Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Kejahilan Gita


__ADS_3

Bu Hanna yang panik, membuat Baskoro juga ikut panik. Mereka langsung mengecek CCTV yang ada di dalam rumah dan di gerbang masuk.


Menurut security yang berjaga di bagian depan pun mereka mengaku tidak melihat ada orang yang masuk.


Tentu saja mereka tak melihatnya, karena mereka diberi obat tidur yang membuat mereka tidur begitu nyenyak.


"Kami tidak melihat siapapun masuk atau keluar dari rumah ini malam tadi Bu." Security


"Kamu yakin?." Hanna


"Emm.. gimana ya Bu, kami sempat tertidur malam tadi, maafkan kami Bu." Security


"Kita cek CCTV saja, cepat perlihatkan padaku..!" Hanna


Saat mereka memeriksa kejadian saat malam tadi, betapa terkejutnya Hanna melihat ada seseorang masuk kedalam rumahnya, bahkan keluar dengan menggendong tubuh Kirana.


"Astaga, bagaimana ini?" Hanna


"Apa kita lapor polisi sekarang Bu?" Security


"Jangan, kita tunggu Angga pulang dulu." Hanna


Dua security itupun mengangguk pelan, tanda jika mereka mengerti.


Hanna berjalan cukup cepat untuk memberitahukan masalah ini pada Baskoro.


"Apa benar mah semalam ada penyusup masuk?." Baskoro


"Iya pah, tapi sepertinya tidak ada barang yang hilang, hanya saja Kirana yang tidak ada, sepertinya mereka memang mencari Kirana." Hanna


"Semoga saja anak itu baik-baik saja mah." Baskoro


"Iya pah, mamah hubungi Angga dulu." Hanna, dia berlalu pergi mencari handphone nya yang tertinggal di kamar.


Sambungan telepon pun terhubung.


"Bagaimana ini bisa terjadi mah? Bukankah dirumah kita sudah banyak security, bahkan di bagian depan dan juga belakang." Tanya Angga


"Mamah tidak tahu, yang jelas ada yang aneh, mereka semua kompak tertidur malam itu." Hanna


"Ok mah, Angga akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, segera pulang dan memeriksa semuanya." Angga


Tak lupa Angga juga menghubungi Reza, membuatnya cemas tentang keberadaan Kirana, Maya pun yang telah diberitahu Reza, dia langsung bergegas menuju rumah keluarga Baskoro.


***


Gita yang sedang menunggu Dosen tiba, merasa jenuh. Dia bahkan menjahili sahabatnya itu.


Nisa yang sama bosannya menunggu dosen yang datang terlambat, membuatnya mengantuk dan tidur di kursi dengan wajah diletakkan di atas mejanya.


"Anak ini, bisa-bisanya tidur di kelas." Ucap Gita

__ADS_1


Gita memotretnya, lalu membagikannya di media sosial miliknya, membuat banyak komentar masuk sehingga rasa jenuhnya hilang, gadis itu sibuk membalas komentar dengan sesekali tertawa membaca kolom komentar.


Apa gue hapus lagi ya? Ntar kalau ketahuan dia bisa ngamuk. Pikir Gita


Namun Dosen datang mengejutkannya, membuat Gita menaruh handphonenya kedalam tas, bahkan dia belum sempat menghapus foto temannya itu.


"Nis, bangun woy.. itu Dosen killer udah dateng..!" Gita berbisik sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


Nisa kaget, dia terbangun sambil berteriak, "Mana dosen killernya?"


Seketika semua orang melihat pada Nisa, bahkan Pak Tono yang akan mengajar pun menghampiri gadis itu, menatapnya dengan tatapan tajam.


"Maksud kamu saya Dosen killernya?." Pak Tono


"Hehe.. bukan pak, bukan begitu maksud saya pak." Nisa bingung harus mencari alasan apa.


Karena memang Pak Tono adalah Dosen yang tegas, maka Nisa hari itu mendapatkan tugas tambahan yang membuatnya mengeluh seharian.


"Ah.. lo sih Git, pake acara kagetin gue pas lagi tidur, jadi dihukum kan?." Nisa


"Cuma tugas tambahan." Jawab Gita


"Tetep aja itu perlu waktu, tenaga, dan pikiran."Nisa


"Udah deh, mending kita makan, gue yang traktir deh..!" Gita


"Ok deh, ayo.. daripada gue pusing mikirin tugas itu." Ucap Nisa


Mereka pergi ke kantin sekolah, karena memang mata kuliah Pak Tono sudah selesai. Tapi memang Nisa terus saja mengomel tentang tugas tadi.


"Mereka kenpa sih Git? Apa ada yang salah ya dari penampilan kita?." Nisa


"Gue gak tahu, biarin aja lah." Gita


"Lo tuh ya emang terlampau cuek, penampilan lo emang udah berubah, udah cantik, stylist tapi tetep aja lo tuh cuek , tomboy, gak peka." Ejek Nisa


"Itu kan emang kepribadian gue, mana bisa diubah-ubah gitu." Keluh Gita


Namun ternyata Gita menyadari tentang foto yang sempat ia bagikan di halaman sosmednya.


"Astaga gue lupa." Keluh Gita


"Lupa apa Git?." Nisa 


"Hehe.. gapapa, kita makan aja yukk..!" Ucap Gita, lalu menggandeng tangan Nisa.


Sesampainya di kantin kampus, Gita sengaja memanjakan sahabatnya itu, mentraktir appaun yang Nisa mau, dia merasa sangat bersalah sekali pada Nisa, kejahilannya sungguh sangat keterlaluan. Gita berharap sahabatnya itu tidak akan tahu.


Saat Nisa asyik makan, Gita dengan segera menghapus foto Nisa yang sedang tidur di dalam kelas.


"Tumben lo baik banget sama gue hari ini?" Tanya Nisa

__ADS_1


"Biasanya juga gue baik." Jawab Gita


"Emm.. iya sih, cuman gak sebaik ini. Serasa ada yang aneh aja." Ucap Nisa


"Hehehe.. perasaan lo aja kali Nis." Gita


Namun saat dia melihat pesan masuk dari teman satu kelasnya, dia kini tahu penyebab orang-ornag memperhatikannya.


Dia menatap Gita dengan tatapan tajamnya, mmebuat Gita kini merasa sedikit merinding.


"Lo ya Git keterlaluan banget deh, masa main pajang foto orang seenaknya, mana gue lagi jelek lagi." Keluh Nisa dia merajuk.


"Sorry, gue udah hapus kok, gue baru ja hapus foto lo yang gak cantik itu, gue lupa.hehehe.. sorry ya?." Gita memohon


"Lo kejam Git, udah nyebarin foto orang eh masih aja ngejek gue, pake bilang gue yang jelek lagi." Keluh Nisa


"Itu kan lo duluan yang bilang. Maaf ya, gue gak akan gitu lagi deh. Ok?." Gita


Namun Nisa tetap marah pada sahabatnya itu, membuat Gita seharian ini terus membujuk Nisa. Bahkan melakukan apapun yang diperintahkan Nisa.


Nisa tentu saja memanfaatkan momen itu untuk membalas kejahilan Gita.


***


Saat hari sudah menunjukan pukul 14.30, Gita menunggu Reza di dekat gerbang kampus ditemani oleh Nisa yang sudah tidak marah lagi.


Tiba-tiba telepon Gita berbunyi.


"Git, maaf ya gak bisa jemput kamu, aku sudah ada dirumah kamu sama mamah, ada hal gawat. Kamu cepet pulang ok, bisa kan kalau naik taksi dulu." Reza


"Hal gawat apa? Iya kalau masalah pulang kamu gak usah khawatir." Gita


"Emm.. nanti aku ceritain di rumah kamu, ok?." Reza


"Ok, aku OTW." Gita


"Hati-hati..!" Reza


"Iya." Gita


Karena Reza tak bisa menjemput, akhirnya Gita naik taksi bersama Nisa, arah rumah mereka juga searah, dan lebih dulu rumah sahabatnya itu.


"Ada hal gawat apa sih Git sampe Reza gak jemput kamu, terus ngumpul di rumah kamu?." Nisa


"Gue juga gak tahu Nis." Gita


"Kira-kira gitu lo punya feeling apa gitu?hehe." Ucap Nisa


Gita mulai berpikir, menebak apa yang sebenarnya terjadi.


"Emmmm…" Gita

__ADS_1


"Emm apa Git?." Nisa


Bersambung..


__ADS_2