan nonton sih." Reza
"Hmm…" Angga
__ADS_1
Apa-apaan dia? Calon adik ipar kok gini amat. Pikir Angga
Tok
Tok
Tok
"Kak…" Gita
"Masuk aja Git, kakak gak lagi ngapa-ngapain kok sama Reza." Angga
"Memangnya kita mau ngapain?" Reza
"Kan aku bilang juga gak ngapa-ngapain, udah fokus aja sama kartunnya..!" Angga
"Sudah waktunya minum obat kak, jangan lupa ya..!" Gita
"Makanannya mana?" Angga
"Bukannya kakak udah makan? Tadi banyak makanan disini." Gita
"Iya tapi dihabisin tuh sama pacar kamu yang rese ini, dia gak niat ngasih , dia pelit." Angga
"Hahaha… ya udah aku bawain nasi sama lauk pauknya." Gita
Saat Gita kembali, dia sudah melihat Reza yang tertidur sambil duduk, dia masih dalam posisi menonton.
"Sepertinya dia kekenyangan deh Git, kita kerjain yuk..!, hehe" Angga
"Maksud kakak?" Gita
"Abis ngeselin sih dateng cuma numpang nonton dan makan, bawain kakak alat make up kamu Git..!" Angga
Gita berlalu menuju kamarnya, dia sebenarnya tidak setuju jika pacarnya itu dipakaikan make up miliknya, namun dia tidak ingin berdebat dengan kakaknya yang bahkan belum sehat itu.
Gapapa 'kan, jika cuma dikerjain pake make up aja? Pikir Gita
Gita menyerahkan tempat make up nya dengan terpaksa, bahkan dia sempat menahan benda itu.
"Lepas Gita..! Kakak cuma pinjam sebentar." Angga
"Emm.. boleh sih, tapi…" Gita
"Tapi apa?" Angga
"Tapi jangan keterlaluan ah kak ngerjainnya..!" Gita
"Iya, kamu tenang aja." Angga
Angga mulai membuka alat make up yang dibawa Gita, memperhatikan semua benda yang ada disana, lelaki itu bahkan tidak tahu nama-nama alat itu apalagi kegunaannya. Namun disinilah letak keseruannya, Angga akan menebak kegunaan setiap benda yang ada di kotak itu dan mempraktekannya pada Reza yang sedang tidur.
Bersambung…
__ADS_1