Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Reza cemburu?


__ADS_3

Gita akan menyibukkan dirinya sendiri, agar dia bisa menyadari kenyataan, bahwa dirinya memang penerus perusahaan papanya dan tak mungkin lari dari tanggung jawabnya.


Dengan waktunya yang habis dengan kesibukannya pun akan membuatnya lupa dengan kehidupannya saat memasuki dunia lain itu, karena yang tertinggal hanyalah kesedihan bagi wanita itu.


"Gita.. ayo kita makan siang dulu..!, kamu jangan terlalu serius belajar sampai lupa makan."


"Iya kak.. kakak aja yang makan duluan, aku makan makanan yang dibawa cowok rese tadi, mubazir kan? Lagipula itu dari tante Maya."


"Bentar-bentar.. jadi yang tadi itu cowok rese yang dijodohin sama kamu Git?."


"Hmm.. kakak baru sadar?."


"Hahaha.. entah kakak yang terlalu fokus atau kakak merasa dia itu terlalu sempurna buat kamu Git, tapi anehnya dia kayaknya sedikit cemburu deh.."


"Cemburu? Sama siapa?."


"Sudahlah, kakak malas menjelaskannya, kakak mau ke kantin dulu."


"Kak Angga.." Teriak Gita namun pintu itu tertutup, menandakan jika kakaknya telah pergi mengabaikan pertanyaannya.


Cemburu? Siapa? Apa sih maksud kak Angga?


Meski Gita mencoba memahami perkataan kakaknya itu, namun dia benar-benar tidak mengerti, karena dia tidak akan pernah berpikir bahwa Reza akan menyukainya.


Sudahlah, dari pada gue pusing mikirin maksud kak Angga tadi, mending gue makan aja.


Gita berniat melahap makanan yang dibawa Reza tadi, tapi karena makanan itu telah dingin, dia meminta karyawannya untuk memanaskan makanan itu sebentar.


Tok


Tok


Tok


"Masuk..!"


"Ini bu makanannya.."

__ADS_1


"Ah iya, terimakasih."


Gita melahap makanan tadi, setelah selesai, dia meminta nomor handphone bu Maya pada ibunya untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.


"Tante Maya baik banget, tapi yang gue takutin itu membuat tante Maya kecewa tentang hubungan gue dan si Reza itu. Sampai kapan pun gue gak akan nyambung kalau sama dia. Huh.." Ucap Gita pelan.


* * *


Bu Maya yang mendapatkan ucapan terimakasih, sementara dia tidak merasa melakukan apapun merasa kebingungan.


Ibu Reza pun mengirim pesan singkat pada anaknya.


| Za.. kapan mamah nitip sarapan buat Gita? Jangan-jangan kamu nya aja kali ya, yang pengen ketemu Gita.. hehehe cie.. anak mamah ternyata mulai suka sama pilihan mamah. | Bu Maya


Reza tak mampu membalas pesan dari ibunya itu, dia bahkan harus menyiapkan alasan saat nanti pulang ke rumah, agar tidak merasa terpojok oleh ibunya sendiri.


Reza ingat, bagaimana dia menolak keras perjodohan itu, bahkan mengejek kekurangan Gita yang terlihat jelas saat mereka bertemu.


Astaga, bagaimana ini? Gue aja gak tau kenapa bisa terpikir untuk membawakan dia sarapan, gue rasa gue cuma penasaran deh sama kemampuan bela dirinya.


Ya.. gue cuma kagum sekaligus penasaran.


Laki-laki itu mulai khawatir, dia berpikir tidak mungkin jika seleranya menurun, jika dia biasanya dikelilingi wanita cantik dan seksi, bahkan banyak wanita yang mengantri untuknya, dan sekarang apakah dia sedang berusaha mengejar seorang wanita? Wanita yang bahkan jauh dari kata standar menurutnya.


Tapi.. dia lumayan cantik ko. Batin Reza


Pikiran dan hatinya sedang berperang, saling bertolak belakang hingga membuatnya pusing, dia hanya butuh pembuktian, agar bisa meyakinkan hatinya sendiri.


Reza merasa malas pulang ke rumah, malas bertemu dengan ibunya karena harus memberikan alasan yang kuat. Dia akhirnya memarkirkan mobilnya disalah satu restoran saat perjalanan pulang, dia berniat makan sore terlebih dahulu.


Hingga pandangannya terfokus pada satu pasangan yang sedang makan dan tertawa bersama.


Sial, kenapa gue harus melihat pemandangan ini? Siapa laki-laki itu?


Astaga apa gue cemburu? Gak.. gak mungkin.. gue cuma penasaran sama laki-laki yang mau-maunya deket sama cewek aneh itu.


Tapi karena Angga melihat dengan jelas jika itu Reza, dia sengaja memanggilnya dan memintanya bergabung di mejanya.

__ADS_1


"Kakak, apa-apaan sih? Kenapa diajak gabung sama kita?." Ucap Gita pelan


"Gapapa, dia kan calon adik ipar.hehe" jawab Angga berbisik di telinga adiknya itu, sambil tersenyum.


Lain halnya dengan Reza, dan dia merasa canggung, merasa kesal saat melihat laki-laki itu dekat-dekat dengan Gita bahkan berbisik-bisik.


"Ekhem…" Reza berdehem agar mereka memperhatikannya.


"Oh iya, silahkan pesan makanannya, bukankah kamu temannya Gita?."


"Bukan, aku tunangannya."


"Apa? Sejak kapan?." Ucap Gita kaget.


"Bukankah kita memang sudah dijodohkan?, gue cuma mau selama sebulan ini kita saling mengenal tanpa adanya orang ketiga, bukankah ini kesepakatan awal kita?." Ucap Reza sambil menatap Angga dengan tatapan tajamnya.


"Benarkah? Gue rasa gak gitu deh.."


"Iya, ini kesepakatan ortu kita yang harus dijalani. Gue juga sebenernya gak mau, tapi itu cuma sebulan dan nyenengin ibu gue." Ucap Reza yang sebenarnya hanya sebuah alasan.


Angga hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dasar bocah, gengsinya ampun deh.. gumam Reza


Gita yang malas berdebat, membiarkan Reza terus berbicara, mau itu benar atau salah, Gita tidak peduli. Lagipula mereka hanya berbicara bertiga, apa pun yang diucapkan Reza tidak akan menyebabkan tersebarnya kabar viral di sosmed, tentu saja dengan Reza topik utamanya, diakan pengusaha muda yang sukses.


Sementara status Gita yang pewaris perusahaan Baskoro pun masih tertutup rapat, dia tidak ingin menarik perhatian banyak orang, terutama orang-orang licik yang suka memanfaatkan orang.


Hingga makanan Gita dan Angga habis, Reza masih saja berbicara panjang lebar, bahkan makanannya baru termakan seper tiganya saja.


Gita dan Angga memilih pulang terlebih dahulu, membuat Reza semakin kesal.


"Gita, tungguin gue dong..!"


"Habisin dulu makanannya, kan mubazir..!, lagian orang lain makan, ini malah ngobrol sendiri.. dasar aneh." Ucap Gita berlalu pergi, bahkan Angga sempat tertawa.


Dengan tawa itu membuat Reza semakin merasa geram.

__ADS_1


Dasar pebinor.. gumam Reza menatap punggung Angga.


Bersambung...


__ADS_2