Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 22 Kedatangan selir Mey


__ADS_3

Selir Mey mendapat kabar dari pelayannya bahwa Raja Deon sedang menunggu Ratu yang sedang sakit.


"Dia benar-benar keterlaluan, aku saja yang kemarin sempat sakit digigit ular dia tidak merawatku, kenapa dia seperhatian itu pada Anggrek?... aarrgghh....." teriak Mey dikamarnya


Ia marah dan melemparkan semua barang yang ada didekatnya.


Kini kaki Mey sudah membaik, ia sudah bisa berjalan dan kakinya sudah tidak bengkak lagi, hanya terkadang sedikit sakit kalau ia berjalan jauh.


Ia berniat mengunjungi penjara terlebih dahulu, ia ingin memastikan para pengawal itu menutup mulut mereka, ia pergi bersama Rizad.


Sesampainya disana mereka memohon kepada Mey.


"Tolong nyonya bebaskan kami, bukankah kami telah membantumu." Ucap salah satu dari mereka


"Aku akan berusaha, tapi ingat jangan sampai ada yang tau dibalik kejadian malam itu." Mey memperingatkan mereka


"Baik nyonya." Mereka menjawab dengan kompak


Meski mereka sebenarnya telah memberitahu pangeran Ceng tapi mereka berpura-pura di depan selir Mey agar mereka dibebaskan


"Nyonya pastikanlah kami dibebaskan, jika kami mendapat hukuman, maka kami akan memberitahu Raja sola ini." Mereka balik mengancam selir Mey


"Apa kalian bilang? Kalian mengancam ku hah?" Selir Mey mulai marah


"Sudahlah Mey, karena rencana kita gagal sebaiknya kita berusaha melepaskan mereka saja.. kita cari rencana baru." Bujuk Rizad agar Mey sedikit tenang

__ADS_1


Rizad berusaha membujuk dan membawa selir Mey keluar dari sana, ia tidak mau selir Mey lepas kendali dan malah dia sendiri yang membocorkan rahasianya.


"Ayo, sebaiknya kita kembali ke paviliun mu dan tenangkan dirimu..!" Ucap Rizad


Mey akhirnya pergi, menuruti apa yang dikatakan pengawalnya itu.


Mey mengurung diri dikamarnya


Setelah hari sudah siang, Mey mendapat kabar dari pelayannya bahwa Raja telah pergi ke desa perbatasan untuk mengurus suatu hal.


Mey berniat menjenguk Ratu karena ia tahu tidak ada Deon disana. Ia berdandan secantik mungkin, memakai baju dan perhiasan terbaiknya, ia tidak ingin kalah dari Anggrek dalam hal apapun.


Ia pergi bersama pelayannya itu, ia bersemangat sekali, , selir Mey masih menganggap bahwa Ratu masihlah Ratu yang sama yang polos, lugu, dan mudah ditindas.


Selir Mey diizinkan masuk ke dalam, disana Ratu sedang duduk santai, dengan wajah yang sedikit pucat karena sakit


"Ah , iya aku senang.. dan berharap dengan begitu aku bisa cepat sembuh." Jawab Ratu sambil tersenyum, ia ingin membuat selir Mey cemburu.


"Aku mau menanyakan satu hal, apakah malam kemarin kamu sempat pergi ke paviliun kosong yang berada di belakang istana? Aku seperti melihatmu pergi kesana." Tanya Selir Mey


"Sepertinya kamu salah orang, aku selalu berada di paviliun ku ketika malam tiba, memangnya ada apa, apakah ada sesuatu yang terjadi disana?." Jawab Ratu Anggrek berpura-pura bingung.


"Ah .. tidak, ,  aku sebaiknya pulang karena takut mengganggu istirahatmu Ratu, dan tak lupa aku tadi membawa beberapa buah-buahan serta cemilan yang bagus untuk kesehatan, semoga lekas sembuh." Ucap selir Mey sambil memberikan semua makanan yang ia bawa.


"Iya, terimakasih Selir." Ucap Ratu sambil tersenyum

__ADS_1


Selir Mey pun pergi, ia bergegas mencari pelayan yang ditugaskan memata-matai Ratu.


Ratu kembali membaringkan tubuhnya, ia merasa kesal dengan kedatangan Selir Mey, dan ia juga merasa kesal dengan kepergian Deon ke desa perbatasan tanpa dirinya, dengan alasan sakitnya itu. 


Padahal ia ingin melihat keadaan luar istana, ia jenuh terus berada di dalam istana. Lalu Ratu menyuruh Sani membawa semua makanan yang Selir Mey bawa, ia tidak berniat memakannya sama sekali.


"Gue udah capek-capek ngerelain jadi pelayan si Deon itu kemarin, disuruh ini lah, itu lah, tapi tetep aja gue gak diajak pergi ke sana. Bahkan dikurung dikamar ini, awas aja kalau dia pulang.. gue mau bikin perhitungan sama dia." Gita (Ratu) merasa kesal


Disaat sakit seperti ini, Gita (Ratu) benar-benar merindukan ibunya, jika di dunia nyata ia sakit seperti ini pasti Bu Hanna menunggu bahkan tidur menemani Gita, ibunya itu akan kerepotan membuatkan bubur dan minuman hangat untuknya.


"Mah.. Gita kangen…" Gita (Ratu) mulai menangis karena tak bisa menahan rasa rindunya itu, betapa ia membutuhkan kasih sayang ibunya apalagi disaat seperti ini. Karena lelah menangis dan efek obat yang diberikan tabib, membuat Gita akhirnya tertidur.


* *


Sementara ditempat lain, Selir Mey memanggil pelayan nya itu, dan mulai memarahi mata-mata yang ia suruh itu.


"Ta-pi nyonya, saya benar-benar melihat Ratu pergi bahkan dia berdandan cantik." Ucap Pelayan itu gugup


"Buka matamu! Jika aku memberi tugas lakukanlah dengan benar!, , jangan mencoba mengelak, kalau Ratu memang pergi, pasti malam itu rencanaku berjalan mulus." Selir Mey mulai memarahinya lagi


Hingga akhirnya hanya suara benda-benda pecah di dalam kamar Selir Mey.


Dan pelayan itu langsung pergi karena tak ingin menjadi sasaran kemarahan nyonyanya itu.


Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like dan komen nya ya..! terimakasih :)


__ADS_2